Amalan Abdurrahman Bin Abu Bakar Ash-Shidiq

jasa pelet

Sosok Abdurrahman, Anaknya seorang Khalifah Abu Bakar Ash Shidiq. Menjadi tokoh islami yang berjuang demi Islam dan berjihad atas Ibadah Allah SWT. Kala itu Abdurrahman menjadi tokoh yang penting dalam menggerakan para pasukan dan menjadi influencer agar orang lain tergerak dengan pemikiannya. Suatu saat, beliau bertemu dengan seorang wanita yang menjadi idamannya. Kala itu Abdurrahman benar benar merasa aneh, karena sebelumnya dia tidak pernah merasakan perasaan cinta yang lebih seperti ini. Dalam mencintainya, dia selalu ingin lebih dekat untuk mengenal wanita itu. Wanita itu bernama Atika.

Cintanya kepada Atika pun maha luas, menjadi bukti betapa besarnya Abdurahman Bin Abu Bakar Ash Shidiq kepada wanita tersebut. Dan mungkin ada beberapa orang yang tahu bahwa cinta Abdurrahman ke Atika sempat tidak di setujui oleh Ayahnya karena takut terpengaruh dalam ibadahnya (jihad fii sabilillah). Kala itu dia ingin membuktikan bahwa ketika dia mencintai Atika, sebagai bentuk penyempurna ibadah. Dan ada makna yang sangat menyentuh, ketika Abdurrahman mengatakan:

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari tak terbit meninggi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati
Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya
Dia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanya

Dan hal yang sungguh menyentuh, sebagai bentuk pembuktian cintanya dia membuktikan kepada Ayahnya bahwa ketika dia mencintai Atika, dia tak melupakan Ibadahnya. Bahkan sebagai bentuk pelengkap ibadahnya. Kala perkataan itu terucap, akhirnya terbukti. Abdurrahman Mati Syahid tak lama setelah dia mengatakan itu.

Penerapan dari cerita di atas, bahwa ketika kamu berjuang demi orang yang kamu cinta. Maka selama kamu merasa bahwa dia pantas untuk di perjuangkan, maka tetaplah terus berjuang. Tidak ada alasan selama cinta yang kamu miliki murni dari hati. Ya tak perlu menjadi sosok Abdurrahman, kamu bisa menyederhanakan pengorbanan yang kamu lakukan dengan memegang prinsip serta komitmen bahwa kamu tidak akan pernah berubah saat mencintai dia. Dan saya akan memberikan sebuah Amalan Doa agar pasangan kita senantiasa merasa bahwa kamu sangat mencintainya dan selalu berusaha agar dia tidak berpaling:

"ALLAHUMMA KAMMA LATHAFTA BI'AZHAMATIKA DUUNAL LUTHAFAAI WA 'ALAUTA BI'AZMATIKA 'ALAL 'UZHAMAII WA 'ALIMTA MAA TAHTA ARDHIKA KA 'ILMIKA BIMAA FAUQA 'ARSYIKA WA KAANAT WASAAWISUSH SHUDURI KAL 'ALAANIYYATI 'INDAKA WA 'ALAANIYATUL QAULI KASSIRRI FII 'ILMIKA WANQAADA KULLU SYAIIL LIL 'AZHAMIKA WA KHADLA'A KULLU SULTHAANIN SULTAANIKA WA SHAARA AMRUD DUNYAA WAL AAKHIRATI KULUHUU BIYADAIKAJ'AL LIL MUN KULLI HAMMIN WA GHAMMIN ASHBATU FIHI PARAJAN WA MAKHRAJAA"

Pengorbanan tidak perlu kamu lakukan dengan cara berlebihan, disisi lain kamu juga tidak boleh merasa kamu terlalu berkorban. Memperjuangkan orang yang di cinta sebenarnya juga sangat mulia jika dengan dasar yang baik pula. Tapi mungkin saat itu kamu merasa bahwa kamu tidak bisa hidup tanpanya, secara tidak langsung ketika memperjuangkannya dia juga akan berubah menjadi orang yang tak bisa hidup tanpamu. Tidak perlu dengan istilah fi sabilillah layaknya Abdurrahman, anggaplah bahwa walaupun dunia menolak kamu dengan dia, kamu memperjuangkannya hingga seluruh dunia tahu bahwa kamu sangat mencintainya. Berlebihan ya? Saya kira itu umpama yang tepat. Untuk menjelaskan bahwa memperjuangkan orang yang dicinta adalah sebuah usaha yang tak bisa di hitung oleh teori fisika. Yang mengerti hanyalah kamu, dan Yang Menciptakan orang yang kamu cinta.

Amalan Abdurrahman Bin Abu Bakar Ash-Shidiq