Berhentilah Berpikir Untuk Mencari Yang Lebih Baik Darinya


Menjalin hubungan lama tentu bukanlah hal yang mudah untuk di pertahankan. Terlebih ketika akhirnya kamu tahu sifat dia sesungguhnya yang mungkin tidak kamu sukai. Celah akan semakin terbuka lebar ketika kamu merasa jenuh dengan pasanganmu. Dalam hal ini, rasanya seolah kamu lupa bagaimana indahnya kamu mencintai dia di awal pertama kali kamu mencintainya. Perlahan tapi pasti, kamu bisa menyimpulkan diri kamu sendiri bahwa kamu sudah hilang rasa dengannya.

Hingga semakin lamanya rasa jenuh menghinggap di dalam perasaanmu tiba tiba kamu menjadi orang yang paling benar dalam hal menilai bahwa kamu merasa tidak cocok dengannya. Entah apa yang kamu pikirkan, tiba tiba ketika dia mengontak kamu bukannya senang malah kesal. Mulai kamu mengabaikan pesannya dan membiarkannya dengan cukup lama untuk membalasnya. Atau bahkan mulai enggan untuk membalasnya, tapi kamu (masih) tidak menyadari bahwa perasaan dia ke kamu sama sekali tidak berubah.

Kejenuhan kamu akhirnya mulai memuncak pada saat kamu tiba tiba melihat seseorang yang rasanya lebih baik dari kamu. Lupalah kamu dengan dia dan kamu merasa tertarik dengan orang lain. Terlihat lebih baik, lebih pintar, lebih ideal. Kamu menilai dia lebih baik dalam segi apapun dari pasanganmu. Pendekatan pun kamu lakukan ketika dia pun juga merespon caramu mendekatinya. Hingga kamu luput atas segalanya dan mendapatkan cinta yang sementara, padahal ada orang yang benar benar masih menunggumu untuk membalas pesannya. Dia pasanganmu.

Pendekatan intens dengan orang baru semakin meningkat, dan kamu selalu ingin mencari celah dengan permasalahan yang sebenarnya sepele tapi di besar besarkan. Dalam pertengkaran selalu saja di iringi dengan statement pisahs dan akhirnya kamu dengan egois melepaskan dia. Tahukah kamu, sakitnya bagaimana? Apalagi ketika hubungan sudah berjalan lama tapi di akhiri dengan cara yang tidak baik baik. Saat kamu merasa dirimu sendiri, semakin intens kamu ingin mendapatkan orang baru tersebut. Kamu lebih memilih orang baru yang belum tahu cintanya bagaimana di banding orang yang selalu menjadikanmu orang yang paling berharga di hidupnya.

Akhirnya kamu memutuskan untuk mendapatkan dia dan berharap orang tersebut bisa menjadi pasanganmu. Seolah merasa kamu memilih orang yang lebih tepat, keinginan kamu untuk mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya semakin meningkat. Dan akhirnya kamu mengatakan cintanya, mungkin akan bahagia jika dia menerimamu. Bagaimana kalau tidak? Ternyata dia sama sekali tidak mencintaimu. Sakit hati, jelas sekali. Oke di lain cerita seandainya dia menerimamu. Kamu mungkin bisa bahagia dengannya di awal, dan ternyata dia orangnya tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Lebih egois, lebih kasar, lebih acuh, lebih cuek, yang itu tidak ada dari pasanganmu yang biasanya selalu mengalah ketika kamu marah tanpa alasan. Dan semakin parahnya lagi ternyata dia justru selingkuh dengan orang lain yang lebih baik darimu. Kemudian kamu teringat juga bahwa kamu mendapatkan dia dengan cara yang sama.

Dan penyesalan pun datang ketika kamu menyesal telah meninggalkan pasangan kamu demi orang baru yang ternyata tidak ada apa apanya di banding pasanganmu dulu. Rasanya ingin sekali kembali dengan orang yang selalu sabar menghadapi sifat ketidakdewasaan kamu. Tapi mungkin sudah terlambat, ternyata dia sudah menemukan orang yang menjadi penggantimu karena dia sadar bahwa kamu bukanlah orang yang terbaik. Dan di ganti dengan orang yang pastinya lebih baik darimu, sedangkan kamu? Hanya bisa stalking dia dan merasa sangat menyesali apa yang sudah kamu lakukan.

Intinya, jika kamu berada di titik kejenuhan dalam hubunganmu janganlah pernah sedikit terbesit pikiran untuk mendapatkan orang (di rasa) lebih baik darinya. Ketika kamu menjalin hubungan (mungkin 2 tahun, 3 tahun, atau berapapun) seharusnya kamu merasa bahwa dialah yang terbaik. Ketika kamu merasa tidak cocok, pahami lah bahwa kamu sebenarnya juga tidak sempurna. Yang perlu kamu lakukan jaga sebuah kesenangan dalam proses hubungan kamu dengan dia. Dan berpikirlah untuk membahagiakan dia. Disaat kamu merasa bahwa kamu tidak pernah membahagiakannya, waktumu akan habis untuk berpikir tentangnya dan tidak memiliki waktu untuk mencari orang yang lebih baik darinya. Tetaplah menjadi orang yang selalu dia banggakan, maka kamu akan merasa sebuah kebahagiaan yang tak bisa kau dapat dengan orang lain. Dan akhirnya kamu tak bisa hidup tanpanya.

Berhentilah Berpikir Untuk Mencari Yang Lebih Baik Darinya