Biarkan Dia Pergi (Memahami Alasan Mengapa Dia Ingin Meninggalkanmu)


Ketika kita merasa bahwa seseorang yang sangat kita cintai ingin pergi meninggalkan kita rasa nya pasti sangat sedih. Terkadang kita mungkin benar-benar tidak bisa mengendalikan diri kita dengan tenang, hingga pola pikir sama sekali tidak bisa kita pikirkan dengan cara yang lebih membuat diri kamu menjadi lebih baik. Keterkaitan perasaan hati dengan kepribadianmu memang berhubungan sehingga kamu juga merasa kalau kamu memang tidak bisa menerima apa yang sudah maupun akan terjadi. Ya, karena kamu memang tidak ingin dia pergi tentunya. Orang yang paling kamu sayang. Hubungan yang mungkin sudah kamu jalani dengan komitmen yang selalu di pegang. Ketika dia ingin pergi, ini bukan permasalahan sekedar ikhlas. Tentu kan?

Dampak kehilangan seseorang yang kita sayang bukan hanya membuat kita sedih, tapi juga sangat menyakitkan. Tidak berlebihan, hal apapun di dunia ini akan sangat menyakitkan ketika kita kehilangan sesuatu yang berharga, termasuk pasangan kita. Istilahnya seperti kamu sudah menanam mangga, tapi tak ingin kehilangan getahnya. Jika kamu saat ini sedang di posisi ini maka ada baiknya kamu meneruskan bacaan artikel ini, maupun jika belum / tidak memiliki permasalahan ini setidaknya kamu bisa mawas diri akan kemungkinan dia akan pergi. Namun, ini semua bukan berawal dari cara dia yang ingin meninggalkanmu. Tapi dari permasalahan apa yang membuat dia memutuskan untuk pergi. Ada beberapa konteks dalam hubungan yang perlu kamu pahami dan alasan dibalik mengapa dia ingin meninggalkanmu:

Apakah kamu kurang perhatian?
Apakah kamu tidak pernah memberikan dia kabar?
Apakah kamu merasa kalau diri kamu itu pribadi yang membosankan?
Apa mungkin kamu pernah membuat dia kecewa?
Apakah kamu pernah ingin berpaling dari dia?
Kesalahan terbesar apa yang paling menjadi alasan mengapa dia meninggalkanmu?

Setiap apa yang akan kamu lakukan tentu untuk memikirkan kembali itu sangat di perlukan hingga kamu bisa mengetahui apa yang kamu lakukan itu benar atau tidak. Begitupun layaknya introspeksi diri. Dalam memikirkan kembali dari diri kita tentang apa yang sudah kita lakukan bisa berpengaruh atas prinsip kita sendiri dengan cara introspeksi. Serta berusaha memperbaiki diri dengan menjadi pribadi yang di sukai oleh pasangan kita. Di balik itu semua mungkin bisa kamu lakukan apabila kamu juga berpikir apakah hubungan kalian bisa di pertahankan atau tidaknya. Tapi kalau misalkan tidak bagaimana?

Rasa cinta tidak dapat terukur dari keikhlasan apabila orang yang di sayang lebih memilih untuk meninggalkanmu dan kamu tidak rela dia pergi. Itu hanya semata karena memang dia adalah orang yang sangat berharga untukmu dan rasa ikhlas kehilangan dia pasti bukanlah hal yang akan terpikirkan, apalagi saat kamu merasa hubungan kamu dengan dia masih bisa di usahakan. Tentu dalam benakmu keikhlasan jelas tak pernah terpikirkan olehmu. Ketika semakin kamu berusaha untuk menarik kesimpulan dengan cara merelakan dia, semakin pula kamu menyadari bahwa dia sebenarnya adalah orang yang tak bisa tergantikan.

Tapi waktu berkata lain, keadaan tak memihak, serta berakhir dengan apa yang memang tak bisa kita terima. Dia benar-benar ingin meninggalkanmu dan tak bisa menemukan cara untuk mmpertahankan hubungan kembali seperti dulu. Mungkin ada beberapa alasan yang membuat dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Nyaman dengan orang lain, sudah tidak ada rasa, merasa bahwa memang hubungan mulai tidak cocok, merasa kalau kamu sudah berubah. Ada alasan yang mungkin tidak sesederhana "Maaf sepertinya hubungan kita sudah tidak bisa di lanjut" dan apa yang dia katakan sudah mewakili dari apa yang dia inginkan dalam mengakhiri hubungan. Secara tidak langsung, untuk mempertahankan hubungan dengan memaksakan diri jelaslah bukan cara yang baik karena hubungan bukan sebatas pacaran saja. Maka sebenarnya dia sudah melakukan hal yang benar, tapi menurutmu dia yang salah.

Ingat kembali dengan kesalahan yang sudah kamu perbuat (diluar dari introspeksi). Terkadang kita tak sadar apa yang mungkin kamu perbuat atas kesalahan kamu yang mungkin menjadi alasan awal mengapa dia meninggalkan mu. Ada baiknya juga kamu tidak merasa bahwa kamu yang benar. Dalam hal memperjuangkan seseorang memang tidak salah, bahkan benar.Hanya saja ada tahap dimana kamu perlu menyadari kalau tidak semua yang 'ada' itu bisa di perjuangkan. Di balik dari rasa gelisahmu yang tak bisa berpaling dengan mencari yang lebih baik darinya, ketenangan sangat di perlukan minimal mengurangi ketidak terimaan dengan keadaan yang menimpamu saat ini. Inkonsisten prinsip memang tidak bisa kita salah satu pihak saja, maka dari itu jika dia menyimpang dari komitmen dan kamu tidak melakukan kesalahan apapun maka kamu lah yang benar. Apa dia salah? Saya rasa bukan itu konklusinya.

Kenyataan memang tak bisa selamanya segala sesuatu yang terjadi itu sesuai dengan keinginanmu, termasuk dari cara kamu menerimanya. Ada hal yang perlu kamu pelajari lebih terutama soal pendamping hidup. Bahwa jodoh bukan terukur dari apa yang kamu perjuangkan tapi hasilnya sia-sia, tapi dari ketidaksengajaan kamu yang justru menemukan orang yang benar cocok jadi pendampingmu. Hanya saja:

Mungkin kamu masih merasa dialah yang terbaik?
Kamu benar-benar tak bisa hidupnya?
Ada hal yang paling tidak bisa kamu terima, terutama dari janji yang sudah pernah dia katakan?
Merasa bahwa segalanya dalam hubungan itu tidak ada yang namanya kata pisah?
Apapun alasannya, pokoknya dia tidak boleh pergi dari sisimu. Seperti itu?
Jawabannya hanya satu, terimalah. kamu memang harus menerima apapun keputusannya, ada beberapa yang mengatakan jika dia cinta, dia takkan pergi. Maka harusnya kamu tahu kalau dia memang sudah tidak mencintaimu lagi. Bersedihlah sesaat, kembali ke pernyataan saya sebelumnya. Kenyataan itu tak bisa selalu sesuai dengan keinginan kamu.

Ikhlaskan, ikhlaskan dia. Jika memang itu salahmu mungkin kamu memang harus mengikhlaskan dia. Baik, anggap saja ada tahap dimana kamu berusaha meyakinkan pasanganmu bahwa kamu pasti akan berubah menjadi apa yang dia inginkan. Menjadi apa yang dia mau. Tapi (mungkin) terlambat, dia tak bisa lagi bersamamu. Karena hubungan jelas tak bisa di paksakan. Selama dia mungkin masih berusaha untuk mempertahankanmu dengan menerima kesalahanmu, itu hanya membuatnya dia tersiksa dan seolah kamu itu orang yang egois. Berubah dengan berjuang itu berbeda. Berubah itu sesuatu yang masih bisa di terima dengan berharap agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik sedangkan berjuang adalah proses untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dengan berharap bahwa keputusannya akan berubah. Maka dari itu, jika dia memang tidak bisa menerima kamu kembali, kamu memang harus melepaskannya.

Beda lagi ceritanya jika dia lah yang memang menginginkan putus (berakhirnya hubungan). Indikasinya bisa jadi karena merasa tidak puas denganmu makanya dia pergi. Atau ternyata dia kembali dengan seseorang yang dulu pernah dia sayangi dan masih memendam rasanya selama ini. Maupun hal alasan lainnya misalkan dia memang tidak suka kamu karena kamu kasar, tidak cocok, dan hilang rasa. Maka dalam hal ini yang perlu kamu sadari bahwa (mungkin) ini bukan lah kesalahan kamu yang menyebabkan dia pergi. Itu sesuai dengan keinginan dia. Sebenarnya kamu tidak perlu memiliki alasan untuk memperjuangkannya, akan tetapi disaat yang sama jelas bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa kamu memang masih sangat mencintainya. Haruskah kamu berjuang? Tidak. Semua itu hanya bergantung pada kata hatimu, dan pastikan bahwa semua itu sesuai dengan apa yang memang masih kamu butuhkan serta kamu mengetahui persisnya apakah hubunganmu masih bisa di teruskan (perjuangkan) atau tidaknya.

Biarkan dia pergi jika itu maunya. Lupakan segala sesuatu yang mungkin masih berkaitan dengan harapan indah yang sudah kamu bayang dan impikan kelak. Meskipun tidak ada awan yang benar benar putih, tapi pemandangan awan hitam terkadang memang indah. Maksud saya, kamu tidak perlu benar-benar memperjuangkannya lebih lagi. Ketika kamu masih berpikir bahwa dia harus bersamamu, maka kamu sebenarnya sudah lebih dari sekedar egois. Ketika kamu merasa tersakiti, maka sakit dia (mungkin) 2 kali nya kamu. Beda lagi ceritanya jika orang yang kamu sayang meninggalkanmu demi orang lain yang (dia pikir) lebih baik darimu. Ataupun memang ada sesuatu yang seharusnya dia lakukan dalam hal tanggung jawab (tanda kutip). Maka kamu bukan lagi perlu, tapi harus.

Takkan ada kesempurnaan cinta yang sesungguhnya dengan hanya berpaham pada teori 'cinta sejati' dan 'sejatinya cinta'. Kepemilikkan hati hanya berharga apabila saling memiliki dan merasakan perasaan yang sama. Ketika bertepuk sebelah tangan tak membuahkan komitmen yang pasti, maka carilah tangan yang lain. Maksud saya, di dunia ini sebenarnya tidak hanya terpaku pada dia saja yang menjadi pendamping hidupmu kelak. Memperjuangkan itu ada batasnya, menyerah memang tidak memberikan hasil apapun tapi belajar memberikanmu arti bahwa pengalaman selain menjadi guru yang baik juga kamu bisa mendapatkan materi hidup yang tidak pernah akan kamu dapatkan ketika kamu tidak pernah merasakan kehilangan. Hal yang wajar jika tidak ada insan di dunia ini yang dapat menggapai langit, tapi bintang selalu dapat kau lihat. Puluhan, ratusan, bukan. jutaan bahkan miliaran bintang di dunia ini. Siapa yang paling bersinar terang, itulah yang terindah. Maka janganlah bersedih terus karena dia meninggalkanmu. Memperbaiki hati dengan melakukan hal yang positif serta tidak menutup hati dengan mempersilahkan orang lain agar singgah di hatimu. Kelak suatu saat ada kepemilikkan hati yang jauh lebih layak dari dia, orang yang sudah meninggalkanmu.

Catatan:
Mungkin ada bentuk pertanyaan keci,l Jadi saya seharusnya tidak perlu memperjuangkan hubungan saya dengan cara alternatif/jasa pelet? Dalam artikel ini pembahasan tentang berhenti memperjuangkan itu diluar dari ikhtiar / usaha yang berhubungan dengan jasa pelet. Jika kamu merasa hubunganmu masih bisa di perjuangkan dengan solusi alternatif, maka ini dalam upaya untuk membuatnya dia berubah dan kamu pun juga tentu berubah. Dengan kata lain, konteks nya berbeda.

Biarkan Dia Pergi (Memahami Alasan Mengapa Dia Ingin Meninggalkanmu)