Pikirlah Kembali Sebelum Balikan Dengan Mantanmu


Setelah putus cinta, biasanya hal-hal yang berkaitan dengan mantan tidak akan bisa dengan mudah hilang dari ingatan. Pergi ke tempat makan biasa, ingat lagi. Dengar lagu yang sering kalian dengarkan bersama, ingat dia lagi. Hal yang wajar memang, dia kan yang selama ini menemani hari-harimu bukan! Keinginan untuk kembali bersama bisa jadi hal yang tidak bisa disangkal. Itu juga menjadi alasan kenapa tidak sedikit pasangan yang memilih untuk kembali setelah sebelumnya putus. Apakah kamu salah satunya? Sebelum memutuskan untuk kembali menjalani hubungan yang sempat pisah, ada baiknya kamu membaca beberapa hal ini terlebih dahulu. Daripada balik kemudian putus lagi dan jadi semakin nyesel, ‘kan?

Ada alasannya kenapa kalian putus

Kalian jelas berpisah bukan karena sedang iseng dan ingin mencari sebuah kejutan dalam hubungan yang sedang dijalani. Tentu ada alasan kuat kenapa kalian sampai memutuskan untuk berpisah. Mau kecil atau besar, penting atau dirasa sepele. Alasan tersebut tetap akan jadi masalah yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Sebelum mengambil keputusan untuk kembali ke mantanmu, coba pikirkan kembali secara baik-baik. Apakah masalah itu sangat rentan buat kalian berdua, atau masih bisa diselesaikan? Kalau memang hal yang membuat kalian berpisah itu adalah hal yang prinsip serta cukup signifikan, ya buat apa buang-buang waktu untuk kembali menjalaninya kembali?

Benar ingin kembali, atau sekedar kesepian?

Rasa sepi jelas menghampirimu setelah kalian pisah. Biasanya kemana-mana ada yang menemani, dan sekarang harus sendiri dalam setiap aktivitas. Bohong sekali jika kamu mengaku tidak kesepian dan tidak ingin kembali ke masa-masa indah dulu. Tapi apa kesepian bisa jadi alasan yang cukup kuat untuk balikan?

Hubungan yang baik membutuhkan pribadi yang sudah lebih dulu selesai dengan diri mereka sendiri. Sebuah ikatan cinta akan lebih statis saat dua orang yang ada di dalamnya tidak lagi diganggu oleh rasa insecure terhadap keadaan serta kondis kehidupan mereka. Daripada langsung balik ke mantan demi menghilangkan rasa kesepian, lebih baik kamu berusaha menghadapi semuanya sendiri dulu. Kuatkan dan beranikan diri untuk menghadapi semuanya tanpa pasangan. Setelah kamu cukup kuat untuk menghadapinya, yakin lah nanti akan ada orang yang sama kuatnya yang datang dan menjadi pasanganmu.

Kamu mungkin berharap dengan balikan, maka keajaiban akan datang

Jauh di lubuk hatimu, kamu sadar kalau sebenarnya kalian kurang cocok satu sama lain. Banyak sekali hal yang selama ini kamu pendam dan terus berusaha kalian toleransikan. Entah kebiasaan, cara hidup, sudut pandang dalam menghadapi masalah, semuanya bisa dibilang berbeda.

Memang cintalah yang selama ini mempersatukan kalian. Tapi, jika dilanjutkan sebenarnya hubungan itu juga tidak akan jalan lebih baik lagi. Dengan mengambil langkah untuk kembali kamu berharap semua ketidakcocokan itu bisa terselesaikan dalam semalam. Balikan seakan menjadi obat mujarab yang bisa menyelesaikan semua masalah. Hanya saja, kalau itu yang kamu harapkan maka pikirkan lagi keputusanmu untuk kembali menjalin hubungan. Balikan tidak akan membawa keajaiban apapun, kecuali masing-masing memang mau berubah satu sama lain.

Masih sayang, atau malas memulai sama orang lain?

Hal yang sering kali menarik kita untuk kembali pada hubungan yang telah lalu ialah rasa nyaman yang ada di dalamnya. Ini sangat wajar terjadi, sebab kamu dan mantan pasanganmu sudah saling mengenal satu sama lain sekian lama. Kalian sudah tidak perlu lagi untuk saling menyesuaikan kebiasaan. Apakah kamu kembali hanya karena menginginkan rasa nyaman itu?

Kalau kata orang bijak, Keluarlah dari zona nyaman demi mencapai kesuksesan. kronologi yang sama pun berlaku dalam hubungan cinta. Terlalu nyaman dengan seseorang tidak selamanya jadi hal yang baik. Justru, bisa jadi ini tidak akan membuatmu berkembang. Jika memang niatmu balikan karena enggan PDKT dan memulai lagi dengan yang lain, maka pertimbangkan hal ini Yakin tidak mau mengambil resiko dan bakal hidup seperti ini saja sampai tua nanti?

Pandangan keluarga dan teman-temanmu terhadap hubungan kalian

Masa setelah putus bisa jadi saat yang tepat untuk secara objektif mendengarkan pendapat keluarga dan sahabat-sahabatmu tentang hubungan yang telah kamu jalani. Karena kamu sedang dalam zona netral, masih ingat mantan tapi juga agak sakit hati karena sudah pisah. Kamu juga bisa lebih mudah mendengarkan orang-orang yang selama ini ada di dekatmu. Coba lah buka telingamu dan terima pendapat mereka.

Sadar atau tidak, terkadang orang-orang terdekat punya intuisi yang tepat soal masa depan hubungan cintamu. Pendapat mereka sering tidak disampaikan karena mereka menghargai privasimu. Padahal, karena mereka sudah mengenalmu lebih lama dari mantan pasanganmu, mereka bisa lebih memahamimu luar-dalamnya. Jika mereka menganggap berakhirnya hubungan kalian adalah hal yang baik, tidak ada salahnya hal itu jadi bahan pertimbangan. Kalau sedang dibutakan perasaan kita memang jadi kurang dipahami, maka tidak ada salahnya kalau mendengar saran dan masukan orang lain. Kalau didukung sama lingkungan, balikan. Kalau tidak didukung, ya lebih baik jangan.

Janji untuk berubah, bisakah direalisasikan?

Sebelum memutuskan untuk kembali, pasti kamu dan dia sudah membuat perjanjian kalau kalian akan memperbaiki diri agar kejadian putus tidak terulang kembali. Ini hal yang positif sekali dan akan berdampak baik bagi perkembangan hubungan. Dengan syarat bahwa ini benar-benar bisa di wujudkan. Bukan sekedar janji-janji manis saja.

Kamu harus sadar bahwa ada beberapa sifat yang akan sangat sulit diubah dari seseorang. Tidak peduli seberapa besar cinta pasanganmu ke kamu dan betapa kuat dia berjanji untuk memperbaiki diri, 2 hal itu tidak akan cukup. Dia tumbuh dengan kebiasaan itu, dia terlahir oleh lingkungannya untuk menjadi seperti itu. Kalau ada sifat yang sangat mendasar dari pasangan yang tidak bisa kamu terima, bukan tidak mungkin masalah yang sama akan kembali terulang setelah kalian balikan nanti.

Kamu hanya tidak kuat lihat dia sama orang lain

Satu-satunya alasanmu ingin balikan adalah karena kamu tidak kuat patah hati melihat dia bersama orang lain. Kamu terlalu sayang dengannya, dan daripada itu terjadi lebih baik kamu kamu mengutarakannya untuk kembali saja. Sebagai orang yang pernah menjadi bagian penting hidupmu, wajar sekali jika kamu merasa sakit saat dia sudah bisa memulai sama orang lain. Sementara kamu masih berusaha menata hati.

Tidak perlu sesakit itu pula! Semua orang punya waktu dan caranya sendiri untuk bangkit dari gagalnya sebuah hubungan. Bisa jadi dia memang membutuhkan orang lain untuk melupakanmu, sementara kamu hanya perlu waktu sendiri demi bisa pulih sepenuhnya. Dan bukan berarti dia yang sudah memulai membuka hati lebih dulu akan lebih bahagia. Semua sudah ada jalannya sendiri, yakini saja.

Kalau mantan pasanganmu pernah selingkuh atau melakukan kekerasan padamu

Pikirkan ulang kembali keputusanmu untuk balikan jika mantan pasanganmu pernah tidak setia atau menyakitimu. Pasangan yang pernah selingkuh di belakangmu, memiliki kecenderungan untuk kembali mengulanginya.

Begitu juga jika dia pernah menyakitimu, baik secara lisan, mental maupun fisik. Kekerasan layaknya spiral yang akan terus berulang. Menerimanya kembali tidak akan serta membuatnya tidak lagi menyakitimu. Dia tidak hanya butuh cinta, tapi juga terapi untuk menyembuhkan kebiasaan abusifnya.

Kamu mau balikan cuma dilandasi rasa kasihan

Kamu pernah begitu menyayangi orang ini. Rasanya tidak tega jika melihat dia berjuang untuk mendapatkan kembali cintamu sampai melakukan hal yang sebenarnya tidak perlu di lakukan. Tapi jika ditanya apa yang telah mendorongmu kembali menerimanya, maka perasaan kasihan lebih besar dibanding rasa sayangmu. Kamu sayang dia, tapi kamu lebih tidak tega melihat perjuangannya.

Hubungan cinta yang dibangun hanya berdasar rasa kasihan tidak akan menjadi sebuah hubungan yang sehat. Kamu tidak lagi bisa mencurahkan perasaan sayang yang tulus, dan perlakuan romantismu untuk dia bukan semata-mata digerakkan oleh cinta. Seseorang sebenarnya tidak memiliki hak dikasihani hanya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Kalau kamu benar-benar sayang dia, justru kamu akan memilih untuk melupakannya.

Terkadang, kamu justru mendapatkan lebih saat kamu rela melepaskan

Pada akhirnya, masih ada orang lain yang sebenarnya bisa kalian berdua temui diluar sana. Bisa jadi kesempatan emas itu tidak akan datang jika kalian memilih memaksakan untuk terus bersama. Ketakutan kalian akan kesepian dan kesendirian membuat pintu-pintu kemungkinan itu tertutup.

Meskipun berat menerimanya, ada beberapa hubungan yang memang harus di akhiri saja demi kebaikan kalian berdua. Ibarat rel kereta, jalanmu dan dia memang tidak akan bertemu di satu titik. Kamu dan dia hanya dirancang untuk "pernah" bersama. Kalian bukanlah stasiun pemberhentian terakhir bagi masing-masing. Bukankah dengan melepaskan sepenuhnya, terkadang saat kalian justru mendapatkan yang selama ini kalian butuhkan?

Pikirlah Kembali Sebelum Balikan Dengan Mantanmu