Tentang Kitab Somala

jasa pelet

Kitab Somala merupakan sebuah buku naskah kuno yang berisikan macam-macam ilmu dan ajian sakti yang terdapat pada cerita dan kisah Mak Lampir dalam sinetron Legenda Gunung Merapi. Kitab Somala sendiri ditulis dan dikarang oleh Ki Ganjar Somala, namun kitab itu justru menjadi hal yang di rebutkan oleh pendekar pada zaman Mak Lampir dengan berdasarkan sejarah zaman Sultan Agung, penguasa Kerajaan Mataram.

Kitab Somala sendiri ditemukan kembali oleh tiga pendekar dari Mataram, salah satu di antaranya adalah Pangeran Purbaya atas utusan para kyai sepuh penasehat Kasultanan Mataram. Ketiga pendekar tersebut di utuskan untuk mencari buku yang berisikan rangkuman dari ilmu-ilmu dan ajian sakti ke dalam sebuah gua angker yang konon dijaga oleh ribuan makhluk halus dari bangsa gaib, jin atau lelembut. Setelah mereka berhasil mengalahkan bangsa gaib penunggu goa angker tersebut, ketiga pendekar segera bergegas menemui Ki Ganjar Somala yang dikabarkan tengah bertapa di dalam gua tersebut.

Namun, dugaan mereka ternyata salah. Ki Ganjar sudah meninggal dunia dalam keadaan memegang kitab tersebut. Dan tak butuh waktu lama, kitab itu diambil dan akan segera dipelajari untuk mengalahkan tokoh pendekar bernama Bayu Seta yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), karena berupaya memberontak dan memusuhi pemerintahan Kesultanan Mataram.

Sayangnya, Kitab Somala itu hilang saat terjadi pertempuran dengan Mak Lampir, Grandong dan kawan-kawannya. Dan pada akhirnya buku yang berisikan puluhan ajian sakti mandraguna itu di temukan oleh Parwati dan anaknya, Arya Soma. Saat itu, Arya Soma dengan diam-diam mempelajari seluruh isi Kitab Somala tersebut di karenakan ia memiliki hasrat untuk menjadi pendekar paling sakti di dunia. Terbukti, dia berhasil menguasai sebagian ilmu di dalam buku tersebut dan menjadi ksatria pilih tanding nan digdaya.

Dan salah satu ilmu yang pernah ia keluarkan adalah Ajian Pelebur Saketi di mana sangat jarang sekali pendekar yang mampu mngatasi dan menguasainya, termasuk pula salah satu kiai pendukung pemerintahan Mataram sekalipun. Hingga suatu ketika Mak Lampir mencuri kitab tersebut agar bisa menjadi Ratu Ilmu Hitam paling disegani dan ditakui semua orang, dan bahkan termasuk dengan para kiai khos di lingkungan Kerajaan Mataram.

Di dalam kisah berikutnya, Kitab Somala terus menjadi hal yang di rebutkan para pendekar. Karena, buku itulah yang disebut-sebut bisa menaklukan para musuh pemerintahan Mataram.

Mengupas jejak Kitab Somala di Indonesia.

Tidak ada satu literasi pun yang menyatakan cerita Mak Lampir adalah fakta sejarah. Sebagian besar kisah itu merupakan fiktif belaka. Termasuk Kitab Somala yang legendaris itu, sampai sekarang pun belum diketahui dimana keberadaannya, apakah benar-benar ada di Indonesia atau hanya muncul di dalam cerita fiksi.

Jika benar adanya, maka sangat mungkin bisa diduga jika keberadaan kitab berisi ilmu-ilmu dan ajian sakti mandraguna itu terletak di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta. Pasalnya, latar dan setting sejarah kisah Mak Lampir ini berada di daerah kaki Gunung Merapi, berdekatan dengan Keraton Sultan Agung, cucu panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya.

Namun, saya sendiri berpendapat, sesakti apapun ilmu atau ajian-ajian dalam Kitab Somala yang bisa mereka pelajari akan terkalahkan dengan seseorang yang punya hati dan jiwa bersih, tawakal, serta berserah diri kepada Allah. Sifat tawakal, berserah diri kepada-Nya dengan sepenuh hati adalah ilmu tertinggi dan itu bukan hanya di dunia, tetapi di alam semesta.

Boleh-boleh saja mewacanakan Kitab Somala dalam konteks khasanah pengetahuan sejarah di Indonesia, meskipun kebanyakan menyakini sebagai sebuah fiksi. Namun, esensi akhir dari artikel ini adalah tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan dan Ijin dari Allah.

Tentang Kitab Somala