4 Manfaat Puasa Weton Untuk Spiritual Kebatinan


Menjalankan puasa di hari kelahiran ini pada umumnya lebih popular dengan istilah puasa weton bagi orang Jawa. Secara umum pedoman puasa pada dasarnya adalah bentuk keprihatinan yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki niat tertentu. Puasa hari kelahiran atau puasa weton itu sendiri ialah merupakan puasa yang dilakukan pada saat hari kelahiran atau weton dari seseorang tersebut. Bagi orang yang tinggal di tanah Jawa tentunya ritual puasa weton ini tidak asing lagi di telinga karena hingga saat artikel ini dibuat masih ada beberapa orang yang melaksanakannya. Bahkan pelaksanaan puasa weton atau hari kelahiran ini justru sering disalah artikan sebagai bentuk keprihatinan yang dilakukan sebagai syarat untuk mendapatkan sesuatu yang bersifat duniawi semata.

Dalam ajaran islam, puasa hari kelahiran atau puasa weton memang tidak ada. Puasa ini merupakan tradisi leluhur masyarakat kejawen pada zaman dahulu yang sampai sekarang juga ada segelintir orang yang masih menjalankannya. Perlunya kita memahami unsur dari sebuah amalan adalah hal wajib yang tidak boleh dilupakan. Oleh sebab itu, sebaiknya kita menanamkan niat hanya untuk beribadah kepada Tuhan melalui puasa. Jangan sampai puasa yang dilakukan karena adanya tradisi menjadikan kita berharap kepada selain Tuhan atau bahkan meniatkan puasa tersebut sebagai bentuk pengharapan adanya timbal balik dari Tuhan kepada kita.

Unsur Puasa Hari Kelahran atau Puasa Weton

Apabila kita bicara mengenai puasa, tentunya kita tak sebatas membicarakan perpindahan jam untuk mengonsumsi suatu makanan semata. Terlepas dari hal itu ternyata semua tipe puasa, termasuk puasa weton merupakan sebuah upaya keprihatinan yang benar-benar bagus bagi tubuh dari segi kesehatan. Tubuh akan mengalami cara kerja detoksifikasi merupakan cara kerja pengeluaran racun dari dalam tubuh melalui jaringan kulit dalam bentuk keringat dan memalui sistem pencernaan.

Nabi Muhammad dahulu acap kali melakukan puasa di hari kamis dimana pada hari tersebut merupakan hari lahir beliau. Tapi sesudah dipahami lebih dalam, ternyata beliau berpuasa di hari senin dalam rangka hari tersebut merupakan hari lahirnya rosul dan turunnya wahyu yang pertama bukan sebuah puasa di hari lahir sebagai buah hati manusia. Jadi berpuasa di hari lahir rosullah yang disunahkan pada umatnya, bukan puasa di hari kelahiran.

Diatas sudah kita ketahui esensi dari puasa hari kelahiran bukan? Jadi sebetulnya puasa apapun itu memiliki manfaat yang dapat diperoleh secara lahir dan batin. Akan tetapi kita juga sebaiknya membetuli niat dari puasa yang kita laksanakan. Meskipun dalam syariat islam puasa di hari kelahiran tak ada tetapi bagi kalangan orang yang tinggal di tanah jawa masih melakukan puasa tersebut sebagai upaya keprihatinan dalam hidup. Berikut ini sebagian manfaat puasa hari kelahiran :

1. Kesehatan Tubuh Kian Membaik

Pada dasarnya puasa itu sendiri selain bagus dari segi mental tetapi juga benar-benar bagus bagi kesehatan tubuh. Puasa itu sendiri tak sebatas menahan lapar malah perpindahan waktu makan semata. Tapi mekanisme pencernaan tubuh juga dapat beristirahat sehingga lambung tak berkerja secara terus menerus. Tentunya hal ini akan membuat kesehata tubuh menjadi lebih bagus sebab selama sistem pencernaan beristirahat maka organ tubuh lainnya malah akan mengalami jeda rehat.

2. Membantu Progres Detoksifikasi

Ketika seseorang melakukan puasa, sebetulnya tubuh akan mengawali untuk melakukan cara kerja detoksifikasi sehingga racun yang terdapat didalam tubuh dapat dikeluarkan melalui keringat malah kotoran berupa air kencing. Dari sinilah kita dapat mengambil inti sari bahwa puasa memang benar-benar dianjurkan dari segi medis. Pun sebelum melakukan penanganan medis dimeja bedah, pasien diwajibkan untuk melakukan puasa terpenting dahulu.

3. Sehat Dalam Mental dan Pikiran

Apabila sebelumnya sudah kita bahas manfaat puasa dari segi medis atau dunia kesehatan maka kali ini kita akan mengenal apa fungsi puasa bagi mental dan pikiran kita. Seseorang yang sering kali melakukan puasa, sebetulnya akan memiliki pemikiran yang lebih matang dan dalam diperbandingkan orang yang benar-benar jarang berpuasa. Kecuali ini sebab keadaan mental dan pikiran kita saat berpuasa akan mengalami penurunan emosionil yang signifikan sehingga kita cenderung mampu menyelesaikan dilema dengan pemikiran yang lebih hening.

4. Bermanfaat dalam segi magis

Puasa tak terbatas pada peningkatan kesehatan secara jasmaniah semata tetapi secara awam, puasa weton ini juga benar-benar bagus bagi mental dan pikiran seseorang. Tapi manfaat yang bersifat magis seperti pernyataan bahwa puasa merupakan upaya magis untuk mendekatkan diri pada hal-hal yang tak dapat dijangkau dengan akal merupakan salah satu argumen yang tak sepenuhnya benar. Lebih tepatnya, puasa merupakan suatu aktivitas yang dapat menciptakan seseorang memiliki sensitifitas lebih dalam kepada makhluk-makhluk yang ada di muka bumi.

4 Manfaat Puasa Weton Untuk Spiritual Kebatinan