6 Cara Terbaik Agar Dia Bersyukur Memiikimu Jadi Pendamping Sampai Mati


Menentukan berumah tangga tentu bukanlah perkara yang gampang. Banyak yang semestinya dipertimbangkan sebelum hubunganmu naik ke jenjang berikutnya. Nggak hanya siap lahir melainkan batin. Nggak hanya siap dari segi mental melainkan juga lahiriah. Itulah mengapa banyak yang memilih untuk memantaskan diri terutamanya dulu. Mempersiapkan diri menjadi suami atau seorang istri. Persiapan ini tentu tujuannya supaya kelak, dikala berumah tangga, kau dan ia nggak canggung lagi atau nggak perlu meraba-raba lagi bagaimana supaya rumah tanggamu berjalan dengan bagus dan bahagia. Nggak ada yang bilang hidup berumah tangga itu gampang ya.

Dan dikala kau berkeinginan berperan sebagai seorang ibu rumah tangga, kau nggak semestinya menunggu momen itu datang terutamanya dulu. Pun, sebaliknya kau sudah bersiap semenjak kau dan ia belum naik pelaminan. Kamu tentu berkeinginan menjadi seorang ibu rumah tangga yang bagus bukan? Berkeinginan membikin ia yang sudah memilihmu berterima kasih sebab keputusannya ideal. Oleh sebab itu, sebelum hubunganmu dan ia naik ke jenjang yang lebih serius lagi, pastikan kesanggupan berikut ini sudah kau kuasai.

1. Saat berumah tangga nanti, kau yaitu seorang akuntan. Dapat mengontrol keuangan dengan bagus yaitu kunci supaya hidup kalian berkecukupan

Ibarat sebuah perusahaan, tentu ada sistem keuangan yang semestinya dikelola. Bagaimana mengontrol pemasukan maupun pengeluaran. Kamu tersebut menjadi hal yang penting dan peka. Sebab masa depan perusahaan, apakah cakap bertahan atau nggak, juga tergantung bagaimana keuangan tersebut dapat dikontrol.

Begitupun dengan rumah tangga. Dalam kehidupan yang lebih rumit ini, kau sebagai istri sekalian ibu rumah tangga, juga berperan sebagai seorang akuntan. Kamulah nantinya yang akan mengurus keuangan rumah tanggamu. Berapa pemasukan tiap bulannya, dan bagaimana uang tersebut dipergunakan. Dan berapa uang yang dapat kau sisihkan untuk ditabung. Kamu tersebut nggak dapat kau pelajari setelah menikah aja. Lebih bagus dari kini kau udah merajai skill tersebut. Kamu dapat mempelajarinya dari mengelola gajimu misalnya. Kamu kau sudah terbiasa, karenanya nanti kehidupan rumah tanggamu tentu sedikit lebih gampang.

2. Kamu semestinya cakap multitasking. Mengurus dua profesi sekalian seperti halnya mencuci di sela-sela menyiapkan makanan

Sebab kau masih berstatus pacaran, tentu bukanlah tanggung jawabmu sepenuhnya untuk merawat pasanganmu. Sebab kalian belum terjalin ikatan yang legal. Seumpama nanti, dikala berumah tangga, kau akan bertanggung jawab penuh terhadap keluarga kecilmu. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Apalagi kalau udah punya si kecil, tentu profesi rumahmu akan kian bertambah.

Bagimu yang lebih memilih untuk melaksanakannya sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga, tentu kau semestinya punya skill ini: melaksanakan dua hal sekalian dalam satu waktu. Kamu ini dikarenakan jadwalmu yang lumayan padat. Kamu, dikala kau memasak, kau dapat besih-bersih rumah. Atau dikala kau sedang mencuci, kau dapat menyiapkan makanan di sela-sela pekerjaanmu. Mungkin menonjol gampang, melainkan kalau nanti udah dikejar waktu, kau bakal tahu alasannya mengapa kesanggupan seperti ini sebaiknya diasah dari kini.

3. Kamu diri dari godaan diskon besar-besaran. Kamu semestinya mengerti kebutuhan mana yang semestinya didahulukan

Sebagai seorang cewek, entah mengapa berbelanja menjadi sesuatu yang menyenangkan. Atau pun dapat menjadi penghilang stres. Membeli sebagian barang akan membuatmu merasa terpuaskan. Apalagi kalau sedang ada diskon. Duh, pasti kau pengen borong semuanya ‘kan?

Nah, tradisi ini sebaiknya kau kurangi mulai dari kini. Kamu semestinya dapat menahan godaan diskon-diskon besar. Sebab rumah tanggamu juga butuh biaya supaya dapat terus berjalan. Mulai kurangi membeli barang-barang yang diinginkan melainkan tidak dibutuhkan sama sekali. Memang susah sih menutup mata dari diskon gila-gilaan. Melainkan kau semestinya dapat menahan diri dan memikirkan kebutuhan apa saja yang semestinya didahulukan.

4. Dapat menempatkan diri itu perlu. Ada saatnya kau menjadi seorang istri bagi suami dan ibu bagi anakmu

Mungkin dulu, status resmimu hanya sebagai seorang si kecil dari kedua orang tuamu. Melainkan nanti, setelah berumah tangga, kau akan memiliki status yang lebih banyak lagi. Mengatasi dari ayah dan ibumu, istri bagi suamimu, menantu bagi mertuamu, dan ibu bagi si kecil-anakmu.

Kamu ini sebenarnya dapat dilaksanakan secara bersama. Seumpama nanti ada kalanya kau semestinya piawai-piawai menempatkan dirimu dalam bersikap. Ada kalanya kau semestinya mendahulukan kemauan suamimu, ada kalanya kau menomorsatukan kepentingan anakmu, dan lain sebagainya. Di sini, kau dituntut untuk dapat melaksanakan peran-peran tersebut tanpa ada yang merasa dirugikan. Jadi mulai dari kini, kau semestinya dapat menetapkan hal mana yang semestinya didahulukan tanpa membikin hal lainnnya menjadi terabaikan ya.

5. Sebab dilema secara bersama lebih penting ketimbang kau sendiri yang menanganinya. Kemampuanmu berbagi seperti inilah yang dibutuhkan

Waktu masih pacaran dulu, dikala ada dilema, kau acap kali memecahkannya sendiri. Di satu sisi, hal ini tentu bagus, sebab kau membuktikan kalau kau yaitu seorang cewek yang mandiri. Melainkan di sebagian dilema, sebaiknya kau memecahkannya dengan pasanganmu. Apalagi dikala kalian sudah legal menjadi sepasang suami istri. Kemampuanmu dalam berbagi terhadap pasangan betul-betul dibutuhkan. Jangan sampai kau hanya berbagi kebahagiaan saja, melainkan dikala rumah tanggamu bermasalah, kau hanya mencoba untuk memecahkannya sendiri. Bukankah dulu waktu mengikat janji suci kalian bersepakat akan saling menguatkan di dikala suka maupun kesedihan?

Oleh sebab itu, dikala ada dilema-dilema yang melibatkan rumah tanggamu, coba bicarakan dengan sang suami. Kemampuanmu untuk berbagi dan mencari jalan keluarnya dapat diasah dari kini. Kamu kalau ada dilema yang sedang mendera kekerabatan kalian. Sebab saking sayangnya kau pada pasangan, bukan berarti hubunganmu semestinya menonjol bagus-bagus saja bukan?

6. Mulai mengontrol ego dan emosi diri sendiri. Ujian rumah tangga nggak semudah tambah kurang kali bagi

Kamu pasti mengerti, dikala hubunganmu naik jenjang, tentu semuanya juga akan naik satu tingkat, termasuk dilema yang akan kalian hadapi. Sepertinya nggak ada rumah tangga yang nggak dirundung dilema. Sebab sebenarnya, dilema itulah yang akan kian mengokohkan biduk rumah tangga kalian. Tinggal bagaimana kau dan pasangan dapat mengatasi itu.

Dan disini, yang akan dipertanyakan yaitu bagaimana kau dapat mengontrol ego dan emosi pasanganmu. Tentunya sebelum itu kau semestinya menetapkan kalau kau sudah dapat mengontrol ego dan emosi dirimu sendiri. Kamu tahu kapan semestinya mengalah, dan kau mengerti kapan semestinya bersikap tegas.
So ladies, kalau kau udah mengasah kesanggupan-kesanggupan ini dari kini, sebelum ia menikahimu, tentu rumah tanggamu nantinya dapat sedikit dimudahkan. Dan yang pasti, ia nggak menyesal sudah memilihmu sebagai pendamping seumur hidupnya.

6 Cara Terbaik Agar Dia Bersyukur Memiikimu Jadi Pendamping Sampai Mati