7 Alasan Untuk Menghindari Mudahnya Kata Putus Saat Marah


Bagaikan batu kerikil di sepanjang perjalanan, pertengkaran di dalam sebuah hubungan itu memang tak dapat dihindarkan. Dengan pertengakaran ini lah kamu dan dia juga bisa saling mengenal satu sama lain. Namun ketika emosi sudah saling memuncak, maka pertengkaran kalian tak akan mampu menemukan kata damai. Bahkan kalian justru berakhir dengan marahan dan tak jarang dengan aksi saling diam.

Momen seperti ini pun terkadang kamu gunakan sebagai aksi merajuk yang sebenarnya bisa di katakan kelewatan. Kamu merajuk dan bermain-main dengan kata putus untuk kepuasan hati sebagai seorang pasangan. Iya, kamu selalu puas dengan bermain kata putus karena pasanganmu akan selalu kembali lagi kepadamu. Lalu bagaimana jika semesta mengubah jalan pikirannya? Mungkin kamu dan dia tidak ada harapan lagi untuk bersama. Oleh sebab itu, bermain-main dengan kata putus itu sama sekali tidak ada faedahnya. Buat kamu yang masih mempertanyakan mengapa, kamu bisa baca dulu hal-hal di bawah ini. Siapa tahu kamu jadi tersadar dan tidak mudah berkata minta putus lagi.

1. Kalau ingin menguji keseriusan pasanganmu, bukan begini caranya. Masih ada cara lain yang lebih elegan selain mengumbar pisah saat marahan


Terlalu mudah mengancam untuk minta pisah sering kali diibaratkan sebagai sebuah pengujian. Kamu menggunakan alasan menguji keseriusan pasanganmu agar kamu bisa melontarkan kata putus saat marahan. Padahal, sebenarnya masih ada berbagai macam cara yang lebih elegan untuk menguji keseriusan pasanganmu. Salah satunya dengan melihat hal-hal yang pernah dia lakukan untukmu. Kalau selama ini dia tulus saat bersamamu dan tidak pernah bertingkah yang merugikanmu, sangat jelas sudah kan keseriusannya? Tidak perlu menggunakan alasan minta pisah segala demi tahu seberapa serius dia denganmu.

2. Mengobral kata pisah merupakan bukti nyata bahwa kamu belum dewasa. Kalau sedikit-sedikit minta pisah, bagaimana bisa punya masa depan berdua?


Menjalani hubungan dengan dewasa biasanya lebih memiliki kesempatan untuk bersama seterusnya. Karena hubungan yang dewasa ini jelas jauh dari drama. Tapi jika kamu sangat mudah minta putus ini mencerminkan hubungan yang tak dewasa. Kamu lebih mementingkan ego dan gengsi daripada pasanganmu sendiri. Buktinya kamu tak segan-segan meminta pisah hanya karena masalah yang belum atau tidak terselesaikan. Kalau sedikit-sedikit minta putus seperti ini, kesempatan untuk bersama sampai tua nanti akan semakin kecil terbuka.

3. Main-main dengan kata pisah itu nggak ada manfaatnya. Kamu justru dianggap pribadi yang sering menekan pasangan


Segala sesuatu yang dilakukan memang seharusnya mempunyai manfaat. Agar kamu tak sia-sia mengeluarkan tenaga dan waktu serta tak ada orang lain yang merasa dirugikan. Sekarang coba kamu pikirkan dan renungkan lagi. Permintan dikit-dikit pisah ini apakah ada manfaatnya bagi dirimu dan pacar? Kalaupun ada manfaatnya pasti kecil sekali dan lebih banyak merugikannya. Sudah sedikit sekalj manfaat, kamu juga akan mendapat predikat pribadi yang kurang menyenangkan, yaitu suka menekan pasangan.

4. Dikit-dikit minta pisah saat marahan jelas bukan prestasi. Justru itu sesuatu yang tidak layak kamu banggakan, tapi perlu dikurangi


Kalau alasanmu dikit-dikit minta pisah hanya untuk memiliki sesuatu yang dibanggakan, mungkin kamu sangat perlu kurangi dari sekarang. Karena hal yang kamu lakukan itu jelas bukan prestasi. Kamu justru mencederai hubungan kalian dari dalam. Sebab kata pisah seharusnya dihindari, bukan diulang-ulang bahkan di gunakan sebagai bentuk ancaman seperti ini. Kalaupun kamu mau punya prestasi dalam hubungan, buang jauh-jauh kata pisah agar nantinya bisa sama-sama bersanding di pelaminan. Itu baru sebuah hal yang patut dibanggakan.

5. Bisa jadi cintamu dengan pasangan akan dipertanyakan. Sebab kalau kamu benar-benar cinta, kata pisah tak akan keluar begitu saja


Ketika tutur kata sangat mudah untuk meminta pisah, hal itu juga bisa diindikasikan rasa cintamu yang mulai surut. Yaa, masalahnya sekarang bukan lagi ada di diri pasangan. Tapi padamu yang diam-diam sudah tidak lagi cinta hanya saja kamu tak ingin mengakuinya. Mungkin kamu tak mau sendiri karena belum siap melepas status pacaran. Atau bisa jadi kamu sebenarnya tidak mau merasa bersalah dan ingin di akhiri lebih dulu. Padahal di tiap pertengkaran, kamu selalu bawa-bawa kata pisah sedangkan pasanganmu justru yang mencoba menenangkan.

6. Kamu tidak akan pernah tahu isi kepala pasanganmu. Kalau dia benar-benar sudah lelah, bisa jadi kata pisah darimu segera dia iyakan


Alasan lain jangan main-main dengan kata pisah adalah kamu tidak pernah tahu apa sebenarnya isi kepala pasanganmu. Biarpun dari luar dia terlihat tak mau kehilanganmu, tapi siapa tahu jauh di lubuk hati, dia sudah lelah sekali. Lelah dengan drama yang kamu ciptakan dan tak habis-habis ini. Parahnya, kalau kamu tidak juga sadar sementara pasanganmu sudah di penghujung sabar, bisa jadi dia akan rela melepaskanmu. Niat awal yang hanya main-main berbuah retaknya hubungan kalian. Seram bukan?

7. Kamu juga bisa jadi pihak yang paling menyesal. Karena sudah seenak hati bilang pisah demi menuruti gengsi diri


Kalau pasanganmu mengikuti permainan mending pisah saja ini, kamu bisa jadi pihak yang paling menyesal. Sebab kata pisah yang keluar dari mulutmu itu sebenarnya hanya gertakan saja. Tapi malah dianggap serius dengan pasanganmu. Apa yang dulu dibangun bersama, hancur seketika. Sirna sudah segala mimpi yang dulu sempat dibayangkan berdua.

7 Alasan Untuk Menghindari Mudahnya Kata Putus Saat Marah