Amalan Arba Mustakmir (Amalan Rebo Wekasan)


Amalan rebo wekasan atau arba mustakmir, hari rabu paling akhir di bulan safar udah menjadi rutinitas di agama Islam, lebih-lebih di Jawa, yang sampai kini tetap dilestarikan. Amalan rebo wekasan atau arba mustakmir di dalam penamaan dan langkah pelaksanaan rutinitas ini, beda-beda di setiap termpat.

Ada berasal dari satu} makna di dalam penamaan Rabu di Shafar itu, antara lain Rebo Wekasan, Rabu Pungkasan, Rabu Kasan, Arba Mustakmir.

Di hari itu, ada yang bersidang dan berlangsung di tempat-tempat pemakaman umum, ada yang menggelar doa dan dzikir bersama, dan amalan-amalan lain.

Dijelaskan di dalam kitab karya Syeikh Abdul Hamid bin Ali bin Abdul Qodir Quds al-Makki (1277-1335), diterangkan al-Allamah as-Syaikh Addiyarbi di dalam Mujarrobat-nya, yang ba’dlul arifin dari ahlul kasyf menceritakan, terhadap setiap Rabu akhir Shafar , bakal dicetak ke bumi 300.000 malapetaka dan 20.000 macam bencana. Barang siapa jalankan salat 4 rakaat, di setiap rakaat sesudah fatihah membaca surat al-Kautsar tujuh belas kali, al-Ikhlas lima kali, dan Mu’awwidzatain satu kali. Setelah salam membaca do’a tertentu. (Kanzun Najah Wassurur, 95)

Di kitab yang mirip mencerminkan, berasal dari satu} orang terhadap hari itu mengambarkan untuk membaca Surat Yasin. Ketika sampai ayat “Salamun qoulan min robbin rahim” diulang sebanyak 313 kali. Setelah selesai membaca Yasin, membaca doa tertentu. (Kanzun Najah, 98)

Fakta di penduduk menunjukkan, ada dua amalan (salat dan pembacaan Surat Yasin), yang kerap dilakukan terhadap Rabu akhir Shafar.

Pertama, salat Rabu Wekasan. Pijakan ritual atau amaliyah Rabu Wekasan adalah berdasar kasyf atau ilham, termasuk di dalam kitab Kanzun Najah. Al-imam Tajuddin Assubuki di dalam Jamul Jawami ‘mengemukakan, ilham adalah saran dari Allah yang diberikan ke di dalam hati seseorang. Ilham diberikan husus oleh Allah untuk berasal dari satu} orang pilihanNya. Ilham menyoroti hujjah, sebab tidak ada suaka ma’shum bagi orang yang menerimanya. Ilham termasuk tidak dapat bersih (steril) dari bisikan setan.

Hal yang berbeda dengan pendapat berasal dari satu} besar shufi, yang menyatakan, bahwa ilham dapat digunakan sebagai hujjah bagi dia sendiri. Jadi orang yang ma’il seperti Nabi, maka ilham barangkali sebagai orang-orang dan orang lain, kecuali sebenarnya ada masalah dengan orang lain AS.

Penjelasan itu menunjukkan, salat Rabu Wekasan bukan sunnah Nabi, sebab basic dari amaliyahnya adalah berdasarkan ilham, sementara ilham itu tidak dapat dijadikan hujjah.

Lalu, bagaimana hukum jalankan salat sebagaimana yang dilakukan masyarakat? Al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami di dalam Tuhfatul Muhtaj, menjelaskan, tidak terpisah dan tidak sah salat-salat ini dengan tekad yang baik oleh kalangan shufiyyah, tanpa terdapatnya dalil di di dalam assunnah. Jika Anda jalankan salat secara sempurna (dll), maka ia bakal jalankan sesuatu dengan perintah yang berarti atau istikhoroh, maka itu tidak berbahaya.

Alhasil, selama salat dan amaliyah lainnya tidak sebagai sunnah atau masyru ‘dari Nabi, dan di dalam salat diniati secara utuh, maka tidak ada yang kudu dipermasalahkan.

Kedua, bacaan surat di dalam salat. Identitas yang dilakukan penduduk dan tercantum di dalam kitab Mujarrobat, yaitu setiap rakaat sesudah bacaan fatihah membaca surat al-Kautsar tujuh kali, al-Ikhlas lima kali, dan Mu’awwidzatain satu kali. Itu digunakan di dalam syariat, biarpun Nabi tidak pernah membaca bacaan-bacaan itu di dalam salat.

Imam Bukhori meriwayatkan sebuah hadis, ada seorang Sahabat yang setiap rakaat membaca surat al-Ikhlas dan disampaikan kepada Rasulullah, ternyata Baginda Nabi tidak melarang. Dari hadis ini al-Hafidz Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari mengatakan, hadis ini adalah dalil yang diperintahkan atau membaca berasal dari satu} al-Quran berdasarkan kemauannya dan memperbanyak membacanya.

Ketiga, bacaan Surat Yasin dan pengulangan kira-kira ayat. Surat Yasin adalah anggota dari al-Quran, yang meragukannya tentang pahala dan saran membacanya. Bahkan ada termasuk yang intelektual, Surat Yasin miliki keutamaan sendiri.

Jadi, hukumnya boleh di malam Rabu Wekasan seseorang membaca Surat Yasin dan beroleh pahala secara umum. Dengan catatan, tanpa percaya bahwa ini adalah kesunnahan terpisah terhadap malam Rabu Wekasan.

Selanjutnya, bagaimana tentang pengulangan ayat “salamun qoulan min robbin rahim” sebanyak 313 kali?

Terkait hal itu, Sayyid Abdurrahman di dalam Ghoyatu Talhish mengemukakan, apa yang dilakukan berasal dari satu} orang sholih dengan ulangilah berasal dari satu} surat Quran di dalam hizb, miliki dalil di dalam hadis.

Hal itu seperti termaktub di dalam hadis, “Barang siapa membaca al-Ikhlas 200 kali …” dan hadis “… bacalah al-Ikhlas dan Muawwidztain kompilasi Shubuh sebanyak tiga kali …”. Tidak ada makna pengulangan Ayat atau surat, bahkan itu termasuk amalam baik yang diberi pahala. Wallahu a’lam.

Amalan Arba Mustakmir (Amalan Rebo Wekasan)