10 Cara Memantaskan Diri untuk Menyambut Jodoh Idaman


Mendapatkan pasangan yang kamu idamkan adalah kebahagiaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Menemukan seseorang yang bisa mendampingi dan menerima segala kelebihan dan kekuranganmu memang wajib patut disyukuri.

Pertanyaannya, bagaimana kamu bisa mendapatkan pasangan yang kamu harapkan? Jodoh, banyak orang bilang adalah cerminan dari kepribadianmu sendiri. Orang yang akan berdiri di sampingmu tidak akan jauh-jauh dari gambaran pribadimu. Kali ini saya akan berbagi cara bagaimana memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang sesuai harapanmu.

1. Selesaikan urusan dengan dirimu sendiri, terima dirimu sepenuhnya

Ada satu hal yang harus kamu lakukan sebelum mengeluarkan hal-hal terbaik dalam dirimu, yaitu : Kamu harus selesai dengan dirimu lebih dulu. Sesuatu yang mengganjal dan permasalahan dalam dirimu akan jadi penghalang bagi tersalurkannya kebaikan yang kamu miliki.

Terimalah hidup yang kamu miliki saat ini dengan lapang dada. Maafkan dirimu dari kesalahan-kesalahan masa lalu yang sudah lewat. Bebaskan dirimu dari rasa bersalah dan penyesalan. Demi menjadi versi terbaikmu, kamu harus bisa berdamai dengan kenyataan bahwa sekuat apapun kamu mencoba memperbaiki, pada kenyataannya manusia memang tidak akan sempurna.

2. Kamu perlu belajar untuk mencintai dirimu terlebih dulu

Meskipun terdengar klise, tapi kata bijak yang mengatakan bahwa “Cintailah dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain” itu sebenarnya memang benar. Caramu mencintai diri sendiri akan jadi patokan bagaimana orang lain akan mencintaimu. Ketika kamu sudah tidak sayang lagi dengan diri sendiri, maka jangan harap orang lain akan lebih menyayangimu.

Jangan pernah menempatkan dirimu sebagai objek yang mungkin bisa disakiti. Perlakukanlah dirimu sendiri dengan baik. Menangislah jika kamu ingin, berbahagialah ketika kamu telah mendapatkan pencapaian, jangan pedulikan kata orang dan pendapat negatif di sekitarmu.

Prioritaskan dirimu sendiri, ingatlah bahwa kebahagianmu lebih penting dari apapun di dunia ini. Kalau kamu sudah bisa sepenuhnya mengasihi dirimu, orang lain juga akan mengasihimu sebesar yang sudah kamu lakukan, bahkan bisa lebih.

3. Temukan: Apa yang membuat kamu sedih? dan apa yang membuat kamu bahagia?

Gairah atau passion adalah sesuatu yang akan mampu membuatmu benar-benar merasa lebih hidup. Salah satu cara memantaskan diri agar bisa mendapat jodoh idaman adalah dengan menggali passion hidupmu lebih dalam.

Temukanlah hal yang paling bisa membuatmu memiliki semangat yang membara, temukan sesuatu yang dapat membuatmu rela bangun di pagi hari hanya untuk melakukan hal tersebut seumur hidupmu. Teruslah mencari panggilan hidup yang paling cocok denganmu.

Seseorang yang telah menemukan renjana-nya akan memancarkan aura positif dan semangat yang berbeda dari orang lain. Walau kesulitan hidup tetap harus dihadapinya, tapi semangat yang ia dapatkan dari menekuni hal yang kamumu sukai akan membuatnya yakin bahwa selalu ada hal baik yang masih bisa dia lakukan dalam hidupnya.

Ketika kamu sudah menemukan tujuanmu, ini berarti kamu juga sudah menemukan hidup seperti apa yang ingin kamu jalani. Pasangan hidup yang kelak mendampingimu juga akan kamu sesuaikan dengan tujuan itu. Kamu tidak akan mengorbankan passion-mu hanya demi cinta.

4. Jadilah seseorang yang konsisten dan setia dengan rutinitas

Manusia pada umumnya menganggap pribadi yang menyukai rutinitas adalah seseorang yang membosankan. Padahal, konsistensi dan kekuatan untuk menghadapi rutinitas adalah kunci sukses dari semua hubungan romantis.

Pada akhirnya, kamu akan menghadapi pasanganmu setiap hari. Kebosanan pasti akan melanda. Apabila kamu tidak bisa menghadapi rutinitas,lalu bagaimana hubungan kalian bisa bertahan lama?

Menjadi konsisten dan setia pada rutinitas bukan berarti kamu tidak akan mungkin lagi memberikan kejutan pada pasanganmu. Konsistensi adalah selalu berusaha menepati janji kepada pasangan, berusaha menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah kamu mulai, memberikan kemampuan terbaikmu tiap hari.

Bukankah hubungan yang dewasa melibatkan 2 orang yang kerap bosan tapi terus mencoba saling jatuh cinta?

5. Kamu harus punya pengendalian emosi yang baik

Adapun sebuah anggapan bahwa pencinta yang baik adalah dia yang emosinya meledak-ledak. Tidak stabilnya emosi bisa membuat sebuah hubungan cinta lebih dinamis. Kalau tidak ada drama tidak akan seru, katanya. Orang yang terlalu tenang justru dianggap membosankan.

Menjadi seseorang yang mampu mengendalikan emosi tidak sama dengan jadi bermuka datar dan tidak bisa mengekspresikan apa yang sedang dirasakan. Punya pengendalian emosi yang baik berarti tahu menempatkan diri. Kapan harus bicara, kapan harus diam, di titik mana harus mengalah dan di saat dia harus berjuang lebih keras.

Jika kamu sudah memiliki kualitas ini, maka pasangan yang kamu dapatkan juga tidak akan jauh dari ini. Dalam hubungan jangka panjang, yang dicari adalah ketenangan saat bersama. Drama dan segala pertengkaran tidak penting pada akhirnya akan terasa begitu melelahkan.

6. Sensitif dan terbuka terhadap kebutuhan orang lain

Keterbukaan tak jarang disalah artikan sebagai kurangnya prinsip. Kalau kamu terbuka, berarti kamu akan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarmu. Sedangkan keterbukaan adalah kualitas yang wajib ada jika kamu memang ingin memantaskan diri untuk menyambut jodoh idaman.

Terbuka, berarti mau mendengar masukan dan keluhannya. Menjadi seseorang yang terbuka berarti melebarkan pintu pemahanmu untuk memahami kekecewaan yang pasanganmu sedang rasakan terhadap hubungan kalian.

Ketika kamu sudah melatih keterbukaanmu, maka secara otomatis kamu juga akan jadi orang yang lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Salah satu cara menjadi pasangan yang baik adalah kalau kamu bisa membaca kode dibalik semua isyaratnya tanpa harus diberi tahu panjang lebar.

7. Belajar menekan ego

Hidup secara berdampingan dengan pasangan juga berarti membuat 2 kepala sejajar, meski berada diatas leher yang berbeda. Untuk menjadi pasangan yang baik, kamu harus belajar untuk menekan egomu. Tidaklah mungkin dalam hubungan semua keinginanmu harus terpenuhi?

Jika saat ini kamu belum memiliki calon pasangan, belajarlah menekan ego dari interaksi dengan keluarga dan teman-temanmu. Saat menghadapi perbedaan sudut pandang dengan mereka, ungkap dan ucapkan pendapatmu dengan santun.

Pahami juga bagaimana posisi mereka. Berusahalah melihat permasalahan dari sudut pandang lawan bicara. Masihkah kamu berani berharap dapat pasangan yang pengertian dan mampu memahamimu kalau menahan ego sendiri saja belum mampu?

8. Bersikap lembut

Jangan langsung beranggapan bahwa lembut identik dengan cengeng dan lembek, ya. Agar kamu pantas menjadi calon pendamping yang baik, kelembutan adalah sifat wajib yang harus kamu miliki.

Berusaha menjadi orang yang lebih lembut berarti memperlakukan orang lain dengan sebaik mungkin. Berupaya jadi orang yang memiliki kelembutan hati, maka setara dengan menyadari bahwa setiap orang pantas dihargai, karena mereka sedang menghadapi medan perjuangannya masing-masing.

Kamu perlu mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih lembut, agar bisa memperlakukan pasanganmu dengan penuh perhatian dan penuh kasih sayang. Seseorang yang benar-benar kamu sayangi layak disambut dan diperlakukan dengan halus.

9. Tahu batasan diri

Seseorang yang selama lajangnya mampu menjaga diri, maka ia juga akan mendapatkan pasangan yang pandai menjaga diri. Tetapkan batasan antara baik dan buruk, tentukan standard mana hal yang layak kamu lakukan dan mana yang tidak. Patuhi batasan yang kamu buat sendiri.

Kalau menurut hati nuranimu minum minuman yang mengandung alkohol itu tidak baik, jadi batasi dirimu untuk tidak melakukannya. Kalau menurutmu pakai celana pendek itu tidak pantas untuk di lihat, maka jangan tergoda untuk pakai sekalipun pasanganmu yang meminta.

Mampu menghargai batasan yang kamu ciptakan menunjukkan bahwa kamu bisa menghargai dirimu sendiri. Kalau hal ini sudah bisa kamu lakukan, akan mudah bagimu menghargai batasan yang ditetapkan oleh pasanganmu kelak.

10. Belajar menjaga komitmen

Komitmen, merupakan kunci dan bahan bakar penting dalam sebuah hubungan. Jika kamu menginginkan dapat jodoh yang baik, maka kamu perlu pintar menghargai komitmen. Lantas bagaimana caranya belajar menempatkan komitmen sebagai prioritas?

Kamu bisa mulai dari hal terkecil, contohnya belajarlah untuk bertanggung jawab pada pilihan hidupmu. Kamu sudah memilih kuliah di Jurusan Teknik Sipil? Mau kamu mabuk teori, atau bahkan pusing dengan praktikum, itu semua tidak ada alasan untuk kamu tidak memberikan yang terbaik.

Begitulah cara komitmen bekerja. Dia jadi pengingat bahwa hal yang sedang dijalani saat ini adalah keputusan rasional yang harus terus dilanjutkan. Kalau sudah berkomitmen terhadap sesuatu, maka tidak ada pilihan untuk mundur dan pergi meninggalkannya sebelum mati-matian berjuang untuk mempertahankannya.

Jika kamu sudah mampu menjaga komitmen dalam kehidupan sehari-hari, maka dapat di pastikan kamu bisa menjaga komitmen dengan calon pasangan. Seburuk apapun keadaan yang kelak akan kalian hadapi, komitmen-lah yang akan membuat kalian bertahan.

Itu tadi beberapa cara mempersiapkan diri supaya kamu pantas mendapatkan jodoh terbaik sesuai dengan keinginan dan sesuai dengan dirimu sendiri. Semoga kehidupan cintamu mengagumkan.

10 Cara Memantaskan Diri untuk Menyambut Jodoh Idaman