12 Dilema Yang Terjadi Saat Hubungan Sudah Berjalan Lama


Sekian lama menjalin hubungan dekat dengan seseorang membuatmu makin sadar bahwa hubunganmu itu sepatutnya jelas arahnya. Kamu dan pasangan tidak lagi bisa berlindung dibalik topeng “Jalanin saja dulu.” Kamu dan dia sudah saling mengenal lama, lalu sekarang apa?

Pasangan yang sudah pacaran lama umumnya dihadapkan pada dilema-dilema khas tentang kelanjutan hubungan. Apakah kamu dan pacar sudah menjalin hubungan cukup lama? Apakah kalian juga mengalami dilema ini?

1. Dilema Takut Sepi: “Cocok Yakin, Atau Hanya Takut Kehilangan?”

Bertahun-tahun bersama membuat kamu nyaman dengan kehadiran dan dampingannya. Dia sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidupmu. Bahkan, ke-kita-an kalian merupakan komponen penting dari nafasmu sehari-hari. Kalian sudah satu paket, pokoknya.

Terlalu terbiasa bersama bisa menipiskan batas penilaian objektifmu terhadap hubungan yang sedang dijalani. Tidak jarang kamu menjadi menutup mata atas kekurangan pasangan, karena sudah nyaman dengan keberadaannya. Kamu jadi menafikan ketidakcocokan kalian karena enggan berkonflik dan saling kehilangan.

2. Satu Ingin Serius, Eh Yang Satu Masih Mau Santai

Butuh janji kedua belah pihak untuk membawa sebuah hubungan ke arah yang lebih serius. Biar bagaimanapun, hubungan cinta itu sama halnya berdansa. Apa bila satu pihak tidak menari dengan benar, maka pihak lain akan kesakitan sepanjang dansa karena kakinya terus-terusan terinjak.

Perbedaan visi tentang keseriusan hubungan sering dialami oleh pasangan yang sudah pacaran bertahun-tahun. Biasanya sih si cewek sudah ingin serius, sementara si cowok masih ingin santai dulu. Atau sebaliknya. Kalau sudah begini hubungan yang sudah terjalin bertahun-tahun bisa retak karena perbedaan sudut pandang soal janji.

3. Pacar Sudah Kerja, Kamu Belum Lulus. Atau Sebaliknya

Dilema ini sering kali dihadapi oleh pasangan yang pacaran dari kuliah. Yah namanya juga kuliah ya, wajar saja kalau lulusnya bisa tidak barengan. Apa bila lulus harus barengan namanya SD. Kalau pacarmu sudah bekerja lebih dulu, sementara kamu masih belum lulus maka bersiaplah galau.

Kehidupan bekerja dan kuliah memang beda,namun yang paling berbahaya buat hubunganmu yaitu perbedaan pola pikir. Saat sudah bekerja seseorang akan berpikir jauh kedepan untuk menata hidup.

Pasanganmu yang sudah bekerja akan berpikir soal cicilan rumah, menikah, menyekolahkan anak. Sementara kamu masih disibukkan dengan kegiatan kampus dan mengejar status lulus. Walau bisa diatasi, tapi perbedaan pola pikir macam ini harus benar-benar dibicarakan agar hubungan kalian tetap sehat.

4. Diberondong Pertanyaan “Kapan Nikah?” Dari Keluarga

Kamu dan dia sih masih santai-santai saja pacaran dulu. Toh masih banyak impian kalian yang belum tercapai. Akan tetapi lain halnya dengan keluarga. Mereka yang justru tidak selow dan terus menanyakan kapan kamu dan pacar akan meresmikan hubungan yang sudah terjalin cukup lama.

Kekhawatiran keluarga juga harus dipahami sebagai hal yang wajar,sih. Biasanya mereka cuma tidak ingin kalian “kebablasan” dalam berhubungan sehingga menghancurkan masa depan sendiri. Kalau ini yang terjadi, yang bisa kamu lakukan hanya memberikan pengertian ke keluargamu.

Jelaskan ke mereka bahwa menikah belum menjadi prioritas dalam kehidupanmu dan pasangan. Jelaskan bahwa masih banyak hal yang pengen kalian capai semasa lajang. Supaya mereka yakin tunjukkan juga bahwa kamu dan pasangan mampu menjaga diri dan tidak akan macam-macam dibelakang.

5. Dilema Identitas: Aku = Pacarku

Bertahun-tahun bersama membuat identitas kalian seakan melebur menjadi satu. “Pacarnya si A (nama pacarmu)” adalah identitas terkuatmu yang diketahui orang-orang. Mereka mengingatmu bukan sebagai pribadi, akan tetapi sebagai kepanjangan dari orang yang mendampingimu selama ini.

Tidak hanya orang lain, terkadang kamu juga merasa bahwa seluruh sisi hidupmu seakan “terpayungi” oleh pacarmu. Ini sering dirasakan saat dalam sebuah hubungan ada yang pribadinya lebih dominan dibanding yang lain. Secara tidak sadar, pribadi yang lebih kuat akan mendominasi.

apa bila ini yang terjadi dalam hubunganmu dan sudah mulai membuat tidak nyaman, coba ambil waktu sejenak deh. Benamkan diri dalam hobi yang kalian tinggalkan selama pacaran, temukan lagi apa sih identitas kalian yang paling nyaman bagi diri masing-masing. Iya, identitas yang bukan sekedar, “Pacarnya si A itu loh…”

6. Salah Satu Dari Kalian Lebih Banyak Berkorban Untuk Bisa Bersama

Negosiasi dalam hubungan itu wajar. Kamu dan dia terdiri dari dua kepala yang pasti punya keinginan masing-masing. Akan tetapi beda cerita kalau salah satu dari kalian menjadi pihak yang mengorbankan semua impian dalam hidup agar hubungan terus berjalan.

Contohnya , pacarmu pemusik yang sering tur keluar kota. Sementara kamu merupakan notaris yang harus tinggal di satu tempat untuk dapat klien tetap. Demi kelangsungan hubungan yang sudah 8 tahun, kamu rela mengikuti pacarmu saat tur karena dia tidak bisa LDR. Dampaknya, klienmu hilang satu-satu deh.

jika hubunganmu dan pacar sudah sampai tahap ini, coba pikirkan lagi: apakah hubunganmu yang sudah bertahun-tahun layak merebut semua mimpimu?

7. Cinta Sih, Tapi Pendapatanmu dan Dia Terlalu Timpang

Perbedaan pendapata bisa jadi sumber masalah bagi sebuah hubungan. Kamu dan pacarmu yang sudah pacaran dari jaman kuliah, akhirnya sadar bahwa pendapatan kalian terlalu berjarak. Walau saling cinta akan tetapi perbedaan penghasilan yang terlalu timpang berimbas pada kontrasnya gaya hidup kalian.

Cinta memang mampu mengalahkan segalanya, akan tetapi terkadang cinta saja tidak cukup untuk membuat hubungan bertahan. Saat kamu dan dia punya pendapatan dan gaya hidup yang terlalu berbeda, coba ambil waktu sejenak untuk berpikir. Apakah kalian yakin mampu menemukan jalan tengah? Atau memang perbedaan itu sudah makin membuat jengah?

8. Dilema Konflik: Berantem Terus Atau Malah Malas Berantem

Perbedaan pendapat jadi hal yang tidak terpisahkan dalam setiap hubungan. Masalahnya, gimana kalau setelah sekian lama perbedaan itu menjadi makin terasa? Kamu dan dia menjadi makin sering bertengkar dan adu pendapat. Perselisihan sudah tidak lagi terjadi secara sehat, kalian lebih sering saling membentak dibanding bertukar pendapat.

Tajamnya jurang perbedaan pendapat juga mampu membuat kalian menghindari konflik. Karena sudah tahu kalau diomongin pasti berantem, maka kamu dan dia memilih diam saja dan membiarkan masalah menumpuk. Dilema macam ini harus segera diselesaikan kalau kamu dan dia masih ingin punya hubungan yang sehat.

9. Kalian Jadi Cuek Karena Sudah Terlalu Lama Bersama

Hubunganmu tidak lagi dipenuhi kejutan-kejutan manis. Kalian sudah lama bersama, sudah tidak perlu lagi sayang-sayangan. Toh kamu dan dia juga nyaman dan tetap bahagia kok walau tanpa taburan kata-kata cinta. Saling bertukar kabar juga sudah makin jarang dilakukan. Buat apa? Kamu dan dia sudah saling tahu kabar masing-masing kok tanpa harus ribet bertukar pesan, kok.

Kebanyakan pasangan yang sudah lama bersama sering terjebak pada kenyamanan yang melenakan ini. Saat kamu menjadi cuek satu sama lain, perlahan kalian akan saling menjauh dan tanpa disadari hubungan akan makin dingin kemudian renggang.

10. Aku Sayang Kamu, Tapi Keluargamu…….

Hubungan yang sudah sampai tahap serius membutuhkan penerimaan tidak hanya dari kamu dan pasangan, tetapi juga dari keluarga masing-masing. Hubungan yang mampu berjalan lama merupakan hubungan yang tidak hanya menyatukan dua kepala, namun juga berhasil menyatukan dua keluarga, kamu sudah sayang banget sama dia, sudah lama banget pacaran, tapi tidak cocok sama keluarganya bagaimana?

Apabila perbedaan dengan keluarganya tidak mampu dijembatani lagi, kamu perlu bertanya pada dirimu sendiri. Orang-orang yang paling sayang pada kalian tidak mungkin ingin menjerumuskan, ‘kan? Siapa tahu memang ada yang salah dengan hubunganmu dan dia.

11. Kamu Sering Kecewa, Tapi Kamu Cuma Mau Percaya Bahwa Dia Sempurna

Terkadang kamu berubah menjadi keras kepala saat menghadapi kenyataan kalau pacarmu punya banyak kekurangan. Kamu terus-terusan percaya pada bayangannya yang telah terbentuk di kepalamu. Saat kecewa, kamu memilih untuk percaya pada gambaran ideal tentang dirinya daripada berusaha menyelesaikan keadaan.

Lama bersama dengan seseorang bisa menjadikanmu kehilangan penilaian yang objektif terhadap pasangan. Kamu tahu kalau dia banyak kurangnya, namun demi menjaga hatimu kamu mau terus-terusan percaya bahwa dia sempurna.

Pertanyaannya, “Sampai kapan kamu mau bertahan membohongi diri dan sembunyi dari kenyataan?”.

12. Ingin Putus, Tapi Enggan Mulai Lagi dan Kasihan Sama Dia

Bila boleh jujur, hubungan yang sudah kamu jalani selama ini tidak sepenuhnya menjadikanmu puas. Kamu dan dia sesungguhnya tidak begitu cocok satu sama lain. Diam-diam kamu ingin mengakhiri hubunganmu dengan dia, namun kamu sudah terlalu enggan untuk memulai lagi.

Akhirnya kamu memilih untuk terus menjalani hubungan yang sudah banyak menghabiskan waktu dan tenagamu. Selain malas memulai lagi dengan orang baru, kamu juga merasa iba padanya yang sudah sekian lama menemanimu. Yakin mau menyerahkan masa depan pada rasa kasihan dan kemalasan?

12 Dilema Yang Terjadi Saat Hubungan Sudah Berjalan Lama