Ajian Jawa Kuno Brajamusti

Ajian Jawa Kuno Brajamusti


Banyak ajian yang berkembang di masyarakat mengatas namakan brajamusti, itu tidaklah salah dikarenakan kebudayaan di indonesia sangatlah beragam. Setiap tempat tentu punyai ajian yang berbeda-beda , namun fungsinya mirip juga. Ajian ini dinamakan ajian brajamusti.

Ajian brajamusti adalah suatu ajian kanuragan yang biasa digunakan orang-orang masa dulu untuk melumpuhkan lawan saat berperang. Ajian brajamusti dikatakan sebagai salah satu ajian tingkat tinggi dikarenakan tingkat keganasan dan kedahsyatannya yang mengerikan.

Dengan ajian brajamusti ini, kita menjadi bisa punyai sebuah pukulan yang kekuatannya terlampau luar biasa. Pukulan kita yang kebanyakan cuma bisa mempenyokan batang pisang kita bisa merubahnya menjadi pukulan yang bisa menghancurkan beton tebal lebih-lebih besi sekalipun.

Aji brajamusti yang satu ini disamping bermanfaat untuk mendapatkan bobot pukulan terhitung untuk kekebalan badan. Bobot pukulan bisa mematikan, sedang badan kebal atas ancaman serangan berasal dari beraneka hujaman dan tikaman senjata tajam.
Untuk punyai aji tersebut, cobalah laksanakan amalan spiritual sebagaimana wejangan di bawah ini :

Langkah 1 - Lakukanlah puasa sunat penting tujuh hari berturut-turut.

Langkah 2 - Selama berpuasa, setiap usai mendirikan shalat fardhu lima waktu, bacalah sebanyak kemungkinan mantra di bawah ini.

SUN WATEK AJI-AJIKU BRAJA MUSTI TERAP- TERAP AWE-AWE. KURU-KURU. GRIYA GUNTING DRIJIKU. WATU ITEM ING TANGANKU. SUN TAK ANTEM. LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASUULULLAAH.

Langkah 3 - Waktu hendak digunakan, bacalah sekali lagi, kemudian hembuskan kedua telapak tangan.

Dengan cara demikian, insya Allah kemampuan gaib yang fantastis dapat mengalir merasuk ke di dalam tubuh dan lengan anda.

Batu Combong Brajamusti – Pegangan Wajib para Pejabat

Catatan
Dalam kehidupan modern layaknya saat ini ini, ajian semacam ini udah tidak cukup relevan. Karena menjadi kuat tidak dapat menjamin kamu menjadi sukses di dunia ini, dan juga kamu wajib punyai tekat kuat dan keimanan yang terlampau tinggi untuk mempelajari ilmu ini. Oleh dikarenakan itu, jarang sekali orang yang rela ada masalah payah untuk menguasai ilmu ini. Amalan ini dapat bekerja kalau di dalam suasana terdesak dan amalan ini tidak dapat bekerja kalau digunakan untuk berbuat dzalim terhadap sesama. Namun jikalau Anda merasa ilmu ini layak dicoba, boleh-boleh saja.
Baca selengkapnya »
Keutamaan Malam Nifsu Syaban Dan Amalannya

Keutamaan Malam Nifsu Syaban Dan Amalannya


Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata, “Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, gara-gara ayat Innallooha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)

Tuanku Kanjeng Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)

Sayidina Ali bin Abi Tholib Karromalloohu Wajhah menyempatkan waktunya untuk ibadah pada 4 malam di dalam setahun, yakni: malam pertama bulan Rojab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban. (Manhajus Sawiy dan Tadzkiirun Nas)

Al-Imam As-Subkiy.rhm berkata, bahwa malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun, malam Jum’at menghapus dosa seminggu, dan Lailatul Qodr menghapus dosa seumur hidup.

Diriwayatkan kapadaku bahwa Sahabat Nabi Usamah bin Zaid.ra berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, aku belum dulu memandang engkau berpuasa di bulan lain lebih banyak dari puasamu di bulan Sya’ban.”

Kata Nabi, “Bulan itu kerap dilupakan orang, gara-gara diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku idamkan agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku tengah berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – Sunah Abu Dawud).

Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya bakal lebih menyadari lagi di dalam hadis-hadis berikut:

Hadis Pertama
Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan pada akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, tengah menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis Kedua
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni seluruhnya jika orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Hadis Ketiga
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, gara-gara sebenarnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikianlah selanjutnya sampai terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).

Demikianlah keutamaan dan berlebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita pakai malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah.
Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!

Amalan di Malam Nishfu Sya’ban
Mengenai doa dimalam nisfu sya’ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 selanjutnya :

Sabda Rasulullah saw : “Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka seluruhnya jika musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755)

Berkata Aisyah ra : disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw tengah di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)

Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yakni malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Dengan fatwa ini maka kita memperbanyak doa di malam itu, menyadari pula bahwa doa tak mampu dilarang kapanpun dan dimanapun, seumpama mereka melarang doa maka hendaknya mereka menunjukkan dalilnya?,
bila mereka berharap riwayat cara berdoa, maka alangkah bodohnya mereka tak menyadari caranya doa, gara-gara caranya adalah berharap kepada Allah,

Pelarangan bakal hal ini merupakan kelakuan mungkar dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “sungguh sebesar besarnya dosa muslimin dg muslim lainnya adalah pertanyaan yg sebabkan hal yg halal dijalankan menjadi haram, gara-gara gara-gara pertanyaannya” (Shahih Muslim)

Disunnahkan malam itu untuk memperbanyak ibadah dan doa, sebagaimana di Tarim para Guru Guru mulia kita mengajarkan murid muridnya untuk tidak tidur dimalam itu, memperbanyak Alqur’an doa, dll.

Sumber Habib Munzir Al Musawwa

Sanggahan Habib Munzir Al Musawwa tentang Bid’ah-nya nishfu sya’ban

Sebenarnya peringatan seperti apa yang dijalankan pada perayaan tersebut??Puasa, sholat malam, membaca surah yasin 3x beserta doa nisfu sya’ban setelah sholat magrib atau ada yang lainnya.
yg paling pokok adalah berdoa, karerna sebenarnya ada pendapat para Mufassirin bahwa malam nisfu sya’ban adalah malam ditentukannya banyak takdir kita, walau pendapat yg lebih kuat adalah pd malam lailatul qadar, namun bukan bermakna pendapat yg pertama ini batil, gara-gara diakui oleh para muhadditsin, mampu saja aku cantumkan seluruh fatwa mereka bakal malam nisfu sya’ban beserta bhs arabnya, namun aku kira tak perlulah kita memperpanjang kasus ini pada orang yg dangkal pemahaman syariahnya, para ulama kita merekomendasikan membaca surat Yaasiin 3X, itu pula haram seseorang mengingkarinya, kenapa dilarang?, apa dalilnya seseorang membaca surat Alqur’an?,

Melarangnya adalah haram secara mutlak, sebagaimana Imam Masjid Quba yg senantiasa melampirkan surat AL Ikhlas seumpama ia menjadi Imam, senantiasa ia membaca Al Ikhlas di tiap tiap rakaatnya setelah surat ALfatihah, ia membaca alfatihah, lalu al ikhlas, baru surat lainnya, demikianlah tiap tiap rakaat ia lakukan, dan demikianlah pada tiap tiap shalatnya, bukankah ini kebiasaan yg tak diajarkan oleh Rasul saw?, bukankah ini menaikkan nambahi bacaan di dalam shalat?

Maka makmumnya berdatangan pada Rasul saw seraya mengadukannya, maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya mengapa ia berbuat demikian, dan orang itu menjawab Inniy Uhibbuhaa (aku mencintainya), yakni ia mencintai surat Al Ikhlas, sampai senantiasa menggandengkan Al Ikhlas dg Alfatihah di dalam tiap tiap rakaat di dalam shalatnya.

Apa jawaban Rasul saw?, apakah rasul saw berkata : “kenapa engkau bikin syariah dan ajaran baru?, kenapa sebabkan ibadah baru?, apakah ibadah shalat yg kuajarkan belum sempurna?

Beliau tak menjelaskan demikian, malah seraya berkata : Hubbuka iyyahaa adkhalakal Jannah (cintamu pada surat Al Ikhlas itulah yg bakal membuatmu masuk sorga). hadits ini dua kali diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari.

Dan shahih Bukhari adalah kitab hadits yg terkuat dari seluruh kitab hadits lainnya untuk dijadikan dalil, maka jelaslah Rasul saw tak melarang berwujud inspirasi inspirasi baru yg mampir dari iman, selama tidak pengaruhi syariah yg telah ada, bahkan hal itu merupakan kebaikan, dan doa nisfu syaban adalah mulia, apa yg diminta?, panjang usia di dalam taat pada Allah, diampuni dosa dosa, diwafatkan di dalam husnul khatimah, salahkah doa seperti ini?, akankah perkumpulan seperti ini dibubarkan dan ditentang?

Mengenai malam pertama bulan rajab Imam Syafii berfatwa bahwa itu adalah mustajab doa pula, sebagaimana malam jumat dan malam nisfu sya’ban, dan Imam syafii bukanlah berfatwa dari udara nafsunya, tentang risalah yg anda nukil itu maka jawaban saya, jawaban aku diatas telah menjawab seluruh ungkapan itu,

1. Kami tidak mengajarkan shalat nisfu sya’ban.

2. Sepanjang ucapan nukilan diatas, adakah hadits yg melarang doa di malam nisfu sya’ban?
tunjukkan pada aku satu hadits shahih atau dhoif yg melarang doa di malam nisfu sya’ban?
nisfu sya’ban tak ada perayaan, siapa pula yg merayakannya?, cuma wahabi saja yg menuduh sbb hati busuknya,

Kalau untuk partai mereka sih, ngga pake bid’ah dan musyrik, walau pakai pesta kampanye dan memajang foto fotonya di masjid dan dimana mana, itu sih ngga apa2, terhitung hari lagi tahun partainya, bikin pesta besar2an dg dangdutan segala, itu sih ngga apa2, namun nisfu sya’ban bid'ah.

Mengenai fatwa Imam syafii pastinya debu di kaki Imam Syafii lebih mulia dari seribu bin baz, gara-gara Imam syafii telah menjadi Imam sebelum saat Imam Bukhari lahir, dan ia adalah guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, namun Imam Ahmad bin Hanbal itu hafal 1 juta hadits dg sanad dan matannya, dan Imam Ahmad bin Hanbal berkata : 20 tahun aku berdoa tiap tiap malam untuk Imam Syafii, dan Imam Syafii adalah Imam besar yg ratusan para Imam ikuti madzhabnya,

Mengenai Imam Ghazali beliau adalah Hujjatul Islam, telah hafal lebih dari 300 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya,

Beda dg para wahabi yg diakui sebagai imam padahal mereka tak satupun sampai ke derajat Al Hafidh (hafal 100 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya), namun fatwanya menghukumi hadits2 seakan mereka itu para nabi, dan ulama lain adalah bodoh.

Naudzubillah, kita berlindung pada Allah semoga Allah tak mengelompokkan kita kelak di akhirat, naudzubillah dari sekelompok dg orang yg mengharamkan doa kepada Allah.
Baca selengkapnya »
Amalan Arba Mustakmir (Amalan Rebo Wekasan)

Amalan Arba Mustakmir (Amalan Rebo Wekasan)


Amalan rebo wekasan atau arba mustakmir, hari rabu paling akhir di bulan safar udah menjadi rutinitas di agama Islam, lebih-lebih di Jawa, yang sampai kini tetap dilestarikan. Amalan rebo wekasan atau arba mustakmir di dalam penamaan dan langkah pelaksanaan rutinitas ini, beda-beda di setiap termpat.

Ada berasal dari satu} makna di dalam penamaan Rabu di Shafar itu, antara lain Rebo Wekasan, Rabu Pungkasan, Rabu Kasan, Arba Mustakmir.

Di hari itu, ada yang bersidang dan berlangsung di tempat-tempat pemakaman umum, ada yang menggelar doa dan dzikir bersama, dan amalan-amalan lain.

Dijelaskan di dalam kitab karya Syeikh Abdul Hamid bin Ali bin Abdul Qodir Quds al-Makki (1277-1335), diterangkan al-Allamah as-Syaikh Addiyarbi di dalam Mujarrobat-nya, yang ba’dlul arifin dari ahlul kasyf menceritakan, terhadap setiap Rabu akhir Shafar , bakal dicetak ke bumi 300.000 malapetaka dan 20.000 macam bencana. Barang siapa jalankan salat 4 rakaat, di setiap rakaat sesudah fatihah membaca surat al-Kautsar tujuh belas kali, al-Ikhlas lima kali, dan Mu’awwidzatain satu kali. Setelah salam membaca do’a tertentu. (Kanzun Najah Wassurur, 95)

Di kitab yang mirip mencerminkan, berasal dari satu} orang terhadap hari itu mengambarkan untuk membaca Surat Yasin. Ketika sampai ayat “Salamun qoulan min robbin rahim” diulang sebanyak 313 kali. Setelah selesai membaca Yasin, membaca doa tertentu. (Kanzun Najah, 98)

Fakta di penduduk menunjukkan, ada dua amalan (salat dan pembacaan Surat Yasin), yang kerap dilakukan terhadap Rabu akhir Shafar.

Pertama, salat Rabu Wekasan. Pijakan ritual atau amaliyah Rabu Wekasan adalah berdasar kasyf atau ilham, termasuk di dalam kitab Kanzun Najah. Al-imam Tajuddin Assubuki di dalam Jamul Jawami ‘mengemukakan, ilham adalah saran dari Allah yang diberikan ke di dalam hati seseorang. Ilham diberikan husus oleh Allah untuk berasal dari satu} orang pilihanNya. Ilham menyoroti hujjah, sebab tidak ada suaka ma’shum bagi orang yang menerimanya. Ilham termasuk tidak dapat bersih (steril) dari bisikan setan.

Hal yang berbeda dengan pendapat berasal dari satu} besar shufi, yang menyatakan, bahwa ilham dapat digunakan sebagai hujjah bagi dia sendiri. Jadi orang yang ma’il seperti Nabi, maka ilham barangkali sebagai orang-orang dan orang lain, kecuali sebenarnya ada masalah dengan orang lain AS.

Penjelasan itu menunjukkan, salat Rabu Wekasan bukan sunnah Nabi, sebab basic dari amaliyahnya adalah berdasarkan ilham, sementara ilham itu tidak dapat dijadikan hujjah.

Lalu, bagaimana hukum jalankan salat sebagaimana yang dilakukan masyarakat? Al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami di dalam Tuhfatul Muhtaj, menjelaskan, tidak terpisah dan tidak sah salat-salat ini dengan tekad yang baik oleh kalangan shufiyyah, tanpa terdapatnya dalil di di dalam assunnah. Jika Anda jalankan salat secara sempurna (dll), maka ia bakal jalankan sesuatu dengan perintah yang berarti atau istikhoroh, maka itu tidak berbahaya.

Alhasil, selama salat dan amaliyah lainnya tidak sebagai sunnah atau masyru ‘dari Nabi, dan di dalam salat diniati secara utuh, maka tidak ada yang kudu dipermasalahkan.

Kedua, bacaan surat di dalam salat. Identitas yang dilakukan penduduk dan tercantum di dalam kitab Mujarrobat, yaitu setiap rakaat sesudah bacaan fatihah membaca surat al-Kautsar tujuh kali, al-Ikhlas lima kali, dan Mu’awwidzatain satu kali. Itu digunakan di dalam syariat, biarpun Nabi tidak pernah membaca bacaan-bacaan itu di dalam salat.

Imam Bukhori meriwayatkan sebuah hadis, ada seorang Sahabat yang setiap rakaat membaca surat al-Ikhlas dan disampaikan kepada Rasulullah, ternyata Baginda Nabi tidak melarang. Dari hadis ini al-Hafidz Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari mengatakan, hadis ini adalah dalil yang diperintahkan atau membaca berasal dari satu} al-Quran berdasarkan kemauannya dan memperbanyak membacanya.

Ketiga, bacaan Surat Yasin dan pengulangan kira-kira ayat. Surat Yasin adalah anggota dari al-Quran, yang meragukannya tentang pahala dan saran membacanya. Bahkan ada termasuk yang intelektual, Surat Yasin miliki keutamaan sendiri.

Jadi, hukumnya boleh di malam Rabu Wekasan seseorang membaca Surat Yasin dan beroleh pahala secara umum. Dengan catatan, tanpa percaya bahwa ini adalah kesunnahan terpisah terhadap malam Rabu Wekasan.

Selanjutnya, bagaimana tentang pengulangan ayat “salamun qoulan min robbin rahim” sebanyak 313 kali?

Terkait hal itu, Sayyid Abdurrahman di dalam Ghoyatu Talhish mengemukakan, apa yang dilakukan berasal dari satu} orang sholih dengan ulangilah berasal dari satu} surat Quran di dalam hizb, miliki dalil di dalam hadis.

Hal itu seperti termaktub di dalam hadis, “Barang siapa membaca al-Ikhlas 200 kali …” dan hadis “… bacalah al-Ikhlas dan Muawwidztain kompilasi Shubuh sebanyak tiga kali …”. Tidak ada makna pengulangan Ayat atau surat, bahkan itu termasuk amalam baik yang diberi pahala. Wallahu a’lam.
Baca selengkapnya »
4 Keutamaan Al Mulk Beserta Manfaat Dalam Kehidupan

4 Keutamaan Al Mulk Beserta Manfaat Dalam Kehidupan


Alqur’an adalah tanda bagi umat manusia terutamanya umat islam. Membaca Alqur’an setiap hari disarankan bagi mereka yang mau memperoleh manfaat dari membaca Alqur’an setiap hari. Banyak keutamaan-keutamaan yang dapat diperoleh dari membaca Al Qur’an dan mengamalkannya. Umat islam yang tetap dan istiqomah dalam membaca dan mengamalkan Al Qur’an mempunyai kemulian tersediri di hadapan Allah SWT bahkan Allah memberikan jaminan surga kepada mereka. Membaca Al Qur’an dapat menghindarkan seseorang dari hal-hal yang dapat menghapus amal dan dari dosa-dosa yang tak terampuni serta menghilangkan penyebab hati galau. Keajaiban Alqur’an di dunia riil bahkan sekarang sudah banyak dikenal dan membikin umat islam kian mengimaninya termasuk para mualaf.

Salah satu surat yang ada alam Al Qur’an adalah Al Mulk. Surat Al Mulk termasuk surat Makiyah (baca ciri-ciri ayat Makiyah dan ciri-ciri ayat madaniyah) yang terdiri dari 30 ayat. Dalam surat Mulk terkandung makna yang dalam tentang kekuasaan Allah dalam penciptaan dunia. Surat Al Mulk disarankan untuk dibaca setiap hari terutamanya sebelum tidur sebagaimana yang diceritakan dalam hadist berikut :

Telah menyebutkan kepada kami Huraim bin Mis’ar At Tirmidzi sudah menyebutkan kepada kami Al Fadhl bin Iyadh dari Laits dari Abu Az Zubair dari Jabir bahwa, “Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidur sampai beliau membaca Alif laam miim tanzil (surat As Sajdah) dan Tabarokalladzi bi yadihil mulk (Surat Al Mulk) ( HR At Tirmidzi)

Banyak keutamaan surat al mulk yang dapat diambil dari adat istiadat membaca Surat Tabarok (Al-Mulk) yang adalah permulaan Juz 29. Berikut sebagian keutamaan yang dapat kita temukan dengan membaca surat AL Mulk :

1. Diampuni dosanya

ـ(1) عن أبي هريرة، عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: سورة من القرأن، ثلاثون اية؛ تَشْفَعُ لصاحبها حتى يُغْفَرَ له: تبارك الذي بيده الملك. (رواه أبو داود واللفظ له, والترمذي وغيرهما، وصححه ابن حبان والحاكم والذهبي، وحسنه الترمذي والألباني)ـ

Dari Abu Huroiroh, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

“Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘sahabatnya’ (adalah orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, adalah: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“. (HR. Abu Dawud dg redaksinya, diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya. Hadits tersebut shohih dan sudah di-shohih-kan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi, meski at-Tirmidzy dan Albani menghasankannya)

ـ(2) عن أنس بن مالك قال، قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: سورة من القرآن، ما هي إلا ثلاثون آية، خاصمت عن صاحبها حتى أدخلته الجنة، و هي تبارك. (رواه الطبراني في المعجم الأوسط وحسنه الألباني في صحيح الجامع)ـ

Anas bin Malik mengatakan, Rosululloh-shollallohu alaihi wasallam bersabda:

“Ada surat dari Alqur’an, ia hanya terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat membela ‘sahabatnya’ sehingga memasukkannya ke surga, adalah: Surat Tabarok“. (HR. Thobaroni dalam Mu’jamul Ausath, dan dihasankan oleh Albani dalam Shohihul Jami’)

ـ(3) عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: من قرأ تبارك الذي بيده الملك كل ليلة، منعه الله عز وجل بها من عذاب القبر، وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نسميها “المانعة”، وإنها في كتاب الله عز وجل سورة، من قرأ بها في ليلة فقد أكثر وأطاب. (رواه النسائي واللفظ له والحاكم وقال صحيح الإسناد وحسنه الألباني)ـ

2. Dihindarkan dari siksa kubur dan siksa neraka

Keutamaan kedua yang dapat diperoleh dari membaca surat Al Mulk adalah dijauhkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang pedih. Dari Abdulloh bin Mas’ud mengatakan:

“Barangsiapa membaca surat Tabarokalladi bi yadihil mulk setiap malam, maka Alloh azza wajall menghindarkannya dari adzab kubur, dan dahulu kami (para sahabat) di ketika Rosululloh-shollallohu alaihi wasallam- (masih hidup) menamainya “al-Mani’ah” (penghindar/penghalang). Sungguh surat tersebut ada dalam Kitabulloh, barangsiapa membacanya dalam suatu malam, maka ia sudah banyak berperilaku kebaikan” (HR. Nasa’i dengan redaksinya, diriwayatkan pula oleh al-Hakim dan ia mengatakan: sanadnya shohih, dan dihasankan oleh Albani)

Mengamati keterangan hadits-tersebut kita dapat mengambil rangkuman bahwa memperbanyak membaca Surat Al mulk dapat menghindarkan seseorang dari siksa kubur dan siksa neraka.

3. Menjauhkan diri dari maksiyat

Dalam surat Al Mulk diceritakan bahwa orang yang taat pada Allah adalah orang yang tetap taap meski tak ada yang memandang sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut Ini

“Mereka itu takut pada Allah di kesunyian ketika mereka tak tampak di hadapan manusia lainnya. Mereka bahkan taat pada Allah dalam kondisi bersembunyi-bersembunyi. Tentu saja dalam kondisi jelas-terangan, mereka bahkan lebih taat lagi pada Allah” ( QS Al Mulk : 12 )

Pada intinya orang yang berima itu taat pada Allah meski di kesunyian dan takut berperilaku maksiyat kepada Allah. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh As Sa’di

“Mereka takut pada Allah dalam setiap kondisi sampai-sampai pada kondisi yang tak ada yang mengetahui amalan mereka kecuali Allah. Mereka tak melakukan maksiat dalam kesunyian. Mereka bahkan tak mengurangi ketaatan mereka ketika itu.”

4. Menciptakan kita sebagai orang yang bertawakkal

Dalam surat Al Mulk ayat 15 di Allah juga menampakkan disyariatkannya tentang instruksi berjalan di muka bumi untuk mencari rizki dengan berdagang, bertani, dan lain-lain. Ini menampakkan bahwa tawakkal bukan berarti hanya berserah diri pada Allah tapi juga bekerja dan berupaya (baca manfaat tawakal )

Allah Ta’ala berikutnya berfirman,

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ

“Dialah Memerintah menjadikan bumi itu mudah bagi kau, maka berjalanlah di semua penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya.” (QS. Al Mulk: 15).

Sebagaimana dijelaskan oleh Sahl At Tusturi, ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka ia sudah mencela sunnatullah (ketetapan yang Allah tetapkan). Barangsiapa mencela tawakkal (tak mau bersandar pada Allah) maka ia sudah meninggalkan keimanan. Tawakal juga membikin kita kuat dalam menghadapi bencana yang dikasih oleh Allah SWT.

Keutamaan Surat Al mulk (baca juga keutamaan surat Al Waqi’ah) tersebut dapat diperoleh seandainya tekun dan rutin setiap hari terutamanya di waktu malam menjelang tidur. Keutamaan ini tak hanya berlaku untuk yang menghafalnya akan tapi juga yang membacanya.

Membaca Surat Almulk ini dapat dilakukan kapan saja, akan tapi Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- terbiasa membaca surat Al Mulk ketika menjelang tidur malam. Membaca Al Mulk dan berzikir sebelum tidur sungguh-sungguh disarankan sebab baik keutamaan Al Mulk maupun keutamaan berdzikir adalah sungguh-sungguh besar.

Keutamaan surat Al Mulk ini dapat diperoleh seandainya seseorang rajin tak hanya membacanya setiap malamnya tapi juga mengamalkan tata tertib-tata tertib yang terkandung di dalamnya, mengimani bermacam kabar yang disampaikan di dalamnya. Hendaknya orang tua mengetahui sistem mendidik si kecil dalam islam dan sistem meningkatkan moral terpuji dari sang si kecil. Orangtua mereka untuk membaca Al Qur’an setiap hari dan membiasakannya adalah kewajiban orang tua. Dengan mengajarkan si kecil membaca Al qur’an juga menerangkan fungsi agama kepada si kecil. Awali membaca Alqur’an dengan basmalah sebab basmalah mempunyai fadhilah yang luar biasa dan akhiri dengan bacaan hamdalah.
Baca selengkapnya »
Amalan Nyai Ambet Kasih

Amalan Nyai Ambet Kasih

jasa pelet

Sebagai sosok yang memang sering sekali kita dengar, ya Nyai Ambet Kasih adalah isteri dari Prabu Siliwangi (Isteri Pertama). Ketika Prabu Siliwangi pertama kali bertemu Nyai Ambet Kasih (atau istilah yang sering kita dengan Nyai Rambut Kasih) orang yang awalnya sangat memiliki kepribadian serta sebuah komitmen prioritas yang tinggi tiba tiba langsung memiliki ketertarikan terhadapnya. Pada saat bertemu dengan, sosok Prabu Siliwangi menjadi orang yang selalu menghabiskan waktu untuk memikirkan dia. Dan waktu terus berlalu hingga akhir nya mereka menikah dan Nyai Amberkasih menjadi sosok permaisuri.

Diluar dari nilai sejarah yang terkandung dalam historikal Kerajaan Padjajaran, Nyai Ambet Kasih adalah orang yang sangat mudah sekali membuat laki laki yang melihatnya langsung jatuh cinta. Tahukah bahwa bukan hanya sekedar kecantikan saja yang membuat lelaki tertarik kepadanya. Tutur lembut (awalnya), kemudian santunnya dalam berkata di hadapnya membuat siapapun lelaki yang melihatnya akan tertarik kepadanya. Tapi tahukah kamu layaknya kita hidup sebagai manusia normal, kita (khususnya perempuan) sebenarnya bisa kok mengamalkan amalan ini, dalam beberapa perkara permasalahan yang ada seperti:

  • Membuat lawan jenis tertarik
  • Meningkatkan aura kecantikan
  • Membuat yang melihatnya seolah rindu
  • Menenangkan hati jika melihatnya

Dan untuk itu, saya akan membagikan sebuah amalan yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari hari tanpa mengubah kebiasaan sehari harimu:

يابسنا اخلتي ندهن الا مسكننا ينسنو لي نكوها سلمتن يندا دنيا سنيكي لا التفسنها دزات نا او اهسلنا. مكتا يا سلمون لي نكواها

"Ya bisanna ukhlati nadhihin ala maskanna insanu li nakwaha salamatan inda dunya saniki la ultifusnaha dzat na aw ahsalna. Mikata yaa salimun li nakwaha"

Cara mengamalkan:

  • Pada saat kegiatan kamu ingin dimulai
  • Sekiranya ada target yang ingin kamu buat agar dia bisa tertarik denganmu.
  • Setiap kamu melakukan aktivitas agar orang senang melihat kamu.
  • Di setiap waktu mu berdekatan dengan orang penting

Notabene:
Amalan ini tidak akan berpengaruh apa apa jika si pengamal sudah memiliki pasangan
Baca selengkapnya »
Amalan Abdurrahman Bin Abu Bakar Ash-Shidiq

Amalan Abdurrahman Bin Abu Bakar Ash-Shidiq

jasa pelet

Sosok Abdurrahman, Anaknya seorang Khalifah Abu Bakar Ash Shidiq. Menjadi tokoh islami yang berjuang demi Islam dan berjihad atas Ibadah Allah SWT. Kala itu Abdurrahman menjadi tokoh yang penting dalam menggerakan para pasukan dan menjadi influencer agar orang lain tergerak dengan pemikiannya. Suatu saat, beliau bertemu dengan seorang wanita yang menjadi idamannya. Kala itu Abdurrahman benar benar merasa aneh, karena sebelumnya dia tidak pernah merasakan perasaan cinta yang lebih seperti ini. Dalam mencintainya, dia selalu ingin lebih dekat untuk mengenal wanita itu. Wanita itu bernama Atika.

Cintanya kepada Atika pun maha luas, menjadi bukti betapa besarnya Abdurahman Bin Abu Bakar Ash Shidiq kepada wanita tersebut. Dan mungkin ada beberapa orang yang tahu bahwa cinta Abdurrahman ke Atika sempat tidak di setujui oleh Ayahnya karena takut terpengaruh dalam ibadahnya (jihad fii sabilillah). Kala itu dia ingin membuktikan bahwa ketika dia mencintai Atika, sebagai bentuk penyempurna ibadah. Dan ada makna yang sangat menyentuh, ketika Abdurrahman mengatakan:

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari tak terbit meninggi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati
Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya
Dia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanya

Dan hal yang sungguh menyentuh, sebagai bentuk pembuktian cintanya dia membuktikan kepada Ayahnya bahwa ketika dia mencintai Atika, dia tak melupakan Ibadahnya. Bahkan sebagai bentuk pelengkap ibadahnya. Kala perkataan itu terucap, akhirnya terbukti. Abdurrahman Mati Syahid tak lama setelah dia mengatakan itu.

Penerapan dari cerita di atas, bahwa ketika kamu berjuang demi orang yang kamu cinta. Maka selama kamu merasa bahwa dia pantas untuk di perjuangkan, maka tetaplah terus berjuang. Tidak ada alasan selama cinta yang kamu miliki murni dari hati. Ya tak perlu menjadi sosok Abdurrahman, kamu bisa menyederhanakan pengorbanan yang kamu lakukan dengan memegang prinsip serta komitmen bahwa kamu tidak akan pernah berubah saat mencintai dia. Dan saya akan memberikan sebuah Amalan Doa agar pasangan kita senantiasa merasa bahwa kamu sangat mencintainya dan selalu berusaha agar dia tidak berpaling:

"ALLAHUMMA KAMMA LATHAFTA BI'AZHAMATIKA DUUNAL LUTHAFAAI WA 'ALAUTA BI'AZMATIKA 'ALAL 'UZHAMAII WA 'ALIMTA MAA TAHTA ARDHIKA KA 'ILMIKA BIMAA FAUQA 'ARSYIKA WA KAANAT WASAAWISUSH SHUDURI KAL 'ALAANIYYATI 'INDAKA WA 'ALAANIYATUL QAULI KASSIRRI FII 'ILMIKA WANQAADA KULLU SYAIIL LIL 'AZHAMIKA WA KHADLA'A KULLU SULTHAANIN SULTAANIKA WA SHAARA AMRUD DUNYAA WAL AAKHIRATI KULUHUU BIYADAIKAJ'AL LIL MUN KULLI HAMMIN WA GHAMMIN ASHBATU FIHI PARAJAN WA MAKHRAJAA"

Pengorbanan tidak perlu kamu lakukan dengan cara berlebihan, disisi lain kamu juga tidak boleh merasa kamu terlalu berkorban. Memperjuangkan orang yang di cinta sebenarnya juga sangat mulia jika dengan dasar yang baik pula. Tapi mungkin saat itu kamu merasa bahwa kamu tidak bisa hidup tanpanya, secara tidak langsung ketika memperjuangkannya dia juga akan berubah menjadi orang yang tak bisa hidup tanpamu. Tidak perlu dengan istilah fi sabilillah layaknya Abdurrahman, anggaplah bahwa walaupun dunia menolak kamu dengan dia, kamu memperjuangkannya hingga seluruh dunia tahu bahwa kamu sangat mencintainya. Berlebihan ya? Saya kira itu umpama yang tepat. Untuk menjelaskan bahwa memperjuangkan orang yang dicinta adalah sebuah usaha yang tak bisa di hitung oleh teori fisika. Yang mengerti hanyalah kamu, dan Yang Menciptakan orang yang kamu cinta.
Baca selengkapnya »
Amalan Sayyidah Fatimah Azzahra

Amalan Sayyidah Fatimah Azzahra

jasa pelet

Bolehkah saya mengatakan bahwa Siti Fathimah Az-Zahra adalah wanita yang paling sempurna? Jika boleh, mungkin kamu sependapat bahwa Sayyidah Fathimah Az-Zahra sebaik baiknya wanita dalam mencintai. Akan tetapi pernah kah kamu berpikir betapa romatisnya hakikah cintanya kepada Suami tercintanya? Sebagai salah satu perempuan yang saya kagumi, saya berpikir bahwa Siti Fathimah adalah perempuan yang kuat, teguh pendirian, serta komitmen yang selalu di jaga sampai mati.

Hakikat cinta perempuan pada umumnya hanyalah sebagai pelengkap? Kalau saya sih tidak setuju. Sebenarnya baik laki laki maupun perempuan sama sama saling melengkapi dalam kehidupannya. Boleh jadi bahwa seorang laki laki akan menjadi imam, apakah perempuan tidak berhak untuk menasehati, atau memimpin saat musyawaruh bil ma'ruf? Begitupun dengan sebaliknya. Hanya saja di balik kita mencintai seseorang yang kita cintai, pastinya lebih dulu kamu mengagumi sosok lelaki tersebut. Apakah kamu saat ini sedang mencintai orang tapi tak bisa memberikan isyarat bahwa kamu mencintai lelaki tersebut?

Masih berkaitan dengan artikel saya sebelumnya tentang Amalan Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah, cara ia mencintai sosok Ali hanya sebatas diam serta mendoakan. Menempatkan hati dalam lantunan doa yang selalu terucap di setiap Waktu dan ibadahnya. Hingga cintanya yang tak sanggup ia ucap dengan lisan kepadanya, dan akhirnya Allah menyatukannya. Cinta yang terlalu tinggi itu jelas tidak semua orang merasa sanggup. Dibalik dari penyempurna ibadah, cinta adalah kenikmatan anugerah terindah dari Allah SWT yang akan selalu ada dari dunia hingga akhirat.

Ketika kamu mencintai seorang, entah mungkin kebentur sebuah teori "seharusnya laki lakilah yang mengutarakan perasaannya" ataupun memang karena kamu tidak berani. Tapi itu umum, sebenarnya ada beberapa doa yang bisa kamu jadikan sebagai bentuk permohonan agar orang yang kamu cintai tahu bahwa kamu mencintainya.

Amalan agar orang yang kamu cintai merasa bahwa kamu mencintainya:

"ALLAHUMMA INNI AS ALUKA HUBBAKA, WA HUBBA MAN YUHIBBUKA, WA HUBBA KULI AMALIN YUSHILUNI ILA QURBIKA, WA AN TAJ ’ALAKA AHABBA ILAIYYA MIMA SIWAKA, WA AN TAJ’ALA HUBBI IYAKA QAIDAN ILA RIDHWANIKA, WA SYAWQI ILAYKA DZAIZAN ‘AN ‘ISHYANIKA, WAMNUN BINNAZHARI ILAYKA 'ALAYYA WANZHUR BI 'AYNIL WUDDI WAL ATHFI ILAYYA, WALAA TASHRIF ANNI WAJHAKA, WAJ AL NII MIN AHLIL IS AADI WAL KHUZHWATI INDAKA YAA MUJIIBU YAA ARHAMAR RAAHIMIN"

Amalan Doa agar apa yang kamu ucapkan menjadi rasa rindu untuknya:

"ALLAHUMMA INNI AS ALUKA BI HAIBATI 'ADHAMATIKA WABI SATHWATI JALAALIKA AN TAJ'ALA MAHABBATI FIL WALBII. WA ALQIL MAHABBATA WAL MAWAD DATA FIJ QOLBIHII WA 'ATHTHIFNU 'ALAYYA BI FADHLIKAA YAA KARIM WASHLALLAHU ALASAYYIDINAA MUHAMMADIUW WAALA ALIHII WA SHAHBIHI WASSALAM"

Amalan Doa agar orang yang kamu cinta menjadi mencintaimu:

"ALLAHUL KAAFI ROBBUNAL KAFII QOSHODNAL KAAFI WA JADNAL KAAFI LIL KULII KAAFI KAFAANAL KAAFI WA NI'MAL KAAFI ALHAMDULILLAH. ALLAHUMMA ATHTHIF QULUUBAL 'AALAMINA BI ASRIHAA 'ALAYYA WA ALBISNIL QOBUULA BI SYALMAHAT"

Tetap saja dalam hal cintai perlu adanya pengungkapan perasaan yang sesungguhnya, tapi jika memang kamu merasa lebih baik mencintainya dalam diam dan doa sebagai pemersatu rasa rindumu maka Insya Allah yang akan menyatukan kalian.
Baca selengkapnya »
Amalan Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah

Amalan Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah

jasa pelet

Arti Karamallahu Wajhah sendiri awalnya dari julukan khususon untuk Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Secara defisipun sebenarnya arti dari Karamallahu Wajhah ialah Semoga Allah memuliakan wajahnya. Hanya saja Karamallahu Wajhah sendiri tidak termasuk dalam bentuk pengkhususan kata layaknya Ash Shidiq. Artinya setiap orang bisa memuliakan wajahnya sendiri, tentu dengan ibadah yang taat pula. Dan mengenai Amalan Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah sendiri lebih memiliki makna yang bisa berupa arti "Menjadi lebih indah dari yang terlihat". Sebelum membahas tentang amalannya, saya akan membahas teoritis hakikat cinta nya kepada Anak Rasulullah SAW, Sayyidah Fathimah Az-Zahra.

Hikayat tentang cinta kepada Fathimah awal mula terjadi secara diam diam. Jika kamu pernah mendengar kata "mencintainya dalam setiap doa yang terucap", maka cinta Sayyidina Ali dengan Sayyidah Fathimah Az-Zahra perlu kamu ambil hikmahnya. Bahwa dalam mencintai seseorang tidak perlu mengutarakannya secara langsung. Ada doa yang bermakna tersirat bilamana hati mendoakan hati lainnya, maka hati nya pun akan terdengar. Hal seperti itu jelas sangat bermakna lebih dari cara kamu menunjukkan keseriusan kamu mencintai orang. Kala itu Sayyidina Ali sama sekali tidak berani mengutarakan rasa cintanya, tapi tahukah kamu bagaimana cara mereka bisa berumah tangga? Allah memberikan jalan karunia yang menjodohkan mereka dengan perantara seseorang. Untuk orang yang sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan cintanya, kamu pasti tak akan pernah mengira bagaimana seseorang yang terdiam bisa sama sama memiki perasaan yang sama. Dan dari sini perlu kamu ketahui, ketika kamu menangisi seseorang dalam doa, dan kamu tak pernah lelah dalam mendoakannya maka "pasti" orang tersebut akan merasakan bahwa kamu mencintainya.

Dan dari makna mencintai seseorang dalam doa, ada beberapa amalan yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari hari mu:

  • Hendaklah Wudhu kembali setelah shalat mu, ataupun setiap ingin melakukan kegiatan. Kita tak pernah tahu bagaimana cara orang lain akan melihatmu lebih indah. Setidaknya jagalah wudhu mu.
  • Baca doa Allahumma Inni As Aluka, Bi Haibati Adhamatika, Wabi Sathwati Jalaalika An Taj’ala Mahabbatii Fii Qalbii (nama orang tersebut) Wa Alqil Mahabbata Wal Mawad Data Fii Qalbihi Wa Aththifhu, Alayya Bi Fadhlika Yaa Kariim. Hendaklah membacakan doa ini di setiap waktumu merindukannya.
  • Diluar dari aspek islamiyah, agar tetap bisa mengamalkan juga. Kita juga perlu memperbaiki diri dengan memperhatikan apa yang tidak dia sukai. Dalam hal tersenyum, kita bisa memberikan layaknya isyarat serta mendoakan dalam hati. Percayalah ketika kamu merasa kamu mencintai orang yang tepat maka kamu tidaklah salah

Kebahagiaan cinta sebenarnya dapat terukur ketika kita tetap bisa merasakan dan membayangkan bahwa suatu saat dia akan menjadi milik kita. Terlepas dari bagaimana kamu selalu ingin mencintainya, perlu kamu ketahui bahwa hakikat cinta terbentuk tanpa perkataan awalnya. Maka dari itu, amalan ini cocok untuk kamu yang selalu mencintai dia tapi tak bisa kamu ucapkan. (Tidak hanya di khususkan untuk islami saja)

KUM INDI NAHLAYATIKA UKHWATIHI LIL NAHWAZA, MANATIKA ZALIKU (nama orang yang kita cintai) NAZWAJAHA, LISSAWA MA'NA YAZ ALUKA WAL MAWAD WAL MAHABBATAIN
Baca selengkapnya »

Jasa Pelet