Mitos Ini Dapat Menyebabkan Hubungan Asmara Yang Tidak Sehat.

Mitos Ini Dapat Menyebabkan Hubungan Asmara Yang Tidak Sehat.



Cinta sebenarnya sanggup membuat tiap-tiap insan mabuk kepayang, lebih-lebih jika jalinan kalian sedang di dalam fase indah awal pacaran. Dunia serasa milik kalian berdua. Sayangnya, bagi banyak orang fase indah ini tak berlangsung selamanya. Setelah beberapa lama, banyak pasangan yang kelanjutan hubungannya termakan mitos dan putus begitu saja.

Jika mengidamkan rasa cinta yang kalian inginkan dan selalu bersemi di dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya jauhilah mitos-mitos pacaran yang tidak sehat. Mitos-mitos seperti apa saja?

1. Mitos bahwa cemburu adalah isyarat cinta. Semakin cemburu seseorang, makin kuat rasa cintanya

“Cemburu adalah bumbu cinta, tanpa cemburu, tak dapat tersedia cinta!”
Kebanyakan orang berpacaran memiliki nurani untuk membuat pasangannya cemburu. Slogan diatas lah yang kadang-kadang menjadi alasan untuk melakikan hal yang berpotensi untuk membuat pasangan cemburu. Seolah itu adalah tes untuk tunjukkan pasangannya mencintainya atau tidak.

Padahal cemburu belum tentu sanggup menjadi patokan perihal rasa. Apalagi, jika itu sebenarnya adalah buah dari rasa iri atau insecure dari pihak yang mencemburui. Cemburu yang terlalu berlebih dapat menjadikan hubungan yang penuh dengan rasa curiga, fatalnya, rasa curiga adalah salah satu penyebab utama dari retaknya sebuah jalinan akibat kesalah pahaman yang didasari dari anggapan negatif.

Jadi, mulai sekarang hindari kegiatan atau perilaku yang dapat membuat pasangan kalian cemburu, karena cemburu berlebih dapat berimbas pada pikiran yang stres dan tekanan batin yang berlebihan.

2. Dia adalah tulang rusukmu yang sempat hilang. Kamu menjadi lengkap dan sempurna gara-gara dia sekarang ada dan kehadirannya membuatmu sempurna.

Banyak orang yang beranggapan bahwa menjalin jalinan bersama orang yang kita menentukan adalah fase dimana kita sudah mendapatkan orang yang dapat melengkapi kekurangan yang kita miliki, kehadirannya membuat dirimu menjadi sosok yang sempurna. Sayangnya, mitos inilah yang kadang-kadang menjadi pemicu keretakan sebuah hubungan. Pacaran, lebih-lebih pernikahan sekalipun, tak dapat menjadikan kalian sosok yang sempurna.

Hubungan ideal adalah jalinan bersama dua individu yang mengusahakan melengkapi kekurangan dirinya sendiri, bukannya mengandalkan pasangannya untuk mengisi. Jika kalian menjalani jalinan dari sudut pandang ini, tak dapat tersedia cerita saling ketergantungan — dan sanggup dijamin jalinan kalian dapat bertahan.

Bayangkan jika anda beranggap sosoknya adalah orang yang dapat melengkapi kekuranganmu, hidupmu dapat selalu jadi kecemasan dan tidak nyaman jika suatu kala dirinya pergi meninggalkanmu.

3. Hubungan yang adem ayem dan minim konflik tentu bahagia.

Konflik adalah keniscayaan, juga di dalam jalinan cinta. Adanya konflik di dalam jalinan anda bukan bermakna rasa cinta kalian udah berkurang, jika diamati dari sudut pandang lain, konflik sebenarnya sanggup menjadi layanan untuk memperkuat jalinan kalian berdua.

Hal yang terpenting sebenarnya adalah cara kalian menyikapi konflik itu sendiri. Kedewasaan dan komunikasi tiap-tiap individu di dalam sebuah jalinan adalah kunci berhasil menjadikan konflik sebagai tempat untuk memperkuat rasa cinta dan saling menghargai di pada kalian. Terkadang menjaga ego masing-masing lah penyebab konflik tidak pernah reda.

4. Kalau anda sama secara fisik atau memiliki selera yang sama dengan dia, kalian tentu berjodoh! Padahal yang sama fisik atau seleranya dengan anda banyak.
( nggak gini juga kali )
Seiring berjalannya waktu, dapat keluar kemiripan di pada kalian, entah cara berpakaian, sifat, ataupun cara berperilaku. Banyak dari rekan yang jadi berbicara “Eh, kok kalian sama sih? Pasti jodoh!” Padahal, kemiripan sama sekali bukan bermakna kecocokan. Bukan bermakna anda udah mendapatkan jodoh yang sepanjang ini hilang.

Saling menghargai keunikan perbedaan antar kalian berdua, layaknya kalian bangga bersama kemiripan yang kalian miliki, sebenarnya adalah kunci puas dari hubungan. Tetap menjadi diri sendiri dan biarkan pasanganmu menjadi dirinya sendiri, sejalan berjalannya kala kalian dapat saling menghargai perbedaan satu diantara kalian.

5. Satu tahun adalah kala yang menentukan. Saat berhasil melewatinya, bermakna jalinan kalian dapat sanggup bertahan lama.
setelah 3 bulan langgeng?

Inilah mitos yang banyak dipercaya oleh banyak pasangan, jalinan dapat langgeng jika udah melewati jaman pacaran sepanjang 1 tahun. Banyak yang beranggap 1 tahun adalah kala yang pas untuk beradaptasi dan menyadari pada satu bersama yang lain, jika di dalam kala selanjutnya ditemukan ketidakcocokan maka jalinan dapat berakhir saat itu.

Tapi, fakta tunjukkan lain, pasangan yang udah bertahun-tahun menjalin jalinan juga sanggup putus ditengah jalan, lebih-lebih tidak sedikit knowledge perceraian yang berlangsung akhir-akhir ini. Kunci dari sebuah jalinan sebenarnya bukan kuantitas terjalinnya sebuah hubungan, tapi lebih ke kualitas jalinan pada keduanya. Lagi-lagi komunikasi punya kunci perlu di dalam kesuksesan sebuah hubungan.

Pada dasarnya sempurna atau tidaknya sebuah jalinan ditentukan oleh kualitas komunikasi pada anda dan pasanganmu. Bukan oleh mitos-mitos di atas. Jangan sampai termakan, ya!
Baca selengkapnya »
4 Cara Menghadapi Pasangan Yang Pernah Selingkuh

4 Cara Menghadapi Pasangan Yang Pernah Selingkuh


Saat kamu meniti sebuah hubungan dan telah berkomitmen untuk serius, akan jadi hal yang terlampau menyakitkan seumpama ternyata pasangan kamu dulu berselingkuh sebelumnya. Perselingkuhan apa-pun bentuknya dan berlangsung telah terlampau lama senantiasa saja sulit untuk dilupakan dan akan jadi sebuah mimpi tidak baik didalam hubungan anda.

Saat kamu mengetahui bahwa pasangan kamu dulu berselingkuh, apa yang akan kamu lakukan? Langit serasa akan runtuh. Akan ada banyak pertanyaan, haruskah dimaafkan dan diberi kesempatan, atau justru tinggalkan saja?

Berikut ini berasal dari satu} cara untuk menghadapi kekasih yang dulu berselingkuh, diantaranya:
1. Berfikir dan Intropeksi

Berfikir dan intropeksi berkenaan masa depan hubungan anda. Pikirkan baik-baik seumpama akan memaafkannya.

Saat ini, sebelum akan menikah kamu punyai hak untuk mengambil pas berpikir terutama dahulu secara matang sebelum akan terlampau mengambil keputusan berkenaan pernikahan. Pertimbangkan terlampau secara matang, apakah kamu siap meniti hari-hari bersamanya, apakah dia orang yang tepat untuk diberikan kasih sayang, pengorbanan dan komitmen sebagai seorang istri. Apakah dia sosok yang kamu inginkan untuk menemani sisa hidup anda.

2. Komunikasi

Apabila perselingkuhan berikut telah lama berlangsung dan berakhir atas kesadarannya sendiri maka Anda sanggup lebih tenang sebab mungkin ia telah mengetahui kesalahan dan berupaya memperbaikinya dengan mengambil keputusan hubungan tersebut. Jadi coba berkomunikasi dan pastikan. Bila benar, tidak ada salahnya memberikan peluang dan coba membangun lagi rasa percaya terhadapnya.

3. Ketahui Alasannya Berselingkuh

Saat menghadapi persoalan pasangan yang dulu berselingkuh, samasekali telah lama dan telah berakhir, ada baiknnya Anda mengetahui alasannya. Cobalah dengarkan alasannya mengapa dia berselingkuh. Hal ini baik sehingga kamu sanggup memilih cara apa yang akan kamu ambil. Pastikan emosi Anda telah stabil, dan tak mesti ada campur tangan pihak lain yang sebabkan pandangan tidak obyektif.

Saat kekasih kamu baru mengakhiri hubungannya dengan orang lainbelum lama ini sebab ketahuan oleh anda, maka sebaiknya berpikir lagi berkenaan lanjutan hubungan kamu dengannya sebelum akan melangkah ke jenjang pernikahan yang diinginkan cuma berlangsung sekali seumur hidup. Tentunya kamu tidak inginkan menikahi seseorang yang tidak sanggup dipercaya, tidak sanggup dipegang perkataan dan komitmennya.

4. Tutup Rapat-rapat Masa Lalu

Ketika pada akhirnya Anda memilih untuk memaafkan dan lagi bersamanya, jangan dulu menoleh ke masa lalunya lagi. Hal itu cuma akan terhubung luka lama, sebabkan sakit hati kembali, dan cuma sebabkan kamu kuatir dengan pasangan. Tentunya akan lebih menggembirakan terkecuali kamu sanggup nikmati hubungan berikut dan bersyukur sanggup punyai dia? Jika kamu terus terlilit dengan masa lalu, jangan bersedih terkecuali pada akhirnya kamu akan kehilangan dia.
Baca selengkapnya »
Pengertian Khalwat Serta Bahayanya.

Pengertian Khalwat Serta Bahayanya.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما

“Janganlah keliru seorang berasal dari kalian berkhalwat bersama seorang wanita sebab sebenarnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430)


ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يخلون بامرأة ليس معها ذو محرم منها فإن ثالثهما الشيطان

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat bersama seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, sebab syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad berasal dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813)

لا يخلون رجل بامرأة إلا مع ذي محرم فقام رجل فقال يا رسول الله امرأتي خرجت حاجة واكتتبت في غزوة كذا وكذا قال ارجع فحج مع امرأتك

“Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Janganlah seorang laki-laki berkhalwat bersama seorang wanita kacuali kecuali bersama bersama mahrom sang wanita tersebut.’ Lalu berdirilah seseorang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, istriku terlihat untuk berhaji, dan aku sudah mendaftarkan diriku untuk berjihad pada perang ini dan itu,’ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Kembalilah!, dan berhajilah bersama istrimu.'” (HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim 2/975)

Faedah:

Kalau ada yang berkata, “Namun bagaimana bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} shohabiaat yang berhijrah berasal dari Mekah ke Madinah tanpa mahrom?”

Tidaklah boleh bagi seorang wanita untuk bersafar tanpa mahrom kecuali tatkala hijrah berasal dari Mekah ke Madinah sebab keburukan dan bahaya yang ada di kota Mekah waktu itu yang menyebabkannya lari lebih bahaya dan lebih buruk berasal dari perkara yang ditakutkannya menimpa dirinya (jika ia bersafar tanpa mahrom). Ummu Kaltsum binti ‘Uqbah bin Abi Ma’ith dan para wanita yang lain sudah berhijrah berasal dari Mekah ke Madinah tanpa mahrom. Demikian terhitung kehadiran seorang wanita dalam majelis persidangan di hadapan hakim tanpa mahrom, hal ini adalah darurat sebab dikawatirkan hilangnya hak penuntut. Demikian terhitung tatkala seorang wanita yang belum nikah jalankan perzinahan maka ia disingkan tanpa mahromnya sebab hal ini adalah hukuman hadd baginya. (Syarhul ‘Umdah 2/177-178).

Apa maksud perkataan Nabi “syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua”?

Al-Munawi berkata, “Yaitu syaitan menjadi penengah (orang ketiga) diantara keduanya bersama membisikan mereka (untuk jalankan kemaksiatan) dan menjadikan syahwat mereka berdua bergejolak dan menghalau rasa malu dan sungkan berasal dari keduanya dan juga menghiasi kemaksiatan sampai terlihat indah dihadapan mereka berdua, sampai pada akhirnya syaitanpun mengumpulkan mereka berdua dalam kenistaan (yaitu berzina) atau (minimal) menjatuhkan mereka pada perkara-perkara yang lebih gampang berasal dari zina yaitu perkara-perkara pembukaan berasal dari zina yang hampir-hampir menjatuhkan mereka kepada perzinahan.” (Faidhul Qodir 3/78).

As-Syaukani berkata, “Sebabnya adalah Laki-laki senang kepada wanita sebab demikanlah ia sudah diciptakan punya kecondongan kepada wanita, demikian terhitung sebab karakter yang sudah dimilikinya berbentuk syahwat untuk menikah. Demikian terhitung wanita senang kepada Laki-laki sebab sifat-sifat alami dan naluri yang sudah tertancap dalam dirinya. Oleh sebab itu syaitan menemukan fasilitas untuk mengobarkan syahwat yang satu kepada yang lainnya maka terjadilah kemaksiatan.” (Nailul Autor 9/231).

Imam An-Nawawi berkata, “…Diharamkannya berkhalwat bersama seorang wanita ajnabiah dan dibolehkannya berkholwatnya (seorang wanita) bersama mahamnya, dan dua perkara ini merupakan ijma’ (para ulama).” (Al-Minhaj 14/153).

Apakah yang Dimaksud bersama Mahrom??

Berkata As-Suyuthi, “Para sahabat kita (para pengikut madzhab Syafi’i) mengatakan, Mahrom adalah wanita yang diharamkan untuk dinikahi untuk selama-lamanya baik sebab nasab maupun sebab sebab spesifik yang dibolehkan dan sebab kemahroman wanita tersebut.” Definisi ini terhitung dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 9/413, dan ini merupakan definisi Imam An-Nawawi, (Al-Minhaj 14/153) dimana beliau berkata: المحرم هو كل من حرم عليه نكاحها على التأبيد لسبب مباح لحرمتها

Dari definisi ini maka diketahui bahwa:

  1. (wanita yang diharamkan untuk dinikahi), maka bukanlah mahrom anak-anak paman dan anak-anak bibi (baik paman dan bibi selanjutnya saudara sekandung ayah maupun saudara sekandung ibu).
  2. (untuk selama-lamanya), maka bukanlah mahrom saudara wanita istri dan terhitung bibi (tante) istri (baik tante selanjutnya saudara kandung ibu si istri maupun saudara kandung ayah si istri) sebab keduanya sanggup dinikahi kecuali sang istri dicerai, demikian terhitung bukanlah terhitung mahrom wanita yang sudah ditalak tiga, sebab ia sanggup dinikahi lagi kecuali sudah dinikahi oleh orang lain sesudah itu dicerai. Demikian terhitung bukanlah terhitung mahrom wanita selain ahlul kitab (baik yang beragama majusi, budha, hindu, maupun kepercayaan yang lainnya) sebab ia sanggup dinikahi kecuali masuk dalam agama Islam.
  3. (dikarenakan sebab spesifik yang dibolehkan), maka bukanlah mahrom ibu yang dijima’i oleh ayah bersama jima’ yang syubhat (tidak bersama pernikahan yang sah) dan terhitung anak wanita berasal dari ibu tersebut. Ibu selanjutnya tidak boleh untuk dinikahi tetapi ia bukanlah mahrom sebab jima’ syubhat tidak dikatakan boleh dilakukan.
  4. (dikarenakan kemahroman wanita tersebut), maka bukan terhitung mahrom wanita yang dipisah berasal dari suaminya sebab mula’anah (Mawahibul Jalil 4/116), sebab wanita selanjutnya diharamkan untuk dinikahi lagi oleh suaminya yang sudah melaknatnya selama-lamanya tetapi bukan sebab kemahroman wanita selanjutnya tetapi sebab sikap ketegasan dan penekanan pada sang suami. (Al-Asybah wan Nadzoir 1/261).

Dan kecuali sudah memahami bahwa sang wanita adalah mahromnya maka tidak boleh baginya untuk menikahinya dan boleh baginya untuk memandangnya dan berkhalwat dengannya dan bersafar menemaninya, dan hukum ini perlu termasuk mahrom yang disebabkan sebab nasab atau sebab persusuan atau sebab pernikahan. (Al-Asybah wan Nadzoir 1/262).

Peringatan:

Berkata Imam An-Nawawi, “Yang dimaksud mahrom berasal dari sang wanita ajnabiah yang kecuali ia berada bersama sang wanita maka boleh bagi seorang pria untuk duduk (berkhalwat) bersama wanita ajnabiah tersebut, disyaratkan mesti merupakan seseorang yang sang pria ajnabi sungkan (malu/tidak sedap hati) dengannya. Adapun kecuali mahrom selanjutnya masih kecil andaikan umurnya dua atau tiga th. atau yang semisalnya maka wujudnya seperti tidak terdapatnya tanpa ada khilaf.” (Al-Majmu’ 4/242).

Apakah yang Dimaksud bersama Khalwat?

Anas bin Malik berkata,

جاءت امرأة من الأنصار إلى النبي صلى الله عليه وسلم فخلا بها فقال والله إنكم لأحب الناس إلي

“Datang seorang wanita berasal dari kaum Ansor kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkhalwat dengannya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Demi Allah kalian (kaum Anshor) adalah orang-orang yang paling aku cintai.'” (HR. Al-Bukhari no. 5234, Kitabun Nikah)

Imam Al-Bukhori memberi judul hadits ini bersama perkataannya,باب ما يجوز أن يخلو الرجل بالمرأة عند الناس “Bab: Dibolehkannya seorang laki-laki berkhalwat bersama seorang wanita kecuali di hadapan khalayak.”

Ibnu Hajar berkata, “Imam Al-Bukhori menyimpulkan hukum (dalam judul selanjutnya bersama perkataannya) “di hadapan khalayak” berasal dari perkataan Anas bin Malik berasal dari riwayat yang lain (*) “Maka Nabi pun berkhalwat dengannya di {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} jalan atau {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} السكك (sukak).” Dan السكك, adalah jalan digunakan untuk berlangsung yang biasanya senantiasa di lewati manusia.”

(*) Diantaranya diriwayatkan oleh Imam Muslim (4/1812):

عن أنس أن امرأة كان في عقلها شيء فقالت يا رسول الله إن لي إليك حاجة فقال يا أم فلان انظري أي السكك شئت حتى أقضي لك حاجتك فخلا معها في بعض الطرق حتى فرغت من حاجتها

“Dari Anas bin Malik bahwasanya seorang wanita yang peikirannya agak terganggu berbicara kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, ‘Wahai Rasulullah, aku punya ada mesti denganmu,’ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbicara kepadanya, ‘Wahai Ummu fulan, lihatlah kepada jalan mana saja yang engkau sudi sampai aku penuhi keperluanmu.’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkhalwat bersama wanita selanjutnya di sebuah jalan sampai wanita selanjutnya selesai berasal dari keperluannya.”

Ibnu Hajar berkata, “Yaitu ia tidak berkhalwat bersama wanita selanjutnya sampai keduanya tertutup berasal dari pandangan khalayak (tersembunyi dan tidak kelihatan-pen), tetapi maksudnya dibolehkan khalwat kecuali (mereka berdua tampak oleh khalayak) tetapi suara mereka berdua tidak terdengar oleh khalayak sebab ia berbicara dengannya perlahan-lahan, contohnya sebab suatu perkara yang wanita selanjutnya malu kecuali ia menyebutkan perkara selanjutnya di hadapan khalayak.”

Ibnu Hajar menyebutkan bahwasanya ada khalwat yang diharamkan dan ada khalwat yang diperbolehkan:

  1. Khalwat yang diperbolehkan adalah sebagaimana yang dilaksanakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama wanita tersebut, yaitu memojok bersama suara yang tidak di dengar oleh khalayak tetapi tidak tertutup berasal dari pandangan mereka. Hal ini terhitung sebagaimana penjelasan Al-Muhallab, “Anas tidak memaksudkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhalwat bersama wanita selanjutnya sampai tidak tampak oleh orang-orang kira-kira Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala itu, tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhalwat bersama wanita selanjutnya sampai orang-orang di sekitarnya tidak mendengar keluhan sang wanita dan percakapan yang berlangsung antara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan wanita tersebut. Oleh sebab itu Anas mendengar akhir berasal dari percakapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan wanita selanjutnya lantas iapun menukilnya (meriwayatkannya) dan ia tidak meriwayatkan percakapan yang berlangsung antara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan wanita itu sebab ia tidak mendengarnya.” (Fathul Bari 9/413. Adapun perkataan Imam Nawawi bahwa “kemungkinan wanita selanjutnya adalah mahrom Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti Ummu Sulaim dan saudara wanitanya.” (Al-Minhaj 16/68), maka kuranglah tepat sebab sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim bahwa wanita selanjutnya pikirannya agak terganggu, dan ini bukanlah merupakan karakter Ummu Sulaim).
  2. Khalwat yang diharamkan adalah khalwat (bersendiriannya) antara Laki-laki dan wanita agar tertutup berasal dari pandangan manusia. Berkata Al-Qodhi dalam Al-Ahkam As-Sulthoniah berkenaan karakter penegak amar ma’ruf nahi mungkar, “Jika ia menyaksikan seorang pria yang berdiri bersama seorang wanita di jalan yang di lewati (orang-orang) dan tidak terlihat berasal dari keduanya gejala yang menyangsikan maka janganlah ia menghardik mereka berdua dan janganlah ia mengingkari. Namun kecuali mereka berdua berdiri di jalan yang sepi maka sepinya area menyangsikan maka ia boleh mengingkari pria selanjutnya dan hendaknya ia jangan langsung memberi hukuman pada keduanya risau ternyata sang pria adalah mahrom sang wanita. Hendaknya ia berbicara kepada sang pria -jika ternyata ia adalah mahrom sang wanita- jagalah wanita ini berasal dari tempat-tempat yang mencurigakan. -Dan kecuali ternyata wanita selanjutnya adalah wanita ajnabiah– hendaknya ia berbicara kepada sang pria, ‘Aku ingatkan kepadamu berasal dari bahaya berkhalwat bersama wanita ajnabiah yang sanggup menjerumuskan.’

Syaikh Sholeh Alu Syaikh berkata:

والخلوة المحرمة هي ما كانت مع إغلاق لدار أو حجرة أو سيارة ونحو ذلك أو مع استتار عن الأعين، فهذه خلوة محرمة وكذا ضبطها الفقهاء

“Dan khalwat yang diharamkan adalah kecuali disertai bersama menutup (mengunci) tempat tinggal atau kamar atau mobil atau yang semisalnya atau tertutup berasal dari pandangan manusia (khalayak). Inilah khalwat yang terlarang, dan demikian para pakar fikh mendefinisikannya.”

Jadi khalwat yang diharamkan ada dua wujud sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Sholeh Alu Syaikh. Dan bukanlah merupkan kelaziman bahwa ruangan yang tertutup melazimkan terhitung tertutupnya berasal dari pandangan khalayak.

Jika ada yang mengatakan, “Berdasarkan definisi khalwat yang diharamkan di atas maka berdua-duaannya seorang wanita dan pria di emperan jalan-jalan raya bukanlah khalwat yang diharamkan sebab semua orang menyaksikan mereka??”

Memang benar hal itu bukanlah merupakan khalwat yang diharamkan, tetapi ingat diantara hikmah diharamkan khalwat adalah sebab khalwat merupakan keliru satu fasilitas yang mengantarakan kepada perbuatan zina, sebagaimana mengumbar pandangan merupakan awal cara yang pada akhirnya mengantarkan pada perbuatan zina. Oleh sebab itu wujud khalwat yang dilaksanakan oleh biasanya pemuda meskipun kecuali ditinjau berasal dari hakikat khalwat itu sendiri bukanlah khalwat yang diharamkan, tetapi kecuali ditinjau berasal dari fitnah yang timbul akibat khalwat selanjutnya maka hukumnya adalah haram. Para pemuda-pemudi yang berdua-duaan selanjutnya sudah jatuh dalam hal-hal yang haram lainnya seperti saling menyaksikan antara satu bersama yang lainnya, sang wanita mendayu-dayukan suaranya bersama menggoda, belum lagi baju sang wanita yang tidak sesuai bersama syari’at, dan lain sebagaianya yang jauh lebih parah. Khalwat yang asalnya dibolehkan ini tetapi kecuali tercampur bersama hal-hal yang haram ini maka hukumnya menjadi haram. Khalwat yang tidak aman berasal dari munculnya fitnah maka hukumnya haram.

Ibnu Hajar berkata, “Hadits ini (yaitu hadits Anas di atas) menunjukan akan bolehnya berbincang-bincang bersama seorang wanita ajnabiah (bukan mahrom) bersama percakapan rahasia (diam-diam), dan hal ini bukanlah celaan pada kehormatan agama pelakunya kecuali ia aman berasal dari fitnah. Namun perkaranya sebagaimana perkataan Aisyah وأيكم يملك إربه كما كان النبي يملك إربه “Dan siapakah berasal dari kalian yang sanggup menahan gejolak nafsunya sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sanggup menahan syahwatnya.” (Fathul Bari 9/414).

Sa’id bin Al-Musayyib berkata,

لقد بلغت ثمانين سنة وأنا أخوف ما أخاف على النساء

“Aku sudah meraih usia delapan puluh th. dan yang paling aku takutkan adalah para wanita.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Musonnaf-nya 7/17, ia berkata, “Telah mengemukakan kepada kita Aswad bin ‘Amir, (ia berkata), ‘Telah mengemukakan kepada kita Hammad bin Salamah, berasal dari Ali bin Zaid berasal dari Sa’id bin Al-Musayyib…’”).

Dalam riwayat yang lain berasal dari Ali bin Zaid bin Jad’an bahwasanya Sa’id berkata, “Tidaklah syaitan berputus asa berasal dari (menggoda) sesuatu kecuali ia mencari jalan terlihat bersama mempergunakan para wanita (sebagai senjatanya untuk menggoda)”, Ali bin Zaid bin Jad’an berkata, “Kemudian Sa’id berbicara (padahal waktu itu ia sudah berumur 84 th. dan matanya yang satu tidak sanggup digunakan untuk menyaksikan lagi, dan mata yang satunya lagi rabun): ‘Tidak ada sesuatu yang lebih aku takutkan daripada para wanita.’” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 4/373 no. 5452 bersama sanadnya sampai Ali bin Al-Madini berasal dari Sufyan berasal dari Ali bin Zaid bin Jad’an).

Rasulullah bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya pada kaum pria daripada finah para wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5096 [Kitabun Nikah] dan Mulim no. 97,98 [Kitab Adz-Dzikir])

Abdurrouf Al-Munawi mengomentari hadits ini, “Hal ini sebab seorang wanita tidaklah menyuruh suaminya kecuali kepada perkara-perkara yang buruk, dan tidak memotivasinya kecuali untuk jalankan keburukan, dan bahaya wanita yang paling minimal adalah ia menjadikan suaminya cinta kepada dunia sampai pada akhirnya binasa dalam dunianya, dan kerusakan apa yang lebih kritis berasal dari hal ini, belum lagi wanita adalah sebab munculnya mabuk asmara dan fitnah-fitnah yang lainnya yang susah untuk dihitung.”

Ibnu Abbas berkata,

لم يكفر من كفر ممن مضى إلا من قبل النساء وكفر من بقي من قبل النساء

“Tidaklah kafir orang-orang terdahulu kecuali sebab para wanita dan demikian terhitung bersama orang-orang yang di era mendatang.”

Para raja mengirimkan hadiah-hadiah kepada para pakar fikih maka mereka pun terima hadiah tersebut, adapun Fudhail ia menolak hadiah tersebut. Istrinya pun berbicara kepadanya, “Engkau menolak sepuluh ribu (dinar atau dirham) padahal kita tidak punya makanan untuk dimakan pada hari ini?”, Fudhail pun menimpali, “Permisalan antara aku dan engkau (wahai istriku) sebagaimana suatu kaum yang punya seekor sapi yang mereka membajak bersama memakai sapi tersebut, tatkala sapi selanjutnya sudah tua maka mereka pun menyembelihnya. Demikianlah aku, engkau mendambakan menyembelihku sesudah aku meraih usia senja, lebih baik engkau mati dalam situasi lapar sebelum saat engkau menyembelih Fudhail.” (Al-Faidul Qodir 5/436).

Dari Imron bin Abdillah, Sa’id bin Al-Musayyib berkata,

ما خفت على نفسي شيئا مخافة النساء

“Tidaklah aku kuatir pada sesuatu menimpa diriku sebagaimana ketakutanku kepada (fitnah) para wanita.”

Para sahabat beliau berkata,

يا أبا محمد إن مثلك لا يريد النساء ولا تريده النساء قال هو ما أقول لكم

“Wahai Abu Muhammad, orang yang sepertimu tidak meminta para wanita dan para wanita pun tidak menghendakinya!”

Sa’id berkata, “Kenyataannya sebagaimana yang sudah aku katakan kepada kalian.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dalam At-Tobaqoot Al-Kubro (5/136) ia berkata, “Telah mengabarkan kepada kita ‘Amr bin ‘Ashim, ia berkata, “Telah mengabarkan kepada kita Salam bin Miskin, ia berkata, “Telah mengemukakan kepada kita ‘Imron bin ‘Abdillah,” ‘Ato’ berkata,

لو ائتمنت على بيت مال لكنت أمينا ولا آمن نفسي على أمة شوهاء

“Jika aku diberi kepercayaan untuk melindungi baitul mal (tempat penyimpanan harta kaum muslimin) maka aku akan menjalankan amanah tersebut, tetapi aku tidak sanggup menanggung diriku berasal dari seorang budak wanita yang cantik.”

Imam Ad-Dzahabi mengomentari perkataan ‘Ato ini,

صدق رحمه الله ففي الحديث ألا لايخلون رجل بامرأة فإن ثالثهما الشيطان

“Sungguh benar perkataan ‘Ato’ -semoga Allah merahmati beliau- sebagaimana sudah disebutkan dalam hadits, ‘Janganlah seorang laki-laki berkhalwat bersama seorang wanita sebab syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.’” (Siyar A’lam An-Nubala 5/87-88).

Maka sungguh benarlah perkataan Ahmad bin ‘Ashim Al-Anthoki (beliau meninggal th. 239 H),

من كان بالله أعرف كان منه أخوف

“Barangsiapa yang lebih mengenal Allah maka ia akan lebih kuatir kepada Allah.” (Al-Bidayah wan Nihayah 10/318, Bugyatut Tolab fi Tarikh Al-Halab 2/750).

Lihatlah para salaf seperti Sa’id bin Al-Musayyib yang tidaklah pernah dikumandangkan adzan sepanjang empat puluh th. kecuali Sa’id sudah berada di mesjid (Tahdzibut Tahdzib 4/87), demikian terhitung ‘Ato yang Ibnu Juraij berbicara tentangnya,

كان المسجد فراش عطاء عشرين سنة وكان من أحسن الناس صلاة

“Mesjid adalah area tidur ‘Ato’ sepanjang dua puluh tahun, dan beliau adalah orang yang paling baik sholatnya.” (Siyar A’lam An-Nubala 5/84, Tahdzibul Kamal 20/80, Tarikh Ibnu ‘Asakir 40/392, Hilyatul Auliya’ 3/310).

Dengan ibadah mereka yang luar biasa selanjutnya maka mereka lebih mengenal Rob mereka shingga mereka lebih kuatir kepada Allah, kuatir kecuali diri mereka terjerumus dalam kemaksiatan. Tidak sebagaimana halnya {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} kaum muslimin yang mulai yakin diri untuk terselamatkan berasal dari fitnah, apalagi fitnah yang sangat berbahaya yaitu fitnah wanita???

Dan diharamkan berkhalwatnya seseorang bersama lawan jenisnya yang bukan merupakan mahromnya, dan hal ini umum termasuk semua bentuk, dan sama saja apakah disertai nafsu syahwat ataupun tidak, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berkhalwat secara perlu baik disertai syahwat maupun tidak.

Dikatakan kepada Abul Qosim An-Nasr Abadzi, “Sebagian orang duduk (bergaul) bersama para wanita dan mereka berkata, “Saya sanggup terjaga untuk tidak menyaksikan mereka.” Ia pun berkata, “Selama jasad masih utuh maka perintah dan larangan terhitung senantiasa berlaku dan penghalalan dan pengharaman terhitung senantiasa ditujukan bersama keduanya (yaitu perintah dan larangan) dan tidaklah memberanikan diri kepada syubhat-syubhat kecuali orang yang menjerumuskan dirinya untuk jatuh dalam hal-hal yang haram.” (Syaradzatuz Dzahab 3/58, Tobaqoot As-Sufiah 1/364).

Peringatan:

  1. Diharamkan berkhalwatnya seorang wanita bersama hewan yang sanggup tertarik dan bernafsu kepada seorang wanita seperti monyet, sebab dikawatirkan terjadinya fitnah (hal yang tidak diinginkan) sebagaimana disebutkan oleh Ibnu ‘Aqil dan Ibnul Jauzi, dan juga Syaikh Taqiyuddin. (Kasyful Qina’ 5/16).
  2. Orang yang banci bersama seorang wanita hukumnya ia seperti seorang pria (maka berlaku hukum-hukum khalwat), dan demikian terhitung kecuali bersama banyak wanita. Dan kecuali bersama seorang pria maka ia hukumnya seperti seorang wanita, demikian terhitung kecuali ia bersama banyak lelaki, dalam rangka untuk berhati-hati. (Al-Majmu’ 4/241).
  3. Berkhalwat bersama seorang amrod (anak muda yang belum tumbuh rambut wajahnya) yang berparas tampan hukumnya sebagaimana khalwat bersama seorang wanita, meskipun khalwat selanjutnya untuk kemaslahatan studi mengajar atau pendidikan. Imam Ahmad berbicara kepada seseorang yang berlangsung bersama seorang anak yang tampan yang merupakan keponakan orang tersebut; “Menurutku hendaknya engkau tidak berlangsung bersamanya di jalan.” Ibnul Jauzi berkatam “Para salaf berbicara berkenaan amrod: “وهو أشد فتنة من العذارى” “Fitnahnya lebih besar daripada fitnah wanita perawan.” (Kasyful Qona’ 5/16). Berkata Ibnu Katsir, “Banyak salaf yang menyebutkan bahwa mereka melarang seorang pria menajamkan pandanganya (menatapi bersama serius) kepada amrod.” (Tafsir Ibnu Katsir, tafsir surat 24 ayat 30). Berkata Syaikh Taqiyyuddin (Ibnu Taimiyah), “Barangsiapa yang ulangi pendangannya kepada amrod dan konsisten memandangnya sesudah itu ia berbicara ‘Aku tidak memandangnya bersama syahwat,’ maka ia sudah berdusta.” (Matholib Ulin Nuha 5/19). Berkata Imam An-Nawawi, “Imam As-Syafi’i perlihatkan akan haramnya menyaksikan (wajah) amrod, dan kecuali menyaksikan saja haram maka berkhalwat bersama amrad lebih haram lagi sebab hal itu lebih buruk dan lebih dekat kepada mafsadah dan hal yang dikawatirkan (jika berkhalwat bersama seorang wanita) terhitung ada (jika berkhalwat bersama amrod.” (Al-Majmu’ 4/241).

Hukum Memandang Amrod (Mukhtasor Al-Fatawa Al-Mishriyah 1/29-30)

Berkata Ibnu Taimiyah, “Memandang amrod bersama syahwat hukumnya haram dan ini merupakan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin, demikian terhitung menyaksikan kepada para wanita yang merupakan mahrom (namun bersama syahwat) dan berjabat tangan bersama mereka dan juga berledzat-ledzat bersama mereka. Barangsiapa yang menyebutkan bahwa hal ini adalah ibadah maka ia sudah kafir, dan dia seperti orang yang menjadikan dukungan kepada orang yang mendambakan berbuat nista sebagai ibadah, apalagi menyaksikan kepada pepohonan, kuda, dan hewan-hewan kecuali bersama perasaan berpikiran indah dan baik dunia, kekuasaan dan kepemimpinan, seta harta benda, maka pandangan seperti ini tercela sebagaimana firman Allah:

ولا تمدن عينيك إلى ما متعنا به أزواجا منهم زهرة الحياة الدنيا لنفتنهم فيه ورزق ربك خير وأبقى

“Dan janganlah kamu tujukan ke dua matamu kepada apa yang sudah Kami memberikan kepada golongan-golongan berasal dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabbmu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. 20:131)

Adapun kecuali pandangan selanjutnya bersama perasaan tanpa merendahkan agama, tetapi bersama pandangan selanjutnya timbul rileks jiwa seperti menyaksikan bunga-bunga maka ini terhitung kebatilan yang dimanfaatkan untuk kebenaran.

Terkadang seseorang menyaksikan kepada orang lain sebab keimanan dan ketakwaan yang dimiliki oleh orang yang dipandang selanjutnya maka pandangan yang seperti ini patokannya adalah hati dan amal orang yang dipandang selanjutnya bukan sebab rupa orang itu.

Terkadang seseorang menyaksikan orang selanjutnya sebab keindahan rupa orang selanjutnya agar mengingatkan dia akan Dzat yang menciptakan rupa selanjutnya (yaitu Allah) maka pendangan seperti ini baik.

Terkadang seseorang menyaksikan orang lain hanya sebab keindahan rupanya. Maka masing-masing style menyaksikan di atas kapan saja disertai bersama nafsu maka hukumnya haram tanpa diragukan lagi, sama saja apakah syahwat yang mengakibatkan syahwat untuk berjima’ ataupun tidak. Dan tidak sama antara perasaan seseorang tatkala menyaksikan bunga-bunga bersama perasaannya tatkala menyaksikan wanita dan amrod, sebab perbedaan ini maka dibedakan terhitung dalam hukum syar’inya, maka jadilah menyaksikan kepada amrod ada tiga macam:

  1. Jika pandangan selanjutnya disertai bersama syahwat maka hukumnya adalah haram.
  2. Yang dibolehkan sebab tidak disertai bersama syahwat seperti seseorang yang wara’ yang menyaksikan kepada putranya yang tampan dan putrinya yang cantik. Pandangan yang seperti ini tidak disertai bersama syahwat kecuali dilaksanakan oleh orang yang paling fajir. Kapan saja pandangan ini disertai bersama syahwat maka hukumnya adalah haram. Oleh sebab itu barangsiapa yang hatinya tidak cenderung kepada amrod sebagaimana para sahabat, sebagaimana sebuah umat yang tidak pernah mengenal kemaksiatan yang nista ini. Seorang berasal dari mereka tidak membedakan antara pandangannya kepada muka amrod bersama pandangannya kepada putranya, putra tetangganya, anak kecil ajnabi. Sama sekali tidak terbetik dihatinya syahwat, sebab ia tidak miliki kebiasaan bersama hal itu, hatinya bersih. Budak-budak wanita di zaman para sahabat terlihat berlangsung di jalan-jalan dalam situasi terbuka wajah-wajah mereka dan mereka melayani (membantu) para Laki-laki dan hati-hati mereka dalam situasi bersih. Kalau di negeri ini dan waktu ini ada orang yang mendambakan melepas budak-budak wanitanya berasal dari Turki berlangsung di jalan-jalan maka akan timbul kerusakan. Demikian pula bersama amrod-amrod yang tampan, tidak dibenarkan untuk terlihat di tempat-tempat dan di waktu-waktu yang dikhawatirkan mereka akan terkena fitnah kecuali sebatas keperluan. Maka tidaklah mungkin pemuda amrod yang tampan berlangsung santai atau duduk di area pemandian umun diantara Laki-laki asing…
  3. Hanyalah timbul perbedaan pendapat diantara para ulama pada style yang ketiga yaitu menyaksikan kepada para amrod tanpa disertai syahwat, tetapi ada kekawatiran akan munculnya gejolak syahwat, maka ada dua pendapat pada madzhab Imam Ahmad. Dan yang paling benar berasal dari dua pendapat selanjutnya adalah pendapat yang terhitung merupakan pengakuan Imam As-Syafi’i dan yang lainnya yaitu tidak boleh. Pendapat yang ke dua boleh, sebab yang merupakan asal adalah tidak munculnya gejolak syahwat. Pendapat pertamalah yang lebih benar.

Barangsiapa yang berlama-lama menyaksikan amrod lantas menyebutkan bahwa ia tidak memandangnya bersama syahwat maka ia sudah berdusta, sebab kecuali sebenarnya tidak ada sesuatu (yaitu syahwat) yang mendorongnya untuk konsisten menyaksikan pastinya ia tidak akan memandang. Sesungguhnya ia tidak ulangi pandangannya kepada amrod kecuali sebab ada keledzatan yang terdapat dalam hatinya.”

Hukum berkhalwatnya seorang pria bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} wanita tanpa mahrom

Para ulama berselisih pendapat berkenaan hukum berkhalwatnya seorang pria bersama wanita ajnabiah kecuali kuantitas wanita selanjutnya lebih berasal dari satu, demikian terhitung sebaliknya (berkhalwatnya seorang wanita bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} Laki-laki ajnabi).

Berkata Imam An-Nawawi, “Tidak ada perbedaan berkenaan diharamkannya berkhalwat antara tatkala sholat maupun di luar sholat.” (Al-Majmu’ 4/242).

Imam An-Nawawi berkata, “Berkata para sahabat kita (yang bermadzhab Syafi’i), kecuali seorang pria mengimami seorang wanita yang merupakan mahromnya dan berkhalwat dengannya maka tidaklah mengapa dan sama sekali tidak makruh sebab boleh baginya untuk berkhalwat dengannya di luar shalat. Dan kecuali ia mengimami seorang wanita ajnabiah dan berkhalwat dengannya maka hukumnya adalah haram… dan kecuali ia mengimami banyak wanita yang ajnabiah bersama situasi berkhalwat bersama mereka maka ada dua pendapat. Jumhur ulama berpendapat akan bolehnya hal itu… sebab para wanita yang berkumpul biasanya tidak terlalu mungkin seorang laki-laki untuk berbuat sesuatu hal yang buruk pada keliru seorang berasal dari mereka dihadapan mereka. Imamul Haromain dan penulis buku Al-‘Uddah menukil bahwasanya Imam As-Syafii perlihatkan bahwa diharamkannya seorang pria mengimami {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} wanita kecuali diantara wanita selanjutnya ada mahrom pria selanjutnya atau istrinya. Dan Imam As-Syafii memastikan akan haramnya berkhalwatnya seorang pria bersama para wanita kecuali kecuali ada mahrom pria selanjutnya bersama mereka.” (Al-Majmu’ 4/241).

Renungkanlah betapa tegasnya Imam As-Syafii dalam pengharaman kholwat antara wanita dan pria, sampai-sampai beliau mengharamkan seorang laki-laki mengimami para wanita (dalam situasi berkhalwat bersama mereka) kecuali kecuali ada diantara wanita selanjutnya mahrom sang imam atau istri sang imam. Padahal ini dalam situasi beribadah yang sangat agung (yaitu sholat) yang pastinya orang yang sedang sholat jauh berasal dari pikiran-pikiran yang kotor, selain itu sang imam pun berada di depan dan para wanita berada dibelakangnya agar ia tidak menyaksikan mereka, tetapi demikian Imam Syafi’i senantiasa mengharamkan hal ini.

Berkata As-Sarkashi, “…Kemakruhan (atau keharoman) hal ini (menurut Imam As-Syafi’i-pen) tidak akan hilang sampai ada diantara para wanita selanjutnya mahrom mereka, sebagaimana dalam hadits Anas bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sholat mengimami mereka di tempat tinggal mereka, Anas pun berkata, “Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan aku dan seorang anak yatim di belakangnya (pada shaf pertama) dan menjadikan ibuku dan Ummu Sulaim di belakang kami.” (HR. Al-Bukhari 1/149, Muslim 1/457)(*). Karena bersama terdapatnya mahrom hilanglah ketakutan akan munculnya fitnah, dan hal sama saja apakah mahrom selanjutnya adalah mahrom bagi semua wanita selanjutnya atau hanya merupakan mahrom bagi {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} mereka dan diperbolehkan sholat dalam semua situasi tersebut, sebab kebencian (terhadap khalwat tersebut) berada kecuali di luar sholat.” (Al-Mabshuth karya As-Sarkashi 1/166).

(*) Lengkap haditsnya (-ed):

عن أنس بن مالك أن جدته مليكة دعت رسول الله صلى الله عليه وسلم لطعام صنعته له فأكل منه ثم قال قوموا فلأصل لكم قال أنس فقمت إلى حصير لنا قد اسود من طول ما لبس فنضحته بماء فقام رسول الله صلى الله عليه وسلم وصففت أنا واليتيم وراءه والعجوز من ورائنا فصلى لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم ركعتين ثم انصرف

“Dari Anas bin Malik ia berbicara bahwasanya neneknya (yang bernama) Mulaikah mengakibatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memakan makanan yang sudah dibuatnya untuk Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka Nabi pun memakannya sesudah itu ia shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Marilah sholat aku akan mengimami kalian.’ Anas berkata, ‘Maka akupun mengambil alih sebuah tikar punya kita yang sudah menghitam sebab sudah lama dipakai lantas akupun memercikkan air pada tidak tersebut.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri (untuk sholat) dan aku bersama seorang anak yatim berdiri satu shaf di belakang beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang yang tua (yaitu nenek beliau) di belakang kami. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sholat dua rakaat sesudah itu beliau berpaling (selesai berasal dari sholat).”

Peringatan:

Berkata Imam An-Nawawi, “Dan sama hukumnya berkenaan diharamkannya berkhalwat antara orang yang buta bersama orang yang sanggup melihat.” (Al-Majmu’ 4/242).

  1. Beliau terhitung berkata, “Ketahuilah bahwasanya mahrom yang bersama keberadaannya bersama sang wanita membolehkan untuk duduk (berkhalwat) bersama sang wanita adalah sama saja baik mahrom selanjutnya adalah mahrom sang pria maupun mahrom sang wanita, atau yang semakna bersama mahrom seperti suami sang wanita atau istri sang pria, wallahu a’lam.” (Al-Majmu’ 4/242).
  2. Diharamkannya berkhalwatnya seorang wanita bersama seorang pria meskipun bersama alasan dalam rangka pengobatan kecuali bersama wanita selanjutnya mahrom, atau suaminya, atau wanita tsiqoh (yang sanggup dipercaya). Karena kenyataan yang banyak berlangsung sebenarnya benar kadangkala hanya terdapat dokter Laki-laki yang sanggup mengatasi penyakit seorang wanita bersama penanganan yang baik dan terjamin meskipun sebab darurat maka sang dokter mesti menyaksikan aurat wanita tersebut. Namun yang mesti diperhatikan tidak semua pengobatan keadaannya darurat yang mengharuskan tidak boleh sang wanita ditemani oleh mahromnya. Apalagi merupakan kenyataan yang menyedihkan banyak berasal dari para wanita yang kecuali mereka bersua bersama dokter pria maka seakan-akan dokter selanjutnya adalah mahromnya.

Hukum Berkhalwatnya Seorang Wanita bersama Beberapa Lelaki (lebih berasal dari satu orang)

عبد الله بن عمرو بن العاص حدثه أن نفرا من بني هاشم دخلوا على أسماء بنت عميس فدخل أبو بكر الصديق وهي تحته يومئذ فرآهم فكره ذلك فذكر ذلك لرسول الله صلى الله عليه وسلم وقال لم أر إلا خيرا فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد برأها من ذلك ثم قام رسول الله صلى الله عليه وسلم على المنبر فقال لا يدخلن رجل بعد يومي هذا على مُغِيْبَةٍ إلا ومعه رجل أو اثنان

“Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash bahwasanya {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} orang berasal dari bani Hasyim masuk (menemui) Asma’ binti ‘Umais, lantas Abu Bakar masuk -dan tatkala itu Asma’ sudah menjadi istri Abu Bakar As-Siddiq- lantas Abu Bakar menyaksikan mereka dan ia membenci hal itu, lantas iapun mengemukakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ia berkata, ‘Aku tidak menyaksikan sesuatu kecuali kebaikan.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Sesungguhnya Allah sudah perlihatkan kesuciannya berasal dari perkara selanjutnya (perkara yang jelek),’ sesudah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di atas mimbar dan berkata, ‘Setelah hari ini tidaklah boleh seorang laki-laki menemui mughibah (yaitu seorang wanita yang suaminya sedang tidak berada di rumah) kecuali bersamanya seorang laki-laki (yang lain) atau dua orang.’” (HR. Muslim 4/1711, Shahih Ibnu Hibban 12/398).

Yang dimaksud bersama mughibah adalah wanita yang suaminya sedang tidak berada di rumah, baik sebab sedang bersafar terlihat kota maupun terlihat berasal dari tempat tinggal tetapi masih dalam kota, dalilnya adalah hadits ini. Dikatakan bahwa Abu Bakar sedang tidak berada di rumah, bukan sedang terlihat kota. (Al-Minhaj 4/155).

Berkata Imam An-Nawawi, “Dzohir berasal dari hadits ini menunjukan akan bolehnya berkhalwatnya dua atau tiga orang Laki-laki bersama seorang wanita ajnabiah, dan yang masyhur menurut para sahabat kita (yaitu penganut madzhab syafi’iah) akan haramnya hal ini. Oleh sebab itu hadits ini (bolehnya berkhalwat) dibawakan kepada kepada sekelompok orang yang kemungkinannya jauh untuk munculnya kesepakatan diantara mereka untuk jalankan perbuatan nista sebab kesholehan mereka, atau muru’ah mereka dan yang lainnya.” (Al-Minhaj 4/155).

Adapun para ulama yang menyebutkan akan bolehnya berkhalwatnya seorang wanita bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} Laki-laki mereka menyaratkan bahwa para Laki-laki selanjutnya merupakan orang-orang yang terpercaya dan tidak bersepakat untuk jalankan hal yang nista pada wanita tersebut.

Berkata Imam An-Nawawi, “Adapun berkholwatnya dua orang Laki-laki atau lebih bersama seorang wanita maka yang masyhur adalah haramnya hal ini sebab sanggup menjadi mereka para Laki-laki selanjutnya bersepakat untuk jalankan hal yang keji (zina) pada wanita itu. Dan dikatakan bahwa kecuali mereka adalah terhitung orang-orang yang jauh berasal dari perbuatan seperti itu maka tidak mengapa.” (Al-Majmu’ 4/241).

Peringatan:

Diantara perkara yang diakui remeh oleh masyarakat tetapi sangat berbahaya adalah berkhalwatnya kerabat suami (yang bukan mahrom istri) bersama istrinya.

عن عقبة بن عامر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إياكم والدخول على النساء فقال رجل من الأنصار يا رسول الله أفرأيت الحمو قال الحمو الموت

“Dari ‘Uqbah bin ‘Amir bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Waspadailah diri kalian berasal dari masuk (menemui) para wanita!’, lantas berkatalah seseorang berasal dari kaum Anshor, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu bersama Al-Hamwu?’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Al-Hamwu adalah maut (kematian).’” (HR. Al-Bukhari no. 5232)

Berkata Ibnu Hajar, “Larangan masuk (terhadap kerabat suami) untuk menemui para wanita menunjukan bahwa larangan untuk berkhalwat lebih utama untuk dilarang (min bab aula).” (Fathul Bari 9/411).

Imam Nawawi berkata, “Para ulama bhs sudah setuju bahwa الأحماء Al-Ahmaa’ adalah karib kerabat suami seperti ayah, saudara laki-laki, keponakan laki-laki, sepupu, dan yang semisalnya, dan الأختان Al-Akhtan adalah karib kerabat berasal dari istri, dan الأصهار Al-Ashhar termasuk keduanya (Al-Ahmam dan Al-Akhtaan)…dan yang dimaksud bersama Al-Ahmam disini adalah kerabat karib suami selain ayahnya dan anak-anaknya(*), sebab mereka adalah mahrom bagi sang istri dan boleh bagi mereka untuk berkhalwat dengannya dan mereka tidak disifati bersama maut, tetapi yang ditujukan di sini adalah saudara laki-laki sang suami, paman, sepupu, dan yang semisalnya yang bukan merupakan mahrom bagi sang wanita dan formalitas masyarakat mereka menggampangkan hal ini (kurang peduli) dan melepas seseorang berkhalwat bersama istiri saudaranya. Inilah maut, dan kerabat seperti ini lebih utama untuk dilarang daripada laki-laki asing (yang tidak ada pertalian kerabat).” (Al-Minhaj 14/154).

(*) Adapun Al-Maziri, maka beliau perlihatkan bahwa arti Al-Hamwu adalah ayah suami, dan pendapat inipun diikuti oleh Ibnul Atsir dalam An-Nihayah, tetapi dzahirnya Ibnul Atsir terhitung tidak halangi arti Al-Hamwu pada ayah sang suami tetapi ia sebenarnya Al-Hamwu itu adalah umum termasuk semua kerabat suami tanpa mengecualikan ayah dan anak-anak suami. Beliau berkata, Al-Hamwu, “Kerabat-kerabat suami.” (An-Nihayah 1/440) Berkata Imam An-Nawawi, “Ini adalah pendapat yang rusak dan tertolak.” (Al-Minhaj 14/154). Ibnu Hajar menyebutkan bahwa penafsiran dan penjelasan para imam menunjukan bahwa pendapat ini bukanlah pendapat yang rusak. (Fathul Bari 9/412).

Al-Maziri berarti bahwa disebutkannya ayah suami untuk dilarang masuk menemui mughibah sebagai peringatan bahwa pelarangan pada selain ayah suami terlebih lagi. (Al-Fath 9412).

Ibnul Atsir berkata, “Jika menurut sang suami bahwa bapaknya adalah maut (jika masuk ke dalam rumahnya dan ia dalam situasi tidak di rumah) -padahal ia adalah mahrom istrinya- bagaimana kecuali yang masuk adalah orang asing??!, maksudnya yaitu ‘Lebih baik ia (sang istri) mati saja dan janganlah ia (sang istri) melakukannya (membiarkan ada yang masuk rumahnya tanpa kehadiran sang suami)’…, ia berkata, ‘Maknanya adalah berkhalwatnya Al-Hamwu bersama sang istri lebih berbahya daripada berkhalwat bersama orang asing, sebab kadangkala kecuali Al-Hamwu selanjutnya berbuat baik pada sang istri atau memintanya untuk jalankan perkara-perkara yang menurut suami adalah hal yang berat seperti mencari sesuatu yang di luar kebolehan sang suami maka jadilah rusaklah pertalian antara suam istri sebab hal itu. Dan sebab seorang suami tidak senang kecuali Al-Hamwu memahami urusan dalam keluarganya kecuali ia masuk dalam rumahnya.” (An-Nihayah 1/440).

Ibnu Hajar mengomentari perkataan Ibnul Atsir ini, “Seakan-akan perkataannya Al-Hamwu maut yaitu mesti berlangsung dan tidak mungkin menahan sang istri berasal dari masuknya Al-Hamwu, sebagaimana kematian itu tidak sanggup dihindari. Dan pendapat yang terakhir ini dipilih oleh Syaikh Taqiyyuddin (Ibnu Taimiyah) dalam Syarhul ‘Umdah.” (Al-Fath 9/413).

Makna Perkataan Al-Hamwu adalah Maut (kematian)

Imam An-Nawawi berkata, “Maknanya bahwa ketakutan pada Al-Hamwu lebih daripada pada yang lainnya, dan kerusakan lebih mungkin berlangsung dan fitnah lebih besar sebab memungkinkannya untuk sampai kepada sang wanita bersama tanpa diingkari. Berbeda bersama seseorang yang asing (yang tidak punya pertalian kerabat bersama suami).”

Ibnul ‘Arabi berkata, “Ini adalah ungkapan yang dikatakan oleh orang-orang Arab, sebagaimana dikatakan “Singa adalah maut (kematian)”, yaitu bersua dengannya seperti kematian”. Berkata Al-Qodhi, “Maknanya bahwa berkhalwat bersama Al-Ahma’ menjerumuskan kepada fitnah dan kebinasaan dalam agama, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pun menjadikan perkara ini seperti kebinasaan, maka ungkapan seperti ini untuk penegasan bersama keras.” (Perkataan ke dua ulama ini dinukil oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj 14/154).

Al-Qurthubi berkata, “…(masuknya Al-Hamwu) menjerumuskan sang wanita pada kematiannya bersama diceraikan oleh suaminya tatkala cemburu atau ia dirajam kecuali berzina bersama al-hamwu tersebut.” (Umdatul Qori 20/214).

Imam An-Nawawi berkata, “Dan dikecualikan berasal dari pengharaman (semua wujud berkhalwat) ini adalah kondisi-kondisi yang darurat seperti kecuali seorang pria mendapati seorang wanita ajnabiah yang tersesat di sedang daratan dan yang semisalnya, maka boleh baginya untuk menemani wanita selanjutnya apalagi hal itu mesti atasnya kecuali sang pria mengkuatirkan keamanan dan situasi sang wanita kecuali ia membiarkannya sendirian. Dan hal ini tidak ada perbedaan pendapat diantara para ulama. Dalil yang menunjukan akan hal ini adalah kisah Al-Ifk.” (Majmu’ 4/242).
Baca selengkapnya »
Berbohong Kepada Suami Yang Diperbolehkan

Berbohong Kepada Suami Yang Diperbolehkan


Berkata dusta atau bohong termasuk di pada perkara yang dilarang oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah anda dengan orang-orang yang benar (jujur).” (QS. At-Taubah 9: 119)

Dapat dipahami berasal dari ayat di atas yaitu larangan untuk menjadi atau dengan dengan orang-orang yang berbicara dusta atau bohong.

Akan tetapi, terdapat {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} pengecualian berasal dari hukum di atas, yaitu diperbolehkannya berbicara bohong di dalam {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} keadaan. Salah satunya adalah perkataan suami kepada istri atau sebaliknya. Masalah inilah yang akan kami bahas di dalam tulisan ini.

Dalil Diperbolehkannya Perkataan Bohong kepada Suami atau Istri

Diriwayatkan berasal dari Ummu Kultsum binti ‘Uqbah radhiyallahu Ta’ala ‘anha, beliau berkata,

مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَخِّصُ فِي شَيْءٍ مِنَ الْكَذِبِ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ، كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ

“Tidaklah aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menambahkan keringanan sedikit pun tentang dengan perkataan dusta terkecuali di dalam tiga perkara. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

لَا أَعُدُّهُ كَاذِبًا، الرَّجُلُ يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ، يَقُولُ: الْقَوْلَ وَلَا يُرِيدُ بِهِ إِلَّا الْإِصْلَاحَ، وَالرَّجُلُ يَقُولُ: فِي الْحَرْبِ، وَالرَّجُلُ يُحَدِّثُ امْرَأَتَهُ، وَالْمَرْأَةُ تُحَدِّثُ زَوْجَهَا

“Tidaklah termasuk bohong:
(1) Jika seseorang (berbohong) untuk mendamaikan di pada manusia, dia mengatakan suatu perkataan yang tidaklah dia maksudkan terkecuali cuma untuk mengadakan perdamaian (perbaikan)
(2) Seseorang yang berbicara (bohong) dikala di dalam peperangan, dan
(3) Seorang suami yang berbicara kepada istri dan istri yang berbicara kepada suami.” (HR. Abu Dawud no. 4921, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Demikian termasuk di dalam kasus ini terdapat hadis khusus yang diriwayatkan berasal dari ‘Atha bin Yasar, beliau berkata,

جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول الله : هل علي جناح أن أكذب على أهلي ؟ قال : لا ، فلا يحب الله الكذب قال : يا رسول الله استصلحها و أستطيب نفسها ! قال : لا جناح عليك “

“Ada seseorang yang mampir menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku berdosa terkecuali aku berdusta kepada istriku?’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Tidak boleh, gara-gara Allah Ta’ala tidak menyukai dusta.’

Orang berikut bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, (dusta yang aku ucapkan itu karena) aku ingin berdamai dengan istriku dan aku ingin senangkan hatinya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tidak tersedia dosa atasmu.’ (HR. Al-Humaidi di dalam Musnad-nya no. 329. Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 498)

Maksud Dusta kepada Suami atau Istri yang Diperbolehkan

Dari hadis yang diriwayatkan oleh Al-Humaidi di atas, kami sanggup jelas dusta layaknya apakah yang diperbolehkan kepada istri atau sebaliknya. Dusta yang diperbolehkan adalah dikala seorang suami ingin menggembirakan istri yang sedang “ngambek” dan menghibur hatinya. Artinya, tidak semua dusta diperbolehkan.

Oleh gara-gara itu, dikala Rasulullah ditanya, “Wahai Rasulullah, apakah aku berdosa terkecuali aku berdusta kepada istriku?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak boleh, gara-gara Allah Ta’ala tidak menyukai dusta.”

Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas memperlihatkan bahwa dusta kepada istri atau kepada suami hukum asalnya senantiasa haram, namun terdapat pengecualian sebagaimana di dalam kasus yang disebutkan, yaitu dusta untuk mendamaikan hati istri dan menggembirakan (menghibur) hatinya.

Misalnya, seorang suami berbicara kepada istrinya, “Sayang, Engkau adalah wanita tercantik di dunia, terkecuali sayang ngambek tidak menjadi cantik.” Padahal faktanya, istrinya bukanlah wanita tercantik di dunia ini. Jadi, boleh seorang suami memuji istri dengan pujian yang dusta di dalam rangka menyingkirkan rasa ngambek sang istri.

Hal ini sebagaimana penjelasan An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullahu Ta’ala dikala mengatakan hadis ini,

وأما كذبه لزوجته وكذبها له فالمراد به في إظهار الود والوعد بما لا يلزم ونحو ذلك فأما المخادعة في منع ما عليه أو عليها أو أخذ ماليس له أو لها فهو حرام بإجماع المسلمين والله اعلم

“Adapun dusta dan bohong kepada sang istri, yang dimaksud adalah (dusta) untuk menampakkan besarnya rasa cinta atau janji yang tidak mengikat, atau semacam itu. Adapun berbohong (menipu) di dalam rangka menahan (tidak menunaikan) apa yang menjadi kewajiban suami atau istri, atau menyita suatu hal yang bukan menjadi hak suami atau istri, maka ini haram berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.” (Syarh Shahih Muslim, 16: 135)

Contoh dusta yang haram adalah suami memotong proporsi nafkah yang berhak diterima istri dan suami beralasan dengan kebohongan. Misalnya dia mengaku sedang kesulitan ekonomi atau sedang kesusahan. Maka dusta semacam ini haram, gara-gara ini bohong untuk tidak menunaikan kewajiban suami (yang menjadi hak istri). Atau misalnya, suami mengatakan kepada istri bahwa dia pergi ke luar kota di dalam rangka perjalanan dinas. Padahal, dia ke luar kota bukan gara-gara tugas dinas, namun sebatas senang-senang atau wisata.

Berdasarkan penjelasan An-Nawawi di atas, termasuk bohong yang diperbolehkan adalah janji yang tidak mengikat. Misalnya, seorang istri ngambek ingin dibelikan suatu hal dan suami tidak mampu, selanjutnya sang suami berkata, “Kapan-kapan saja ya belinya.”

Perkataan “kapan-kapan” itu dinilai janji yang tidak mengikat, agar tidak harus ditunaikan. Janji yang tidak mengikat semacam itu boleh diucapkan untuk menghibur atau menggembirakan hati sang istri.

Adapun janji yang mengikat, harus dipenuhi. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta’ala berkata,

و ليس من الكذب المباح أن يعدها بشيء لا يريد أن يفي به لها ، أو يخبرها

بأنه اشترى لها الحاجة الفلانية بسعر كذا ، يعني أكثر من الواقع ترضية لها ،

لأن ذلك قد ينكشف لها فيكون سببا لكي تسيء ظنها بزوجها ، و ذلك من الفساد لا الإصلاح

“Tidaklah termasuk dusta yang mubah adalah seorang suami menjanjikan suatu hal dan dia tidak ingin (tidak berniat) untuk memenuhinya. Atau seorang suami mengabarkan kepada istri bahwa dia membelikan untuknya barang khusus dengan harga sekian, yaitu lebih mahal berasal dari harga sebenarnya, agar istrinya rida. Karena hal semacam ini akan terbongkar di jaman mendatang agar akan menjadi gara-gara buruk sangka istri kepada suami. Dan hal ini termasuk kerusakan, bukan perbaikan.” (Silsilah Ash-Shahihah, 1: 818)
Baca selengkapnya »
5 Hal Ini Membuat Pasanganmu Cinta Mati Denganmu

5 Hal Ini Membuat Pasanganmu Cinta Mati Denganmu


Jika kamu sedang tertarik dengan seseorang dan berharap membawa dia ke tahap yang lebih serius, tak perlu risau. Disini, saya akan berbagi bagaimana metode membuat dia segera jatuh cinta padamu. Bahkan membuatnya cinta mati terhadapmu! (jangan khawatir, ini bukan pakai pelet kok).

Inilah 5 hal paling penting yang perlu kamu lakukan untuk membuat dia jatuh cinta hanya kepadamu:

1. Temukan kecocokanmu

Sejak awal, kamu harus menemukan kecocokan dengan orang yang sedang kamu sukai. Kecocokan akan membawa hubungan kalian menjadi lebih langgeng. Ini dia poin-poin penting untuk melihat potensi kecocokanmu dengan dia.

Tujuan hidup yang saling mendukung

Tanyakan kembali pada dirimu sendiri, apakah tujuan hidupmu? Hubungan sejauh apa yang ingin kamu jalin dengannya? Nah, kini coba lihat hal-hal tersebut di dalam dirinya. Apakah dia cukup siap untuk membangun hubungan yang serius? Apakah dia juga mempunyai tujuan hidup yang sama? Pertanyaan tersebut akan membantumu apakah ia pantas dengan mu atau tidak.

Kenal seputar dirinya jauh lebih dalam lagi.

Bukan cuma sekedar tanggal lahir, profesi, atau hobinya. Ketahuilah mengenai poin dan norma dalam hidup yang ia pegang. Cobalah bertanya seputar info yang cukup serius dan lihat pendapatnya. Apakah kau sependapat dengan poin-poin dan prinsip yang ia pegang?

Coba lakukan hal yang ia sukai.

Dengan menjalankan hal – hal tersebut maka kamu akan merasa lebih dekat dengannya. Jika ia suka olahraga, sedangkan kamu kurang menyukainya. Namun tak ada salahnya juga untuk mencoba hal – hal baru yang ia sukai.

Buat ia merasa seperti ‘pahlawan’-mu.

Mintalah dia membantumu menjalankan sesuatu, mintalah dia untuk memberi rekomendasi dalam persoalan pribadimu. Biarkan dia merasa istimewa.

Bangunlah kepercayaan diantara kalian.

Jika kau yakin dia merupakan orang yang baik, jadi tak ada salahnya kamu membagikan sebagian rahasiamu ke dia, lalu lihat reaksinya. Apakah dia dapat menyimpan rahasiamu dengan bagus? dan bila suatu saat dia mulai mempercayakan suatu rahasianya padamu,simpanlah dengan bagus. Jangan sampai kamu menghancurkan kepercayaan yang telah kamu bangun bersamanya.

Kenali dirinya jauh lebih dalam lagi

Bukan cuma sekedar tanggal lahir, profesi, atau hobinya. Ketahuilah seputar skor dan norma dalam hidup yang ia pegang. Cobalah bertanya seputar info yang cukup serius dan lihat pendapatnya. Apakah kau sependapat dengan skor-skor dan prinsip yang ia pegang?

2. Sekarang, saatnya untuk merebut hatinya

Jika kau sudah menemukan berjenis-jenis kecocokan dan merasa sedikit lebih yakin. Kini, tak ada salahnya jika kamu menuju ketahapan berikutnya. Tingkatan untuk merebut hatinya. Apa saja yang perlu kau lakuin?

Berikan dukungan dikala dia menghadapi situasi sulit.

Ini merupakan hal yang paling penting yang harus kamu lakukan. Akuilah kebanyakan dari kita menginginkan adanya pasangan hidup supaya kita dapat mendapatkan dukungan dan motivasi kan? Nah, hal itu juga berarti bila kamu dapat menjadi orang yang supportive dan peduli sehingga akan lebih besar juga kemungkinanmu untuk menjadi kekasihnya.

Biarkan dia menjadi dirinya sendiri.

Jika kamu benar- benar mencintainya, maka kamu juga harus dapat menghargainya untuk mengizinkan dia menjadi dirinya sendiri. Lagi pula, jika memang itu merupakan hal yang baik, mengapa tidak?

Tunjukkan seberapa besar kepedulianmu.

Ada banyak sekali metode untuk menonjolkan bahwa kamu peduli. Cobalah lakukan hal – hal kecil yang dapat membantunya, yang dapat mebuat harinya menjadi lebih gampang dan menyenangkan. Lakukan sesuatu bersamanya.

Buatlah kencan yang berkesan.

Jangan kebanyakan basa- basi, bicara lah untuk menyampaikan maksudmu mengajak ia keluar berkencan denganmu. Tanyakan dengan sopan dan manis niatanmu untuk mengajaknya jalan keluar. Jika ia menjawab iya, maka kamu harus memastikan bahwa dia akan mempunyai peristiwa kencan yang berkesan denganmu. Siapkan semuanya dengan bagus, tampilah dengan rapi, sopan , dan menarik. Meskipun kalian cuma akan berpergian berdua sebentar, buatlah peristiwa tersebut sungguh berkesan sehingga akan susah baginya untuk tidak mempedulikanmu.

3. Apakah kau sudah mencintai dia dengan cara yang ideal?

Kamu harus belajar untuk mencintai dengan baik. Lalu, gimana ya caranya? Kurang lebih inilah yang harus kau lakukan :

Hargailah dia.

Jangan menghakimi selera atau pilihan-pilihan hidupnya. Berikan dia kesempatan untuk beranggapan dan menjalankan apa yang menjadi aspirasinya.


Jadilah seperti seorang teman

Seorang pasangan yang mempunyai hubungan yang langgeng merupakan pasangan yang kapabel menjadi teman yang baik bagi satu sama lain. Berlakulah seperti seorang sahabat terbaiknya, seperti jangan egois, utamakan kepentingannya di atas kepentingan pribadimu dan lain sebagainya. Menjadi teman yang baik berarti juga kamu menginginkan dia menjadi bahagia secara tulus.

Milikilah waktu untuk sendiri.

Ingat bahwa kamu merupakan dua orang yang berbeda. Tidak ada satupun orang yang yang berharap terjebak dalam sebuah hubungan yang terlalu intens. Berikanlah juga dia kesempatan untuk merasakan waktunya sendiri.
Bukan berarti dia tak mencintaimu atau kamu tak mencintainya. Ini murni mengingatkan diri bahwa kita merupakan manusia yang masih punya kebebasan.

4. Jika sudah mendapatkannya, rawatlah cintamu

Iya, hal ini perlu kamu lakukan bila kamu menginginkan sebuah hubungan tahan lama dengannya. Coba kamu lakukan hal-hal ini untuk merawat cintamu dengan dia:

Jangan meremehkan dia.

Memang seseorang dapat saja jatuh cinta padamu begitu saja. Namun apakah cintanya akan bertahan lama dikala kamu menyepelekan hal-hal yang sudah dia lakukan untukmu? Hargai dan berikan kepedulianmu yang lebih padanya. Jangan segan untuk berkata terima kasih, dan maaf dengan dirinya, lakukanlah adab saling menghargai yang baik.

Tunjukkan bahwa kau peduli tentang dia.

Jika kamu sudah menjalin hubungan dengannya, bukan berarti tak ada lagi hal yang perlu kamu lakukan. Lanjutkan kencanmu yang romantis, berikan bouquet bunga yang menawan, rencanakan candle light dinner yang romantis, ajak dia ketempat yang dia inginkan selama ini, mencoba memasak makanan kesukaannya, katakan bahwa kamu mencintainya setiap hari. Banyak sekali hal- hal manis yang dapat kamu lakukan, lakukan ini sebagai tanda bhawa kamu peduli dengan hubungan yang kalian jalani bersama.

Lakukan sesuatu di luar rutinitas kalian.

Apakah kamu selalu menjalankan hal yang sama dari waktu ke waktu ? Jangan sampai kamu terjebak dalam rutinitas, dan hasilnya kalian berdua bosan dan tanpa ada alasan yang jelas kalian berdua bertengkar karena sama- sama merasa suntuk. Cobalah cari seuatu yang menantang, yang akan menyegarkan pikiran, dan lakukan hal itu secara bersama- sama.

Buatlah sebuah komitmen.

Serius? Memang harus ya? Iya, ini penting sekali untuk memastikan bahwa hubunganmu sudah menginjak ke suatu tahap yang jauh lebih serius. Jika kamu belum siap untuk menikah, paling tidak kalian dapat bertunangan terlebih dulu. Atau jika hal ini masih juga terlalu dini untuk kalian, maka paling tidak kamu harus berani bertemu dengan orang tuanya. Ini bukanlah pilihan, tetapi memang harus kamu lakuin untuk menunjukkan bahwa kamu memang benar- benar serius menjalin hubungan dengan dia.

5. jangan lupa juga, jadilah orang yang menyenangkan dan gampang dicintai

Rasa cinta dapat saja hadir karena kamu melihat dia sebagai orang yang menarik, dan komitmen muncul disaat kamu yakin dialah seorang yang pantas untuk mengisi masa depanmu. Namun akankah dia konsisten bersamamu selamanya?

Kita tak akan pernah tahu. Hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah konsisten menjadi orang yang menyenangkan dan gampang dicintai.

Jadilah versi terbaik dari dirimu

Jika kamu berharap dia terus mencintaimu, jadilah dirimu yang terbaik, dari waktu ke waktu. Terpenting kamu selalu berupaya menjadi terbaik dari dirimu, tak peduli siapa kau kini, ia akan mencintaimu selalu dengan sendirinya.

Rawat tubuhmu

Senantiasa kebersihan dan kesehatanmu. Dengan ini, kau juga akan menunjukkan bahwa kamu kapabel merawat kebersihan dan kesehatan keluarga kalian nanti. Tampilah sebaik mungkin untuk membuatnya jatuh hati kepadamu.

Kejar mimpimu

Dengan mempunyai pasangan bukan berarti kamu tak dapat mengejar impianmu. Kamu harus konsisten menjalankan apa yang kamu lakukan, coba ingat – ingat apa impianmu yang dulu, lakukanlah. Berkaryalah dan hiduplah dengan penuh makna. Buatlah pasanganmu berbangga sebab memilikimu.

Bersikap baiklah kepada segala orang

Perlakukan orang lain sebagimana kamu ingin diperlakukan. bukankah orang yang baik selalu sukses menarik perhatian kita? oke, jika seperti itu maka mulailah lakukanlah itu.

Jadilah diri sendiri

Hal ini mungkin terdengar klasik. Namun rekomendasi ini berulang kali diberi sebab menjadi diri sendiri merupakan hal terbaik yang dapat kamu lakukan. Jangan berpura – pura menjadi orang lain hanya untuk dicintai oleh banyak orang. Pilihlah untuk menjadi diri sendiri, mungkin kamu tak akan dicintai oleh banyak orang , tetapi ia yang datang kepadamu merupakan orang yang benar- benar mencintai dirimu yang sebenarnya.
Jika kamu benar- benar berharap menemukan pasangan hidup yang baik maka tak ada salahnya kamu menjalankan hal-hal diatas. itu tidak berlebihan, karena ketulusan cintamu pasti akan kembali padamu juga, entah dari siapa saja itu.

Sama seperti ungkapan milik The Beatles, “and in the end the love you take is equal to the love you make”.
Baca selengkapnya »
7 Alasan Untuk Menghindari Mudahnya Kata Putus Saat Marah

7 Alasan Untuk Menghindari Mudahnya Kata Putus Saat Marah


Bagaikan batu kerikil di sepanjang perjalanan, pertengkaran di dalam sebuah hubungan itu memang tak dapat dihindarkan. Dengan pertengakaran ini lah kamu dan dia juga bisa saling mengenal satu sama lain. Namun ketika emosi sudah saling memuncak, maka pertengkaran kalian tak akan mampu menemukan kata damai. Bahkan kalian justru berakhir dengan marahan dan tak jarang dengan aksi saling diam.

Momen seperti ini pun terkadang kamu gunakan sebagai aksi merajuk yang sebenarnya bisa di katakan kelewatan. Kamu merajuk dan bermain-main dengan kata putus untuk kepuasan hati sebagai seorang pasangan. Iya, kamu selalu puas dengan bermain kata putus karena pasanganmu akan selalu kembali lagi kepadamu. Lalu bagaimana jika semesta mengubah jalan pikirannya? Mungkin kamu dan dia tidak ada harapan lagi untuk bersama. Oleh sebab itu, bermain-main dengan kata putus itu sama sekali tidak ada faedahnya. Buat kamu yang masih mempertanyakan mengapa, kamu bisa baca dulu hal-hal di bawah ini. Siapa tahu kamu jadi tersadar dan tidak mudah berkata minta putus lagi.

1. Kalau ingin menguji keseriusan pasanganmu, bukan begini caranya. Masih ada cara lain yang lebih elegan selain mengumbar pisah saat marahan


Terlalu mudah mengancam untuk minta pisah sering kali diibaratkan sebagai sebuah pengujian. Kamu menggunakan alasan menguji keseriusan pasanganmu agar kamu bisa melontarkan kata putus saat marahan. Padahal, sebenarnya masih ada berbagai macam cara yang lebih elegan untuk menguji keseriusan pasanganmu. Salah satunya dengan melihat hal-hal yang pernah dia lakukan untukmu. Kalau selama ini dia tulus saat bersamamu dan tidak pernah bertingkah yang merugikanmu, sangat jelas sudah kan keseriusannya? Tidak perlu menggunakan alasan minta pisah segala demi tahu seberapa serius dia denganmu.

2. Mengobral kata pisah merupakan bukti nyata bahwa kamu belum dewasa. Kalau sedikit-sedikit minta pisah, bagaimana bisa punya masa depan berdua?


Menjalani hubungan dengan dewasa biasanya lebih memiliki kesempatan untuk bersama seterusnya. Karena hubungan yang dewasa ini jelas jauh dari drama. Tapi jika kamu sangat mudah minta putus ini mencerminkan hubungan yang tak dewasa. Kamu lebih mementingkan ego dan gengsi daripada pasanganmu sendiri. Buktinya kamu tak segan-segan meminta pisah hanya karena masalah yang belum atau tidak terselesaikan. Kalau sedikit-sedikit minta putus seperti ini, kesempatan untuk bersama sampai tua nanti akan semakin kecil terbuka.

3. Main-main dengan kata pisah itu nggak ada manfaatnya. Kamu justru dianggap pribadi yang sering menekan pasangan


Segala sesuatu yang dilakukan memang seharusnya mempunyai manfaat. Agar kamu tak sia-sia mengeluarkan tenaga dan waktu serta tak ada orang lain yang merasa dirugikan. Sekarang coba kamu pikirkan dan renungkan lagi. Permintan dikit-dikit pisah ini apakah ada manfaatnya bagi dirimu dan pacar? Kalaupun ada manfaatnya pasti kecil sekali dan lebih banyak merugikannya. Sudah sedikit sekalj manfaat, kamu juga akan mendapat predikat pribadi yang kurang menyenangkan, yaitu suka menekan pasangan.

4. Dikit-dikit minta pisah saat marahan jelas bukan prestasi. Justru itu sesuatu yang tidak layak kamu banggakan, tapi perlu dikurangi


Kalau alasanmu dikit-dikit minta pisah hanya untuk memiliki sesuatu yang dibanggakan, mungkin kamu sangat perlu kurangi dari sekarang. Karena hal yang kamu lakukan itu jelas bukan prestasi. Kamu justru mencederai hubungan kalian dari dalam. Sebab kata pisah seharusnya dihindari, bukan diulang-ulang bahkan di gunakan sebagai bentuk ancaman seperti ini. Kalaupun kamu mau punya prestasi dalam hubungan, buang jauh-jauh kata pisah agar nantinya bisa sama-sama bersanding di pelaminan. Itu baru sebuah hal yang patut dibanggakan.

5. Bisa jadi cintamu dengan pasangan akan dipertanyakan. Sebab kalau kamu benar-benar cinta, kata pisah tak akan keluar begitu saja


Ketika tutur kata sangat mudah untuk meminta pisah, hal itu juga bisa diindikasikan rasa cintamu yang mulai surut. Yaa, masalahnya sekarang bukan lagi ada di diri pasangan. Tapi padamu yang diam-diam sudah tidak lagi cinta hanya saja kamu tak ingin mengakuinya. Mungkin kamu tak mau sendiri karena belum siap melepas status pacaran. Atau bisa jadi kamu sebenarnya tidak mau merasa bersalah dan ingin di akhiri lebih dulu. Padahal di tiap pertengkaran, kamu selalu bawa-bawa kata pisah sedangkan pasanganmu justru yang mencoba menenangkan.

6. Kamu tidak akan pernah tahu isi kepala pasanganmu. Kalau dia benar-benar sudah lelah, bisa jadi kata pisah darimu segera dia iyakan


Alasan lain jangan main-main dengan kata pisah adalah kamu tidak pernah tahu apa sebenarnya isi kepala pasanganmu. Biarpun dari luar dia terlihat tak mau kehilanganmu, tapi siapa tahu jauh di lubuk hati, dia sudah lelah sekali. Lelah dengan drama yang kamu ciptakan dan tak habis-habis ini. Parahnya, kalau kamu tidak juga sadar sementara pasanganmu sudah di penghujung sabar, bisa jadi dia akan rela melepaskanmu. Niat awal yang hanya main-main berbuah retaknya hubungan kalian. Seram bukan?

7. Kamu juga bisa jadi pihak yang paling menyesal. Karena sudah seenak hati bilang pisah demi menuruti gengsi diri


Kalau pasanganmu mengikuti permainan mending pisah saja ini, kamu bisa jadi pihak yang paling menyesal. Sebab kata pisah yang keluar dari mulutmu itu sebenarnya hanya gertakan saja. Tapi malah dianggap serius dengan pasanganmu. Apa yang dulu dibangun bersama, hancur seketika. Sirna sudah segala mimpi yang dulu sempat dibayangkan berdua.
Baca selengkapnya »
15 Tanda Pasangan Selingkuh

15 Tanda Pasangan Selingkuh


Orang yang sudah terikat dalam suatu relasi bukan berarti tidak dapat berminat pada orang lain yang bukan pacarnya. Situasi hal yang demikian hakekatnya normal, asalkan tidak dibolehkan berkembang terlalu jauh dan melakukan sesuatu yang dapat merusak hubungannya dengan pacar terdahulu.

Apakah akhir – akhir ini Anda merasa ada yang tidak beres mengenai relasi dengan pacar, seumpama tak jarang terjadi perkelahian, perubahan sikap, atau hal yang janggal lainnya? Lazimnya, seseorang dapat menikmati apabila ada hal janggal yang terjadi dalam hubungannya dengan pacarnya. Namun apabila cuma sebatas perasaan tidak sedap tentunya akan sulit mempertimbangkan apakah pacar Anda benar selingkuh atau tidak. Terburu – buru mengambil ringkasan yang salah akan berpengaruh buruk bagi relasi Anda dengan pacar. Sebab itu usahakan kenali terutama dulu ciri – ciri pacar selingkuh seperti berikut ini:

1. Mengubah Penampilan

Penampilan pacar mendadak berubah gayanya dari yang umum. Seumpama, tiba – tiba ia bersuka ria mengaplikasikan baju yang up to date, sedangkan sebelumnya cuma suka busana yang sederhana. Atau penampilan yang lebih rapi dan wangi dari lazimnya. Sederhananya, ia berupaya tampil lebih menarik dan keren, sedangkan selama ini anjuran Anda untuk merubah penampilan tidak digubris.

2. Susah Dihubungi dan Kali Menghilang

Ciri – ciri pria selingkuh yaitu tidak seperti lazimnya, apabila ia benar-benar gampang dihubungi, sekarang tiba – tiba sulit. Telepon tak jarang tidak tersambung, usaha Anda untuk mengontaknya dengan metode lain misal sms dan media sosial lainnya tak jarang menemui jalan buntu alias tidak dibalas. Anda tak jarang kehilangan kontak dengannya untuk sebagian waktu dan tidak dapat ditunjukkan sebabnya.

3. Menjauh

Sekiranya sebelumnya ia benar-benar aktif berbagi cerita dengan Anda, akhir-akhir ini ini ia lebih pendiam dan tidak mau bercerita tentang apapun. Diajak bicara pun sulit, Anda merasa ia menjauh perlahan – lahan. Dapat jadi pikirannya sedang tidak bersama Anda. Sekiranya yang bersikap semacam ini yaitu wanita, maka metode meluluhkan hati wanita yang cuek sepatutnya dipikirkan untuk merebut kembali perhatiannya.

4. Kali Membatalkan Komitmen

Komitmen yang sudah dihasilkan dan direncanakan dengan bagus, tiba – tiba dibatalkan sepihak olehnya. Dan hal ini sudah terjadi berulang kali akhir-akhir ini ini. Anda sepatutnya mencari tahu apa yang membuatnya membatalkan janji sesering itu. Mungkin Anda dapat mencoba kata sindiran untuk pacar cuek untuk membuatnya menyadari bahwa Anda tahu ada sesuatu yang tidak beres.

5. Naik Tanpa Sebab

Akhir-akhir ini Anda dan pacar tak jarang berkelahi sebab pacar tak jarang berang tanpa sebab. Ada kekeliruan sedikit saja, ia seketika bereaksi emosionil. Sepertinya ia senantiasa tidak tabah menghadapi Anda. Sekiranya demikian, hal ini perlu ditelusuri penyebabnya, dan Anda juga dapat mencoba metode merayu pria yang lagi berang.

6. Perhatiannya Berkurang

Ciri – ciri pria cuek tapi sayang akan masih terasa perhatiannya sedangkan sedikit. Pria yang berselingkuh berbeda. Sekiranya dulu ia dapat menelepon atau berkirim pesan sebagian kali sehari, akhir – akhir ini benar-benar jarang pun hampir tidak ada. Sekiranya menanyakan isu dan keseharian Anda, pun jarang mengajak bertemu atau berbincang-bincang. Kalaupun bertemu, sikapnya dingin dan terkesan tidak berpusat pada Anda. Sekiranya ini yang terjadi, carilah metode supaya pacar tidak cuek lagi pada Anda, dan lambat laun menumbuhkan kembali rasa pedulinya terhadap Anda.

7. Cara Bicara Berubah

Cara bicara tiap-tiap orang akan menyesuaikan diri dengan lawan bicaranya secara otomatis. Jadi apabila pacar yang umum mengaplikasikan kata ‘aku’ apabila bicara dengan Anda, tiba – tiba menyebut dirinya dengan ‘aku’ seumpama, dan sudah terjadi cukup tak jarang, maka Anda sepatutnya curiga dan mencari tahu sebabnya. Pikirkanlah metode menghindari persoalan dengan pacar supaya kejanggalan yang dinikmati tidak menjadi makin berlarut – larut.

8. Salah Mengirim Pesan

Suatu ketika Anda mendapati pesan dari pacar terhadap Anda yang isinya sama sekali bukan untuk Anda dan bernada mesra. Dapat saja pesan itu dikirim oleh pacar terhadap selingkuhannya, tapi ia salah mengirimnya terhadap Anda.

9.Menjauhkan Handphonenya dari Anda

Sebelumnya sang pacar tidak pernah keberatan apabila Anda meraba pun memainkan telepon genggamnya. Akan tapi akhir-akhir ini ini ia tiba – tiba menyembunyikan telepon genggamnya dari Anda, pun memberinya kata sandi yang Anda tidak tahu sehingga sulit dibuka.

10. Ketahuan Sekiranya

Ciri – ciri pria yang jujur salah satunya yaitu pada ceritanya yang senantiasa konsisten. Pacar berubah dari sosok yang senantiasa jujur pada Anda mendadak berubah menjadi seseorang yang banyak berbohong. Ceritanya tentang suatu hal dapat berubah – ubah dan tidak sama ketika Anda berupaya memastikannya. Sekiranya hal seperti ini terjadi, Anda sepatutnya seketika mencari tahu penyebab di balik itu, apakah benar ia berbohong sebab selingkuh. Kenalilah ciri – ciri wanita berbohong dengan bagus supaya tidak terjebak kebohongannya.

11. Menjadi Penuntut

Tiba- tiba, banyak hal yang dituntutnya dari Anda. Sekiranya sebelumnya ia senantiasa terlihat santai dan tidak banyak permintaan, sekarang mendadak ia minta Anda melakukan banyak hal dan mempermasalahkan kekurangan Anda. Sekiranya menuntut Anda untuk memenuhi hal – hal yang dulu tidak pernah ia permasalahkan. Untuk wanita, ini dapat menjadi pedoman dari ciri – ciri wanita sudah bosan dengan pasangannya.

12. Telepon Rahasia

Salah satu alasan pacar cuek dengan Anda ketika menerima telepon misterius yaitu apabila yang menelepon yaitu selingkuhannya. Sekiranya sebelumnya ia dengan bebas menerima telepon dari manapun didepan Anda, sekarang tak jarang ada telepon misterius yang membuatnya sepatutnya pindah daerah untuk menjawabnya, menjauhi Anda. Sekiranya Anda berupaya mengenal isi telepon hal yang demikian, ia akan bersikap defensif dan cenderung merasa urusannya dicampuri.

13. Seumpama Hobi Baru

Anda takjub ketika mengenal pacar memiliki kesenangan baru yang tidak Anda ketahui. Seumpama ia mendadak jadi bersuka ria memancing dan benar-benar getol sedangkan sebelumnya Anda tahu ia benci sekali apabila diajak memancing. Perubahan kegemaran yang drastis ini dapat jadi sebab ada seseorang lain yang memberinya motivasi untuk suka aktivitas memancing sebagai metode menghabiskan waktu dengannya.

14. Kali Seputar Lazimnya Putus

Entah mengapa, akhir-akhir ini ini pacar tak jarang mengajak bicara tentang bagaimana apabila relasi kalian usai. Lazimnya diskusi ini tidak diberi tahu dengan serius, tapi bergurau, sebab ia sendiri tidak yakin apakah benar berharap mengakhirinya. Sekiranya cuma berharap tahu pendapat Anda untuk menjadi bahan pertimbangannya, siapa yang sepatutnya ia pilih. Kenali juga penyebab pria mempertimbangkan wanita untuk mencegah hal hal yang demikian terjadi apabila Anda masih berharap bersama dengan pacar.

15. Perubahan Sikap

Waspadai apabila pacar menampakkan perubahan sikap secara drastis. Sikapnya yang umum benar-benar mesra, tiba – tiba menjadi cuek dan sebaliknya, dari yang terbiasa cuek mendadak menjadi mesra sekali. Dapat jadi sang pacar sedang berupaya menebus rasa bersalahnya terhadap Anda atau pun sedang berupaya memperbaiki tindakannya yang berselingkuh dengan bersikap kasar, seumpama tak jarang mengeluarkan ucapan yang menyakitkan hati.

Anda sudah mengenal dengan pasti bahwa pacar memang selingkuh, metode mempertahankan relasi yang sudah lama yaitu dengan berupaya merebut kembali hatinya. Selingkuh memang akan menjadi penyebab relasi renggang dengan pacar. Tunjukkanlah bagaimana ia akan benar-benar rugi apabila kehilangan Anda. Anda sepatutnya tegar, jangan sampai Anda terbawa perasaan. Bahaya baper dapat mengacaukan usaha untuk mendekatinya kembali. Tampilkan mutu terbaik Anda sebagai pacar sehingga ia ingat terhadap apa yang membuatnya memilih Anda sebagai pacarnya dulu.
Baca selengkapnya »
6 Cara Terbaik Agar Dia Bersyukur Memiikimu Jadi Pendamping Sampai Mati

6 Cara Terbaik Agar Dia Bersyukur Memiikimu Jadi Pendamping Sampai Mati


Menentukan berumah tangga tentu bukanlah perkara yang gampang. Banyak yang semestinya dipertimbangkan sebelum hubunganmu naik ke jenjang berikutnya. Nggak hanya siap lahir melainkan batin. Nggak hanya siap dari segi mental melainkan juga lahiriah. Itulah mengapa banyak yang memilih untuk memantaskan diri terutamanya dulu. Mempersiapkan diri menjadi suami atau seorang istri. Persiapan ini tentu tujuannya supaya kelak, dikala berumah tangga, kau dan ia nggak canggung lagi atau nggak perlu meraba-raba lagi bagaimana supaya rumah tanggamu berjalan dengan bagus dan bahagia. Nggak ada yang bilang hidup berumah tangga itu gampang ya.

Dan dikala kau berkeinginan berperan sebagai seorang ibu rumah tangga, kau nggak semestinya menunggu momen itu datang terutamanya dulu. Pun, sebaliknya kau sudah bersiap semenjak kau dan ia belum naik pelaminan. Kamu tentu berkeinginan menjadi seorang ibu rumah tangga yang bagus bukan? Berkeinginan membikin ia yang sudah memilihmu berterima kasih sebab keputusannya ideal. Oleh sebab itu, sebelum hubunganmu dan ia naik ke jenjang yang lebih serius lagi, pastikan kesanggupan berikut ini sudah kau kuasai.

1. Saat berumah tangga nanti, kau yaitu seorang akuntan. Dapat mengontrol keuangan dengan bagus yaitu kunci supaya hidup kalian berkecukupan

Ibarat sebuah perusahaan, tentu ada sistem keuangan yang semestinya dikelola. Bagaimana mengontrol pemasukan maupun pengeluaran. Kamu tersebut menjadi hal yang penting dan peka. Sebab masa depan perusahaan, apakah cakap bertahan atau nggak, juga tergantung bagaimana keuangan tersebut dapat dikontrol.

Begitupun dengan rumah tangga. Dalam kehidupan yang lebih rumit ini, kau sebagai istri sekalian ibu rumah tangga, juga berperan sebagai seorang akuntan. Kamulah nantinya yang akan mengurus keuangan rumah tanggamu. Berapa pemasukan tiap bulannya, dan bagaimana uang tersebut dipergunakan. Dan berapa uang yang dapat kau sisihkan untuk ditabung. Kamu tersebut nggak dapat kau pelajari setelah menikah aja. Lebih bagus dari kini kau udah merajai skill tersebut. Kamu dapat mempelajarinya dari mengelola gajimu misalnya. Kamu kau sudah terbiasa, karenanya nanti kehidupan rumah tanggamu tentu sedikit lebih gampang.

2. Kamu semestinya cakap multitasking. Mengurus dua profesi sekalian seperti halnya mencuci di sela-sela menyiapkan makanan

Sebab kau masih berstatus pacaran, tentu bukanlah tanggung jawabmu sepenuhnya untuk merawat pasanganmu. Sebab kalian belum terjalin ikatan yang legal. Seumpama nanti, dikala berumah tangga, kau akan bertanggung jawab penuh terhadap keluarga kecilmu. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Apalagi kalau udah punya si kecil, tentu profesi rumahmu akan kian bertambah.

Bagimu yang lebih memilih untuk melaksanakannya sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga, tentu kau semestinya punya skill ini: melaksanakan dua hal sekalian dalam satu waktu. Kamu ini dikarenakan jadwalmu yang lumayan padat. Kamu, dikala kau memasak, kau dapat besih-bersih rumah. Atau dikala kau sedang mencuci, kau dapat menyiapkan makanan di sela-sela pekerjaanmu. Mungkin menonjol gampang, melainkan kalau nanti udah dikejar waktu, kau bakal tahu alasannya mengapa kesanggupan seperti ini sebaiknya diasah dari kini.

3. Kamu diri dari godaan diskon besar-besaran. Kamu semestinya mengerti kebutuhan mana yang semestinya didahulukan

Sebagai seorang cewek, entah mengapa berbelanja menjadi sesuatu yang menyenangkan. Atau pun dapat menjadi penghilang stres. Membeli sebagian barang akan membuatmu merasa terpuaskan. Apalagi kalau sedang ada diskon. Duh, pasti kau pengen borong semuanya ‘kan?

Nah, tradisi ini sebaiknya kau kurangi mulai dari kini. Kamu semestinya dapat menahan godaan diskon-diskon besar. Sebab rumah tanggamu juga butuh biaya supaya dapat terus berjalan. Mulai kurangi membeli barang-barang yang diinginkan melainkan tidak dibutuhkan sama sekali. Memang susah sih menutup mata dari diskon gila-gilaan. Melainkan kau semestinya dapat menahan diri dan memikirkan kebutuhan apa saja yang semestinya didahulukan.

4. Dapat menempatkan diri itu perlu. Ada saatnya kau menjadi seorang istri bagi suami dan ibu bagi anakmu

Mungkin dulu, status resmimu hanya sebagai seorang si kecil dari kedua orang tuamu. Melainkan nanti, setelah berumah tangga, kau akan memiliki status yang lebih banyak lagi. Mengatasi dari ayah dan ibumu, istri bagi suamimu, menantu bagi mertuamu, dan ibu bagi si kecil-anakmu.

Kamu ini sebenarnya dapat dilaksanakan secara bersama. Seumpama nanti ada kalanya kau semestinya piawai-piawai menempatkan dirimu dalam bersikap. Ada kalanya kau semestinya mendahulukan kemauan suamimu, ada kalanya kau menomorsatukan kepentingan anakmu, dan lain sebagainya. Di sini, kau dituntut untuk dapat melaksanakan peran-peran tersebut tanpa ada yang merasa dirugikan. Jadi mulai dari kini, kau semestinya dapat menetapkan hal mana yang semestinya didahulukan tanpa membikin hal lainnnya menjadi terabaikan ya.

5. Sebab dilema secara bersama lebih penting ketimbang kau sendiri yang menanganinya. Kemampuanmu berbagi seperti inilah yang dibutuhkan

Waktu masih pacaran dulu, dikala ada dilema, kau acap kali memecahkannya sendiri. Di satu sisi, hal ini tentu bagus, sebab kau membuktikan kalau kau yaitu seorang cewek yang mandiri. Melainkan di sebagian dilema, sebaiknya kau memecahkannya dengan pasanganmu. Apalagi dikala kalian sudah legal menjadi sepasang suami istri. Kemampuanmu dalam berbagi terhadap pasangan betul-betul dibutuhkan. Jangan sampai kau hanya berbagi kebahagiaan saja, melainkan dikala rumah tanggamu bermasalah, kau hanya mencoba untuk memecahkannya sendiri. Bukankah dulu waktu mengikat janji suci kalian bersepakat akan saling menguatkan di dikala suka maupun kesedihan?

Oleh sebab itu, dikala ada dilema-dilema yang melibatkan rumah tanggamu, coba bicarakan dengan sang suami. Kemampuanmu untuk berbagi dan mencari jalan keluarnya dapat diasah dari kini. Kamu kalau ada dilema yang sedang mendera kekerabatan kalian. Sebab saking sayangnya kau pada pasangan, bukan berarti hubunganmu semestinya menonjol bagus-bagus saja bukan?

6. Mulai mengontrol ego dan emosi diri sendiri. Ujian rumah tangga nggak semudah tambah kurang kali bagi

Kamu pasti mengerti, dikala hubunganmu naik jenjang, tentu semuanya juga akan naik satu tingkat, termasuk dilema yang akan kalian hadapi. Sepertinya nggak ada rumah tangga yang nggak dirundung dilema. Sebab sebenarnya, dilema itulah yang akan kian mengokohkan biduk rumah tangga kalian. Tinggal bagaimana kau dan pasangan dapat mengatasi itu.

Dan disini, yang akan dipertanyakan yaitu bagaimana kau dapat mengontrol ego dan emosi pasanganmu. Tentunya sebelum itu kau semestinya menetapkan kalau kau sudah dapat mengontrol ego dan emosi dirimu sendiri. Kamu tahu kapan semestinya mengalah, dan kau mengerti kapan semestinya bersikap tegas.
So ladies, kalau kau udah mengasah kesanggupan-kesanggupan ini dari kini, sebelum ia menikahimu, tentu rumah tanggamu nantinya dapat sedikit dimudahkan. Dan yang pasti, ia nggak menyesal sudah memilihmu sebagai pendamping seumur hidupnya.
Baca selengkapnya »
5 Tanda Hubunganmu Percuma, Meskipun Sudah Menjalin Hubungan Lama

5 Tanda Hubunganmu Percuma, Meskipun Sudah Menjalin Hubungan Lama


Mempunyai hubungan yang mampu bertahan selama bertahun-tahun tentu menjadi hal yang diinginkan tiap pasangan. Dan sekiranya kau mampu menjalin kisah cinta yang langgeng dengan pacarmu, banyak orang bilang kau termasuk yang beruntung. Karena mempertahankan hubungan sampai bertahun-tahun jadi usaha yang tidak pernah gampang.

Namun sayangnya, tidak seluruh hubungan yang mampu bertahan sampai tahunan bisa dibilang sebagai hubungan yang idaman. Setidaknya sekiranya ada 5 pedoman ini, mungkin hubunganmu yang berjalan tahunan ini terasa sia-sia.

1. Sekalipun sudah pacaran lama, kalian masih kerap berkelahi cuma sebab keadaan sulit sepele

Pertengkaran sebab hal sepele masih kerap kau dan dia alami. Malah tidak jarang kau berpolemik sebab hal lain seperti dia yang kerap datang terlambat, atau kau yang senantiasa lama dikala membalas chat. Pertengkaran yang hakekatnya tidak lagi pantas diperdebatkan untuk kau yang sudah pacaran bertahun-tahun.

Masih memperdebatkan hal sepele itu menggambarkan bahwa hubunganmu tidak mengajarkan kedewasaan. Kamu masih keras kepala atau dia yang tetap tidak pernah bisa mengalah.

Jika hubunganmu tidak menghasilkan kau sebagai seseorang yang lebih bagus, tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang masih bisa kau pertahankan dengan tetap bersamanya? Bertahun-tahun saling mengetahui tidak menghasilkan kalian lebih memahami masing-masing.

2. Perasaan sudah tidak sehangat dulu. Pacaran cuma untuk status dan kancah pamer kemesraan

Bertahun-tahun bersama dengan orang yang sama, dan dengannya pula kau melewati banyak lika-liku kehidupan. Tak senantiasa manis, kadang malah kalian berkelahi lengkap dengan air mata dan hardikan di antaranya. Pertengkaran memang jadi hal yang umum dalam sebuah hubungan. Namun bagi kau dan dia, perkelahian cuma berkutat pada hal-hal itu saja.

Pada masa permulaan pacaran, perasaan hangat senantiasa berdesir di dada tiap kali di dekatnya. Semakin lama, rasa greget itu sirna dengan sendirinya. Jika ditanya apa alasanmu tetap bersama, mungkin supaya status tidak jomblo dan takut kesepian. Kamu malah masih mau memamerkan hubunganmu yang ‘menonjol bagus’ di depan banyak orang. Kebanggaan atas hubungan langgeng sampai bertahun-tahun membuatmu berbangga sebab kau ternyata loyal.

Ah, hakekatnya apa salahnya dengan status jomblo, sampai kau mengorbankan perasaanmu sebab takut sendiri? Kamu malah tidak akan bergembira dengan terus mempertahankan kepura-puraan itu. Hubunganmu memang sudah lama terjalin, namun bukan berarti dia sumber kebahagiaanmu satu-satunya.

3. Kamu mulai merasa berjuang sendirian. Pendampingan tidak lagi kau rasakan

Kamu pasti tahu, sekiranya mempertahankan sebuah hubungan itu tidak pernah gampang. Banyak hal yang kadang patut dikorbankan demi mempertahankan keutuhannya. Dan kau, sekarang mulai menyadari bahwa sudah banyak hal yang kau relakan untuk memperjuangkan dia supaya tetap di sisi.

Namun lama-lama kau merasa bahwa perjuanganmu ini kau lakukan sendirian. Pendampingan darinya yang dulu senantiasa ada, sekarang tidak lagi kau rasakan. Jangan bertahan padanya cuma sebab sudah bertahun-tahun bersama.

Mempertahankan sebuah hubungan butuh dua kepala untuk saling memikirkan masa depan, dua tubuh yang mau sama-sama bergerak untuk melindungi, dan dua hati yang masih saling mencintai.

4. Hubungan kalian malah cuma jalan di daerah dan tidak saling menawarkan janji yang terang

Selama menjalin hubungan sekian tahun ini, kau dan dia sudah mengalami banyak hal. Baik menyukai maupun duka. Bisa dibilang kau yakni orang kedua yang paling paham dia kecuali keluarganya. Namun entah sebab sudah terlalu nyaman atau lupa memikirkan masa depan, hubungan kalian yang sudah berjalan sampai tahunan tidak punya janji yang terang.

Saat kau bertanya mau dibawa kemana hubungan ini, dia senantiasa menjawab nanti. Kamu digantung tanpa kepastian. Meski sudah tahunan, yakin akan terus bertahan dengan situasi seperti ini?

5. Dan di dalam hati diam-diam kau kerap bertanya, “Apa memang dia orangnya?”

Melalui lebih dari ratusan hari bersama dia, mengajakmu lebih menyelami menyukai dan duka. Kamu bersedia mendampingi jatuh dan bangunnya, semacam itu juga dia yang mau mendampingi seluruh susah dan senangmu. Hubungan kalian, mampu bertahan dengan banyaknya cobaan yang semesta berikan.

Sayangnya, hubunganmu tidak pernah menawarkan kejelasan. Membisu-diam malah kau menyimpan keraguan. Meski hubungan ini sudah berjalan lama, namun entah mengapa keyakinan itu tidak juga datang. Kamu malah kerap bertanya, “Apa memang dia orangnya?”.

Menjalin hubungan bertahun-tahun, bukanlah jaminan bahwa kau bisa terus bergembira bersamanya. Kamu terlalu berharga untuk tetap bertahan pada hubungan yang tidak mempunyai masa depan.
Baca selengkapnya »

Jasa Pelet