5 Penjelasan Dibalik Alasan Seorang Muslim Dilarang Mengucapkan Selamat Natal

5 Penjelasan Dibalik Alasan Seorang Muslim Dilarang Mengucapkan Selamat Natal


Mungkin tidak usang lagi, dapat terdengar, dapat terpampang goresan pena yang dibaca “Merry Christmas”, atau yang bermakna Selamat Hari Natal. Dan biasanya, momen ini disandingkan bersama dengan ucapan Selamat Tahun Baru.

Sebagian orang menganggap ucapan semacam itu tidaklah bermasalah, apalagi yang yang beropini demikianlah ialah mereka orang-orang kafir. Namun perihal ini menjadi masalah yang besar, ketika seorang muslim mengucapakan ucapan selamat terhadap perayaan orang-orang kafir.

Dan ada juga berasal dari satu} di pada kaum muslimin, beropini nyeleneh sebagaimana pendapatnya orang-orang kafir. Dengan alasan toleransi di dalam beragama!? Toleransi beragama bukanlah serupa kesabaran yang tidak ada batasnya. Namun toleransi beragama dijunjung tinggi oleh syari’at, asal di dalamnya tidak terdapat penyelisihan syari’at. Bentuk toleransi bisa juga bentuknya ialah melewatkan saja mereka berhari raya tanpa turut serta di dalam program mereka, juga tidak perlu ada ucapan selamat.

Islam mengajarkan kemuliaan dan akhlak-akhlak terpuji. Tidak cuma perlakuan baik terhadap sesama muslim, tetapi juga kepada orang kafir. Bahkan seorang muslim direkomendasikan berbuat baik kepada orang-orang kafir, selama orang-orang kafir tidak memerangi kaum muslimin.

Allah Ta’ala berfirman,

لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Allah tak ada melarang kau untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tak ada memerangimu alasannya agama dan tidak (pula) mengusir kau dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah: 8)

Namun perihal ini dimanfaatkan oleh berasal dari satu} orang untuk menggeneralisir perilaku baik yang perlu dijalankan oleh seorang muslim kepada orang-orang kafir. Sebagian orang menganggap bahwa mengucapkan ucapan selamat hari natal ialah suatu bentuk kelakuan baik kepada orang-orang nashrani. Namun patut dibedakan pada berbuat baik (ihsan) kepada orang kafir bersama dengan bersikap loyal (wala) kepada orang kafir.

Alasan Terlarangnya Ucapan Selamat Natal

1- Bukanlah perayaan kaum muslimin

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa perayaan bagi kaum muslimin cuma ada 2, yaitu hari ‘Idul fitri dan hari ‘Idul Adha.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba ke Madinah, masyarakat Madinah membawa dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di era jahiliyah. Maka dia berkata : Aku tiba kepada kalian dan kalian membawa dua hari raya di era Jahiliyah yang kalian mengisi bersama dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya bersama dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri” (HR. Ahmad, shahih).

Sebagai muslim yang ta’at, cukuplah panduan Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjadi sebaik-baik petunjuk.

2- Menyetujui kekufuran orang-orang yang merayakan natal

Ketika ketika mengucapkan selamat atas sesuatu, terhadap hakekatnya kami menawarkan suatu ucapan penghargaan. Misalnya ucapan selamat kepada kawan baik yang telah lulus dari kuliahnya ketika di wisuda.

Nah,begitu juga bersama dengan seorang yang muslim mengucapkan selamat natal kepada seorang nashrani. Seakan-akan orang yang mengucapkannya, menyematkan kalimat oke dapat kekufuran mereka. Karena mereka menganggap bahwa hari natal ialah hari kelahiran dewa mereka, yaitu Nabi ‘Isa ‘alaihish shalatu wa sallam. Dan mereka menganggap bahwa Nabi ‘Isa ialah dewa mereka. Bukankah perihal ini ialah kekufuran yang amat terang dan nyata?

Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6).

3- Merupakan perilaku loyal (wala) yang keliru

Loyal (wala) tidaklah serupa bersama dengan berbuat baik (ihsan). Wala membawa arti loyal, menolong, atau memuliakan orang kami cintai, agar andaikan kami wala terhadap seseorang, dapat tumbuh rasa cinta kepada orang tersebut. Oleh alasannya itu, para kekasih Allah juga disebut bersama dengan wali-wali Allah.

Ketika kami mengucapkan selamat natal, perihal itu bisa menumbuhkan rasa cinta kami perlahan-lahan kepada mereka. Mungkin berasal dari satu} kami mengingkari, yang diucapkan cuma semata-mata di mulut saja. Padahal seorang muslim diperintahkan untuk mengingkari sesembahan-sesembahan oarang kafir.

Allah Ta’ala berfirman,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَاء مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu terhadap Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kau dari daripada apa yang kau sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah faktual pada kami dan kau permusuhan dan kebencian bikin selama-lamanya hingga kau beriman kepada Allah saja.” (Qs. Al Mumtahanah: 4)

4- Nabi melarang mendahului ucapan salam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara di dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167). Ucapan selamat natal juga di di dalam larangan hadits ini.

5- Menyerupai orang kafir

Tidak samar lagi, bahwa berasal dari satu} kaum muslimin turut berpartisipasi di dalam perayaan natal. Lihat saja ketika di pasar-pasar, di jalan-jalan, dan sentra perbelanjaan. Sebagian dari kaum muslimin ada yang memakai pakaian bersama dengan pakaian khas perayaan natal. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kaum muslimin untuk serupa kaum kafir.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang serupa suatu kaum, maka dia juga bab dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Pembicaraan Kelahiran Isa di dalam Al Qur’an

Bacalah kutipan ayat di bawah ini. Allah Ta’ala berfirman,

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا (22) فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا (23) فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا (24) وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا (25)

“Maka Maryam mengandungnya, lantas ia mengasingkan diri bersama dengan kandungannya itu ke kawasan yang jauh. Maka rasa sakit dapat melahirkan anak memaksa ia (bersandar) terhadap pangkal pohon kurma, dia berkata: ‘Aduhai, alangkah baiknya saya mati sebelum ini, dan saya menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.’ Maka Jibril menyerunya dari kawasan yang rendah: “Janganlah kau bersedih hati, bergotong-royong Tuhanmu telah membawa dampak anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, pasti pohon itu dapat menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam: 22-25)

Kutipan ayat di atas membuktikan bahwa Maryam memiliki kandungan Nabi ‘Isa ‘alahis salam terhadap ketika kurma sedang berbuah. Dan ekspresi dominan ketika kurma berbuah ialah ekspresi dominan panas. Makara selama ini natal yang diidetikkan bersama dengan ekspresi dominan masbodoh (winter), ialah suatu perihal yang keliru.

Penutup

Ketahuilah wahai kaum muslimin, persoalan yang remeh bisa menjadi persoalan yang besar kecuali kami tidak mengetahuinya. Mengucapkan selamat terhadap suatu perayaan yang bukan berasal dari Islam saja terlarang (semisal ucapan selamat lagi tahun), bagaimana lagi mengucapkan selamat kepada perayaan orang kafir? Tentu lebih-lebih lagi terlarangnya.

Meskipun ucapan selamat semata-mata sebuah ucapan yang ringan, tetapi menjadi masalah yang berat di dalam perihal aqidah. Terlebih lagi, kecuali ada di pada kaum muslimin yang menolong perayaan natal. Misalnya bersama dengan menolong mengembangkan ucapan selamat hari natal, boleh menjadi berwujud spanduk, baliho, atau yang lebih kritis lagi menggunakan pakaian khas program natal (santa klaus, pent.)

Allah Ta’ala telah berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kau di dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan bahu-membahu di dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2).
Baca selengkapnya »
10 Cara Memantaskan Diri untuk Menyambut Jodoh Idaman

10 Cara Memantaskan Diri untuk Menyambut Jodoh Idaman


Mendapatkan pasangan yang kamu idamkan adalah kebahagiaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Menemukan seseorang yang bisa mendampingi dan menerima segala kelebihan dan kekuranganmu memang wajib patut disyukuri.

Pertanyaannya, bagaimana kamu bisa mendapatkan pasangan yang kamu harapkan? Jodoh, banyak orang bilang adalah cerminan dari kepribadianmu sendiri. Orang yang akan berdiri di sampingmu tidak akan jauh-jauh dari gambaran pribadimu. Kali ini saya akan berbagi cara bagaimana memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang sesuai harapanmu.

1. Selesaikan urusan dengan dirimu sendiri, terima dirimu sepenuhnya

Ada satu hal yang harus kamu lakukan sebelum mengeluarkan hal-hal terbaik dalam dirimu, yaitu : Kamu harus selesai dengan dirimu lebih dulu. Sesuatu yang mengganjal dan permasalahan dalam dirimu akan jadi penghalang bagi tersalurkannya kebaikan yang kamu miliki.

Terimalah hidup yang kamu miliki saat ini dengan lapang dada. Maafkan dirimu dari kesalahan-kesalahan masa lalu yang sudah lewat. Bebaskan dirimu dari rasa bersalah dan penyesalan. Demi menjadi versi terbaikmu, kamu harus bisa berdamai dengan kenyataan bahwa sekuat apapun kamu mencoba memperbaiki, pada kenyataannya manusia memang tidak akan sempurna.

2. Kamu perlu belajar untuk mencintai dirimu terlebih dulu

Meskipun terdengar klise, tapi kata bijak yang mengatakan bahwa “Cintailah dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain” itu sebenarnya memang benar. Caramu mencintai diri sendiri akan jadi patokan bagaimana orang lain akan mencintaimu. Ketika kamu sudah tidak sayang lagi dengan diri sendiri, maka jangan harap orang lain akan lebih menyayangimu.

Jangan pernah menempatkan dirimu sebagai objek yang mungkin bisa disakiti. Perlakukanlah dirimu sendiri dengan baik. Menangislah jika kamu ingin, berbahagialah ketika kamu telah mendapatkan pencapaian, jangan pedulikan kata orang dan pendapat negatif di sekitarmu.

Prioritaskan dirimu sendiri, ingatlah bahwa kebahagianmu lebih penting dari apapun di dunia ini. Kalau kamu sudah bisa sepenuhnya mengasihi dirimu, orang lain juga akan mengasihimu sebesar yang sudah kamu lakukan, bahkan bisa lebih.

3. Temukan: Apa yang membuat kamu sedih? dan apa yang membuat kamu bahagia?

Gairah atau passion adalah sesuatu yang akan mampu membuatmu benar-benar merasa lebih hidup. Salah satu cara memantaskan diri agar bisa mendapat jodoh idaman adalah dengan menggali passion hidupmu lebih dalam.

Temukanlah hal yang paling bisa membuatmu memiliki semangat yang membara, temukan sesuatu yang dapat membuatmu rela bangun di pagi hari hanya untuk melakukan hal tersebut seumur hidupmu. Teruslah mencari panggilan hidup yang paling cocok denganmu.

Seseorang yang telah menemukan renjana-nya akan memancarkan aura positif dan semangat yang berbeda dari orang lain. Walau kesulitan hidup tetap harus dihadapinya, tapi semangat yang ia dapatkan dari menekuni hal yang kamumu sukai akan membuatnya yakin bahwa selalu ada hal baik yang masih bisa dia lakukan dalam hidupnya.

Ketika kamu sudah menemukan tujuanmu, ini berarti kamu juga sudah menemukan hidup seperti apa yang ingin kamu jalani. Pasangan hidup yang kelak mendampingimu juga akan kamu sesuaikan dengan tujuan itu. Kamu tidak akan mengorbankan passion-mu hanya demi cinta.

4. Jadilah seseorang yang konsisten dan setia dengan rutinitas

Manusia pada umumnya menganggap pribadi yang menyukai rutinitas adalah seseorang yang membosankan. Padahal, konsistensi dan kekuatan untuk menghadapi rutinitas adalah kunci sukses dari semua hubungan romantis.

Pada akhirnya, kamu akan menghadapi pasanganmu setiap hari. Kebosanan pasti akan melanda. Apabila kamu tidak bisa menghadapi rutinitas,lalu bagaimana hubungan kalian bisa bertahan lama?

Menjadi konsisten dan setia pada rutinitas bukan berarti kamu tidak akan mungkin lagi memberikan kejutan pada pasanganmu. Konsistensi adalah selalu berusaha menepati janji kepada pasangan, berusaha menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah kamu mulai, memberikan kemampuan terbaikmu tiap hari.

Bukankah hubungan yang dewasa melibatkan 2 orang yang kerap bosan tapi terus mencoba saling jatuh cinta?

5. Kamu harus punya pengendalian emosi yang baik

Adapun sebuah anggapan bahwa pencinta yang baik adalah dia yang emosinya meledak-ledak. Tidak stabilnya emosi bisa membuat sebuah hubungan cinta lebih dinamis. Kalau tidak ada drama tidak akan seru, katanya. Orang yang terlalu tenang justru dianggap membosankan.

Menjadi seseorang yang mampu mengendalikan emosi tidak sama dengan jadi bermuka datar dan tidak bisa mengekspresikan apa yang sedang dirasakan. Punya pengendalian emosi yang baik berarti tahu menempatkan diri. Kapan harus bicara, kapan harus diam, di titik mana harus mengalah dan di saat dia harus berjuang lebih keras.

Jika kamu sudah memiliki kualitas ini, maka pasangan yang kamu dapatkan juga tidak akan jauh dari ini. Dalam hubungan jangka panjang, yang dicari adalah ketenangan saat bersama. Drama dan segala pertengkaran tidak penting pada akhirnya akan terasa begitu melelahkan.

6. Sensitif dan terbuka terhadap kebutuhan orang lain

Keterbukaan tak jarang disalah artikan sebagai kurangnya prinsip. Kalau kamu terbuka, berarti kamu akan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarmu. Sedangkan keterbukaan adalah kualitas yang wajib ada jika kamu memang ingin memantaskan diri untuk menyambut jodoh idaman.

Terbuka, berarti mau mendengar masukan dan keluhannya. Menjadi seseorang yang terbuka berarti melebarkan pintu pemahanmu untuk memahami kekecewaan yang pasanganmu sedang rasakan terhadap hubungan kalian.

Ketika kamu sudah melatih keterbukaanmu, maka secara otomatis kamu juga akan jadi orang yang lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Salah satu cara menjadi pasangan yang baik adalah kalau kamu bisa membaca kode dibalik semua isyaratnya tanpa harus diberi tahu panjang lebar.

7. Belajar menekan ego

Hidup secara berdampingan dengan pasangan juga berarti membuat 2 kepala sejajar, meski berada diatas leher yang berbeda. Untuk menjadi pasangan yang baik, kamu harus belajar untuk menekan egomu. Tidaklah mungkin dalam hubungan semua keinginanmu harus terpenuhi?

Jika saat ini kamu belum memiliki calon pasangan, belajarlah menekan ego dari interaksi dengan keluarga dan teman-temanmu. Saat menghadapi perbedaan sudut pandang dengan mereka, ungkap dan ucapkan pendapatmu dengan santun.

Pahami juga bagaimana posisi mereka. Berusahalah melihat permasalahan dari sudut pandang lawan bicara. Masihkah kamu berani berharap dapat pasangan yang pengertian dan mampu memahamimu kalau menahan ego sendiri saja belum mampu?

8. Bersikap lembut

Jangan langsung beranggapan bahwa lembut identik dengan cengeng dan lembek, ya. Agar kamu pantas menjadi calon pendamping yang baik, kelembutan adalah sifat wajib yang harus kamu miliki.

Berusaha menjadi orang yang lebih lembut berarti memperlakukan orang lain dengan sebaik mungkin. Berupaya jadi orang yang memiliki kelembutan hati, maka setara dengan menyadari bahwa setiap orang pantas dihargai, karena mereka sedang menghadapi medan perjuangannya masing-masing.

Kamu perlu mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih lembut, agar bisa memperlakukan pasanganmu dengan penuh perhatian dan penuh kasih sayang. Seseorang yang benar-benar kamu sayangi layak disambut dan diperlakukan dengan halus.

9. Tahu batasan diri

Seseorang yang selama lajangnya mampu menjaga diri, maka ia juga akan mendapatkan pasangan yang pandai menjaga diri. Tetapkan batasan antara baik dan buruk, tentukan standard mana hal yang layak kamu lakukan dan mana yang tidak. Patuhi batasan yang kamu buat sendiri.

Kalau menurut hati nuranimu minum minuman yang mengandung alkohol itu tidak baik, jadi batasi dirimu untuk tidak melakukannya. Kalau menurutmu pakai celana pendek itu tidak pantas untuk di lihat, maka jangan tergoda untuk pakai sekalipun pasanganmu yang meminta.

Mampu menghargai batasan yang kamu ciptakan menunjukkan bahwa kamu bisa menghargai dirimu sendiri. Kalau hal ini sudah bisa kamu lakukan, akan mudah bagimu menghargai batasan yang ditetapkan oleh pasanganmu kelak.

10. Belajar menjaga komitmen

Komitmen, merupakan kunci dan bahan bakar penting dalam sebuah hubungan. Jika kamu menginginkan dapat jodoh yang baik, maka kamu perlu pintar menghargai komitmen. Lantas bagaimana caranya belajar menempatkan komitmen sebagai prioritas?

Kamu bisa mulai dari hal terkecil, contohnya belajarlah untuk bertanggung jawab pada pilihan hidupmu. Kamu sudah memilih kuliah di Jurusan Teknik Sipil? Mau kamu mabuk teori, atau bahkan pusing dengan praktikum, itu semua tidak ada alasan untuk kamu tidak memberikan yang terbaik.

Begitulah cara komitmen bekerja. Dia jadi pengingat bahwa hal yang sedang dijalani saat ini adalah keputusan rasional yang harus terus dilanjutkan. Kalau sudah berkomitmen terhadap sesuatu, maka tidak ada pilihan untuk mundur dan pergi meninggalkannya sebelum mati-matian berjuang untuk mempertahankannya.

Jika kamu sudah mampu menjaga komitmen dalam kehidupan sehari-hari, maka dapat di pastikan kamu bisa menjaga komitmen dengan calon pasangan. Seburuk apapun keadaan yang kelak akan kalian hadapi, komitmen-lah yang akan membuat kalian bertahan.

Itu tadi beberapa cara mempersiapkan diri supaya kamu pantas mendapatkan jodoh terbaik sesuai dengan keinginan dan sesuai dengan dirimu sendiri. Semoga kehidupan cintamu mengagumkan.
Baca selengkapnya »
6 Alasan Mengapa Laki - Laki Lebih Perhatian Hanya Saat Pendekatan

6 Alasan Mengapa Laki - Laki Lebih Perhatian Hanya Saat Pendekatan



Banyak yang bilang pendekatan itu masa yang paling indah dan lucu dalam hubungan. Masa di mana kamu dan dia masih sering jaga image dan malu-malu kucing. Masa di mana perasaan hendak bertemu sangat berkobar-obar. Rasanya selalu hendak bertemu dengannya setiap saat.

Fase Pendekatan begitu menyenangkan bagi wanita karena pada saat itu perhatian laki-laki kepadanya sangatlah intens. Belum makan ditanyakan, tidak enak badan di manja, ingin ke suatu tempat di temani dan lain-lain. Perhatian inilah yang terkadang suka membuat kamu rindu, karena setelah berpacaran–entah mengapa perhatian kekasih kamu mengendur. Rasanya tidak se-intens dulu memperhatikan kamu.

1. Setelah mempunyai kekasih, fokus laki-laki cenderung lebih kepada hal lain dalam hidupnya seperti pekerjaan, orangtua atau hobi

Sebelumnya, mungkin mencari pasangan merupakan prioritas utama dalam hidupnya – maka dari itu ia begitu ambisi dalam memiliki kamu. Namun setelah berpacaran, prioritas itu perlahan berubah seiring dengan hidup yang terus berjalan dan menuntutnya meraih apa yang sepatutnya dia lakukan.

Kamu harus ingat, hidupnya tidak hanya melulu soal kamu. Dia juga mempunyai hobi yang harus dikerjakan, cita-cita yang harus diraih, pertemanan yang harus dijaga, dan yang paling penting adalah keluarga. Singkatnya, dia hanya mau meneruskan hidupnya saja.

Tenang kamu tetap prioritas utama kok cuma tidak terang-terangan diperlihatkan olehnya.

2. Mengejar wanita itu masa paling seru dan menantang. Namun saat sudah berhasil kebanyakan lelaki seperti kehilangan motivasi untuk membuat seru hubungan

Salah satu alasan mengapa masa pendekatan juga indah di mata lelaki adalah karena dia menganggap bahwa mendapatkan kamu merupakan sebuah tantangan baginya. Oleh sebab itu segala usaha dilakukannya, termasuk memberikan perhatian yang intens kepadamu.

Ketika rintangannya susah berhasil, lelaki cenderung menjadi lebih pasif memberi perhatian. Ini disebabkan karena ia kehilangan rintangannya yang telah kamu raih semenjak kamu memutuskan untuk menerimanya. Namun jangan salah diartikan dengan dia tidak benar-benar cinta padamu. Dia hanya butuh kehilangan motivasinya. Inovatif, buat dirimu jadi kembali jadi rintangannya

3. Kadang perubahan sikap ini dipengaruhi sifat dasar manusia yang selalu ingin lebih. Coba deh kamu buat perubahan pada dirimu supaya dia memperhatikan mu lagi

Supaya tidak heran dengan perubahan prioritas yang dilakukan kekasih kamu, sebaiknya kamu pahami lagi sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan selalu ingin lebih. Boleh jadi saat itu dia sedang mengalami kejenuhan kamu yang begitu-begitu saja. Maka dari itu kamu harus berusaha untuk mencari cara agar selalu terlihat menarik di matanya. Berdandan lah sekali-sekali atau cobalah untuk memperbaharui penampilan demi memikat perhatiannya lagi.

4. Mengartikan sikapnya yang berbeda tidaklah bisa kamu jelaskan terburu-buru. Mungkin saja ada sikapmu yang membuat dia tidak nyaman denganmu

Menilai ada yang berubah dari gebetanmu tidak bisa hanya dilihat dari sudut pandangmu saja. Baiknya kamu juga menilai dari sudut pandang lelakimu. Apa yang membuatnya berubah. Boleh jadi disebabkan karena sikapmu kepadanya. Coba deh ingat-ingat, ada tidak sikapmu kepadanya yang bisa membuatnya tidak nyaman. Barangkali kamu telah melakukan kesalahan.

5. Boleh jadi itu awal fase bosan dia. Sementara dalam hubungan kebosanan itu wajar, dan semua orang pasti pernah mengalaminya

Satu hal yang mungkin menyebabkan perhatiannya berkurang boleh jadi disebabkan karena dia sedang dalam fase kebosanan. Jangan takut, wajar dalam hubungan terdapat fase bosan. Fase bosan ini biasanya dikarenakan rutinitas yang kalian lakukan itu-itu saja. Kalian butuh aktivitas baru yang belum pernah dilakukan berdua untuk memperbaiki keadaan.

6. Sadari sejak dini, barangkali ada orang lain yang menarik perhatiannya. Kamu tidak perlu panik, karena banyak cara mengatasinya

Musabab yang paling ekstrem yaitu barangkali ada orang ketiga dalam hubungan kalian. Bukannya menakut-nakuti, tapi kan siapa tahu.. Nah sebelum semuanya menjadi lebih sulit, maka kamu harus bertindak dan bersikap. Coba lakukan investigasi kecil-kecilan. Kalau benar ada potensi mengarah ke sana, maka kamu perlu berbicara empat mata dengan pacar kamu. Tidak perlu gegabah memutuskan, tanyakan saja kebenarannya dan maunya bagaimana. Kalau benar dia masih cinta, dia pasti akan kembali dengan sendirinya.

Perhatian lelaki cenderung lebih saat pendekatan dibandingkan saat pacaran karena dia belum memiliki dirimu sehingga cara dia merayumu adalah dengan memberimu perhatian yang lebih dengan harapan kamu akan melihat dirinya. Dan setelah pacaran perhatiannya menjadi lebih berkurang bukan karena ia tidak lagi sayang, banyak alasan yang mempengaruhi dirinya seperti yang sudah kita bahas bersama di atas.
Baca selengkapnya »
20 Cara Yang Perlu Kamu Lakukan Untuk Melupakan Orang Yang (Masih) Kamu Cinta

20 Cara Yang Perlu Kamu Lakukan Untuk Melupakan Orang Yang (Masih) Kamu Cinta



Umpamanya dalam setiap hubungan yang berakhir, putusnya cinta akan terasa sangat menyakitkan apalagi jika kita tidak menerima itu semua. Perasaan yang sudah ada serta bertahan dengan cukup lama kandas akibat beberapa faktor entah sederhana maupun rumit. Hal lainnya misalkan dia tidak menjaga komitmennya (tidak setia), faktor permasalahan hubungan yang terjadi akibat percecokkan yang tak terkendali hingga selalu berkelanjutan, pihak keluarga yang tidak mendukung hubungan, atau bisa jadi akibat adanya orang ketiga. Pertikaian yang ada pun seolah menjadi hal yang menakutkan hingga kita tidak pernah memikirkan kekhawatiran jika suatu saat kita akan kehilangan yang sangat kita cintai.

Kita memang harus bisa mengerti bahwa setiap hidup kita selalu beriringan dengan sebuah pilihan. Terutama pada saat kita sedang berada di posisi yang tidak kita inginkan maka rasa tertekan yang di akibatkan oleh pilihan yang tidak kita inginkan selalu menjadi alasan mengapa kamu selalu menangisi dia. Kekacauan terhadap hati terutama rasa sakit, frustasi karena memang benar-benar tidak ingin kehilangan dia. Ya pasti semua orang tidak ingin kehilangan orang yang di cinta. Malangnya lagi, apabila kita kehilangan seseorang yang kita cinta bukan dari kesalahan kita. Ada hal yang lebih menyakitkan di banding rasa sakit karena kecewa, yaitu rasa tidak terima.

Perihal demikian dalam hubungan kamu yang kurang membaik membuatmu 'terpaksa' untuk mengikuti keadaan dimana kamu harus bisa mengambil sikap dari beberapa pilihan yang apapun kamu pilih itu akan menyudutkanmu. Jika kamu tetap mempertahankannya, tetap saja kamu merasa seolah kamu berjuang sendiri. Akan tetapi dalam lubuk hati yang paling dalam, kamu tidak ingin kehilangannya. Manakala hati terseduh dalam kehangatan hubungan dari rasa percaya, bagaimana kamu bisa mempertahankan sebuah hubungan kalau misalkan kamu tidak percaya dengan dia. Dan mau tidak mau kamu memang merelakan dia pergi dengan keputusanmu. Tapi tetap, itu tidak mengurangi rasa sakit hati kamu. Ya, minimal pada saat itu kamu memang terpukul. Dan terus berlarut dengan rasa terluka yang seolah kamu selalu merasakan itu semua.

Akhirnya (mungkin) kamu sudah kalah dengan keadaan, dan kamu benar-benar terluka hingga kamu benar-benar tidak bisa berpikir jernih serta menerima keadaan bahwa kamu saat ini sudah pisah dengannya. Lelahmu menjaga kesetiaan yang seolah sia-sia menjadi pukulan tersendiri apalagi jika kamu memang sudah melakukan segalanya untuk dia. Tak dapat dipungkiri, sakit datang seiring dengan cara kamu mengingat perjuangan kamu untuk mempertahankannya. Dan tentu itu juga dapat bergantung seberapa besar perasaanmu kepada dia. Yakni ketika perasaan yang kamu rasakan itu menjadikanmu orang yang tak bisa hidup tanpanya, maka melupakan seseorang yang di cintanya pun jelas sangat susah.

Mengubah kembali prinsip dengan menerapkan nya dari awal bisa menjadi langkah mu untuk bisa menghadapi kenyataan kalau dia sudah meninggalkanmu. Belajar memahami dari keputusan yang diambil dengan mempelajari kesalahan kita tentunya. Penyebab seseorang meninggalkanmu bisa saja itu berasal dari kesalahanmu yang menyebabkan hubungan berjalan tidak nyaman. Siapa sih yang ingin menjalin hubungan tapi tidak nyaman dengan situasi hubungan itu sendiri. Ya, sebab itu lah dengan menyadari apa yang sudah kamu lakukan bisa kamu ambil hikmahnya. Tapi, itu tidak bisa di lakukan apabila kamu terlalu frustasi, sedih, kecewa, sakit serta beberapa perasaan lainnya yang membuatmu merasa tersakiti, atau istilah lainnya terluka.

Kamu tentu tidak bisa 'hanya' meratapi perasaan sakit hati mu yang memang tak bisa selalu ada hinggap di dalam hidupmu. Maka dari itu kamu sebenarnya tidak perlu harus menangisi terus-menerus. Mengambil sikap positif justru harus kamu lakukan agar kamu tidak terlalu terlena dengan rasa sakit hati yang selalu hinggap di hatimu. Tentu itu tidak mudah, apalagi kembali lagi itu semua tergantung dari perasaan mu. Sabarlah, sebenarnya ada kok beberapa cara mengatasi perasaan sakit hati kamu akibat putus cinta.


1) Menenangkan pikiran serta hati




Ketenangan hati merupakan langkah awal yang perlu kamu lakukan agar kamu bisa move on. Tentu itu tidak akan mudah. Minimal kamu bisa menyadari isi hati yang tak bisa berlarut hanya untuk merasakan sakit saja. Ada ketenangan pikiran juga sehingga kamu seharusnya tidak perlu menangisi saja. Ketika pikiran sudah dalam keadaan tenang, maka hati juga akan mengikutinya.
2) Memanfaatkan waktu luang seefisien mungkin




Hal yang paling menyebabkan kita terlalu sering memikirkan rasa sakit itu karena banyaknya waktu luangmu. Ketika kamu tidak melakukan apa-apa (pada saat istirahat, mau tidur, planga plongo, bengong, dan sebagainya) maka saat itu pula kamu memiliki waktu untuk memikirkan dia. Maka dari itu dengan memanfaatkan waktu luangmu dengan baik tentu itu akan menjadi inisiatif terbaik, minimal mengurangi intensitas waktu yang terbuang hanya untuk memikirkan dia seorang
3) Menangislah! bila itu perlu




Meskipun beberapa cara sederhana yang saya beritahu ini untuk antisipasi mengurangi rasa sedih. Tapi menangis memang tidak sepenuhnya salah. Jika ada di titik puncak dimana menahan sepertinya sudah tidak tertahankan, maka menangislah. Tujuannya agar dalam mengusahakan berubah itu sebenarnya tidak harus 'memaksa', bahkan jika bisa jangan pernah memaksa segala sesuatunya. Hanya perlu step by step.
4) Jangan pendam perasaanmu sendiri.



Ketika kamu merasa sakit yang teramat sangat, itu karena kamu terlalu memendam perasaan sakit kamu dengan menanggung serta memikirkannya sendiri. Bercerita kepada orang lain (mungkin sahabat, kerabat, saudara, orang tua) bisa jadi sebuah pilihan yang tepat minimal kamu bisa melepas keluhan rasa sakit kepada mereka. Bahkan jika syukur, dia bisa memberikanmu sebuah solusi maupun saran agar kamu tidak bersedih lagi.
5) Hilangkan terlebih dahulu rasa penyesalan




Berlarut rasa sakit yang selalu ada di dalam hati serta pikiranmu mungkin salah satunya karena kamu terlalu memikirkan penyesalan yang membuat dia pergi darimu. Tentu saja kamu sudah melakukan segalanya agar dia tidak meninggalkanmu. Jika ini kesalahanmu yang membuat dia pergi, mungkin kamu memang harus menghilangkan rasa penyesalan. Ketika kamu sudah berusaha meminta maaf dengan memohon, serta berusaha meyakinkan dia kalau kamu tidak akan melakukan kesalahan yang sama tapi dia tetap memilih mengakhiri hubungan maka tidak ada satu pun yang perlu kamu sesalkan. Bisa saja memang niat dia yang ingin meninggalkanmu dari awal, ataupun memang kesalahanmu yang tak termaafkan. Pernah dengar istilah jika cinta dia, dia tidak akan pergi? mungkin itu kata yang tepat dibalik maksud saya.
6) Sadari diri bahwa kamu lebih baik sendiri




Diluar dari memotivasi diri sendiri, kamu juga perlu menyadari satu hal yang terpenting sebagai bentuk prinsip baru. Menjadikan keadaan sebagai pilihan untuk kedepannya, misalkan kamu bisa jadikan sendiri sebagai hal yang lebih baik. Kamu perlu mendapatkan point terpenting dalam menentukan sebuah pilihan dan mencari alasan mengapa kamu lebih baik sendiri dulu. Dengan begitu kamu pun juga tidak terlalu memikirkan alasan mengapa kamu harus menangisi orang tersebut.
7) Berhentilah kontakan dengan mantan




Jika kamu sudah menemukan alasan untuk sendiri, maka usahakanlah untuk tidak saling kontak dengan mantan. Entah itu komunikasi langsung maupun tidak langsung. Tujuannya untuk menjauhi segala perasaan yang masih ada saat ini. Dengan kamu menjauh maka kamu akan terbiasa tanpa melihatnya. Tidak bermaksud untuk putus silahturahmi atau pertemenan, ini hanya untuk sementara waktu. Pada saat kamu sudah memantapkan hatimu maka silahkan saja kontakan kembali tapi kamu sudah tidak memiliki rasa dengan dia.
8) Buanglah kenangan masa lalu




Lost contact untuk sementara waktu sudah kamu lakukan, maka pada saat yang bersamaan juga buanglah segala kenangan yang sudah kamu alami dengannya. Apapun itu! Mulai dari cara bicara kamu dengannya (layaknya panggilan kesayangan), barang yang sudah di berikan, atau ya segalanya. Termasuk juga kata-kata romantis dia yang ternyata tidak sesuai dengan apa yang dia katakan. Dengan begitu kamu bisa menata hati baru dengan membuang bekas tersisa yang lama. Bahasa kasarnya, buanglah kenangan yang sudah tidak ada gunanya.
9) Kurangi kegiatan di media sosial




Mengurangi kegiatan media sosial untuk sementara cukup berguna untukmu, minimal kamu tidak terpikir untuk stalking dia. Dengan begitu kamu juga bisa mengurangi rasa ingin tahu tentangnya. Bahkan kalau perlu tutup semua akun media sosialmu. Jangan blokir akun dia! Karena kamu akan terkesan sok berusaha move on atau terkesan benci. Tapi satu hal yang terpenting ketika kamu mengurangi kegiatan media socialmu, dia jadi semakin penasaran dengan kamu. Ada rasa penyesalan dalam lubuk hati yang paling dalam ketika pisah bahkan menurut sisi psikologi 85% mantan ingin 'di mohon-mohon untuk kembali' atau berusaha agar gagal move on. Semacam kepuasan tersendiri di cintai oleh mantan yang masih menyayanginya meskipun sudah tidak cinta. Artinya dengan mengurangi kegiatan media social mu pula, kamu bisa saja membuat mantanmu merasa menyesal (secara tidak langsung).
10) Hindarilah kebiasaan masa lalu




Lebih tepatnya hindarilah kebiasaan apapun yang mengingatkanmu tentang masa lalu. Di samping kenangan, kebiasaan-kebiasaan juga perlu kamu tinggalkan dan memang kalau jangan di lakukan. Misalkan kamu dulu biasanya makan di tempat 'ini' atau pun segala sesuatu yang mengingatkan tentang dia. Sama juga hal nya kenangan, sebuah kebiasaan juga mungkin terasa susah. Bedanya untuk kebiasaan ini pastilah akan membuatmu jauh lebih baik dalam rangka melupakan dia.
11) Upayakan agar kamu tetap 'sibuk'




Menyibukkan diri (melakukan pekerjaan positif tentunya) akan membuatmu tidak memiliki waktu hanya untuk sebatas memikirkan tentang orang itu. Seperti halnya mengefisien waktu lebih baik, membuatmu sibuk akan membangun karaktermu menjadi pribadi yang lebih berpendirian serta dengan banyaknya kegiatan pula maka kamu bisa membuat kamu semakin lupa kalau kamu pernah mencintai orang tersebut. Hal ini tentu positif sekali dan perlu untuk kamu kerjakan. Lalu bagaimana kalau saya orang nya malas? Ketika kamu berusaha untuk menyibukkan diri pada saat yang bersamaan juga sebenarnya perlahan kamu bisa menghilangkan sifat buruk malasmu. Hal yang positif bukan?
12) Habiskan waktu bersama orang yang kamu sayang




Ketika kamu sudah menceritakan tentang permasalahanmu sebelumnya, mungkin kamu juga perlu menghabiskan waktu bersama teman-teman atau sahabatmu yang peduli dengan kamu. Jalan-jalan traveling, belanja, hang out, atau apapun yang sekiranya bisa kamu habiskan waktu dengan teman-temanmu. Dengan demikian kamu akan merasa yang jauh lebih baik dari sebelumnya, bahwa kamu tidaklah sendiri.
13) Bagikan pengalamanmu dalam bentuk tulisan




Mungkin ini sebatas keluh kesah, atau bisa dikatakan perlu tidak perlu. Kamu mungkin bisa membagikan pengalaman pahitmu tentang masa lalu dan menjelaskan bagaimana usaha kamu untuk berusaha move on. Terkadang ada rasa kebanggaan tersendiri kalau kamu bisa menginspirasi orang lain yang (mungkin) pernah memiliki pengalaman yang sama sepertimu. Dengan menulis pengalamanmu pula kamu bisa melepas segala unek-unek yang jauh lebih efisien apabila kamu melakukannya sambil berpikir untuk berubah menjadi karakter yang jauh lebih bijaksana.
14) Cari hobi baru agar menambahkan kegiatanmu




Ini juga termasuknya perlu tidak perlu. Untuk menambahkan kegiatan kosongmu ya kamu bisa menambahkannya dengan mencari hobi baru. Ya misalkan jualan online, atau mungkin membuat kerajinan. Bisa jadi kamu juga bisa menemukan inspirasi yang (bisa saja) berpengaruh terhadap bisnismu. Tapi mungkin ini ada perlunya juga, kamu tahu orang yang memiliki hobi itu hidupnya selalu diiringi dengan kebahagiaan yang selalu datang dengan sendirinya lhoo.
15) Lakukanlah sesuatu yang berbeda




Meskipun terkesan seperti masih berhubungan dengan masa lalumu, tapi kamu tidak ketika kamu melakukan sesuatu yang tidak pernah ingin dilakukan oleh mantanmu bisa membuatmu seolah menjadi orang yang lebih hebat dari mantanmu. Jelas dengan demikian, kamu menjadi orang yang tidak bisa menemukan alasan apapun mengapa kamu harus mencintai dia lagi. Dibalik itu juga kamu bisa menjadi perhatian masa lalumu yang bisa saja dia menyesal telah meninggalkanmu. Bukan bermaksud membalas dendam, tapi hanya memberitahu secara tersirat bahwa dia itu salah telah meninggalkanmu. Pembuktian.
16) Jangan biarkan dia menghentikanmu lagi


Seperti yang saya katakan sebelumnya, bisa jadi ketika mantanmu meninggalkanmu dia sebenarnya menyesal dan dengan rasa seolah tidak bersalah dia mendekatimu. Sok menanyakan kabar, bagaimana pekerjaan, kuliah, kegiatan. Ya dia menanyakan dengan niat (mungkin) inginnya supaya kamu gagal move on. Dan di fase ini kamu mungkin perlu sok tidak butuh maksud saya misalkan dia kontak ya kamu tidak perlu harus menjauh. Tapi juga ada indikasi dia ingin telepon, video call atau chatting terus-terusan kamu harus membatasi dengan kata "Kok tumben kontak? Saya lagi ga ada waktu buat chat" "Maaf kalau misalkan menyita waktu lebih baik udahan aja". Setidaknya ada bentuk kamu respon tapi jika mendekat kamu lah yang membatasi. Dengan begitu kamu tidak punya jarak untuk pendekatan kembali. Biarlah dia seolah mengejar dan kamu tersenyum karena kamu dulu bisa mencintai orang seperti itu
17) Nikmati waktu kesendirianmu




Berbahagialah karena kamu sendiri. Kamu bisa menikmati apapun yang kamu mau tanpa aturan atau menjaga hati (misalkan jalan bareng sama teman) dan tidak ada aturan yang mengekangmu. Terkadang dalam hubungan dulu pasti sering sekali ada nya aturan apalagi jika mantanmu dulu orang nya posesif. Maka dari itu dengan kamu bebas setidak nya kamu bisa menikmati apapun yang kamu mau.
18) Tetaplah bersyukur




Apapun yang ada dalam aspek keindahan makna di dunia ini, bersyukur adalah cara kita mengungkapkan rasa nikmat yang bisa menjadi pelajaran ataupun beberapa hal yang bisa di jadikan sebagai pola pikir positif. Dengan bersyukur juga kita bisa saja mengambil hikmah lebih misalkan kemungkinan apabila kamu dengan dia masih menjalin hubungan, ya bisa jadi malah tidak baik untuk hubungan kedepannya.
19) Jangan berpikir jatuh cinta (lagi)




Terkadang ada beberapa tindakan yang mungkin di pikirnya tepat, yaitu dengan cara mencintai orang lain (sebagai penggantinya). Padahal seharusnya jangan. Jangan jatuh cinta dulu dengan orang lain, karena bisa saja kamu hanya menjadikan dia sebagai pelampiasan. Tetap saja semua orang memiliki perasaan dan karena kamu juga di posisi sakit hati seharusnya kamu jangan terlebih dahulu jatuh cinta kepada orang yang malah bisa saja kamu tidak mencintainya. Seperti yang saya katakan sebelumnya, jangan pernah memaksakan segala sesuatunya. Andai kata kamu juga sudah benar-benar move on saya sarankan lebih baik jangan terlebih jatuh cinta. Karena......
20) Belajar dari pengalaman




Ya jangan jatuh cinta terlebih dahulu, karena belajarlah dari pengalaman. Cinta tak perlu harus dikejar hanya karena kamu ingin menemukan orang yang tepat untuk berada di sisimu. Memang sih jodoh itu harus di cari, tapi tidak perlu buru-buru. Jika kamu sudah memahami cara-cara sebelumnya maka inilah point terpenting. Yaitu belajarlah dari pengalamanmu sebelumnya kalau kamu pernah gagal dalam percintaan. Mempelajarinya dengan mengulangi kesalahan yang sama. Mempelajarinya agar kamu bisa mendapatkan orang yang tepat untukmu. Dan mempelajarinya untuk bisa menghargai dan menyikapi secara bijaksana dalam hubunganmu untuk kedepannya.


Catatan:
Beberapa cara di atas bisa kamu lakukan ketika kamu merasa terlalu larut dari kesedihan akibat putus cinta. Insya Allah semua cara di atas bisa membuat dirimu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kegalauan akan terasa sedikit lebih ringan apabila kamu memang berniat untuk melupakannya serta tetap pada pendiriannya dalam rangka melupakan orang yang kamu cinta. Ada beberapa point yang memang harus kamu lakukan dan wajib karena kamu tidak bisa harus selalu bersedih kehilangan orang yang masih kamu sayang. Tidak perlu kamu lakukan semuanya, minimal kamu mengerti beberapa penerapan nya. Sehingga kamu tahu langkah penting awal yang harus kamu lakukan agar kamu bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Selain cara di atas ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan juga selain cara yang di atas. Lebih tepatnya agar kamu bisa memahami lebih mudah tentang cara mengatasi putus cinta. Walaupun saya pikir saya sudah cukup jelas untuk menjelaskan mengetahui tahap serta caranya tapi mungkin dengan ini maka kamu bisa memahami lebih jelasnya mengawali caranya.


Tips
  • Dalam point menambahkan kesibukan. sebenarnya itu relatif. Kamu bisa saja tidak perlu menambahkan hobi, atau kegiatan yang mungkin menyita waktumu karena (bisa jadi) kamu orang yang berkarir. Tentu menyisihkan waktu untuk istirahat juga perlu, dan tidak melakukan kegiatan secara berlebihan
  • Ada rentang waktu yang bisa saja lebih cepat atau bahkan lebih lama. Semua itu tetap bergantung pada seberapa dalam perasaanmu terhadap orang yang kamu cinta
  • Bisa jadi kamu memiliki keadaan dimana ketika kamu berpacaran dengan orang tersebut maka kamu seolah menjauhi temanmu. Tentu ini akan terasa sulit apalagi jika hal yang kamu lakukan benar-benar membuat temanmu menjauhi mu (atau kemungkinan terparah dia membencimu). Yang bisa jadi sebuah pendapat yang tidak kamu terima (nasehat yang seharusnya kamu pisah dengan orang tersebut, atau mengatakan kalau dia bukan orang yang baik untukmu tapi kamu tidak mendengarkannya). Dalam hal ini kamu perlu proses minta maaf kepada temanmu juga.
  • Akuilah bahwa peran teman sekitar , kerabat , sahabat , orang-orang yang kamu cinta sangat berpengaruh dari proses move on mu maka dari itu dekatlah dengan teman dengan memperbaiki dirimu, kemudian minta bantuanlah. Pikirkan lebih dulu agar kamu tidak terkesan seperti orang yang datang kalau ada butuhnya doank!
Baca selengkapnya »
12 Dilema Yang Terjadi Saat Hubungan Sudah Berjalan Lama

12 Dilema Yang Terjadi Saat Hubungan Sudah Berjalan Lama


Sekian lama menjalin hubungan dekat dengan seseorang membuatmu makin sadar bahwa hubunganmu itu sepatutnya jelas arahnya. Kamu dan pasangan tidak lagi bisa berlindung dibalik topeng “Jalanin saja dulu.” Kamu dan dia sudah saling mengenal lama, lalu sekarang apa?

Pasangan yang sudah pacaran lama umumnya dihadapkan pada dilema-dilema khas tentang kelanjutan hubungan. Apakah kamu dan pacar sudah menjalin hubungan cukup lama? Apakah kalian juga mengalami dilema ini?

1. Dilema Takut Sepi: “Cocok Yakin, Atau Hanya Takut Kehilangan?”

Bertahun-tahun bersama membuat kamu nyaman dengan kehadiran dan dampingannya. Dia sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidupmu. Bahkan, ke-kita-an kalian merupakan komponen penting dari nafasmu sehari-hari. Kalian sudah satu paket, pokoknya.

Terlalu terbiasa bersama bisa menipiskan batas penilaian objektifmu terhadap hubungan yang sedang dijalani. Tidak jarang kamu menjadi menutup mata atas kekurangan pasangan, karena sudah nyaman dengan keberadaannya. Kamu jadi menafikan ketidakcocokan kalian karena enggan berkonflik dan saling kehilangan.

2. Satu Ingin Serius, Eh Yang Satu Masih Mau Santai

Butuh janji kedua belah pihak untuk membawa sebuah hubungan ke arah yang lebih serius. Biar bagaimanapun, hubungan cinta itu sama halnya berdansa. Apa bila satu pihak tidak menari dengan benar, maka pihak lain akan kesakitan sepanjang dansa karena kakinya terus-terusan terinjak.

Perbedaan visi tentang keseriusan hubungan sering dialami oleh pasangan yang sudah pacaran bertahun-tahun. Biasanya sih si cewek sudah ingin serius, sementara si cowok masih ingin santai dulu. Atau sebaliknya. Kalau sudah begini hubungan yang sudah terjalin bertahun-tahun bisa retak karena perbedaan sudut pandang soal janji.

3. Pacar Sudah Kerja, Kamu Belum Lulus. Atau Sebaliknya

Dilema ini sering kali dihadapi oleh pasangan yang pacaran dari kuliah. Yah namanya juga kuliah ya, wajar saja kalau lulusnya bisa tidak barengan. Apa bila lulus harus barengan namanya SD. Kalau pacarmu sudah bekerja lebih dulu, sementara kamu masih belum lulus maka bersiaplah galau.

Kehidupan bekerja dan kuliah memang beda,namun yang paling berbahaya buat hubunganmu yaitu perbedaan pola pikir. Saat sudah bekerja seseorang akan berpikir jauh kedepan untuk menata hidup.

Pasanganmu yang sudah bekerja akan berpikir soal cicilan rumah, menikah, menyekolahkan anak. Sementara kamu masih disibukkan dengan kegiatan kampus dan mengejar status lulus. Walau bisa diatasi, tapi perbedaan pola pikir macam ini harus benar-benar dibicarakan agar hubungan kalian tetap sehat.

4. Diberondong Pertanyaan “Kapan Nikah?” Dari Keluarga

Kamu dan dia sih masih santai-santai saja pacaran dulu. Toh masih banyak impian kalian yang belum tercapai. Akan tetapi lain halnya dengan keluarga. Mereka yang justru tidak selow dan terus menanyakan kapan kamu dan pacar akan meresmikan hubungan yang sudah terjalin cukup lama.

Kekhawatiran keluarga juga harus dipahami sebagai hal yang wajar,sih. Biasanya mereka cuma tidak ingin kalian “kebablasan” dalam berhubungan sehingga menghancurkan masa depan sendiri. Kalau ini yang terjadi, yang bisa kamu lakukan hanya memberikan pengertian ke keluargamu.

Jelaskan ke mereka bahwa menikah belum menjadi prioritas dalam kehidupanmu dan pasangan. Jelaskan bahwa masih banyak hal yang pengen kalian capai semasa lajang. Supaya mereka yakin tunjukkan juga bahwa kamu dan pasangan mampu menjaga diri dan tidak akan macam-macam dibelakang.

5. Dilema Identitas: Aku = Pacarku

Bertahun-tahun bersama membuat identitas kalian seakan melebur menjadi satu. “Pacarnya si A (nama pacarmu)” adalah identitas terkuatmu yang diketahui orang-orang. Mereka mengingatmu bukan sebagai pribadi, akan tetapi sebagai kepanjangan dari orang yang mendampingimu selama ini.

Tidak hanya orang lain, terkadang kamu juga merasa bahwa seluruh sisi hidupmu seakan “terpayungi” oleh pacarmu. Ini sering dirasakan saat dalam sebuah hubungan ada yang pribadinya lebih dominan dibanding yang lain. Secara tidak sadar, pribadi yang lebih kuat akan mendominasi.

apa bila ini yang terjadi dalam hubunganmu dan sudah mulai membuat tidak nyaman, coba ambil waktu sejenak deh. Benamkan diri dalam hobi yang kalian tinggalkan selama pacaran, temukan lagi apa sih identitas kalian yang paling nyaman bagi diri masing-masing. Iya, identitas yang bukan sekedar, “Pacarnya si A itu loh…”

6. Salah Satu Dari Kalian Lebih Banyak Berkorban Untuk Bisa Bersama

Negosiasi dalam hubungan itu wajar. Kamu dan dia terdiri dari dua kepala yang pasti punya keinginan masing-masing. Akan tetapi beda cerita kalau salah satu dari kalian menjadi pihak yang mengorbankan semua impian dalam hidup agar hubungan terus berjalan.

Contohnya , pacarmu pemusik yang sering tur keluar kota. Sementara kamu merupakan notaris yang harus tinggal di satu tempat untuk dapat klien tetap. Demi kelangsungan hubungan yang sudah 8 tahun, kamu rela mengikuti pacarmu saat tur karena dia tidak bisa LDR. Dampaknya, klienmu hilang satu-satu deh.

jika hubunganmu dan pacar sudah sampai tahap ini, coba pikirkan lagi: apakah hubunganmu yang sudah bertahun-tahun layak merebut semua mimpimu?

7. Cinta Sih, Tapi Pendapatanmu dan Dia Terlalu Timpang

Perbedaan pendapata bisa jadi sumber masalah bagi sebuah hubungan. Kamu dan pacarmu yang sudah pacaran dari jaman kuliah, akhirnya sadar bahwa pendapatan kalian terlalu berjarak. Walau saling cinta akan tetapi perbedaan penghasilan yang terlalu timpang berimbas pada kontrasnya gaya hidup kalian.

Cinta memang mampu mengalahkan segalanya, akan tetapi terkadang cinta saja tidak cukup untuk membuat hubungan bertahan. Saat kamu dan dia punya pendapatan dan gaya hidup yang terlalu berbeda, coba ambil waktu sejenak untuk berpikir. Apakah kalian yakin mampu menemukan jalan tengah? Atau memang perbedaan itu sudah makin membuat jengah?

8. Dilema Konflik: Berantem Terus Atau Malah Malas Berantem

Perbedaan pendapat jadi hal yang tidak terpisahkan dalam setiap hubungan. Masalahnya, gimana kalau setelah sekian lama perbedaan itu menjadi makin terasa? Kamu dan dia menjadi makin sering bertengkar dan adu pendapat. Perselisihan sudah tidak lagi terjadi secara sehat, kalian lebih sering saling membentak dibanding bertukar pendapat.

Tajamnya jurang perbedaan pendapat juga mampu membuat kalian menghindari konflik. Karena sudah tahu kalau diomongin pasti berantem, maka kamu dan dia memilih diam saja dan membiarkan masalah menumpuk. Dilema macam ini harus segera diselesaikan kalau kamu dan dia masih ingin punya hubungan yang sehat.

9. Kalian Jadi Cuek Karena Sudah Terlalu Lama Bersama

Hubunganmu tidak lagi dipenuhi kejutan-kejutan manis. Kalian sudah lama bersama, sudah tidak perlu lagi sayang-sayangan. Toh kamu dan dia juga nyaman dan tetap bahagia kok walau tanpa taburan kata-kata cinta. Saling bertukar kabar juga sudah makin jarang dilakukan. Buat apa? Kamu dan dia sudah saling tahu kabar masing-masing kok tanpa harus ribet bertukar pesan, kok.

Kebanyakan pasangan yang sudah lama bersama sering terjebak pada kenyamanan yang melenakan ini. Saat kamu menjadi cuek satu sama lain, perlahan kalian akan saling menjauh dan tanpa disadari hubungan akan makin dingin kemudian renggang.

10. Aku Sayang Kamu, Tapi Keluargamu…….

Hubungan yang sudah sampai tahap serius membutuhkan penerimaan tidak hanya dari kamu dan pasangan, tetapi juga dari keluarga masing-masing. Hubungan yang mampu berjalan lama merupakan hubungan yang tidak hanya menyatukan dua kepala, namun juga berhasil menyatukan dua keluarga, kamu sudah sayang banget sama dia, sudah lama banget pacaran, tapi tidak cocok sama keluarganya bagaimana?

Apabila perbedaan dengan keluarganya tidak mampu dijembatani lagi, kamu perlu bertanya pada dirimu sendiri. Orang-orang yang paling sayang pada kalian tidak mungkin ingin menjerumuskan, ‘kan? Siapa tahu memang ada yang salah dengan hubunganmu dan dia.

11. Kamu Sering Kecewa, Tapi Kamu Cuma Mau Percaya Bahwa Dia Sempurna

Terkadang kamu berubah menjadi keras kepala saat menghadapi kenyataan kalau pacarmu punya banyak kekurangan. Kamu terus-terusan percaya pada bayangannya yang telah terbentuk di kepalamu. Saat kecewa, kamu memilih untuk percaya pada gambaran ideal tentang dirinya daripada berusaha menyelesaikan keadaan.

Lama bersama dengan seseorang bisa menjadikanmu kehilangan penilaian yang objektif terhadap pasangan. Kamu tahu kalau dia banyak kurangnya, namun demi menjaga hatimu kamu mau terus-terusan percaya bahwa dia sempurna.

Pertanyaannya, “Sampai kapan kamu mau bertahan membohongi diri dan sembunyi dari kenyataan?”.

12. Ingin Putus, Tapi Enggan Mulai Lagi dan Kasihan Sama Dia

Bila boleh jujur, hubungan yang sudah kamu jalani selama ini tidak sepenuhnya menjadikanmu puas. Kamu dan dia sesungguhnya tidak begitu cocok satu sama lain. Diam-diam kamu ingin mengakhiri hubunganmu dengan dia, namun kamu sudah terlalu enggan untuk memulai lagi.

Akhirnya kamu memilih untuk terus menjalani hubungan yang sudah banyak menghabiskan waktu dan tenagamu. Selain malas memulai lagi dengan orang baru, kamu juga merasa iba padanya yang sudah sekian lama menemanimu. Yakin mau menyerahkan masa depan pada rasa kasihan dan kemalasan?
Baca selengkapnya »
6 Cara Dewasa Dalam Menyikapi Cinta Yang Bertepuk Sebelah Tangan

6 Cara Dewasa Dalam Menyikapi Cinta Yang Bertepuk Sebelah Tangan


Pada akhirnya, anda dapat tahu bahwa hati yang sepanjang ini anda jaga untuk diberikan terhadap seseorang, nyatanya tidak mendapat penyambutan yang baik. Segala ekspetasi yang udah anda bangun, seketika runtuh dan luruh. Kamu sesudah itu beralih menjadi sosok paling tersakiti, hati dan raga.

Sampai terhadap akhirnya anda tahu bahwa, “aku tidak sanggup tetap berada di sini”. Segala usaha menyakitkan harus anda tempuh untuk sanggup lebih bebas dan ikhlas berasal dari mencintai yang tidak berbalas.

1. Dimulai berasal dari kesadaranmu yang ulang ke tanah. Rasanya, segala yang ditunaikan dan diupayakan menjadi sia-sia saja

Biasanya, orang yang tengah jatuh cinta tidak pernah ambil pusing dapat apa saja yang pernah ditunaikan untuk seseorang yang membuatnya jatuh cinta, begitu termasuk kamu. Kamu menjadi seseorang paling royal dan tidak pernah perhitungan atas apa yang pernah diberikan. Apa saja yang dia minta, sama sekali hampir tidak barangkali sanggup dilakukan, dapat anda usahakan mati-matian.

Saat anda tahu bahwa segala usahamu tak dilihat, pas apa yang anda memberikan hanya sekadar hadiah buatnya, anda mulai mendambakan berhenti. Meski dipeluk rasa bertepuk sebelah tangan yang tidak sebentar, sanggup merebut kesadaranmu ulang saja anda udah benar-benar luar biasa.

2. Dulu, menyaksikan sosoknya bagai sebuah keharusan yang harus anda jalankan setiap waktu. Kemudian anda studi menghindar rindu

Sosoknya bagai candu, apabila sehari saja tanpa menyaksikan batang hidungnya anda seolah tidak mempunyai daya. Kamu pernah rela mengelilingi rumahnya berulang kali demi sekadar menciptakan sebuah kebetulan, tidak jarang anda berkunjung ke kedai kopi kesukaannya supaya sanggup bertegur sapa. Melihatnya, benar-benar sebuah keharusan untukmu.

Sedikit demi sedikit kekecewaan mengakibatkan perasaan sukamu keropos. Rasa rindu yang umumnya full, mulai berangsur berkurang, biarpun tidak jarang pas rindu singgah justru dengan rasa yang meluap-luap. Tidak apa-apa, menghindar rindu sesungguhnya sulit, tidak barangkali seketika hilang. Kamu hanya belum jadi biasa saja.

3. Pelan tapi pasti, anda mencoba tahu bahwa jodoh didapat bukan hanyalah kemauanmu sendiri
kamu mulai sanggup memahami

Mengenal sosoknya yang menyenangkan, ramah dan mengakibatkan baper berkepanjangan membuatmu rasa mendambakan memilikinya kian besar. Dia bagai laki-laki tak bercela di hadapanmu, sungguh rasanya benar-benar sempurna menjadikannya rekan seumur hidup.

Namun, tambah banyak rasa mendambakan memiliki, anda justru mulai tambah sesak dan tercekik, benar-benar banyak usaha mendapatkannya pun melelahkan. Di pas itulah anda dapat tahu bahwa sekeras apa-pun usahamu, sebesar apa-pun rasa cintamu, kalau sesungguhnya bukan jodoh, dia tidak dapat menjadi milikmu.

Jodoh itu saling berusaha, bukan hanya keliru satu saja.

4. ‘Dia saja sanggup bahagia, maka saya termasuk harus senang dengan diriku sendiri’ katamu terhadap akhirnya

Menjadi dewasa itu butuh proses, cinta yang bertepuk sebelah tangan yang tidak berujung happy ending adalah keliru satu langkah Tuhan mendewasakanmu. Kamu yang pada awalnya penuntut, mengharuskan mempunyai apa yang anda inginkan, menyaksikan kebahagiaan hanya berasal dari satu arah sesudah itu berangsur menjadi lebih tenang, mulai studi lebih sabar dan berdamai dengan kondisi yang ada.

Jika di awalnya yang anda tahu hanyalah ‘bahagia itu bersamanya’, sesudah itu anda mulai menerima bahwa ‘tanpanya saya baik-baik saja. Aku selalu sanggup berbahagia’

5. Setelah melalui banyak hal, anda mulai studi ikhlas dan berdamai dengan kenyataan

Saat cintamu bertepuk sebelah tangan, banyak perihal yang anda alami sendiri, mulai berasal dari bahagia, galau, hingga kini patah hati seluruh anda alami seorang diri. Bukankah cinta selayaknya dirasakan berdua? Ya, sayangnya itu tidak terjadi padamu.

Namun, dibalik bertepuk sebelah tangan yang anda rasakan, anda studi ilmu baru yang bernama ikhlas. Apa yang terjadi, apa yang anda mempunyai bahkan yang belum sempat anda mempunyai sekalipun, adalah jalur yang Tuhan pilihkan untuk anda dan sebab perihal ini, anda mulai mengenal apa yang namanya berdamai dengan kenyataan, menerima dengan lapang dada segala senang hingga tangis. Sungguh, dapat selalu ada hikmah dibalik segala luka.

6. Sampai terhadap akhirnya anda sanggup bersyukur berulang kali, ‘Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh baik sekali…’

Pada akhirnya anda dapat bersyukur pernah ditempa dengan cinta bertepuk sebelah tangan yang panjang dan melelahkan. Kamu dapat berterimakasih berulang kali terhadap Tuhan udah dipertemukan dengan orang yang keliru hingga sesudah itu anda sanggup mengetahui mana lelaki paling baik yang apabila sanggup berikan anda kepastian di masa depan nanti.

Tidak pernah ada yang sia-sia sama sekali anda pernah digulung lara, sebab yang patah dapat ulang sedia kala, sebab yang pernah bertepuk sebelah tangan dapat menemukan belahan jiwanya di pas yang dapat datang.

Melewati fase menuju legawa berasal dari #bertepuksebelahtangan tidak seluruh orang sanggup dan anda adalah yang terbukti tangguh sanggup menyembuhkan luka dan ikhlas sendiri. Kamu istimewa!

Baca selengkapnya »
Mitos Ini Dapat Menyebabkan Hubungan Asmara Yang Tidak Sehat.

Mitos Ini Dapat Menyebabkan Hubungan Asmara Yang Tidak Sehat.



Cinta sebenarnya sanggup membuat tiap-tiap insan mabuk kepayang, lebih-lebih jika jalinan kalian sedang di dalam fase indah awal pacaran. Dunia serasa milik kalian berdua. Sayangnya, bagi banyak orang fase indah ini tak berlangsung selamanya. Setelah beberapa lama, banyak pasangan yang kelanjutan hubungannya termakan mitos dan putus begitu saja.

Jika mengidamkan rasa cinta yang kalian inginkan dan selalu bersemi di dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya jauhilah mitos-mitos pacaran yang tidak sehat. Mitos-mitos seperti apa saja?

1. Mitos bahwa cemburu adalah isyarat cinta. Semakin cemburu seseorang, makin kuat rasa cintanya

“Cemburu adalah bumbu cinta, tanpa cemburu, tak dapat tersedia cinta!”
Kebanyakan orang berpacaran memiliki nurani untuk membuat pasangannya cemburu. Slogan diatas lah yang kadang-kadang menjadi alasan untuk melakikan hal yang berpotensi untuk membuat pasangan cemburu. Seolah itu adalah tes untuk tunjukkan pasangannya mencintainya atau tidak.

Padahal cemburu belum tentu sanggup menjadi patokan perihal rasa. Apalagi, jika itu sebenarnya adalah buah dari rasa iri atau insecure dari pihak yang mencemburui. Cemburu yang terlalu berlebih dapat menjadikan hubungan yang penuh dengan rasa curiga, fatalnya, rasa curiga adalah salah satu penyebab utama dari retaknya sebuah jalinan akibat kesalah pahaman yang didasari dari anggapan negatif.

Jadi, mulai sekarang hindari kegiatan atau perilaku yang dapat membuat pasangan kalian cemburu, karena cemburu berlebih dapat berimbas pada pikiran yang stres dan tekanan batin yang berlebihan.

2. Dia adalah tulang rusukmu yang sempat hilang. Kamu menjadi lengkap dan sempurna gara-gara dia sekarang ada dan kehadirannya membuatmu sempurna.

Banyak orang yang beranggapan bahwa menjalin jalinan bersama orang yang kita menentukan adalah fase dimana kita sudah mendapatkan orang yang dapat melengkapi kekurangan yang kita miliki, kehadirannya membuat dirimu menjadi sosok yang sempurna. Sayangnya, mitos inilah yang kadang-kadang menjadi pemicu keretakan sebuah hubungan. Pacaran, lebih-lebih pernikahan sekalipun, tak dapat menjadikan kalian sosok yang sempurna.

Hubungan ideal adalah jalinan bersama dua individu yang mengusahakan melengkapi kekurangan dirinya sendiri, bukannya mengandalkan pasangannya untuk mengisi. Jika kalian menjalani jalinan dari sudut pandang ini, tak dapat tersedia cerita saling ketergantungan — dan sanggup dijamin jalinan kalian dapat bertahan.

Bayangkan jika anda beranggap sosoknya adalah orang yang dapat melengkapi kekuranganmu, hidupmu dapat selalu jadi kecemasan dan tidak nyaman jika suatu kala dirinya pergi meninggalkanmu.

3. Hubungan yang adem ayem dan minim konflik tentu bahagia.

Konflik adalah keniscayaan, juga di dalam jalinan cinta. Adanya konflik di dalam jalinan anda bukan bermakna rasa cinta kalian udah berkurang, jika diamati dari sudut pandang lain, konflik sebenarnya sanggup menjadi layanan untuk memperkuat jalinan kalian berdua.

Hal yang terpenting sebenarnya adalah cara kalian menyikapi konflik itu sendiri. Kedewasaan dan komunikasi tiap-tiap individu di dalam sebuah jalinan adalah kunci berhasil menjadikan konflik sebagai tempat untuk memperkuat rasa cinta dan saling menghargai di pada kalian. Terkadang menjaga ego masing-masing lah penyebab konflik tidak pernah reda.

4. Kalau anda sama secara fisik atau memiliki selera yang sama dengan dia, kalian tentu berjodoh! Padahal yang sama fisik atau seleranya dengan anda banyak.
( nggak gini juga kali )
Seiring berjalannya waktu, dapat keluar kemiripan di pada kalian, entah cara berpakaian, sifat, ataupun cara berperilaku. Banyak dari rekan yang jadi berbicara “Eh, kok kalian sama sih? Pasti jodoh!” Padahal, kemiripan sama sekali bukan bermakna kecocokan. Bukan bermakna anda udah mendapatkan jodoh yang sepanjang ini hilang.

Saling menghargai keunikan perbedaan antar kalian berdua, layaknya kalian bangga bersama kemiripan yang kalian miliki, sebenarnya adalah kunci puas dari hubungan. Tetap menjadi diri sendiri dan biarkan pasanganmu menjadi dirinya sendiri, sejalan berjalannya kala kalian dapat saling menghargai perbedaan satu diantara kalian.

5. Satu tahun adalah kala yang menentukan. Saat berhasil melewatinya, bermakna jalinan kalian dapat sanggup bertahan lama.
setelah 3 bulan langgeng?

Inilah mitos yang banyak dipercaya oleh banyak pasangan, jalinan dapat langgeng jika udah melewati jaman pacaran sepanjang 1 tahun. Banyak yang beranggap 1 tahun adalah kala yang pas untuk beradaptasi dan menyadari pada satu bersama yang lain, jika di dalam kala selanjutnya ditemukan ketidakcocokan maka jalinan dapat berakhir saat itu.

Tapi, fakta tunjukkan lain, pasangan yang udah bertahun-tahun menjalin jalinan juga sanggup putus ditengah jalan, lebih-lebih tidak sedikit knowledge perceraian yang berlangsung akhir-akhir ini. Kunci dari sebuah jalinan sebenarnya bukan kuantitas terjalinnya sebuah hubungan, tapi lebih ke kualitas jalinan pada keduanya. Lagi-lagi komunikasi punya kunci perlu di dalam kesuksesan sebuah hubungan.

Pada dasarnya sempurna atau tidaknya sebuah jalinan ditentukan oleh kualitas komunikasi pada anda dan pasanganmu. Bukan oleh mitos-mitos di atas. Jangan sampai termakan, ya!
Baca selengkapnya »
4 Cara Menghadapi Pasangan Yang Pernah Selingkuh

4 Cara Menghadapi Pasangan Yang Pernah Selingkuh


Saat kamu meniti sebuah hubungan dan telah berkomitmen untuk serius, akan jadi hal yang terlampau menyakitkan seumpama ternyata pasangan kamu dulu berselingkuh sebelumnya. Perselingkuhan apa-pun bentuknya dan berlangsung telah terlampau lama senantiasa saja sulit untuk dilupakan dan akan jadi sebuah mimpi tidak baik didalam hubungan anda.

Saat kamu mengetahui bahwa pasangan kamu dulu berselingkuh, apa yang akan kamu lakukan? Langit serasa akan runtuh. Akan ada banyak pertanyaan, haruskah dimaafkan dan diberi kesempatan, atau justru tinggalkan saja?

Berikut ini berasal dari satu} cara untuk menghadapi kekasih yang dulu berselingkuh, diantaranya:
1. Berfikir dan Intropeksi

Berfikir dan intropeksi berkenaan masa depan hubungan anda. Pikirkan baik-baik seumpama akan memaafkannya.

Saat ini, sebelum akan menikah kamu punyai hak untuk mengambil pas berpikir terutama dahulu secara matang sebelum akan terlampau mengambil keputusan berkenaan pernikahan. Pertimbangkan terlampau secara matang, apakah kamu siap meniti hari-hari bersamanya, apakah dia orang yang tepat untuk diberikan kasih sayang, pengorbanan dan komitmen sebagai seorang istri. Apakah dia sosok yang kamu inginkan untuk menemani sisa hidup anda.

2. Komunikasi

Apabila perselingkuhan berikut telah lama berlangsung dan berakhir atas kesadarannya sendiri maka Anda sanggup lebih tenang sebab mungkin ia telah mengetahui kesalahan dan berupaya memperbaikinya dengan mengambil keputusan hubungan tersebut. Jadi coba berkomunikasi dan pastikan. Bila benar, tidak ada salahnya memberikan peluang dan coba membangun lagi rasa percaya terhadapnya.

3. Ketahui Alasannya Berselingkuh

Saat menghadapi persoalan pasangan yang dulu berselingkuh, samasekali telah lama dan telah berakhir, ada baiknnya Anda mengetahui alasannya. Cobalah dengarkan alasannya mengapa dia berselingkuh. Hal ini baik sehingga kamu sanggup memilih cara apa yang akan kamu ambil. Pastikan emosi Anda telah stabil, dan tak mesti ada campur tangan pihak lain yang sebabkan pandangan tidak obyektif.

Saat kekasih kamu baru mengakhiri hubungannya dengan orang lainbelum lama ini sebab ketahuan oleh anda, maka sebaiknya berpikir lagi berkenaan lanjutan hubungan kamu dengannya sebelum akan melangkah ke jenjang pernikahan yang diinginkan cuma berlangsung sekali seumur hidup. Tentunya kamu tidak inginkan menikahi seseorang yang tidak sanggup dipercaya, tidak sanggup dipegang perkataan dan komitmennya.

4. Tutup Rapat-rapat Masa Lalu

Ketika pada akhirnya Anda memilih untuk memaafkan dan lagi bersamanya, jangan dulu menoleh ke masa lalunya lagi. Hal itu cuma akan terhubung luka lama, sebabkan sakit hati kembali, dan cuma sebabkan kamu kuatir dengan pasangan. Tentunya akan lebih menggembirakan terkecuali kamu sanggup nikmati hubungan berikut dan bersyukur sanggup punyai dia? Jika kamu terus terlilit dengan masa lalu, jangan bersedih terkecuali pada akhirnya kamu akan kehilangan dia.
Baca selengkapnya »
Pengertian Khalwat Serta Bahayanya.

Pengertian Khalwat Serta Bahayanya.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما

“Janganlah keliru seorang berasal dari kalian berkhalwat bersama seorang wanita sebab sebenarnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430)


ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يخلون بامرأة ليس معها ذو محرم منها فإن ثالثهما الشيطان

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat bersama seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, sebab syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad berasal dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813)

لا يخلون رجل بامرأة إلا مع ذي محرم فقام رجل فقال يا رسول الله امرأتي خرجت حاجة واكتتبت في غزوة كذا وكذا قال ارجع فحج مع امرأتك

“Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Janganlah seorang laki-laki berkhalwat bersama seorang wanita kacuali kecuali bersama bersama mahrom sang wanita tersebut.’ Lalu berdirilah seseorang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, istriku terlihat untuk berhaji, dan aku sudah mendaftarkan diriku untuk berjihad pada perang ini dan itu,’ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Kembalilah!, dan berhajilah bersama istrimu.'” (HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim 2/975)

Faedah:

Kalau ada yang berkata, “Namun bagaimana bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} shohabiaat yang berhijrah berasal dari Mekah ke Madinah tanpa mahrom?”

Tidaklah boleh bagi seorang wanita untuk bersafar tanpa mahrom kecuali tatkala hijrah berasal dari Mekah ke Madinah sebab keburukan dan bahaya yang ada di kota Mekah waktu itu yang menyebabkannya lari lebih bahaya dan lebih buruk berasal dari perkara yang ditakutkannya menimpa dirinya (jika ia bersafar tanpa mahrom). Ummu Kaltsum binti ‘Uqbah bin Abi Ma’ith dan para wanita yang lain sudah berhijrah berasal dari Mekah ke Madinah tanpa mahrom. Demikian terhitung kehadiran seorang wanita dalam majelis persidangan di hadapan hakim tanpa mahrom, hal ini adalah darurat sebab dikawatirkan hilangnya hak penuntut. Demikian terhitung tatkala seorang wanita yang belum nikah jalankan perzinahan maka ia disingkan tanpa mahromnya sebab hal ini adalah hukuman hadd baginya. (Syarhul ‘Umdah 2/177-178).

Apa maksud perkataan Nabi “syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua”?

Al-Munawi berkata, “Yaitu syaitan menjadi penengah (orang ketiga) diantara keduanya bersama membisikan mereka (untuk jalankan kemaksiatan) dan menjadikan syahwat mereka berdua bergejolak dan menghalau rasa malu dan sungkan berasal dari keduanya dan juga menghiasi kemaksiatan sampai terlihat indah dihadapan mereka berdua, sampai pada akhirnya syaitanpun mengumpulkan mereka berdua dalam kenistaan (yaitu berzina) atau (minimal) menjatuhkan mereka pada perkara-perkara yang lebih gampang berasal dari zina yaitu perkara-perkara pembukaan berasal dari zina yang hampir-hampir menjatuhkan mereka kepada perzinahan.” (Faidhul Qodir 3/78).

As-Syaukani berkata, “Sebabnya adalah Laki-laki senang kepada wanita sebab demikanlah ia sudah diciptakan punya kecondongan kepada wanita, demikian terhitung sebab karakter yang sudah dimilikinya berbentuk syahwat untuk menikah. Demikian terhitung wanita senang kepada Laki-laki sebab sifat-sifat alami dan naluri yang sudah tertancap dalam dirinya. Oleh sebab itu syaitan menemukan fasilitas untuk mengobarkan syahwat yang satu kepada yang lainnya maka terjadilah kemaksiatan.” (Nailul Autor 9/231).

Imam An-Nawawi berkata, “…Diharamkannya berkhalwat bersama seorang wanita ajnabiah dan dibolehkannya berkholwatnya (seorang wanita) bersama mahamnya, dan dua perkara ini merupakan ijma’ (para ulama).” (Al-Minhaj 14/153).

Apakah yang Dimaksud bersama Mahrom??

Berkata As-Suyuthi, “Para sahabat kita (para pengikut madzhab Syafi’i) mengatakan, Mahrom adalah wanita yang diharamkan untuk dinikahi untuk selama-lamanya baik sebab nasab maupun sebab sebab spesifik yang dibolehkan dan sebab kemahroman wanita tersebut.” Definisi ini terhitung dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 9/413, dan ini merupakan definisi Imam An-Nawawi, (Al-Minhaj 14/153) dimana beliau berkata: المحرم هو كل من حرم عليه نكاحها على التأبيد لسبب مباح لحرمتها

Dari definisi ini maka diketahui bahwa:

  1. (wanita yang diharamkan untuk dinikahi), maka bukanlah mahrom anak-anak paman dan anak-anak bibi (baik paman dan bibi selanjutnya saudara sekandung ayah maupun saudara sekandung ibu).
  2. (untuk selama-lamanya), maka bukanlah mahrom saudara wanita istri dan terhitung bibi (tante) istri (baik tante selanjutnya saudara kandung ibu si istri maupun saudara kandung ayah si istri) sebab keduanya sanggup dinikahi kecuali sang istri dicerai, demikian terhitung bukanlah terhitung mahrom wanita yang sudah ditalak tiga, sebab ia sanggup dinikahi lagi kecuali sudah dinikahi oleh orang lain sesudah itu dicerai. Demikian terhitung bukanlah terhitung mahrom wanita selain ahlul kitab (baik yang beragama majusi, budha, hindu, maupun kepercayaan yang lainnya) sebab ia sanggup dinikahi kecuali masuk dalam agama Islam.
  3. (dikarenakan sebab spesifik yang dibolehkan), maka bukanlah mahrom ibu yang dijima’i oleh ayah bersama jima’ yang syubhat (tidak bersama pernikahan yang sah) dan terhitung anak wanita berasal dari ibu tersebut. Ibu selanjutnya tidak boleh untuk dinikahi tetapi ia bukanlah mahrom sebab jima’ syubhat tidak dikatakan boleh dilakukan.
  4. (dikarenakan kemahroman wanita tersebut), maka bukan terhitung mahrom wanita yang dipisah berasal dari suaminya sebab mula’anah (Mawahibul Jalil 4/116), sebab wanita selanjutnya diharamkan untuk dinikahi lagi oleh suaminya yang sudah melaknatnya selama-lamanya tetapi bukan sebab kemahroman wanita selanjutnya tetapi sebab sikap ketegasan dan penekanan pada sang suami. (Al-Asybah wan Nadzoir 1/261).

Dan kecuali sudah memahami bahwa sang wanita adalah mahromnya maka tidak boleh baginya untuk menikahinya dan boleh baginya untuk memandangnya dan berkhalwat dengannya dan bersafar menemaninya, dan hukum ini perlu termasuk mahrom yang disebabkan sebab nasab atau sebab persusuan atau sebab pernikahan. (Al-Asybah wan Nadzoir 1/262).

Peringatan:

Berkata Imam An-Nawawi, “Yang dimaksud mahrom berasal dari sang wanita ajnabiah yang kecuali ia berada bersama sang wanita maka boleh bagi seorang pria untuk duduk (berkhalwat) bersama wanita ajnabiah tersebut, disyaratkan mesti merupakan seseorang yang sang pria ajnabi sungkan (malu/tidak sedap hati) dengannya. Adapun kecuali mahrom selanjutnya masih kecil andaikan umurnya dua atau tiga th. atau yang semisalnya maka wujudnya seperti tidak terdapatnya tanpa ada khilaf.” (Al-Majmu’ 4/242).

Apakah yang Dimaksud bersama Khalwat?

Anas bin Malik berkata,

جاءت امرأة من الأنصار إلى النبي صلى الله عليه وسلم فخلا بها فقال والله إنكم لأحب الناس إلي

“Datang seorang wanita berasal dari kaum Ansor kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkhalwat dengannya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Demi Allah kalian (kaum Anshor) adalah orang-orang yang paling aku cintai.'” (HR. Al-Bukhari no. 5234, Kitabun Nikah)

Imam Al-Bukhori memberi judul hadits ini bersama perkataannya,باب ما يجوز أن يخلو الرجل بالمرأة عند الناس “Bab: Dibolehkannya seorang laki-laki berkhalwat bersama seorang wanita kecuali di hadapan khalayak.”

Ibnu Hajar berkata, “Imam Al-Bukhori menyimpulkan hukum (dalam judul selanjutnya bersama perkataannya) “di hadapan khalayak” berasal dari perkataan Anas bin Malik berasal dari riwayat yang lain (*) “Maka Nabi pun berkhalwat dengannya di {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} jalan atau {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} السكك (sukak).” Dan السكك, adalah jalan digunakan untuk berlangsung yang biasanya senantiasa di lewati manusia.”

(*) Diantaranya diriwayatkan oleh Imam Muslim (4/1812):

عن أنس أن امرأة كان في عقلها شيء فقالت يا رسول الله إن لي إليك حاجة فقال يا أم فلان انظري أي السكك شئت حتى أقضي لك حاجتك فخلا معها في بعض الطرق حتى فرغت من حاجتها

“Dari Anas bin Malik bahwasanya seorang wanita yang peikirannya agak terganggu berbicara kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, ‘Wahai Rasulullah, aku punya ada mesti denganmu,’ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbicara kepadanya, ‘Wahai Ummu fulan, lihatlah kepada jalan mana saja yang engkau sudi sampai aku penuhi keperluanmu.’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkhalwat bersama wanita selanjutnya di sebuah jalan sampai wanita selanjutnya selesai berasal dari keperluannya.”

Ibnu Hajar berkata, “Yaitu ia tidak berkhalwat bersama wanita selanjutnya sampai keduanya tertutup berasal dari pandangan khalayak (tersembunyi dan tidak kelihatan-pen), tetapi maksudnya dibolehkan khalwat kecuali (mereka berdua tampak oleh khalayak) tetapi suara mereka berdua tidak terdengar oleh khalayak sebab ia berbicara dengannya perlahan-lahan, contohnya sebab suatu perkara yang wanita selanjutnya malu kecuali ia menyebutkan perkara selanjutnya di hadapan khalayak.”

Ibnu Hajar menyebutkan bahwasanya ada khalwat yang diharamkan dan ada khalwat yang diperbolehkan:

  1. Khalwat yang diperbolehkan adalah sebagaimana yang dilaksanakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama wanita tersebut, yaitu memojok bersama suara yang tidak di dengar oleh khalayak tetapi tidak tertutup berasal dari pandangan mereka. Hal ini terhitung sebagaimana penjelasan Al-Muhallab, “Anas tidak memaksudkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhalwat bersama wanita selanjutnya sampai tidak tampak oleh orang-orang kira-kira Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala itu, tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhalwat bersama wanita selanjutnya sampai orang-orang di sekitarnya tidak mendengar keluhan sang wanita dan percakapan yang berlangsung antara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan wanita tersebut. Oleh sebab itu Anas mendengar akhir berasal dari percakapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan wanita selanjutnya lantas iapun menukilnya (meriwayatkannya) dan ia tidak meriwayatkan percakapan yang berlangsung antara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan wanita itu sebab ia tidak mendengarnya.” (Fathul Bari 9/413. Adapun perkataan Imam Nawawi bahwa “kemungkinan wanita selanjutnya adalah mahrom Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti Ummu Sulaim dan saudara wanitanya.” (Al-Minhaj 16/68), maka kuranglah tepat sebab sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim bahwa wanita selanjutnya pikirannya agak terganggu, dan ini bukanlah merupakan karakter Ummu Sulaim).
  2. Khalwat yang diharamkan adalah khalwat (bersendiriannya) antara Laki-laki dan wanita agar tertutup berasal dari pandangan manusia. Berkata Al-Qodhi dalam Al-Ahkam As-Sulthoniah berkenaan karakter penegak amar ma’ruf nahi mungkar, “Jika ia menyaksikan seorang pria yang berdiri bersama seorang wanita di jalan yang di lewati (orang-orang) dan tidak terlihat berasal dari keduanya gejala yang menyangsikan maka janganlah ia menghardik mereka berdua dan janganlah ia mengingkari. Namun kecuali mereka berdua berdiri di jalan yang sepi maka sepinya area menyangsikan maka ia boleh mengingkari pria selanjutnya dan hendaknya ia jangan langsung memberi hukuman pada keduanya risau ternyata sang pria adalah mahrom sang wanita. Hendaknya ia berbicara kepada sang pria -jika ternyata ia adalah mahrom sang wanita- jagalah wanita ini berasal dari tempat-tempat yang mencurigakan. -Dan kecuali ternyata wanita selanjutnya adalah wanita ajnabiah– hendaknya ia berbicara kepada sang pria, ‘Aku ingatkan kepadamu berasal dari bahaya berkhalwat bersama wanita ajnabiah yang sanggup menjerumuskan.’

Syaikh Sholeh Alu Syaikh berkata:

والخلوة المحرمة هي ما كانت مع إغلاق لدار أو حجرة أو سيارة ونحو ذلك أو مع استتار عن الأعين، فهذه خلوة محرمة وكذا ضبطها الفقهاء

“Dan khalwat yang diharamkan adalah kecuali disertai bersama menutup (mengunci) tempat tinggal atau kamar atau mobil atau yang semisalnya atau tertutup berasal dari pandangan manusia (khalayak). Inilah khalwat yang terlarang, dan demikian para pakar fikh mendefinisikannya.”

Jadi khalwat yang diharamkan ada dua wujud sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Sholeh Alu Syaikh. Dan bukanlah merupkan kelaziman bahwa ruangan yang tertutup melazimkan terhitung tertutupnya berasal dari pandangan khalayak.

Jika ada yang mengatakan, “Berdasarkan definisi khalwat yang diharamkan di atas maka berdua-duaannya seorang wanita dan pria di emperan jalan-jalan raya bukanlah khalwat yang diharamkan sebab semua orang menyaksikan mereka??”

Memang benar hal itu bukanlah merupakan khalwat yang diharamkan, tetapi ingat diantara hikmah diharamkan khalwat adalah sebab khalwat merupakan keliru satu fasilitas yang mengantarakan kepada perbuatan zina, sebagaimana mengumbar pandangan merupakan awal cara yang pada akhirnya mengantarkan pada perbuatan zina. Oleh sebab itu wujud khalwat yang dilaksanakan oleh biasanya pemuda meskipun kecuali ditinjau berasal dari hakikat khalwat itu sendiri bukanlah khalwat yang diharamkan, tetapi kecuali ditinjau berasal dari fitnah yang timbul akibat khalwat selanjutnya maka hukumnya adalah haram. Para pemuda-pemudi yang berdua-duaan selanjutnya sudah jatuh dalam hal-hal yang haram lainnya seperti saling menyaksikan antara satu bersama yang lainnya, sang wanita mendayu-dayukan suaranya bersama menggoda, belum lagi baju sang wanita yang tidak sesuai bersama syari’at, dan lain sebagaianya yang jauh lebih parah. Khalwat yang asalnya dibolehkan ini tetapi kecuali tercampur bersama hal-hal yang haram ini maka hukumnya menjadi haram. Khalwat yang tidak aman berasal dari munculnya fitnah maka hukumnya haram.

Ibnu Hajar berkata, “Hadits ini (yaitu hadits Anas di atas) menunjukan akan bolehnya berbincang-bincang bersama seorang wanita ajnabiah (bukan mahrom) bersama percakapan rahasia (diam-diam), dan hal ini bukanlah celaan pada kehormatan agama pelakunya kecuali ia aman berasal dari fitnah. Namun perkaranya sebagaimana perkataan Aisyah وأيكم يملك إربه كما كان النبي يملك إربه “Dan siapakah berasal dari kalian yang sanggup menahan gejolak nafsunya sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sanggup menahan syahwatnya.” (Fathul Bari 9/414).

Sa’id bin Al-Musayyib berkata,

لقد بلغت ثمانين سنة وأنا أخوف ما أخاف على النساء

“Aku sudah meraih usia delapan puluh th. dan yang paling aku takutkan adalah para wanita.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Musonnaf-nya 7/17, ia berkata, “Telah mengemukakan kepada kita Aswad bin ‘Amir, (ia berkata), ‘Telah mengemukakan kepada kita Hammad bin Salamah, berasal dari Ali bin Zaid berasal dari Sa’id bin Al-Musayyib…’”).

Dalam riwayat yang lain berasal dari Ali bin Zaid bin Jad’an bahwasanya Sa’id berkata, “Tidaklah syaitan berputus asa berasal dari (menggoda) sesuatu kecuali ia mencari jalan terlihat bersama mempergunakan para wanita (sebagai senjatanya untuk menggoda)”, Ali bin Zaid bin Jad’an berkata, “Kemudian Sa’id berbicara (padahal waktu itu ia sudah berumur 84 th. dan matanya yang satu tidak sanggup digunakan untuk menyaksikan lagi, dan mata yang satunya lagi rabun): ‘Tidak ada sesuatu yang lebih aku takutkan daripada para wanita.’” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 4/373 no. 5452 bersama sanadnya sampai Ali bin Al-Madini berasal dari Sufyan berasal dari Ali bin Zaid bin Jad’an).

Rasulullah bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya pada kaum pria daripada finah para wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5096 [Kitabun Nikah] dan Mulim no. 97,98 [Kitab Adz-Dzikir])

Abdurrouf Al-Munawi mengomentari hadits ini, “Hal ini sebab seorang wanita tidaklah menyuruh suaminya kecuali kepada perkara-perkara yang buruk, dan tidak memotivasinya kecuali untuk jalankan keburukan, dan bahaya wanita yang paling minimal adalah ia menjadikan suaminya cinta kepada dunia sampai pada akhirnya binasa dalam dunianya, dan kerusakan apa yang lebih kritis berasal dari hal ini, belum lagi wanita adalah sebab munculnya mabuk asmara dan fitnah-fitnah yang lainnya yang susah untuk dihitung.”

Ibnu Abbas berkata,

لم يكفر من كفر ممن مضى إلا من قبل النساء وكفر من بقي من قبل النساء

“Tidaklah kafir orang-orang terdahulu kecuali sebab para wanita dan demikian terhitung bersama orang-orang yang di era mendatang.”

Para raja mengirimkan hadiah-hadiah kepada para pakar fikih maka mereka pun terima hadiah tersebut, adapun Fudhail ia menolak hadiah tersebut. Istrinya pun berbicara kepadanya, “Engkau menolak sepuluh ribu (dinar atau dirham) padahal kita tidak punya makanan untuk dimakan pada hari ini?”, Fudhail pun menimpali, “Permisalan antara aku dan engkau (wahai istriku) sebagaimana suatu kaum yang punya seekor sapi yang mereka membajak bersama memakai sapi tersebut, tatkala sapi selanjutnya sudah tua maka mereka pun menyembelihnya. Demikianlah aku, engkau mendambakan menyembelihku sesudah aku meraih usia senja, lebih baik engkau mati dalam situasi lapar sebelum saat engkau menyembelih Fudhail.” (Al-Faidul Qodir 5/436).

Dari Imron bin Abdillah, Sa’id bin Al-Musayyib berkata,

ما خفت على نفسي شيئا مخافة النساء

“Tidaklah aku kuatir pada sesuatu menimpa diriku sebagaimana ketakutanku kepada (fitnah) para wanita.”

Para sahabat beliau berkata,

يا أبا محمد إن مثلك لا يريد النساء ولا تريده النساء قال هو ما أقول لكم

“Wahai Abu Muhammad, orang yang sepertimu tidak meminta para wanita dan para wanita pun tidak menghendakinya!”

Sa’id berkata, “Kenyataannya sebagaimana yang sudah aku katakan kepada kalian.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dalam At-Tobaqoot Al-Kubro (5/136) ia berkata, “Telah mengabarkan kepada kita ‘Amr bin ‘Ashim, ia berkata, “Telah mengabarkan kepada kita Salam bin Miskin, ia berkata, “Telah mengemukakan kepada kita ‘Imron bin ‘Abdillah,” ‘Ato’ berkata,

لو ائتمنت على بيت مال لكنت أمينا ولا آمن نفسي على أمة شوهاء

“Jika aku diberi kepercayaan untuk melindungi baitul mal (tempat penyimpanan harta kaum muslimin) maka aku akan menjalankan amanah tersebut, tetapi aku tidak sanggup menanggung diriku berasal dari seorang budak wanita yang cantik.”

Imam Ad-Dzahabi mengomentari perkataan ‘Ato ini,

صدق رحمه الله ففي الحديث ألا لايخلون رجل بامرأة فإن ثالثهما الشيطان

“Sungguh benar perkataan ‘Ato’ -semoga Allah merahmati beliau- sebagaimana sudah disebutkan dalam hadits, ‘Janganlah seorang laki-laki berkhalwat bersama seorang wanita sebab syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.’” (Siyar A’lam An-Nubala 5/87-88).

Maka sungguh benarlah perkataan Ahmad bin ‘Ashim Al-Anthoki (beliau meninggal th. 239 H),

من كان بالله أعرف كان منه أخوف

“Barangsiapa yang lebih mengenal Allah maka ia akan lebih kuatir kepada Allah.” (Al-Bidayah wan Nihayah 10/318, Bugyatut Tolab fi Tarikh Al-Halab 2/750).

Lihatlah para salaf seperti Sa’id bin Al-Musayyib yang tidaklah pernah dikumandangkan adzan sepanjang empat puluh th. kecuali Sa’id sudah berada di mesjid (Tahdzibut Tahdzib 4/87), demikian terhitung ‘Ato yang Ibnu Juraij berbicara tentangnya,

كان المسجد فراش عطاء عشرين سنة وكان من أحسن الناس صلاة

“Mesjid adalah area tidur ‘Ato’ sepanjang dua puluh tahun, dan beliau adalah orang yang paling baik sholatnya.” (Siyar A’lam An-Nubala 5/84, Tahdzibul Kamal 20/80, Tarikh Ibnu ‘Asakir 40/392, Hilyatul Auliya’ 3/310).

Dengan ibadah mereka yang luar biasa selanjutnya maka mereka lebih mengenal Rob mereka shingga mereka lebih kuatir kepada Allah, kuatir kecuali diri mereka terjerumus dalam kemaksiatan. Tidak sebagaimana halnya {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} kaum muslimin yang mulai yakin diri untuk terselamatkan berasal dari fitnah, apalagi fitnah yang sangat berbahaya yaitu fitnah wanita???

Dan diharamkan berkhalwatnya seseorang bersama lawan jenisnya yang bukan merupakan mahromnya, dan hal ini umum termasuk semua bentuk, dan sama saja apakah disertai nafsu syahwat ataupun tidak, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berkhalwat secara perlu baik disertai syahwat maupun tidak.

Dikatakan kepada Abul Qosim An-Nasr Abadzi, “Sebagian orang duduk (bergaul) bersama para wanita dan mereka berkata, “Saya sanggup terjaga untuk tidak menyaksikan mereka.” Ia pun berkata, “Selama jasad masih utuh maka perintah dan larangan terhitung senantiasa berlaku dan penghalalan dan pengharaman terhitung senantiasa ditujukan bersama keduanya (yaitu perintah dan larangan) dan tidaklah memberanikan diri kepada syubhat-syubhat kecuali orang yang menjerumuskan dirinya untuk jatuh dalam hal-hal yang haram.” (Syaradzatuz Dzahab 3/58, Tobaqoot As-Sufiah 1/364).

Peringatan:

  1. Diharamkan berkhalwatnya seorang wanita bersama hewan yang sanggup tertarik dan bernafsu kepada seorang wanita seperti monyet, sebab dikawatirkan terjadinya fitnah (hal yang tidak diinginkan) sebagaimana disebutkan oleh Ibnu ‘Aqil dan Ibnul Jauzi, dan juga Syaikh Taqiyuddin. (Kasyful Qina’ 5/16).
  2. Orang yang banci bersama seorang wanita hukumnya ia seperti seorang pria (maka berlaku hukum-hukum khalwat), dan demikian terhitung kecuali bersama banyak wanita. Dan kecuali bersama seorang pria maka ia hukumnya seperti seorang wanita, demikian terhitung kecuali ia bersama banyak lelaki, dalam rangka untuk berhati-hati. (Al-Majmu’ 4/241).
  3. Berkhalwat bersama seorang amrod (anak muda yang belum tumbuh rambut wajahnya) yang berparas tampan hukumnya sebagaimana khalwat bersama seorang wanita, meskipun khalwat selanjutnya untuk kemaslahatan studi mengajar atau pendidikan. Imam Ahmad berbicara kepada seseorang yang berlangsung bersama seorang anak yang tampan yang merupakan keponakan orang tersebut; “Menurutku hendaknya engkau tidak berlangsung bersamanya di jalan.” Ibnul Jauzi berkatam “Para salaf berbicara berkenaan amrod: “وهو أشد فتنة من العذارى” “Fitnahnya lebih besar daripada fitnah wanita perawan.” (Kasyful Qona’ 5/16). Berkata Ibnu Katsir, “Banyak salaf yang menyebutkan bahwa mereka melarang seorang pria menajamkan pandanganya (menatapi bersama serius) kepada amrod.” (Tafsir Ibnu Katsir, tafsir surat 24 ayat 30). Berkata Syaikh Taqiyyuddin (Ibnu Taimiyah), “Barangsiapa yang ulangi pendangannya kepada amrod dan konsisten memandangnya sesudah itu ia berbicara ‘Aku tidak memandangnya bersama syahwat,’ maka ia sudah berdusta.” (Matholib Ulin Nuha 5/19). Berkata Imam An-Nawawi, “Imam As-Syafi’i perlihatkan akan haramnya menyaksikan (wajah) amrod, dan kecuali menyaksikan saja haram maka berkhalwat bersama amrad lebih haram lagi sebab hal itu lebih buruk dan lebih dekat kepada mafsadah dan hal yang dikawatirkan (jika berkhalwat bersama seorang wanita) terhitung ada (jika berkhalwat bersama amrod.” (Al-Majmu’ 4/241).

Hukum Memandang Amrod (Mukhtasor Al-Fatawa Al-Mishriyah 1/29-30)

Berkata Ibnu Taimiyah, “Memandang amrod bersama syahwat hukumnya haram dan ini merupakan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin, demikian terhitung menyaksikan kepada para wanita yang merupakan mahrom (namun bersama syahwat) dan berjabat tangan bersama mereka dan juga berledzat-ledzat bersama mereka. Barangsiapa yang menyebutkan bahwa hal ini adalah ibadah maka ia sudah kafir, dan dia seperti orang yang menjadikan dukungan kepada orang yang mendambakan berbuat nista sebagai ibadah, apalagi menyaksikan kepada pepohonan, kuda, dan hewan-hewan kecuali bersama perasaan berpikiran indah dan baik dunia, kekuasaan dan kepemimpinan, seta harta benda, maka pandangan seperti ini tercela sebagaimana firman Allah:

ولا تمدن عينيك إلى ما متعنا به أزواجا منهم زهرة الحياة الدنيا لنفتنهم فيه ورزق ربك خير وأبقى

“Dan janganlah kamu tujukan ke dua matamu kepada apa yang sudah Kami memberikan kepada golongan-golongan berasal dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabbmu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. 20:131)

Adapun kecuali pandangan selanjutnya bersama perasaan tanpa merendahkan agama, tetapi bersama pandangan selanjutnya timbul rileks jiwa seperti menyaksikan bunga-bunga maka ini terhitung kebatilan yang dimanfaatkan untuk kebenaran.

Terkadang seseorang menyaksikan kepada orang lain sebab keimanan dan ketakwaan yang dimiliki oleh orang yang dipandang selanjutnya maka pandangan yang seperti ini patokannya adalah hati dan amal orang yang dipandang selanjutnya bukan sebab rupa orang itu.

Terkadang seseorang menyaksikan orang selanjutnya sebab keindahan rupa orang selanjutnya agar mengingatkan dia akan Dzat yang menciptakan rupa selanjutnya (yaitu Allah) maka pendangan seperti ini baik.

Terkadang seseorang menyaksikan orang lain hanya sebab keindahan rupanya. Maka masing-masing style menyaksikan di atas kapan saja disertai bersama nafsu maka hukumnya haram tanpa diragukan lagi, sama saja apakah syahwat yang mengakibatkan syahwat untuk berjima’ ataupun tidak. Dan tidak sama antara perasaan seseorang tatkala menyaksikan bunga-bunga bersama perasaannya tatkala menyaksikan wanita dan amrod, sebab perbedaan ini maka dibedakan terhitung dalam hukum syar’inya, maka jadilah menyaksikan kepada amrod ada tiga macam:

  1. Jika pandangan selanjutnya disertai bersama syahwat maka hukumnya adalah haram.
  2. Yang dibolehkan sebab tidak disertai bersama syahwat seperti seseorang yang wara’ yang menyaksikan kepada putranya yang tampan dan putrinya yang cantik. Pandangan yang seperti ini tidak disertai bersama syahwat kecuali dilaksanakan oleh orang yang paling fajir. Kapan saja pandangan ini disertai bersama syahwat maka hukumnya adalah haram. Oleh sebab itu barangsiapa yang hatinya tidak cenderung kepada amrod sebagaimana para sahabat, sebagaimana sebuah umat yang tidak pernah mengenal kemaksiatan yang nista ini. Seorang berasal dari mereka tidak membedakan antara pandangannya kepada muka amrod bersama pandangannya kepada putranya, putra tetangganya, anak kecil ajnabi. Sama sekali tidak terbetik dihatinya syahwat, sebab ia tidak miliki kebiasaan bersama hal itu, hatinya bersih. Budak-budak wanita di zaman para sahabat terlihat berlangsung di jalan-jalan dalam situasi terbuka wajah-wajah mereka dan mereka melayani (membantu) para Laki-laki dan hati-hati mereka dalam situasi bersih. Kalau di negeri ini dan waktu ini ada orang yang mendambakan melepas budak-budak wanitanya berasal dari Turki berlangsung di jalan-jalan maka akan timbul kerusakan. Demikian pula bersama amrod-amrod yang tampan, tidak dibenarkan untuk terlihat di tempat-tempat dan di waktu-waktu yang dikhawatirkan mereka akan terkena fitnah kecuali sebatas keperluan. Maka tidaklah mungkin pemuda amrod yang tampan berlangsung santai atau duduk di area pemandian umun diantara Laki-laki asing…
  3. Hanyalah timbul perbedaan pendapat diantara para ulama pada style yang ketiga yaitu menyaksikan kepada para amrod tanpa disertai syahwat, tetapi ada kekawatiran akan munculnya gejolak syahwat, maka ada dua pendapat pada madzhab Imam Ahmad. Dan yang paling benar berasal dari dua pendapat selanjutnya adalah pendapat yang terhitung merupakan pengakuan Imam As-Syafi’i dan yang lainnya yaitu tidak boleh. Pendapat yang ke dua boleh, sebab yang merupakan asal adalah tidak munculnya gejolak syahwat. Pendapat pertamalah yang lebih benar.

Barangsiapa yang berlama-lama menyaksikan amrod lantas menyebutkan bahwa ia tidak memandangnya bersama syahwat maka ia sudah berdusta, sebab kecuali sebenarnya tidak ada sesuatu (yaitu syahwat) yang mendorongnya untuk konsisten menyaksikan pastinya ia tidak akan memandang. Sesungguhnya ia tidak ulangi pandangannya kepada amrod kecuali sebab ada keledzatan yang terdapat dalam hatinya.”

Hukum berkhalwatnya seorang pria bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} wanita tanpa mahrom

Para ulama berselisih pendapat berkenaan hukum berkhalwatnya seorang pria bersama wanita ajnabiah kecuali kuantitas wanita selanjutnya lebih berasal dari satu, demikian terhitung sebaliknya (berkhalwatnya seorang wanita bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} Laki-laki ajnabi).

Berkata Imam An-Nawawi, “Tidak ada perbedaan berkenaan diharamkannya berkhalwat antara tatkala sholat maupun di luar sholat.” (Al-Majmu’ 4/242).

Imam An-Nawawi berkata, “Berkata para sahabat kita (yang bermadzhab Syafi’i), kecuali seorang pria mengimami seorang wanita yang merupakan mahromnya dan berkhalwat dengannya maka tidaklah mengapa dan sama sekali tidak makruh sebab boleh baginya untuk berkhalwat dengannya di luar shalat. Dan kecuali ia mengimami seorang wanita ajnabiah dan berkhalwat dengannya maka hukumnya adalah haram… dan kecuali ia mengimami banyak wanita yang ajnabiah bersama situasi berkhalwat bersama mereka maka ada dua pendapat. Jumhur ulama berpendapat akan bolehnya hal itu… sebab para wanita yang berkumpul biasanya tidak terlalu mungkin seorang laki-laki untuk berbuat sesuatu hal yang buruk pada keliru seorang berasal dari mereka dihadapan mereka. Imamul Haromain dan penulis buku Al-‘Uddah menukil bahwasanya Imam As-Syafii perlihatkan bahwa diharamkannya seorang pria mengimami {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} wanita kecuali diantara wanita selanjutnya ada mahrom pria selanjutnya atau istrinya. Dan Imam As-Syafii memastikan akan haramnya berkhalwatnya seorang pria bersama para wanita kecuali kecuali ada mahrom pria selanjutnya bersama mereka.” (Al-Majmu’ 4/241).

Renungkanlah betapa tegasnya Imam As-Syafii dalam pengharaman kholwat antara wanita dan pria, sampai-sampai beliau mengharamkan seorang laki-laki mengimami para wanita (dalam situasi berkhalwat bersama mereka) kecuali kecuali ada diantara wanita selanjutnya mahrom sang imam atau istri sang imam. Padahal ini dalam situasi beribadah yang sangat agung (yaitu sholat) yang pastinya orang yang sedang sholat jauh berasal dari pikiran-pikiran yang kotor, selain itu sang imam pun berada di depan dan para wanita berada dibelakangnya agar ia tidak menyaksikan mereka, tetapi demikian Imam Syafi’i senantiasa mengharamkan hal ini.

Berkata As-Sarkashi, “…Kemakruhan (atau keharoman) hal ini (menurut Imam As-Syafi’i-pen) tidak akan hilang sampai ada diantara para wanita selanjutnya mahrom mereka, sebagaimana dalam hadits Anas bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sholat mengimami mereka di tempat tinggal mereka, Anas pun berkata, “Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan aku dan seorang anak yatim di belakangnya (pada shaf pertama) dan menjadikan ibuku dan Ummu Sulaim di belakang kami.” (HR. Al-Bukhari 1/149, Muslim 1/457)(*). Karena bersama terdapatnya mahrom hilanglah ketakutan akan munculnya fitnah, dan hal sama saja apakah mahrom selanjutnya adalah mahrom bagi semua wanita selanjutnya atau hanya merupakan mahrom bagi {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} mereka dan diperbolehkan sholat dalam semua situasi tersebut, sebab kebencian (terhadap khalwat tersebut) berada kecuali di luar sholat.” (Al-Mabshuth karya As-Sarkashi 1/166).

(*) Lengkap haditsnya (-ed):

عن أنس بن مالك أن جدته مليكة دعت رسول الله صلى الله عليه وسلم لطعام صنعته له فأكل منه ثم قال قوموا فلأصل لكم قال أنس فقمت إلى حصير لنا قد اسود من طول ما لبس فنضحته بماء فقام رسول الله صلى الله عليه وسلم وصففت أنا واليتيم وراءه والعجوز من ورائنا فصلى لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم ركعتين ثم انصرف

“Dari Anas bin Malik ia berbicara bahwasanya neneknya (yang bernama) Mulaikah mengakibatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memakan makanan yang sudah dibuatnya untuk Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka Nabi pun memakannya sesudah itu ia shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Marilah sholat aku akan mengimami kalian.’ Anas berkata, ‘Maka akupun mengambil alih sebuah tikar punya kita yang sudah menghitam sebab sudah lama dipakai lantas akupun memercikkan air pada tidak tersebut.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri (untuk sholat) dan aku bersama seorang anak yatim berdiri satu shaf di belakang beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang yang tua (yaitu nenek beliau) di belakang kami. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sholat dua rakaat sesudah itu beliau berpaling (selesai berasal dari sholat).”

Peringatan:

Berkata Imam An-Nawawi, “Dan sama hukumnya berkenaan diharamkannya berkhalwat antara orang yang buta bersama orang yang sanggup melihat.” (Al-Majmu’ 4/242).

  1. Beliau terhitung berkata, “Ketahuilah bahwasanya mahrom yang bersama keberadaannya bersama sang wanita membolehkan untuk duduk (berkhalwat) bersama sang wanita adalah sama saja baik mahrom selanjutnya adalah mahrom sang pria maupun mahrom sang wanita, atau yang semakna bersama mahrom seperti suami sang wanita atau istri sang pria, wallahu a’lam.” (Al-Majmu’ 4/242).
  2. Diharamkannya berkhalwatnya seorang wanita bersama seorang pria meskipun bersama alasan dalam rangka pengobatan kecuali bersama wanita selanjutnya mahrom, atau suaminya, atau wanita tsiqoh (yang sanggup dipercaya). Karena kenyataan yang banyak berlangsung sebenarnya benar kadangkala hanya terdapat dokter Laki-laki yang sanggup mengatasi penyakit seorang wanita bersama penanganan yang baik dan terjamin meskipun sebab darurat maka sang dokter mesti menyaksikan aurat wanita tersebut. Namun yang mesti diperhatikan tidak semua pengobatan keadaannya darurat yang mengharuskan tidak boleh sang wanita ditemani oleh mahromnya. Apalagi merupakan kenyataan yang menyedihkan banyak berasal dari para wanita yang kecuali mereka bersua bersama dokter pria maka seakan-akan dokter selanjutnya adalah mahromnya.

Hukum Berkhalwatnya Seorang Wanita bersama Beberapa Lelaki (lebih berasal dari satu orang)

عبد الله بن عمرو بن العاص حدثه أن نفرا من بني هاشم دخلوا على أسماء بنت عميس فدخل أبو بكر الصديق وهي تحته يومئذ فرآهم فكره ذلك فذكر ذلك لرسول الله صلى الله عليه وسلم وقال لم أر إلا خيرا فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد برأها من ذلك ثم قام رسول الله صلى الله عليه وسلم على المنبر فقال لا يدخلن رجل بعد يومي هذا على مُغِيْبَةٍ إلا ومعه رجل أو اثنان

“Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash bahwasanya {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} orang berasal dari bani Hasyim masuk (menemui) Asma’ binti ‘Umais, lantas Abu Bakar masuk -dan tatkala itu Asma’ sudah menjadi istri Abu Bakar As-Siddiq- lantas Abu Bakar menyaksikan mereka dan ia membenci hal itu, lantas iapun mengemukakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ia berkata, ‘Aku tidak menyaksikan sesuatu kecuali kebaikan.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Sesungguhnya Allah sudah perlihatkan kesuciannya berasal dari perkara selanjutnya (perkara yang jelek),’ sesudah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di atas mimbar dan berkata, ‘Setelah hari ini tidaklah boleh seorang laki-laki menemui mughibah (yaitu seorang wanita yang suaminya sedang tidak berada di rumah) kecuali bersamanya seorang laki-laki (yang lain) atau dua orang.’” (HR. Muslim 4/1711, Shahih Ibnu Hibban 12/398).

Yang dimaksud bersama mughibah adalah wanita yang suaminya sedang tidak berada di rumah, baik sebab sedang bersafar terlihat kota maupun terlihat berasal dari tempat tinggal tetapi masih dalam kota, dalilnya adalah hadits ini. Dikatakan bahwa Abu Bakar sedang tidak berada di rumah, bukan sedang terlihat kota. (Al-Minhaj 4/155).

Berkata Imam An-Nawawi, “Dzohir berasal dari hadits ini menunjukan akan bolehnya berkhalwatnya dua atau tiga orang Laki-laki bersama seorang wanita ajnabiah, dan yang masyhur menurut para sahabat kita (yaitu penganut madzhab syafi’iah) akan haramnya hal ini. Oleh sebab itu hadits ini (bolehnya berkhalwat) dibawakan kepada kepada sekelompok orang yang kemungkinannya jauh untuk munculnya kesepakatan diantara mereka untuk jalankan perbuatan nista sebab kesholehan mereka, atau muru’ah mereka dan yang lainnya.” (Al-Minhaj 4/155).

Adapun para ulama yang menyebutkan akan bolehnya berkhalwatnya seorang wanita bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} Laki-laki mereka menyaratkan bahwa para Laki-laki selanjutnya merupakan orang-orang yang terpercaya dan tidak bersepakat untuk jalankan hal yang nista pada wanita tersebut.

Berkata Imam An-Nawawi, “Adapun berkholwatnya dua orang Laki-laki atau lebih bersama seorang wanita maka yang masyhur adalah haramnya hal ini sebab sanggup menjadi mereka para Laki-laki selanjutnya bersepakat untuk jalankan hal yang keji (zina) pada wanita itu. Dan dikatakan bahwa kecuali mereka adalah terhitung orang-orang yang jauh berasal dari perbuatan seperti itu maka tidak mengapa.” (Al-Majmu’ 4/241).

Peringatan:

Diantara perkara yang diakui remeh oleh masyarakat tetapi sangat berbahaya adalah berkhalwatnya kerabat suami (yang bukan mahrom istri) bersama istrinya.

عن عقبة بن عامر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إياكم والدخول على النساء فقال رجل من الأنصار يا رسول الله أفرأيت الحمو قال الحمو الموت

“Dari ‘Uqbah bin ‘Amir bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Waspadailah diri kalian berasal dari masuk (menemui) para wanita!’, lantas berkatalah seseorang berasal dari kaum Anshor, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu bersama Al-Hamwu?’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Al-Hamwu adalah maut (kematian).’” (HR. Al-Bukhari no. 5232)

Berkata Ibnu Hajar, “Larangan masuk (terhadap kerabat suami) untuk menemui para wanita menunjukan bahwa larangan untuk berkhalwat lebih utama untuk dilarang (min bab aula).” (Fathul Bari 9/411).

Imam Nawawi berkata, “Para ulama bhs sudah setuju bahwa الأحماء Al-Ahmaa’ adalah karib kerabat suami seperti ayah, saudara laki-laki, keponakan laki-laki, sepupu, dan yang semisalnya, dan الأختان Al-Akhtan adalah karib kerabat berasal dari istri, dan الأصهار Al-Ashhar termasuk keduanya (Al-Ahmam dan Al-Akhtaan)…dan yang dimaksud bersama Al-Ahmam disini adalah kerabat karib suami selain ayahnya dan anak-anaknya(*), sebab mereka adalah mahrom bagi sang istri dan boleh bagi mereka untuk berkhalwat dengannya dan mereka tidak disifati bersama maut, tetapi yang ditujukan di sini adalah saudara laki-laki sang suami, paman, sepupu, dan yang semisalnya yang bukan merupakan mahrom bagi sang wanita dan formalitas masyarakat mereka menggampangkan hal ini (kurang peduli) dan melepas seseorang berkhalwat bersama istiri saudaranya. Inilah maut, dan kerabat seperti ini lebih utama untuk dilarang daripada laki-laki asing (yang tidak ada pertalian kerabat).” (Al-Minhaj 14/154).

(*) Adapun Al-Maziri, maka beliau perlihatkan bahwa arti Al-Hamwu adalah ayah suami, dan pendapat inipun diikuti oleh Ibnul Atsir dalam An-Nihayah, tetapi dzahirnya Ibnul Atsir terhitung tidak halangi arti Al-Hamwu pada ayah sang suami tetapi ia sebenarnya Al-Hamwu itu adalah umum termasuk semua kerabat suami tanpa mengecualikan ayah dan anak-anak suami. Beliau berkata, Al-Hamwu, “Kerabat-kerabat suami.” (An-Nihayah 1/440) Berkata Imam An-Nawawi, “Ini adalah pendapat yang rusak dan tertolak.” (Al-Minhaj 14/154). Ibnu Hajar menyebutkan bahwa penafsiran dan penjelasan para imam menunjukan bahwa pendapat ini bukanlah pendapat yang rusak. (Fathul Bari 9/412).

Al-Maziri berarti bahwa disebutkannya ayah suami untuk dilarang masuk menemui mughibah sebagai peringatan bahwa pelarangan pada selain ayah suami terlebih lagi. (Al-Fath 9412).

Ibnul Atsir berkata, “Jika menurut sang suami bahwa bapaknya adalah maut (jika masuk ke dalam rumahnya dan ia dalam situasi tidak di rumah) -padahal ia adalah mahrom istrinya- bagaimana kecuali yang masuk adalah orang asing??!, maksudnya yaitu ‘Lebih baik ia (sang istri) mati saja dan janganlah ia (sang istri) melakukannya (membiarkan ada yang masuk rumahnya tanpa kehadiran sang suami)’…, ia berkata, ‘Maknanya adalah berkhalwatnya Al-Hamwu bersama sang istri lebih berbahya daripada berkhalwat bersama orang asing, sebab kadangkala kecuali Al-Hamwu selanjutnya berbuat baik pada sang istri atau memintanya untuk jalankan perkara-perkara yang menurut suami adalah hal yang berat seperti mencari sesuatu yang di luar kebolehan sang suami maka jadilah rusaklah pertalian antara suam istri sebab hal itu. Dan sebab seorang suami tidak senang kecuali Al-Hamwu memahami urusan dalam keluarganya kecuali ia masuk dalam rumahnya.” (An-Nihayah 1/440).

Ibnu Hajar mengomentari perkataan Ibnul Atsir ini, “Seakan-akan perkataannya Al-Hamwu maut yaitu mesti berlangsung dan tidak mungkin menahan sang istri berasal dari masuknya Al-Hamwu, sebagaimana kematian itu tidak sanggup dihindari. Dan pendapat yang terakhir ini dipilih oleh Syaikh Taqiyyuddin (Ibnu Taimiyah) dalam Syarhul ‘Umdah.” (Al-Fath 9/413).

Makna Perkataan Al-Hamwu adalah Maut (kematian)

Imam An-Nawawi berkata, “Maknanya bahwa ketakutan pada Al-Hamwu lebih daripada pada yang lainnya, dan kerusakan lebih mungkin berlangsung dan fitnah lebih besar sebab memungkinkannya untuk sampai kepada sang wanita bersama tanpa diingkari. Berbeda bersama seseorang yang asing (yang tidak punya pertalian kerabat bersama suami).”

Ibnul ‘Arabi berkata, “Ini adalah ungkapan yang dikatakan oleh orang-orang Arab, sebagaimana dikatakan “Singa adalah maut (kematian)”, yaitu bersua dengannya seperti kematian”. Berkata Al-Qodhi, “Maknanya bahwa berkhalwat bersama Al-Ahma’ menjerumuskan kepada fitnah dan kebinasaan dalam agama, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pun menjadikan perkara ini seperti kebinasaan, maka ungkapan seperti ini untuk penegasan bersama keras.” (Perkataan ke dua ulama ini dinukil oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj 14/154).

Al-Qurthubi berkata, “…(masuknya Al-Hamwu) menjerumuskan sang wanita pada kematiannya bersama diceraikan oleh suaminya tatkala cemburu atau ia dirajam kecuali berzina bersama al-hamwu tersebut.” (Umdatul Qori 20/214).

Imam An-Nawawi berkata, “Dan dikecualikan berasal dari pengharaman (semua wujud berkhalwat) ini adalah kondisi-kondisi yang darurat seperti kecuali seorang pria mendapati seorang wanita ajnabiah yang tersesat di sedang daratan dan yang semisalnya, maka boleh baginya untuk menemani wanita selanjutnya apalagi hal itu mesti atasnya kecuali sang pria mengkuatirkan keamanan dan situasi sang wanita kecuali ia membiarkannya sendirian. Dan hal ini tidak ada perbedaan pendapat diantara para ulama. Dalil yang menunjukan akan hal ini adalah kisah Al-Ifk.” (Majmu’ 4/242).
Baca selengkapnya »

Jasa Pelet