8 Cara Membuka Aura Dalam Kaidah Islam

8 Cara Membuka Aura Dalam Kaidah Islam


Didalam islam sebenarnya udah mengenal yang namanya aura, bakal tetapi dengan bahasa yang berbeda. Dalam islam menjelaskan adanya "cahaya batin" hal ini menurut para pakar aura berkorelasi terhadap "Aura" didalam tubuh manusia.

Untuk membuka aura secara islam selanjutnya ini harus ditunaikan dengan ikhlas, niat yang baik dan yang paling utama adalah istiqomah didalam menjalankannya. Aura yang menyelubungi tubuh bakal terpancar dengan kuat, apalagi anda bakal menjadi khusus yang lebih baik berasal dari pada mulanya InsyaAllah.

Cara Membuka Aura Secara Islam
1. Melakukan Wudhu

Wudhu sanggup membuka aura muka layaknya yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari dan Muslim "Sesungguhnya terhadap hari kiamat umatku dipanggil didalam kondisi muka yang putih berseri sebab bekas wudhu. Barang siapa di pada kalian yang sanggup untuk jadi besar cahayanya, hendaklah ia melakukannya (dengan banyak berwudhu) ".

2. Berdoa

Apabila dambakan membuka aura Anda, rajinlah untuk beroda kepada Allah swt. Karena dengan memperbanyak doa berarti jiwa kami menjadi lebih kuat dan tenang, yang bakal berdampak langsung kepada aura kita.

3. Bershalawat

Perbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad saw, dengan memperbanyak shalawat nabi maka jiwa kami bakal merasakan kemampuan yang luar biasa besar. Kekuatan inilah yang sanggup memicu bangkitnya aura didalam tubuh.

4. Makan Makanan Halal

Bila dambakan mempunyai pancaran aura positif maka jangan sekali-kali makan/minum yang haram. Karena karakter makanan halal/haram bakal memengaruhi karakter manusia kita. Sehingga sanggup berdampak langsung terhadap aura.

5. Berpantang Melakukan Dosa

Perbuatan dosa yang kami jalankan bakal memicu daya negatif menjadi besar didalam tubuh. Hal ini bakal menahan daya aura positif untuk bangkit. Jadi jangan jalankan dosa apalagi dosa besar.

6. Berhati Ikhlas

Miliki hati ikhlas maka Anda bakal terhindar berasal dari karakter tamak. Sifat negatif yang rakus layaknya hewan. Selain itu hati yang ikhlas bakal menghidupkan aura kharisma / kewibawaan didalam diri Anda.

7. Bershadaqah

Jadilah dermawan, maka bakal memicu aura Anda terang benderang. Karena shadaqah merupakan kelakuan yang mulia. Selain itu shadaqah termasuk punyai kelebihan layaknya menyingkirkan berasal dari bahaya dan lebih disukai banyak orang.

8. Kurangi Makan dan Tidur

Apabila dambakan mempunyai aura yang cerah umumnya tersedia yang mensyaratkan untuk berpuasa dan tirakat. Hal ini sebab dengan orang yang jalankan tirakat dan puasa merupakan orang yang berkeinginan dan bersungguh-sunggu didalam niatnya.
Baca selengkapnya »
Penguasa Ghaib Tanah Jawa - Serat Sabdo Palon

Penguasa Ghaib Tanah Jawa - Serat Sabdo Palon


Nusantara kami merupakan tempat yang unik, tempat yang penuh misteri, legenda dan cerita -cerita berasal dari peradaban lama, cerita -cerita yang tetap menerus menambahkan nafas bagi kehidupan masyarakat kita, menjadi sebuah tuntunan di dalam kehidupan.

Kearifan Lokal dan penghormatan terhadap alam merupakan perihal yang senantiasa dijadikan petuah hidup, namun pertumbuhan zaman senantiasa menghilangkan perihal - perihal layaknya ini dan mengakibatkan kami lupa betapa pentingnya kearifan lokal ini, berikut merupakan sebuah cerita mengenai nusantara yang senantiasa diliputi oleh legenda dan cerita.

SABDO PALON dan MBAH PETRUK

Ketika pertama Islam masuk ke Tanah Jawa. Tidaklah semulus yang orang sangka. Sebab Tanah Jawa telah tersedia manusia. Juga tersedia bangsa jin yang menganut keyakinan kuno. Ada yang menduga mereka adalah penganut Hindu dan Budha. Yakni agama yang terhadap waktu itu berkembang. Namun banyak yang menduga mereka adalah penganut keyakinan Jawa kuno. Mereka ini dipimpin Sabdo Palon.

Karena tahu mereka yang berbeda. Maka disaat Islam masuk disambut dengan peperangan. Bukan perang sembarang perang. Namun perang magic. Perang ilmu-ilmu gaib. Sehingga tidak sedikit ulama Islam yang dikirim berasal dari Mesir tewas di dalam peperangan magic itu. Dalam wadah kasar mereka tewas karena tersapu gelombang pasang, semacam tsunami dan sebagainya. Perang itu berlanjut dengan banyaknya jatuh korban di ke dua pihak.

Maka diutuslah Syekh Subakir(baca juga mengenai walisongo), ulama asal Persia (Iran) yang dikenal pakar ilmu ghoib dan mampu memandang bangsa jin. Dengan kehadiran Syekh Subakir benteng pertahanan Sabdo Palon yang super ketat mampu ditembus. Dan banyak bangsa jin atau manusia pengikut Sabdo Palon yang binasa. Melihat kondisi yang tidak untung itu, Sabdo Palon mengadakan gencatan senjata. Dia mengajak Syekh Subakir berunding dan menghentikan perang. Syekh Subakir terima ajakan berikut dengan tangan terbuka. Karena dia juga memandang jalan perundingan jauh lebih baik daripada melanjutkan pertempuran yang tidak tersedia gunanya.

Kemudian terjadilah kesepakatan pada Syekh Subakir dengan Sabdo Palon. Isi kesepakatan itu pada lain, Islam boleh berkembang atau disebarkan di Tanah Jawa namun tidak boleh dilaksanakan dengan pemaksaan. Islam wajib menghargai dan menghargai budaya, kebiasaan istiadat setempat. Islam tidak boleh memaksa orang yang berlainan keyakinan untuk memeluk agama baru tersebut. Dan kalau orang Islam yang memimpin atau menjadi pemimpin wajib mengayomi seluruh orang, seluruh agama, dan seluruh kepercayaan. Menjunjung tinggi kearifan lokal. Dan sejak itu Sabdo Palon dengan pengikutnya, juga Mbah Petruk moksa. Mereka hilang berasal dari pandangan lazim dan tidak enteng diamati oleh manusia biasa. Hanya mereka yang mempunyai berlebihan dan tahu ilmu ghoib yang mampu melihatnya.

Sebelum menghilang Sabdo Palon sempat berpesan kepada Syekh Subakir. Bahwa suatu disaat dia (Sabdo Palon) atau pengikutnya (Mbah Petruk) akan ulang menunjukan jati dirinya, kalau pemimpin negeri ini tidak amanah. Tidak mencintai rakyat. Hanya berbuat untuk kesenangan dirinya dan kelompoknya saja. Sementara melewatkan rakyat di dalam kesengsaraan dan penderitaan. Kemunculan Sabdo Palon dan para pengikutnya, Mbah Petruk untuk menagih janji. Sekaligus mengingatkan supaya para pemimpin negeri langsung sadar, ingat rakyat, dan ingat bangsa.

Kalau tidak. Selain akan banyak ulang bencana yang akan melanda negeri ini. Mereka, para pemimpin terhadap gilirannnya juga akan terima bencana. Bahkan bencana yang akan menimpa mereka lebih dasyat, lebih mengerikan, dan menakutkan. Silakah Anda boleh percaya kepada cerita babad Tanah Jawa ini atau tidak. Terserah saja.

Inilah Serat Sabdo Palon Penguasa Ghaib Tanah Jawa

1. Pada sira ngelingana Carita ing nguni-nguni Kang kocap ing serat Babad Babad nagari Mojopahit Nalika duking nguni Sang-a Brawijaya Prabu Pan samya pepanggihan Kaliyan Njeng Sunan Kali Sabda Palon Naya Genggong rencangira.

Ingatlah kalian semua, Akan cerita jaman lalu, Yang tercantum di dalam Babad ( Sejarah ) Babad Negara Majapahit, Ketika itu, Sang Prabhu Brawijaya, Tengah bertemu, Dengan Kangjeng Sunan Kalijaga, Ditemani oleh Sabdo Palon dan Naya Genggong.

2. Sang-a Prabu Brawijaya Sabdanira arum manis Nuntun dhateng punakawan Sabda Palon paran karsi Jenengsun sapuniki Wus ngrasuk agama Rasul Heh ta kakang manira Meluwa agama suci Luwih becik iki agama kang mulya.

Sang Prabhu Brawijaya, Bersabda dengan lemah lembut, Mengharapkan kepada ke dua punakawan( pengiring dekat )-nya, Tapi Sabdo Palon senantiasa menolak, Diriku ini sekarang, Sudah memeluk Agama Rasul (Islam), Wahai kalian kakang berdua, Ikutlah memeluk agama suci, Lebih baik karena ini agama yang mulia.

3. Sabda palon matur sugal Yen kawula boten arsi Ngrasuka agama Islam Wit kula puniki yekti Ratuning Dang Hyang Jawi Momong marang anak putu Sagung kang para Nata Kang jumeneng ing tanah Jawi Wus pinasthi sayekti kula pisahan.

Sabdo Palon menghaturkan kalimat agak keras, Hamba tidak mau, Memeluk agama Islam, Sebab hamba ini sesungguhnya, Raja Dahnyang ( Penguasa Gaib ) tanah Jawa, Memelihara kelestarian anak cucu ( penghuni tanah Jawa ), (Serta) seluruh Para Raja, Yang memerintah di tanah Jawa, Sudah menjadi suratan karma (wahai Sang Prabhu), kami wajib berpisah.

4. Klawan Paduka sang Nata Wangsul maring sunya ruri Mung kula matur petungna Ing benjang sakpungkur mami Yen wus prapta kang wanci Jangkep gangsal atus taun Wit ing dinten punika Kula gantos agami Gama Budhi kula sebar ing tanah Jawa.

Dengan Paduka Wahai Sang Raja, Kembali ke Sunyaruri (Alam kosong namun ber-'isi'; Alam yang tidak tersedia namun ada), Hanya saja aku menghaturkan sebuah pesan supaya Paduka menghitung, Kelak sepeninggal hamba, Apabila telah mampir waktunya, Genap lima ratus tahun, Mulai hari ini, Akan aku ganti agama (di Jawa), Agama Buddhi akan aku sebarkan ditanah Jawa.

5. Sinten tan purun nganggeya Yekti kula rusak sami Sun sajakken putu kula Berkasakan rupi-rupi Dereng lega kang ati Yen durung lebur atempur Kula damel pratandha Pratandha tembayan mami Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar.

Siapa saja yang tidak berkenan memakai, Akan aku hancurkan, Akan aku berikan kepada cucu aku sebagai tumbal, Makhluk halus berwarna-warni, Belum puas hati hamba, Apabila belum hancur lebur, Saya akan mengakibatkan pertanda, Pertanda sebagai janji betul-betul saya, Gunung Merapi bila telah meletus mengeluarkan lahar.

6. Ngidul ngilen purugira Nggada banger ingkang warih Nggih punika wedal kula Wus nyebar agama budi Merapi janji mamai Anggereng jagad satuhu Karsanireng Jawata Sadaya gilir gumanti Boten kenging kalamunta kaowahan.

Kearah selatan barat mengalirnya, Berbau busuk air laharnya, Itulah waktunya, Sudah mulai menyebarkan agama Budhi, Merapi janji saya, Menggelegar seluruh jagad, Kehendak Tuhan, (Karena) semua nya (pasti akan) berganti, Tidak mungkin untuk dirubah lagi.

Note [Suchamda] : Agama Budhi bukan artinya semata agama Buddha, namun adalah AGAMA KESADARAN / ELING / HAKIKAT yang mampu meredam kemurkaan alam..

7. Sanget-sangeting sangsara Kang tuwuh ing tanah Jawi Sinengkalan tahunira Lawon Sapta Ngesthi Aji Upami nyabarang kali Prapteng tengah-tengahipun Kaline banjir bandhang Jeronne ngelebna jalmi Kathah sirna manungsa prapteng pralaya.

Sangat terlalu sengsara, Yang hidup ditanah Jawa, Perlambang tahun kedatangannya, LAWON SAPTA NGESTI AJI ( LAWON ; 8, SAPTA ; 7, NGESTHI ; 9, AJI ; 1 = 1978), Seandainya menyeberangi sebuah sungai, Ketika masih berada ditengah-tengah, Banjir bandhang akan mampir tiba-tiba, Tingginya air mampu menenggelamkan manusia, Banyak manusia sirna karena mati.

8. Bebaya ingkang tumeka Warata sa Tanah Jawi Ginawe kang paring gesang Tan kenging dipun singgahi Wit ing donya puniki Wonten ing sakwasanipun Sedaya pra Jawata Kinarya amertandhani Jagad iki yekti ana kang akarya.

Bahaya yang datang, Merata diseluruh tanah Jawa, Diciptakan oleh Yang Memberikan Hidup, Tidak mampu untuk ditolak, Sebab didunia ini, Dibawah kekuasaan, Tuhan dan Para Dewa, Sebagai bukti, Jagad ini tersedia yang menciptakan.

9. Warna-warna kang bebaya Angrusaken Tanah Jawi Sagung tiyang nambut karya Pamedal boten nyekapi Priyayi keh beranti Sudagar tuna sadarum Wong glidhik ora mingsra Wong tani ora nyukupi Pametune akeh sirna aneng wana.

Bermacam-macam mara bahaya, Merusak tanah Jawa, Semua yang bekerja, Hasilnya tidak mencukupi, Pejabat banyak yang lupa daratan, Pedagang mengalami kerugian, Yang berkelakuan jahat makin lama banyak, Yang bertani tidak mengahasilkan apa-apa, Hasilnya banyak terbuang sia-sia dihutan.

10. Bumi ilang berkatira Ama kathah kang ndhatengi Kayu katahah ingkang ilang Cinolong dening sujanmi Pan risaknya nglangkungi Karana rebut rinebut Risak tataning janma Yen dalu grimis keh maling Yen rina-wa kathah tetiyang ambengal.

Bumi hilang berkahnya, Banyak hama mendatangi, Pepohonan banyakyang hilang, Dicuri manusia, Kerusakannya terlalu parah, Sebab saling berebut, Rusak tatanan moral, Apabila malam hujan banyak pencuri, pabila siang banyak perampok.

11. Heru hara sakeh janma Rebutan ngupaya anggering praja Tan tahan perihing ati Katungka praptaneki Pageblug ingkang linangkung Lelara ngambra-ambara Warading saktanah Jawi Enjing sakit sorenya sampun pralaya.

Huru hara seluruh manusia, Berebut kekuasan kerajaan, Tidak tahan perdihnya hati, Disusul datangnya, Wabah yang terlalu mengerikan, Penyakit berjangkit kemana-mana, Merata seluruh tanah Jawa, Pagi sakit sorenya mati.

12. Kesandhung wohing pralaya Kaselak banjir ngemasi Udan barat keliru mangsa Angin gung nggegirisi Kayu gung brasta sami Tinempuhing angin agung Kathah rebah amblasah Lepen-lepen samya banjir Lamun tinon pan kados samodra bena.

Belum selesai wabah kematian, Ditambah banjir bandhang makin lama menggenapi, Hujan besar keliru waktu, Angin besar mengerikan, Pohon-poho besar bertumbangan, Disapu angin yang besar, Banyak yang roboh berserakan, Sungai-sungai banyak yang banjir, Apabila diamati bagaikan lautan.

13. Alun minggah ing daratan Karya rusak tepis wiring Kang dumunung kering kanan Kajeng akeh ingkang keli Kang tumuwuh apinggir Samya kentir trusing laut Sela geng sami brasta Kabalebeg katut keli Gumalundhung gumludhug suwaranira.

Ombak naik kedaratan, Membuat rusak pesisir pantai, Yang berada dikiri kanannya, Pohon banyak yang hanyut, Yang tumbuh dipesisir, Hanyut ketengah lautan, Bebatuan besar hancur berantakan, Tersapu ikut hanyut, Bergemuruh nyaring suaranya.

14. Hardi agung-agung samya Huru-hara nggegirisi Gumleger swaranira Lahar wutah kanan kering Ambleber angelebi Nrajang wana lan desagung Manungsanya keh brasta Kebo sapi samya gusis Sirna gempang tan wonten mangga puliha.

Gunung berapi semua, Huru hara mengerikan, Menggelegar suaranya, Lahar tumpah kekanan dan kekirinya, Menenggelamkan, Menerejang hutan dan perkotaan, Manusia banyak yang tewas, Kerbau dan Sapi habis, Sirna hilang tak mampu dipulihkan lagi.

15. Lindhu ping pitu sedina Karya sisahing sujanmi Sitinipun samya nela Brekasakan kang ngelesi Anyeret sagung janmi Manungsa pating galuruh Kathah kang nandhang roga Warna-warna ingkang sakit Awis waras akeh klang prapteng pralaya.

Gempa bumi sehari tujuh kali, Membuat ketakutan manusia, Tanah banyak yang retak-retak, Makhluk halus yang ikut menopang amarah alam, menyeret seluruh manusia, Manusia menjerit-jerit, Banyak yang terkena penyakit, Bermacam-macam sakitnya, Jarang yang mampu sembuh malahan banyak yang menemui kematian.

16. Sabda Palon nulya mukswa Sakedhap boten kaeksi Wangsul ing jaman limunan Langkung ngungun Sri Bupati Njegreg tan mampu angling Ing manah langkung gegetun Kedhuwung lepatira Mupus karsaning Dewadi Kodrat iku sayekti tan kena owah.

Sabdo Palon sesudah itu menghilang, Sekejap mata tidak muncul sudah, Kembali ke alam misteri, Sangat keheranan Sang Prabhu, Terpaku tidak mampu bergerak, Dalam hati mulai menyesal, Merasa telah berbuat salah, Akhirnya cuma mampu berserah kepada Tuhan, Janji yang telah terucapkan itu sebenarnya tak akan mampu dirubah lagi.

(Diterjemahkan oleh : Damar Sashangka).

Sabdo Palon dan Naya Genggong adalah 'PENUNTUN GAIB YANG MEWUJUD'. Beliau berdua senantiasa hadir mengiringi Raja-Raja Jawa jaman Hindhu Buddha. Beliau berdua pergi meninggalkan tanah Jawa semenjak Keruntuhan Majapahit terhadap tahun 1400 Saka, atau 1478 Masehi. Terkenal dengan SURYA SANGKALA (KATA SANDHI PENANDA TAHUN KEJADIAN) yang terlalu tenar di Jawa, yakni SIRNA ILANG KERTHANING BHUMI ( SIRNA : 0, ILANG : 0, KERTHA : 4, BHUMI : 1 = 1400 Saka). Kalimat KERTHAning BHUMI, diambil alih berasal dari nama asli PRABHU BRAWIJAYA PAMUNGKAS (PAMUNGKAS=TERAKHIR), yakni RADEN KERTHABHUMI.

Janji kehadiran Beliau berdua diucapkan di Blambangan, disaat Majapahit hancur terserang oleh pasukan Demak Bintara. Prabhu Brawijaya meloloskan diri ke arah Timur, hendak menyeberang ke Pulau Bali, namun masih bertahan waktu di Blambangan ( Banyuwangi sekarang).

Raden Patah, Pemimpin Demak Bintara, mulai bangga telah menghancurkan Majapahit yang dia anggap sebagai negara kafir. Serta merta, sehabis mendengar kabar sukses dikuasainya Majapahit oleh tentara Islam, Raden Patah mampir berasal dari Demak, mendambakan memandang langsung kondisi Majapahit yang sukses dihancurkan. Setelah itu, dengan bangga beliau meneruskan perjalanannya ke Pesantren Ampeldhenta, hendak mengabarkan kesuksesan itu.

Namun ternyata, Nyi Ageng Ampel, istri almarhum Sunan Ampel, jadi mempersalahkannya. Nyi Ageng Ampel mengingatkan bahwa pernah semasa Sunan Ampel masih hidup, beliau pernah berpesan bahwsanya jangan sekali-kali murid-murid beliau ikut campur kasus politik, atau jadi berani merebut kekuasaan Majapahit. Bahkan Nyi Ageng dengan tegas menambahkan, Raden Patah telah berdosa tiga perihal :


1.Kepada Guru, yakni melanggar wasiat Sunan Ampel.
2.Kepada Ayah, karena Prabhu Brawijaya adalah ayah kandung Raden Patah.
3.Kepada Raja, karena Raja adalah Imam, tidak boleh dilawan tanpa alasan yang benar. Sebab, selama memerintah, Prabhu Brawijaya tidak pernah melarang penyebaran agama Islam, apalagi menghadiahkan tanah Ampeldhenta ( didaerah Surabaya saat ini ), sebagai tanah otonom. Diijinkan untuk dipakai sebagai basis pendidikan agama bagi orang-orang muslim.

Dengan terlalu menyesal, Raden Patah berharap petunjuk, bagaimanakah langkah untuk menghapus kesalahannya. Nyi Ageng menganjurkan supaya kedudukan Prabhu Brawijaya Pamungkas sebagai Raja wajib dikembalikan. Namun yang menjadi masalah, kemanakah Sang Prabhu meloloskan diri? Nyi Ageng memperkirakan, Sang Prabhu tentu menuju ke Pulau Bali.

Raden Patah berniat menyusul sendiri, namun dicegah Nyi Ageng Ampel, karena sehabis perihal penyerangan Majapahit oleh tentara Islam terjadi, maka, tidak akan tersedia satupun orang Islam yang akan dipercayai oleh Sang Prabhu. Tidak Raden Patah, tidak Nyi Ageng Ampel, tidak pula Para Wali yang lain, yang ikut dan juga menopang penyerangan tersebut. Namun, cuma tersedia dua Wali yang mungkin masih beliau percayai, pertama Syeh Siti Jenar dan ke dua Sunan Kalijaga. Karena ke dua Wali ini terang-terangan menentang penyerangan pasukan Islam ke Majapahit.

Karena pertalian Raden Patah tidak begitu baik dengan Syeh Siti Jenar, maka dia berharap pemberian Sunan Kalijaga untuk mencari keberadaan ramanda-nya. Dan kalau ditemukan, dimohon dengan segala hormat untuk ulang ke Trowulan, ibukota Majapahit, untuk dikukuhkan ulang sebagai Raja. Sunan Kalijaga bersedia membantu, ditemani {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} santri beliau langsung laksanakan pencarian ke arah Timur.

Dan ternyata benar, di Blambangan, banyak umbul-umbul pasukan Majapahit dan juga para prajurid Majapahit yang siap tempur berkumpul disana. Dan benar pula, Prabhu Brawijaya masih tersedia disana, belum menyeberang ke Pulau Bali. Agak ada problem Sunan Kalijaga memohon bertemu dengan Sang Prabhu. Namun karena Sang Prabhu tahu betul, Sunan Kalijaga, yang seringkali beliau panggil Sahid itu, menurut pasukan sandhi (intelejen) Majapahit , Sunan Kalijaga dengan pengikutnya,sama sekali tidak ikut di dalam penyerangan ke Majapahit, maka Sunan Kalijaga dipersilahkannya menghadap, meskipun dengan kawalan ketat.

Disinilah dialog SERAT SABDO PALON terjadi. Sang Prabhu Brawijaya, ditemani Sabdo Palon dan Naya Genggong, dihadap oleh Sunan Kalijaga,beserta sesepuh Majapahit yang kebetulan berbarengan Sang Prabhu hendak menuju Pulau Bali, menyusul {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} masyarakat Jawa lainnya yang lebih dahulu melarikan diri kesana. Mendengar pembicaraan Sunan Kalijaga,Sang Prabhu luruh hatinya. Karena sejatinya, Sang Prabhu kini tengah menggalang kapabilitas besar untuk merebut ulang tahta berasal dari tentara Islam. Tidak mampu dibayangkan bila itu terjadi, karena pendukung Sang Prabhu Brawijaya masih banyak tersebar diseluruh Nusantara.

Pertumpahan darah yang lebih besar tentu akan terjadi. Putra-putra Prabhu Brawijaya masih banyak yang berkuasa dan mempunyai kapabilitas tentara yang besar, layaknya Adipati Handayaningrat IV di Pegging, Lembu Peteng di Madura, Bondhan Kejawen di Tarub dan masih banyak lagi.

Sunan Kalijaga meminta, supaya pertikaian dihentikan, dan sudilah kiranya Sang Prabhu ulang memegang tampuk pemerintahan. Prabhu Brawijaya menolak, karena kalau itu terjadi, maka beliau akan mulai terhina oleh putra selirnya sediri, Raden Patah, yang lahir berasal dari putri China Eng-Kian dan dibesarkan di Palembang di dalam asuhan Adipati Arya Damar atau Swan Liong. Bagaimana tidak, seorang ayah wajib terima tahta berasal dari anaknya sendiri, memalukan. Ketika perundingan menemui jalan buntu, maka Sunan Kalijaga mengusulkan supaya beliau dengan kebesaran jiwa, berkenan memeluk Islam. Dengan demikian, seluruh pendukung beliau tentu akan meninggalkan beliau satu persatu, dan pertumpahan darah yang lebih besar ulang akan terhindar.

Mendengar akan perihal itu, Prabhu Brawijaya tercenung, untuk menjauhi peperangan lebih besar, setidaknya, usulan Sunan Kalijaga sebenarnya masuk akal. Demi perdamaian, Sang Prabhu mengesampingkan ego-nya. Maka PENUH dengan kebesaran hati, beliau perlihatkan MASUK ISLAM. Terkejut seluruh yang hadir, juga Sabdo Palon dan Naya Genggong. Hingga, terlontarlah sebuah janji layaknya tercantum terhadap SERAT SABDO PALON diatas.

Sepeninggal Sabdo Palon dan Naya Genggong, Sang Prabhu-pun bersedia ulang ke Trowulan, namun bukan hendak ulang memduduki tahta, akan namun mendamaikan seluruh kerabat Majapahit supaya merelakan tahta dipegang oleh Raden Patah. Dalam perjalanan pulang inilah, Sunan Kalijaga berharap bukti ketulusan Sang Prabhu di dalam memeluk Islam.

Sunan Kalijaga memohon untuk memotong rambut panjang Sang Prabhu. Dengan sebilah keris, sehabis diijinkan, Sunan Kalijaga memotong rambut beliau. Tapi ternyata, tidak satu helai-pun terpotong. Sekali lagi, Sunan Kalijaga berharap keikhlasan Sang Prabhu memeluk Islam, dan sekali ulang Sunan Kalijaga memotong rambut beliau. Kali ini, terpotong sudah. Namun, Sunan Kalijaga belum puas, menjelang berangkat ulang ke Trowulan, Sunan Kalijaga mengambil alih air comberan yang berbau tidak enak dimasukkan kedalam sebilah bambu. Dihadapan Sang Prabhu, beliau menyatakan, bahwasanya bila air comberan ini sesampainya di Trowulan airnya berubah tidak berbau busuk, nyata sudahlah Sang Prabhu telah lahr bathin masuk Islam.

Berangkatlah rombongan itu ke Trowulan,sesampainya di Trowulan, disambut dengan puas cita oleh masyarakat Trowulan. Air di dalam bilah bambu dicurahkan oleh Sunan Kalijaga, dan ternyata, bau busuknya hilang, apalagi airnya berubah jernih. Untuk mengingat perihal itu, Blambangan diubah namanya menjadi BANYUWANGI sampai sekarang. Tidak berapa lama di Trowulan, Sang Prabhu jatuh sakit. Putra-putranya mampir berkumpul, lewat Sunan Kalijaga, beliau mengamanatkan supaya menghentikan pertumpahan darah Hindhu-Buddha dengan Islam. Biarkanlah Raden Patah bertahta sebagai Raja di Jawa meskipun sebenarnya, keturunan berasal dari Pengging-lah yang lebih berhak.

Menjelang akhir hayat beliau, beliau berpesan supaya diatas pusara makam beliau jangan diberi isyarat bahwasanya beliau adalah Prabhu Brawijaya, Raja Majapahit terakhir, namun tandailah dengan nama Putri Champa Anarawati, permaisuri beliau. Sebab beliau mulai diperhinakan sebagaimana wanita oleh putraya sendiri. Dan penghinaan itu didukung oleh permaisurinya sendiri, Dewi Anarawati, putri Champa yang beragama Islam. Dewi Anarawati inilah bibi Sunan Ampel. Dewi Anarawati-lah yang menganjurkan supaya Sang Prabhu menambahkan Ampeldenta kepada Sunan Ampel untuk didirikan sebuah Pesantren Islam.

Maka jangan heran, bila di Trowulan, tidak diketemukan makam Prabhu Brawijaya, melainkan Putri Champa. Padahal makam Putri Champa yang asli berada di Gresik. Begitu Majapahit terserang pasukan Islam, beliau diungsikan ke Gresik sampai beliau wafat.
Baca selengkapnya »
Mengenal Karakter Dan Watak Bedasarkan Weton Jawa

Mengenal Karakter Dan Watak Bedasarkan Weton Jawa


Orang Tua Jawa di zaman dahulu dapat mengenal atau memperkirakan watak dan karakter seseorang dengan hanya melihat hari dan weton kelahirannya. Meski tak 100% tepat, perkiraan atau ramalan watak yang dirunut berdasarkan weton kelahiran tak dapat dianggap remeh. Hal ini mengingat bahwa rupanya apa yang tercantum dalam ramalan hal yang demikian faktanya lebih banyak benarnya diperbandingkan yang tak benar. Nah, bagi Anda yang mau mengenal bagaimana ramalan watak berdasarkan weton kelahiran seseorang secara komplit, silakan simak pembahasan berikut ini!

Watak berdasarkan Weton


Untuk meramalkan watak seseorang berdasarkan weton kelahirannya, primbon Jawa mengenal istilah neptu. Neptu adalah nilai dari suatu weton yang didapat dengan menjumlahkan nilai hari dan nilai pasaran. Poin neptu sendiri berkisar antara 7 sampai 18. Nah, dari nilai neptu inilah kemudian segala yang mencakup karakter dan watak seseorang diramalkan.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 7
Poin neptu 7 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Selasa Wage. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak sempit hatinya, tak memiliki sahabat, pemalas, suka ingkar janji kepada wanita, bahkan kerap kali berbuat gegabah, dan bila bercakap-cakap agak tersendat-sendat.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 8
Poin neptu 8 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Senin Wage dan Selasa Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak panas hati, dengki, tak memiliki sahabat, kerap kali bermuka masam, dan bila berantem kerap kali mendatangkan bahaya, atau bila berbincang-bincang kerap kali berpengaruh celaka. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bumi.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 9
Poin neptu 9 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Minggu Wage dan Senin Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak lincah (teranjalan), suka bermigrasi-pindah dan jauh tujuannya, bersikap hanya untuk mementingkan isi perutnya sendiri, dan bila ia diguna-guna, ia akan kebal. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti api.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 10
Poin neptu 10 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Selasa Pon, Jumat Wage, dan Minggu Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak pendiam, bila disakiti hatinya tak gampang marah, gampang mendapatkan apa yang dididik (cerdas atau kekuatan tangkapnya tinggi, dan bila menjadi seorang dukun tak gampang ditanyai. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti pelangi.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 11
Poin neptu 11 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Senin Pon, Rabu Wage, Selasa Kliwon, dan Jumat Legi. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak berani mati, besar malunya, gampang tersinggung, dan bila memiliki sesuatu kerap kali dipasarkannya, bahkan kadang-kadang suka mencuri bila dalam keadaan kepepet. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bunga.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 12
Poin neptu 12 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Minggu Pon, Kamis Wage, Senin Kliwon, Rabu Legi, dan Selasa Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak
mendapatkan (Jw. neriman), banyak kejagoannya, banyak orang sayang kepadanya, bila bekerja gampang, dan bila berumah tangga kerap kali kehilangan. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti jin.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 13
Poin neptu 13 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Jumat Pon, Sabtu Wage, Minggu Kliwon, Kamis Legi, dan Senin Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak tak memiliki perasaan, tetapi hatinya lemah lembut, berlaku baik kepada saudara, dan berjiwa petualang (suka merantau). Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bintang.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 14
Poin neptu 14 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Rabu Pon, Jumat Kliwon, Sabtu Legi, dan Minggu Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak apa saja mau (serba mau), apapun dapat dijalani, suka berbakti, kerap kali mendapatkan kebahagiaan, gampang mendapatkan pelajaran, disegani oleh orang lain, lemas hatinya, tetapi pemalas. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bulan.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 15
Poin neptu 15 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Kamis Pon, Rabu Kliwon, dan Jumat Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak suka memerintah (Jw. seneng ngongkon), keras hatinya dan keras pula bicaranya, tak mau kurang makanan, banyak temannya, dan bila berumah tangga kerap kali berantem. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti sang surya.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 16
Poin neptu 16 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Sabtu Pon, Kamis Kliwon, dan Rabu Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak lemah, bila berbincang-bincang banyak ma’afnya, sopan santun, apa yang diciptakannya terlaksana, bila telah marah tak ada yang dapat dapat menghalang-halangi. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti air.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 17
Poin neptu 17 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Sabtu Kliwon dan Kamis Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak pendiam, mau bekerja tetapi lambat, bila memberi nasehat kerap kali dituruti, tak memiliki sahabat (sempit pergaulan). dan ia kerap kali ditipu oleh orang lain. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti bumi.

Watak berdasarkan Weton dengan Neptu 18
Poin neptu 18 hanya dimiliki oleh orang yang lahir di weton Sabtu Pahing. Orang dengan neptu ini bisanya memiliki watak panas, bicara baik periang dan bila berantem benar-benar bila berani, tetapi gampang mengalah. Dalam istilah primbon, watak ini disebut berlaku seperti api.

Nah, demikianlah uraian mengenai ramalan watak berdasarkan weton kelahiran yang dirangkum dalam kitab Mujarobat Primbon Jawa. Ramalan watak berdasarkan weton hal yang demikian tentu sedikit banyak akan dapat berguna bagi kita untuk dapat menyesuaikan diri dalam pergaulan. Bagi Anda yang mau mengenal secara lebih luas mengenai watak, rejeki dan jodoh berdasarkan weton.

Dalam perhitungan weton, orang Jawa mengenal istilah Neptu. Neptu adalah salah satu hal yang sering kali kali dipertimbangkan dalam meramalkan watak seseorang berdasarkan weton kelahirannya. Neptu juga diterapkan untuk meramalkan kecocokan jodoh, kecocokan pekerjaan, besarnya rejeki yang dibawa seorang anak dalam keluarganya, dan lain sebagainya. Nah, bagi Anda yang berharap mengenal lebih dalam mengenai neptu Jawa dan bagaimana sistem menghitung weton kelahiran dalam primbon Jawa, silakan simak pembahasan berikut ini!


Neptu Jawa
Neptu adalah besaran nilai yang dihitung dengan menjumlahkan nilai hari dan nilai pasaran. Seperti dikenal, selain mengenal hari seperti minggu, senin, selasa, dst hingga sabtu, orang Jawa memang mengenal istilah pasaran seperti pahing, pon, wage, kliwon, dan legi. Perpaduan antara hari dan pasaran inilah yang disebut dengan weton.

Sistem Menghitung Weton dan Neptunya
Masing-masing weton memiliki nilai neptu yang berbeda. Nilai neptu tersebut berkisar antara 7 hingga yang terbesar adalah 18. Figur neptu 7 (yang paling rendah) dimiliki oleh weton Selasa Wage, sementara neptu 18 (yang paling tinggi) dimiliki oleh weton Sabtu Pahing. Secara lengkap tentang bagaimana sistem menghitung weton berdasarkan neptu Jawanya, silakan simak tabel berikut ini:


Dari tabel di atas, kita dapat memperhatikan bahwa hari dan pasaran memiliki nilai yang berbeda-beda. Untuk menghitung neptu weton kita hanya perlu menjumlahkan nilai hari dan pasaran dari weton yang bersangkutan.
Figur, seandainya kita berharap mengenal neptu weton Selasa Pahing, karenanya kita harus menjumlahkan nilai hari Selasa (3) dan nilai pasaran Pahing (9) sehingga didapat nilai neptu Jawa sebesar 12.
Figur perhitungan weton jawa lainnya, seandainya kita berharap mengenal neptu weton Pekan Pahing, karenanya kita harus menjumlahkan nilai hari Pekan (5) dan nilai pasaran Pahing (9), sehingga didapat nilai neptu Jawa sebesar 14.

Nah, untuk memudahkan Anda dalam mengenal nilai neptu Jawa tanpa harus menghitungnya, silakan dapatkan nilai neptu weton yang Anda cari pada tabel di bawah ini:


Netpu Bulan dan Tahun Jawa
Walaupun mengenal neptu hitungan weton, orang Jawa kuno juga mengenal neptu hitungan untuk bulan dan tahun. Kendati demikian hitungan kedua neptu tersebut jarang diterapkan dalam meramalkan watak atau kepribadian manusia berdasarkan hari kelahirannya.

Neptu bulan dan tahun lebih sering kali diterapkan sebagai alat untuk memperkirakan musim tanam, musim hujan, musim kemarau, hama penyakit pada tanaman, jumlah panen pada aktivitas pertanian yang dilaksanakan, banyaknya tangkapan ikan bagi nelayan, dan lain sebagainya.

Setelah tidak semacam itu sering kali diterapkan, neptu Jawa untuk hitungan bulan dan tahun tentu tidak ada salahnya seandainya kita pelajari. Nah, secara lengkap berikut ini adalah nilai neptu dari bulan dan tahun Jawa yang dapat kami rangkum:

Untuk dikenal, dalam kalender Jawa dikenal 12 bulan yang penanggalannya mirip seperti penanggalan hijriah (kalender Islam). Sementara dalam hitungan tahun, kalender Jawa mengenal adanya siklus pergantian tahun dalam sewindu dengan nama-nama yang memiliki makna yang khas, adalah tahun Alip, tahun Ehe, tahun Jimawal, tahun Je, tahun Dal, tahun Be, tahun Wawu, dan tahun Jamakhir.

Nah, demikianlah sekilas pemaparan mengenai hitungan neptu Jawa dan sistem menghitung weton yang dapat kami sampaikan. memahami artikel ini, tentu sistem menghitung weton, bulan, dan tahun Jawa telah Anda kuasai. Cukup gampang bukan? Semoga berguna dan dapat membantu mengenalkan kembali kultur Jawa yang hampir punah ini.
Baca selengkapnya »
5 Cara Membedakan Pusaka Sepuh Dengan Yang Baru

5 Cara Membedakan Pusaka Sepuh Dengan Yang Baru


Membedakan keris tua dan keris baru dalam kata lain bisa di artikan dengan kalimat penangguhan. Tangguh yang artinya sangkaan mengukur estimasi sebuah keris dari era zaman masa pembuatannya berdasarkan penelitian (berbekal ilmu dan pengalaman) untuk mengukur ciri fisik yg tertuang dalam sebilah keris. Kebiasaan seluruh yang tertuang dalam sebilah keris hal yang demikian sehingga memunculkan sabda hati, bahwa keris di buat pada zaman nya cocok dengan seluruh wujud ciri khas keris, bahan pembuatan, pembenahan pamor, tekstur rancang bangun, condong leleh, ragam besi, dan sebagainya (bukan perkiraaan sebab berdasarkan ciri wujud sebuah keris seperti majapahit lantas di tangguh majapahit, dan sebagainya. Apa lagi bertanya tangguh dengan khodam ghaib). Secara bagi orang yg memang berharap mencari keris2 tua, sebagian kalangan mungkin menganggap seluruh keris tua memiliki isoteri / energy ghaib sedangkan tak seluruh keris tua seperti itu. Keris-keris tua amat banyak sekali di gemari di kalangan masyarakat hingga ketika ini, secara khusus para kolektor pusaka, sebab cemas bila keris yg dibelinya merupakan keris baru apalagi prosesan.

Pun ada juga seorang pembeli yang kurang memahami ilmu perkerisan membeli sebuah keris dari seorang penjual, ucap saja "penjual keris A" sebab kurang memahami perkerisan mungkin bertanya ke pedagang lain atau orang yg di anggap mengerti keris ucap saja "oknum penjual B" sehingga terpengaruh hasutan dari "oknum penjual keris B" yang menjelek-jelekan keris yg baru saja di beli dari "penjual keris A" sehingga pembeli sirna rasa kepercayaan terhadap "penjual keris A". Sebab oleh "oknum penjual B" dibuktikan keris yg dibelinya (pembeli) merupakan keris baru atau prosesan. Lalu keris yang sudah di maharkan dari "penjual keris A" yang di beli sedangkan betul-betul tua jadi di anggap pembeli menjadi keris baru atau prosesan sebab hasutan oleh "oknum penjual keris B" dengan niat agar pembeli selalu membeli barang si "oknum penjual keris B" hal yang demikian. Atau malah ada niat lain untuk mencari keuntungan sendiri, keris yg sudah dianggap prosesan atau keris baru tadi di tukar dengan keris lain oleh "oknum penjual keris B" yang kualitasnya lebih jelek melainkan di bumbui dongeng sehingga si pembeli bersedia mengerjakan barter sedangkan keris yg di bisa kualitasnya di bawah keris yg di beli dari "penjual keris A". Inilah pentingnya ilmu pengetahuan serta pengalaman dan jam terbang yg tinggi untuk mendalami ilmu tosan aji sehingga kita tak mudah dihasut. Mohon maaf tanpa ada maksud menjatuhkan siapapun, melainkan ini fenomena sebenarnya yang pernah terjadi selama ini, mungkin tak di dunia perkerisan saja melainkan tak tertutup kemungkinan dalam bisang usaha lain seperti itu juga adanya.

Jadilah penjual yang bersaing secara sehat, sebab rejeki tak akan tertukar sedangkan ragam usahanya sama, melainkan rejekinya tak akan sama (tiap-tiap orang punya jalan rejeki masing-masing, TUHAN sudah mengaturnya). Di luar itu bila berharap mengukur lebih jauh poin keris-keris baru malah banyak yang harganya mahal, malah tak keok indah dengan keris-keris tua / sepuh. Pun secara khusus merupakan dari pihak penjual membeberkan secara jujur bila barang yang di jual betul-betul cocok (keris memang buatan baru atau tua sebutkan apa adanya). Keris - keris baru / kamardikan banyak juga di buru para kolektor2 malah hingga pengusaha dan pejabat yg memang sengaja memesan keris2 baru untuk beragam ragam keperluan, malah hingga ke mancanegara banyak yang sengaja memesan lantas keris-keris buatan baru sebab keindahannya. Mengaplikasikan keris baru malah bila memang digarap cocok pakem dan ritual khusus dari sang empu bisa memiliki yoni dan poin isoteri yg tak keok dengan keris tua dan harganya malah amat fantastis (puluhan hingga ratusan juta malah sebagian rekan ada yg pernah jual hingga harga milyar rupiah). Tanpa panjang lebar bagi anda yg berharap membedakan keris sepuh dan keris baru silahkan anda baca kiat berikut :

1. Memakai "Tester" : Maraknya perdagangan keris baik dari kalangan pedagang kelas atas yang memasarkan koleksinya dari harga puluhan juta hingga milyaran rupiah, hingga penjual kelas bawah yang memasarkan kerisnya kisaran ratusan ribu hingga jutaan hingga ketika ini masih banyak ikut meramaikan khasanah kebiasaan perkerisan yang sudah legal terdaftar dan di sahkan oleh UNESCO keris sebagai peninggalan kebiasaan dunia absah Indonesia Non bendawi sejak tahun 2005. Maupun banyaknya peminat baik dari rekan kolektor yg sudah lama maupun pemula yg menggandrungi keris malah sebagian kali saya kedatangan tetamu dari mancanegara yg sengaja membeli keris lantas, tak jarang yang membawa "tester". Bagi kalangan kolektor baik itu sekadar di niatkan cuma untuk pajangan, koleksi, sebagai piyandel pusaka, melestarikan kebiasaan, dan sebagainya, sehingga membuat pasar perkerisan selalu ramai dan ada saja peminatnya malah untuk sebagian kolektor dijadikan sambilan juga dengan memasarkan sebagian koleksinya yg di anggap sudah "bosan" untuk dimaharkan ke orang lain. Tapi mewujudkan lahan penghasilan baru untuk menambah lapangan kerja bagi orang yg berharap mencari penghasilan, malah bagi sebagian orang yg sudah menikmati walhasil hingga mewujudkan bisnis perkerisan sebagai mata pencaharian utama. Ramainya pasar perkerisan ini bagi sebagian rekan kolektor mewujudkan seorang "tester" sebagai ujung tombak ke absahan sebuah keris yg akan di maharkan nantinya.

Fungsi utama seorang "tester" merupakan orang yg di percaya sebagai pendamping seorang pembeli (kolektor) keris untuk meneliti seluruh wujud estetika, poin eksoteri, wujud fisik, dan seluruh karakter yg tertuang dalam sebilah keris dan mesti cocok dengan apa yg di harapkan oleh kolektor atau pembeli. Maupun dalam hal ini ada juga sebagian "oknum" tester yg sebelumnya sudah berprofesi sama dengan penjual dengan niat berharap mencari poin keuntungan lebih (meminta bagian dari penjual umumnya bisa 5 hingga 10%, atau malah lebih), agar keris dari pihak penjual bisa "deal" legal terjual oleh pembeli (kolektor). Meski di sini ada sandiwara antara "tester" dengan penjualnya yang pastinya hal ini dilaksanakan tanpa sepengetahuan dari pihak pembeli. Pun dari pihak pembeli (kolektor) si "tester" sudah mendapatkan upah komisi untuk meneliti keris yg akan dimaharkan. Mengaplikasikan ada juga sebagian oknum "tester" yang sudah berprofesi sama dengan "oknum" pihak dalam keraton untuk membuatkan surat kekancingan sedangkan kerisnya berasal dari luar keraton. Lazimnya tak heran di kalangan para kolektor banyak menaruh keris tembakan keris keraton yg di beli, sedangkan kerisnya bukan absah bikinan dalam keraton malah poin harganya satu keris bisa kisaran ratusan juta hingga milyaran rupiah (sebuah harga yg amat fantastis).

Meski keris-keris keraton bertangguh nom-noman, selain dari wujud fisiknya yang masih utuh dan poin estetikanya yang baik juga dari segi isoteri keris-keris keraton umum di buru sebab di anggap memiliki poin yoni yg baik sebab di garap lantas oleh empu keraton dengan disiplin ilmu pembuatan keris serta pakem dan ritual khusus yang ketat. Apalagi umumnya keris-keris keraton dipakai untuk kepentingan kerajaan dan dipakai oleh raja mapun keluarga atau pejabat keraton pastinya tak sembarangan dalam pembuatannya. Pun ada juga oknum "tester" yg bersedia menyediakan keris keraton khusus pesanan bagi siapa saja yang menginginkan, bila tak tersedia karenanya pembeli di suruh menuggu sebagian bulan hingga barang yg di pesan bisa di temukan. Pun dalam kurun waktu menunggu oknum "tester" hal yang demikian sedang memesan ke seorang empu atau pembuat keris untuk membuatkan keris cocok orderannya, seluruh di buat sedetail mungkin malah dari wujud dapur serta ricikan sekecil apapun di buat menyamakan wujud absah pusaka keraton yg diharapkan si pembeli. Coba bayangkan bila satu dapur keris keraton bergelar "kanjeng kyahi" bisa dimiliki banyak orang, sedangkan awalnya sang empu keraton cuma membuat satu keris saja untuk keperluan keraton. Meski keris-keris keraton diburu oleh para kolektor yang nantinya akan di gunakan sebagai koleksi dan kebanggan tersendiri memiliki keris absah empu keraton beserta aktanya selain itu ada juga yg di gunakan untuk piyandel atau pusaka pegangan pribadi dan harganya juga cukup menguras kantong. Maupun tak berarti seluruh "tester" memiliki prilaku seperti itu, sebab masih cukup banyak juga "tester" yg berprilaku jujur. Lazimnya dianjurkan carilah seorang "tester" yg jujur dan sudah amat anda kenal, dan yg secara khusus orang hal yang demikian bisa diandalkan secara khusus dalam ilmu perkerisan sudah cukup mumpuni sehingga anda tak kecewa nantinya. Pun orang yang sudah pakar dan pakar pusaka saja sekali-sekali masih salah dan kecewa dengan keris yg di maharkan sebab terbukti penangguhannya tak cocok, dan sebagainya. MANUSIA TEMPATNYA SALAH DAN KHILAF DAN TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA.

2. Penangguhan lewat sertifikasi "surat keterangan" keris : Dahulu ini sedang trend sertifikasi untuk keris tak keok dengan sertifikasi batu akik. cuma saja untuk klasifikasi batu akik orang lebih mencari ke arah originalitas batu hal yang demikian agar tak menerima batu imitasi / sintetis. Beda halnya dengan sertifikasi dalam perkerisan umumnya orang lebih cendrung mengarah terhadap ilmu penangguhan (estimasi masa pembuatanya), melainkan ada juga sebagian rekan kolektor yg membuat akta keris untuk tujuan yg memang berharap dipergunakan cuma sebagai koleksi agar terkesan lebih exclusive dan antik serta banyak alasan lain. Di sini saya berbicara sertifikasi untuk mencari penangguhan, sebab disamping sedikit sekali lembaga yg berkompeten di dalam seni perkerisan. Sehingga membuat kalangan kolektor agak kesusahan menerima lembaga yang bisa membuat akta keris yg seluruh isi dan keterangan nya betul-betul cermat (bukan sekadar sangkaan sendiri saja). Almarhum ada pakar pusaka dan membuat akta keris Kecuali Pak Bambang Harsrinuksmo sekaligus pengarang buku Ensiklopedi Keris cuma sekarang sudah meninggal.

Diluar itu sertifikasi keris juga baru-baru ini digandrungi sebagian kolekdol atau penjual keris untuk membeberkan spesifikasi keris yg di jualnya, mungkin di anggap pihak jasa pembuat surat keterangan sebagai pihak yg netral sehingga tak ada yg saling di bohongi. Sebab itu bagi penjual juga tak perlu repot menangguh maupun di anggap si penjual asal tangguh saja sebab sudah ada aktanya "red surat keterangan". Kalaupun nantinya bila secara fisik keris tak cocok estimasinya karenanya sudah ada akta keris yg ber tanggung jawab (amat simple) istilahnya berharap cari aman. Dalam hal ini penangguhan yg mendiskusikan sebuah masalah yg cukup kompleks, perbedaan sistem penangguhan, ciri fisik, bahan, dan sebagainya. Pun beda orang beda anggapan (masalah khilafiyah), sehingga sebagian orang menganggap akta bukanlah hal penting, dan umumnya pembeli yang membuatkan akta keris dengan niat untuk mengukur penangguhannya merupakan orang yg kurang mengerti mengenai ilmu perkerisan.

Bagi peminat keris yg sudah mengerti hal yg paling utama bukan semata-mata sebab sebuah akta keris saja (beda dengan batu akik), sebab dalam mengukur sebuah keris (pusaka) pada dasarnya merupakan berdasarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman jam terbang yang tinggi dalam ilmu tosan aji yg sudah di miliki oleh seseorang peminat (kolektor) keris untuk mengamati karakter fisik poin eksoteri serta estetika sebuah keris. Sebab sedangkan ada akta keris sekalipun kadang masih ada juga yang tak cocok dalam penangguhan, artinya akta keris juga tak menjamin 100% kecermatan dalam penangguhan. Kata akta ini yg kadang di salah artikan oleh banyak kalangan sedangkan sebenarnya cuma "surat keterangan saja" bukan akta seperti yg banyak dipahami banyak orang. Mengaplikasikan pernah pengalaman saya sebagian kali surat keterangan hal yang demikian yg sudah saya buat di sebuah musium keris daerah Jakarta Timur terbukti di tolak oleh sebagian orang kolektor sebab isinya "di anggap" tak cocok dengan estimasi kerisnya secara fisik, ragam dapur, penamaan pamor, estimasi penangguhan hingga ragam aksessories keris yg dipakai tak cocok dengan fisiknya.

Kecuali dalam penangguhan keris secara fisik yang sebelum di buatkan surat keterangan sudah saya identifikasi di tambah lagi dengan ber konsultasi juga dengan sebagian rekan yg sudah cukup mengerti mengenai ilmu perkerisan menangguh, seperti keris bertangguh estimasi abad 17, melainkan dalam surat keterangan tertulis tangguh sepuh abad 12 masehi, keris tangguh madya era abad 15 - 16 masehi dalam surat keterangan tertulis tangguh kamardikan abad 20 (sedangkan keris itu merupakan keris warisan buyut saya dari 3 generasi sejak sebelum masa kemerdekaan dan umum dibawa sebagai pegangan ketika menghadapi penjajah) bagaimana bisa baru di buat abad 20 Masehi ? Keris tangguh Mataram abad 16 di surat keterangan tertulis tangguh Madura abad 18, keris tangguh Bali abad 17 di surat keterangan tertulis tangguh Madura abad 20 (mungkin disamakan dengan bilah keris Jawa yang lebih kecil dan luwes, sedangkan keris yg saya bawa memang absah Bali dengan ciri khasnya dengan bilah yg lebih panjang dan besar serta terlihat kaku di tambah bahan pamornya yg terkesan mentah dan mengkilap jadi di anggap keris Madura abad 20, sedangkan pesinya saja sudah kecil absah sebab terpengaruh umur bukan sebab prosesan), belum aksessorisnya handle Bali disebut handle Madura (sedangkan secara fisik handle ukiran amat terang buatan khas Bali tulen), penamaan pamor yang tak cocok pakem, penamaan dapur keris yg tak cocok pakem : seperti keris dapur Ganesha di akta tertulis dapur "liman siluman" (baru dengar saya), keris dapur tumenggung tak ada sogokannya di serifikat tertulis dapur sinom wora wari ada sogokannya, keris jangkung segoro winotan sogokan rangkep hingga ujung wilah di akta tertulis dapur jangkung pacar. Belum ragam kayu yg dipakai sebagai warangka seperti kayu asem di akta ditulis kayu timoho pelet, kayu cendana wangi disebut kayu sawo, dan sebagainya. Mengaplikasikan yang lucunya lagi saya pernah membuat 2 lembar surat keterangan dengan 1 buah keris yang sama malah acsessories sandangan nya tak ada satupun yg saya rubah, terbukti tangguh dan nama dapurnya bisa berbeda sedangkan jarak antara pembuatan surat pertama dan ke dua cuma berjeda 1 bulan. Sebab penilaian fisik yang sudah terang saja masih salah, bagaimana dengan ilmu penangguhannya (amat perlu dipertanyakan). Pun walhasil seluruh akta hal yang demikian tak terpakai sama sekali, sedangkan saya sudah menggelontorkan uang yang lumayan besar untuk tarif pembuatan seluruh akta hal yang demikian. Memang dalam hal ini amat dibutuhkan orang-orang yg berkompeten di bidang pembuatan akta perkerisan ini, apalagi bila pembuatan akta sudah di komersialkan karenanya seharus nya ada peneliti dari orang-orang yg betul-betul sudah cukup pakar di bidang pembuatan akta keris. Lebih baik bila dalam pembuatan sertifikasi keris disertai peralatan laboratorium yg mendorong ilmu metalurgi serta kandungan serat karbon, dan bahan lain yg mendorong dan di tulis dalam akta keris. Sebab itu di dukung dengan teknik lain yg menguatkan seluruh deskripsi dalam pembuatan akta keris secara khusus dalam hal penangguhan yg terdapat dalam sebilah keris sebagai bukti bahwa keris hal yang demikian memang sudah di teliti dengan betul-betul cermat.

Bicara versi lain akta - akta keris dari keraton (baca kekancingan) malah dari sebagian pengalaman rekan kolektor yg mengkoleksi keris-keris yg di anggap buatan keraton (HB Jogja / PB Solo), banyak juga di antara koleksi mereka terbukti merupakan keris-keris tembakan yang lahir di luar keraton secara khusus buatan Madura, melainkan punya surat kekancingan yg dikeluarkan lantas dari keraton. Entah itu permainan atau bukan, Wallahu A`lam. Penangguhan bersifat kompleks yg butuh ilmu pengetahuan dan jam terbang yg tinggi untuk mengetahui betul seluk beluk perkerisan. Dalam hali ini cuma saya anggap sebagai pengalaman pribadi dan tak ada maksud dan tujuan untuk menjatuhkan siapapun.

3. Penangguhan lewat penelitian dari sebilah pusaka secara eksoteris : Kecuali ini merupakan landasan utama dari ilmu penangguhan, dan amat di sarankan bagi seluruh pecinta tosan aji agar bisa belajar dan betul-betul menguasainya. Untuk penangguhan selanjutnya yang bisa lakukan merupakan cocok dasar dari hasil penelitian fisik keris, bahan material, kualitas besi / baja, ilmu metalurgi, pembenahan dan bahan pamor, rancang bangun, teknik tempa, dan sebagainya. Agar berkonsultasi juga dengan sebagian pakar maupun rekan perkerisan yg sudah memahami ilmu keris, tak jarang mengendalikan keris-keris tua maupun keris buatan baru serta mengamati tiap-tiap detilnya (bahan, wujud, dan sebagainya). Sebab dalam penangguhan seluruh berdasarkan penelitian dan bukan berdasarkan penilaian subjektif pribadi serta sangkaan saja. Banyaknya pedagang maupun kolekdol yg sekadar menangguh cuma berdasarkan segi sangkaan saja menyebabkan tak sedikit pembeli yg kurang teliti dan minim pengetahuan mengenai tosan aji pada ketika sebelum memaharkan menjadi kecewa dengan barang yg di beli, secara khusus dalam pembelian online. Sebab pembeli tak datang lantas dan cuma mengamati barang yg akan di beli cuma lewat foto saja. Lazimnya dengan berbekal ilmu ini anda bisa semaksimal mungkin untuk menangguh cocok dengan fisik pusaka yang di maharkan sedangkan cuma lewat media foto saja, atau paling tak anda bisa mengukur penangguhan mendekati masa pembuatannya. Untuk pembelian secara online (pembeli cuma mengamati fisik barang lewat foto), mintalah deskripsi foto barang sedetail mungkin dari wilah hingga bagian pesi. Mungkin untuk sebagaian pedagang di anggap sebagai pembeli yang rewel (teliti sebelum membeli, jangan sebaliknya), melainkan percayalah bila penjual yang baik, karenanya seluruh akan dikasih sedetail mungkin baik segi kelebihan dan kekurangan barang yang akan di jualnya (kata pepatah pembeli merupakan raja). Bagi penjual usahakan jangan mengedit foto, barang yang akan di jual, foto apa adanya dengan kamera yang ber pixel baik. Di samping foto barang dengan penerangan yg baik dan back ground atau alas kain untuk barang yg akan di foto dengan kain yg berwarna cerah (putih atau merah, dan sebagainya). Harap dilihat baik-baik mendetail foto barang dan deskripsi iklan yg di pasang sebelum membeli, bila dibutuhkan simpanlah foto iklan barang sebelum mengerjakan transaksi. Mintalah foto terbaru dari penjual bila anda masih ragu, usahakan dengan penerangan yg baik sehingga barang yg di tawarkan betul2 terlihat terang detilnya. Usahakan penjual membeberkan seluruh mendetail baik segi kelebihan serta kekurangan barang yg akan di jual cocok dengan fisiknya. Jangan hingga ada anggapan negatif terhadap penjual cuma sebab kesalah pahaman persepsi penangguhan maupun hal lain setelah keris sudah dimaharkan.

Dalam hal ini pembeli mesti sudah mengerti dengan barang yg akan di beli. Maupun amat dianjurkan bila memungkinkan sebaiknya anda datang lantas untuk mengamati keris yang di tawarkan, selain menghindari pembohongan online anda juga bisa lebih puas sebab mengamati lantas keris yg berharap anda beli. Sebab itu secara teori ada sebagian rujukan lain dalam meneliti sebuah keris Sepuh (Tua), diantaranya merupakan :

A. SLOROK BAJA, meneliti ada tidaknya slorok baja, untuk keris tangguh setelah majapahit slorok baja terlihat cukup terang slorok ini bisa berwarna unggu, hijau atau abu-abu berada diseluruh tepi bilah dan slorok ini sebagai tajamnya besi. Untuk keris baru yang bermutu dan dijadikan dengan tehnik tempa yang baik akan keluar slorok baja ini. Tapi lebih terang bisa diwarangi dahulu.

B. SEPUHAN, meneliti ada tidaknya sepuhan pada bilah keris, keris-keris tua umumnya terdapat sepuhan untuk menguatkan bilah keris hal yang demikian. pada sebuah keris yang dilaksanakan penyepuhan akan terlihat sekali perbedaan warna pada zona bilah yg dilaksanakan penyepuhan dan yang tak dilaksanakan penyepuhan dan umumnya sepuh ini dilaksanakan pada bagian bilah mulai dari ujung bilah dengan panjang 1/4, 1/2. atau sepanjang ¾ bilah , jarang sekali ada keris yang disepuh seluruhnya.

C. LAPISAN BESI, BAJA DAN PAMOR , meneliti ada tidaknya lapisan baja, besi dan pamor, keris sepuh atau tua pasti dijadikan dengan tehnik tempa yang benar masing-masing unsur (besi, baja dan Pamor) dijadikan berlapis-lapis. Jadi sebuah keris tua besi mesti berlapis, pamor mesti berlapis dan baja juga mesti berlapis.

D. GRADASI WARNA, dari ketiga rujukan diatas akan bisa didapatkan adanya gradasi warna kemudian bandingkan keris yg absah dari jamannya dengan keris yg dicurigai baru. Secara memiliki sebuah keris tua / sepuh dan benar-benar absah tua bisa membandingi bilah dan gradasi warna pada keris hal yang demikian melainkan dengan catatan kedua keris di warangi dengan kualitas yang sama sebab ada ragam warangan tua, muda, dan setengah setengah tua, hal ini juga akan berdampak sekali pada gradasi warna yang terjadi pada bilah keris. Akal Sebab ganja, gandik, blumbangan dan ricikan yang lain apa cocok atau apa ada yang tak cocok. Perlu diingat Para pembuat keris aspal (keris baru yang dituakan) juga jago, mereka membuat keris yang benar-benar mirip dengan aslinya, mendetail sekecil apapun akan mereka buat untuk menyamai keris yang Tua dan absah.

E. TAYUH, Secara keempat sistem diatas masih ragu perlu dilaksanakan sistem yang sudah diwariskan leluhur kita merupakan dengan sistem ditayuh. sistem ini bisa dilaksanakan dengan beragam ragam sistem, ada yang mengukur daya keris hal yang demikian pada ketika dikuasai, ada yang perlu dengan meletakkan keris hal yang demikian dibawah bantal pada ketika tidur.

F. PROSESAN BAHAN KIMIA : Anda bisa sedikit membandingi tekstur korosi bilah keris yg terjadi lewat proses pemaksaan memakai bahan kimia yang umumnya permukaan bilah akan terlihat rusak serta pamornya akan terlihat redup atau samar2 (seperti gosong) melainkan kadang bila pamor dari bahan nikel masih terlihat sedikit mengkilap dari bahan nikelnya melainkan tak terlihat slorok pada bilah keris kadang ada bekas kikir di bagian wilah untuk menghaluskan bilah sebab keris yang rusak sebab terkena bahan kimia agar terlihat lebih cocok dilihat (misal meratakan luk, sogokan atau bagian lain pada bilah). Pun lebih utama merupakan anda mengamati lantas pelaksanaannya umumnya untuk pengrajin di daerah yang mengerjakan praktek hal yang demikian. Melihat niat awalnya pembuatan keris hal yang demikian didasari agar keris terlihat lebih sepuh bagi penjual yg jujur tentu mereka akan berterus terang apa adanya. Maupun bagi pedagang jahil mereka justru mengambil kans hal yang demikian untuk memperdaya pembeli, sedangkan suatu ketika pembeli pasti tahu dan jera beli lagi dengan penjual yg tak jujur. Pun lebih kasihan bila penjual pemula yg rata2 tak mengerti bila kerisnya merupakan keris prosesan bahan kimia. Untuk itu belajar secara lantas agar lebih bisa membedakan jadi bukan berdasarkan sangkaan saja atau kata si anu... si anu tak bisa dipertanggung jawabkan.

4. Banyak membaca buku-buku perihal dunia perkerisan: Ilmu Pengetahuan merupakan ilmu yang amat berharga bagi kehidupan, secara khusus bagi anda yang sudah kadung menyukai tosan aji. Menyelami ranah kebiasaan yang satu ini seakan tak ada habisnya, poin estetika dan sejarah yang tak lekang dimakan zaman. Buku-buku yang membahas perihal kebiasaan perkerisan nusantara bagi penikmat seni tosan aji selalu jadi bahan perburuan. Secara bagi pemula yang baru menggeluti dunia perkerisan Buku Keris Jawa Antara Mistik Kebiasaan karya pak Haryono Haryoguritno dan Buku ensiklopedi keris Karangan Alm. Bambang Harsrinuksmo bisa menjadi bahan permulaan untuk dasar pengenalan kebiasaan tosan aji. Sebab ke dua buku ini bak dua sejoli yang tak bisa di pisahkan, satu sama lain saling mengisi dan melengkapi dan pengobat dahaga ilmu bagi penikmat tosan aji secara khusus. Sayangnya buku-buku ini sekarang sudah amat langka di pasaran, selain memang sudah tak di edarkan lagi dari penerbitnya, kalaupun ada harganya memang cukup mahal kisaran di atas 1,5 juta. Maupun di luar itu harga yang ditawarkan bukanlah suatu masalah bagi penikmat tosan aji, sebab cocok dengan bobot isi dari buku-buku hal yang demikian. Dalam buku hal yang demikian dibahas seluruh ragam mendetail pusaka baik dari segi pembuatannya, ragam dapur keris, ragam kinatah pada keris, estimasi penangguhan sebuah pusaka, dan sebagainya. Maupun selain itu masih banyak rujukan buku-buku perihal dunia perkerisan lainnya yang bisa anda beli sebagai komplementer.

5. Mengetahui proses pembuatan keris: Tidak ada salahnya sekali-sekali anda menyempatkan waktu lengang anda untuk mengamati lantas sistem pembuatan keris, sistem membuat pamor-pamor keris, mulai dari pamor mlumah hingga pamor miring. Bagaimana mengamati tingkat kesusahan dalam proses pembuatan keris, bahan apa saja yg di perlukan, dari bahan dasar menjadi kodokan hingga betul-betul menjadi sebilah keris yang memiliki poin seni yang tinggi. Jangan lupa mengamati bagaimana sistem memproses keris baru sehingga terlihat seperti keris tua, sehingga anda nantinya mengerti keris mana yang betul-betul tua dan keris mana yang prosesan. Bukan dari katanya, atau cuma sangkaan saja. Sehingga bisa mewujudkan tambahan wawasan anda dalam menggeluti dunia tosan aji, secara khusus bagi para pedagang dan kolektor keris.

Nah silahkan bagi anda yg berharap memaharkan sebuah keris pusaka bisa mencontoh sebagian kiat yg saya berikan, berdasarkan anda baik yg mana kembalinya terhadap diri anda sendiri. Tujuan saya di sini cuma berbagi pengalaman saja, bukan bermaksud menggurui atau menjatuhkan siapapun. Pun secara khusus sebelum membeli sebuah pusaka niatkan untuk melestarikan kebiasaan, carilah dari segi manfaatnya memiliki keris untuk apa tujuannya, carilah keris yg cocok dengan bathin anda (umumnya akan ada sir di hati pada ketika anda mengamati sebuah keris, rasa bersuka cita, adem, ketentraman, kharisma, dan sebagainya), juga baik dari segi fisik maupun harganya (syukur bila bisa keris baik dan relatif murah namanya rejeki). Secara anda sudah bersuka cita dengan pusaka yg di maharkan artinya anda ada rasa cocok dengan pusaka hal yang demikian semoga menjadi berkhasiat dan berkah untuk anda. Bagi pedagang, jadilah pedagang Tosan Aji yang berharap belajar mendalami dan memahami poin seni eksoteri dan isoteri Tosan Aji yang sebenar-benarnya. Sebab pedagang Tosan Aji merupakan pelestari . Bagi pembeli janganlah cari keris yang cuma sekadar baik, melainkan carilah keris yang benar-benar cocok.
Baca selengkapnya »
4 Manfaat Puasa Weton Untuk Spiritual Kebatinan

4 Manfaat Puasa Weton Untuk Spiritual Kebatinan


Menjalankan puasa di hari kelahiran ini pada umumnya lebih popular dengan istilah puasa weton bagi orang Jawa. Secara umum pedoman puasa pada dasarnya adalah bentuk keprihatinan yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki niat tertentu. Puasa hari kelahiran atau puasa weton itu sendiri ialah merupakan puasa yang dilakukan pada saat hari kelahiran atau weton dari seseorang tersebut. Bagi orang yang tinggal di tanah Jawa tentunya ritual puasa weton ini tidak asing lagi di telinga karena hingga saat artikel ini dibuat masih ada beberapa orang yang melaksanakannya. Bahkan pelaksanaan puasa weton atau hari kelahiran ini justru sering disalah artikan sebagai bentuk keprihatinan yang dilakukan sebagai syarat untuk mendapatkan sesuatu yang bersifat duniawi semata.

Dalam ajaran islam, puasa hari kelahiran atau puasa weton memang tidak ada. Puasa ini merupakan tradisi leluhur masyarakat kejawen pada zaman dahulu yang sampai sekarang juga ada segelintir orang yang masih menjalankannya. Perlunya kita memahami unsur dari sebuah amalan adalah hal wajib yang tidak boleh dilupakan. Oleh sebab itu, sebaiknya kita menanamkan niat hanya untuk beribadah kepada Tuhan melalui puasa. Jangan sampai puasa yang dilakukan karena adanya tradisi menjadikan kita berharap kepada selain Tuhan atau bahkan meniatkan puasa tersebut sebagai bentuk pengharapan adanya timbal balik dari Tuhan kepada kita.

Unsur Puasa Hari Kelahran atau Puasa Weton

Apabila kita bicara mengenai puasa, tentunya kita tak sebatas membicarakan perpindahan jam untuk mengonsumsi suatu makanan semata. Terlepas dari hal itu ternyata semua tipe puasa, termasuk puasa weton merupakan sebuah upaya keprihatinan yang benar-benar bagus bagi tubuh dari segi kesehatan. Tubuh akan mengalami cara kerja detoksifikasi merupakan cara kerja pengeluaran racun dari dalam tubuh melalui jaringan kulit dalam bentuk keringat dan memalui sistem pencernaan.

Nabi Muhammad dahulu acap kali melakukan puasa di hari kamis dimana pada hari tersebut merupakan hari lahir beliau. Tapi sesudah dipahami lebih dalam, ternyata beliau berpuasa di hari senin dalam rangka hari tersebut merupakan hari lahirnya rosul dan turunnya wahyu yang pertama bukan sebuah puasa di hari lahir sebagai buah hati manusia. Jadi berpuasa di hari lahir rosullah yang disunahkan pada umatnya, bukan puasa di hari kelahiran.

Diatas sudah kita ketahui esensi dari puasa hari kelahiran bukan? Jadi sebetulnya puasa apapun itu memiliki manfaat yang dapat diperoleh secara lahir dan batin. Akan tetapi kita juga sebaiknya membetuli niat dari puasa yang kita laksanakan. Meskipun dalam syariat islam puasa di hari kelahiran tak ada tetapi bagi kalangan orang yang tinggal di tanah jawa masih melakukan puasa tersebut sebagai upaya keprihatinan dalam hidup. Berikut ini sebagian manfaat puasa hari kelahiran :

1. Kesehatan Tubuh Kian Membaik

Pada dasarnya puasa itu sendiri selain bagus dari segi mental tetapi juga benar-benar bagus bagi kesehatan tubuh. Puasa itu sendiri tak sebatas menahan lapar malah perpindahan waktu makan semata. Tapi mekanisme pencernaan tubuh juga dapat beristirahat sehingga lambung tak berkerja secara terus menerus. Tentunya hal ini akan membuat kesehata tubuh menjadi lebih bagus sebab selama sistem pencernaan beristirahat maka organ tubuh lainnya malah akan mengalami jeda rehat.

2. Membantu Progres Detoksifikasi

Ketika seseorang melakukan puasa, sebetulnya tubuh akan mengawali untuk melakukan cara kerja detoksifikasi sehingga racun yang terdapat didalam tubuh dapat dikeluarkan melalui keringat malah kotoran berupa air kencing. Dari sinilah kita dapat mengambil inti sari bahwa puasa memang benar-benar dianjurkan dari segi medis. Pun sebelum melakukan penanganan medis dimeja bedah, pasien diwajibkan untuk melakukan puasa terpenting dahulu.

3. Sehat Dalam Mental dan Pikiran

Apabila sebelumnya sudah kita bahas manfaat puasa dari segi medis atau dunia kesehatan maka kali ini kita akan mengenal apa fungsi puasa bagi mental dan pikiran kita. Seseorang yang sering kali melakukan puasa, sebetulnya akan memiliki pemikiran yang lebih matang dan dalam diperbandingkan orang yang benar-benar jarang berpuasa. Kecuali ini sebab keadaan mental dan pikiran kita saat berpuasa akan mengalami penurunan emosionil yang signifikan sehingga kita cenderung mampu menyelesaikan dilema dengan pemikiran yang lebih hening.

4. Bermanfaat dalam segi magis

Puasa tak terbatas pada peningkatan kesehatan secara jasmaniah semata tetapi secara awam, puasa weton ini juga benar-benar bagus bagi mental dan pikiran seseorang. Tapi manfaat yang bersifat magis seperti pernyataan bahwa puasa merupakan upaya magis untuk mendekatkan diri pada hal-hal yang tak dapat dijangkau dengan akal merupakan salah satu argumen yang tak sepenuhnya benar. Lebih tepatnya, puasa merupakan suatu aktivitas yang dapat menciptakan seseorang memiliki sensitifitas lebih dalam kepada makhluk-makhluk yang ada di muka bumi.
Baca selengkapnya »
Perbedaan Ilmu Pelet Putih & Ilmu Pelet Hitam

Perbedaan Ilmu Pelet Putih & Ilmu Pelet Hitam

jasa pelet

Penerapan ilmu pelet bisa dikatakan 'cocok' apabila perantaranya sesuai atau tidaknya. Seolah seperti layaknya obat, ada beberapa manfaat yang dapat terjadi meskipun untuk penyakit yang sama. Penerapan ilmu pelet yang digunakan pun berbagai macam dan digolongkan dari 2 macam jenis. Ilmu Pelet Putih dan Ilmu Pelet Hitam. Dari istilah 'nama' mungkin lebih terlihat seolah bentuknya jika putih itu baik dan hitam adalah cara yang tidak. Memang bisa dikatakan benar, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa alasan penting dalam penggunaan pelet tersebut sesuai dengan kegunaan (yang tertuju) itu sendiri. Dan dari berbagai macam permasalahan, saya akan menjelaskab sedikit tentang kegunaan dari Ilmu Pelet Putih dan Ilmu Pelet Hitam.

Kegunaan Ilmu Pelet Putih, dalam berbagai permasalahan yang meliputi:

  • Mendapatkan seseorang (yang sudah dikenal)
  • Mengembalikkan perasaan utuh pasangan yang mulai memudar
  • Meningkatkan keharmonisan dalam hubungan rumah tangga
  • Menjaga perasaan rindu agar selalu terjaga
  • Beberapa permasalahan yang berhubungan dengan menjaga hubungan

Serta, kegunaan Ilmu Pelet Hitam, dalam berbagai permasalahan yang meliputi :

  • Mengembalikkan perasaan orang yang sudah hilang rasa
  • Mendapatkan seseorang yang dicinta (baik belum terlalu dikenal, ataupun dalam kondisi yang awalnya membenci)
  • Memisahkan hubungan orang
  • Meningkatkan rasa keharmonisan dengan intensitas yang meningkat cukup drastis
  • Mengembalikkan mantan pasangan yang memang tidak berniat untuk kembali
  • Memperbaiki hubungan dengan mengembalikkan perasaan yang sebelumnya sudah hilang
  • Berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan memperbaiki/mendapatkan seseorang dengan frekuensi 'keras'.

Dalam proses reaksi ilmu pelet sendiri sebenarnya juga berbeda beda tergantung media dan peranan dalam permasalahan itu sendiri. Akan tetapi semua itu hanya mengacu kepada hasil dari sebuah proses dari bentuk solusi permasalahan tersebut. Jadi baik Ilmu Pelet Putih dan Ilmu Pelet Hitam sama sama memiliki efek negatif (jadi bukan berlaku untuk Ilmu Pelet Hitam). Walaupun efek negatif itu mengacu kepada sebuah resiko, tapi negatif yang saya maksud lebih ke arah "sebab akibat'. Dengan penggunaan pelet tersebut seharusnya memahami sebelumnya bahwa jadikan Ilmu Pelet sebagai perantara alternatif. Tetap yang terbaik ialah bagaimana cara kamu menjalani sebuah hubungan itu sendiri.

Lalu berkaitan tentang ilmu itu sendiri saya akan menjelaskan sedikit mengenai beberapa perbedaan reaksi ilmu pelet putih dengan ilmu pelet hitam.

Reaksi Ilmu Pelet Putih, diantara:

  • Perubahan perasaan terjadi karena ada pengaruh juga dari perasaan yang sudah ada sebelumnya
  • Bisa dikatakan lebih halus, dalam arti perubahan reaksi terjadi berskala kesinambungan (menyambung).
  • Proses yang terjadi 'biasanya' tidak instant, artinya ketika dia merasa cintanya masih ada (akibat reaksi pelet) ada semacam bentuk dilemma atau berpikir ulang. Proses disini saya sebut dengan 'gejolak introspeksi'.
  • Bentuk reaksinya itu sendiri lebih mengacu dalam bentuk intervensi. Ada beberapa pergerakan masif yang terjadi secara perlahan serta akan menjadikannya perasaan murni setelah reaksi ilmu pelet tersebut memudar.
  • Konteks lama waktu reaksi biasanya tidak selamanya, bukan berarti setelah hilang dia juga bakal hilang rasa. Tapi proses hilang terjadi karena murni cinta dia itu ada jadi tanpa pengaruh pelet.

Dan reaksi Ilmu Pelet Hitam, diantaranya:

  • Perubahan perasaan terjadi tidak perlu 'diharuskan' ada perasaan sebelumnya. Perubahan juga bisa terjadi meskipun perasaan itu awalnya tidak ada.
  • Dalam kondisi dia sedang membenci pun bisa di ubah. Dengan mengubah perasaan cinta secara intuisif. Tanpa dia sadari tiba tiba jatuh cinta (tidak sampai berdampak tidak normal).
  • Meskipun tidak berdampak pada situasi tidak normal, dengan menggunakan ilmu pelet hitam dapat membuat orang yang tertuju (target) menjadi tergila gila
  • Proses yang terjadi juga bisa kurun singkat, artinya ini semua bergantung kepada kebutuhan permasalahan itu sendiri.
  • Bentuk reaksi nya bentuk nya aktif, langsung berperan ke arah perubahan perasaan serta perasaan itu akan ada dengan sendirinya terbentuk.
  • Hanya saja walaupun bisa bereaksi dalam waktu singkat, bukan tidak mungkin perasaan akan jadi murni dengan sendirinya. Reaksi pelet biasanya berangsur cukup lama bahkan bisa selamanya. Tapi meskipun selamanya dalam reaksi pelet, perasaan itu akan tetap ada dengan perasaan yang dia miliki.

Untuk catatan mengenai Ilmu Pelet Hitam, reaksinya tersebut bisa juga di lepas selama memang dibutuhkan.

Walau reaksi nya lebih keras, tapi peranan Ilmu Pelet hanya bergantung pada kebutuhan untuk menyelesaikan permasalahan itu. Jadi tetaplah bisa mengambil kesimpulan atas solusimu sendiri. Baik Ilmu Pelet Putih maupun Ilmu Pelet Hitam, perbedaan yang paling terlihat ialah kerasnya kemampuan mengubah, susahnya permasalahan, rentang waktu yang di inginkan, serta kebutuhan dalam menyelesaikan permasalahan itu sendiri. Harus bisa bijaksana tentunya dalam menentukan, jika sebuah alternatif sebagai pilihanmu maka percayalah apa yang kamu lakukan adalah bentuk usahamu untuk mendapatkan / mempertahankannya.
Baca selengkapnya »
12 Cara Meningkatkan Aura Positif & Membuang Aura Negatif

12 Cara Meningkatkan Aura Positif & Membuang Aura Negatif

jasa pelet

Pada setiap hal yang dilakukan manusia, mereka tidak bisa terlepas dari dua kondisi yang bertolak belakang, yaitu antara positif dan negatif. Ketika manusia mampu mengendalikan dan mengontrol diri mereka untuk berbuat positif, maka apa yang mereka petik adalah hasil yang positif pula. Namun, apabila yang lebih dominan itu tindakan dan perbuatan yang negatif, maka mereka juga akan mendapatkan hal yang sama dalam kehidupannya bahkan lebih buruk.

Sebelum masuk dalam pembahasan ini, hendaklah untuk menyamakan perspektif terlebih dahulu tentang aura yang ada didalam diri manusia. Aura sendiri adalah sebuah energi daya tarik yang berada didalam diri manusia, sehingga aura ini layaknya medan elektromagnetik yang mengelilingi tubuh manusia (Human Energy Field - HEF) dan menarik setiap energi yang ada disekitarnya, seperti magnet yang menarik besi atau benda logam lainnya. Aura yang berada didalam tubuh manusia itu bersifat mudah berubah dan tidak tetap, jika kamu ingin aura yang berada didalam tubuh mu itu selalu kuat dan tidak melemah, maka kamu harus menjaganya.

Aura yang mengelilingi tubuh manusia itu memancar hingga 2-3 kaki, atau rata-rata 1 meter yang memancar dari kepala sampai ujung kaki dan itu berbentuk oval. Namun, semakin kuat aura yang kamu miliki, maka pancaran potensi aura yang dikeluarkan dari dalam tubuhpun akan semakin jelas. Jika aura yang kamu miliki itu kuat, maka hal tersebut akan memberikan banyak manfaat kepada diri mu, kamu akan mampu merasakan energi negatif dan juga mampu membaca karakteristik dari orang lain melalui pancaran aura yang kamu miliki.

Dalam hal ini, sudah di ketahui, bahwa didalam tubuh manusia terdapat dua energi aura yang masing-masing saling mempengaruhi, yaitu aura positif dan aura negatif. Ketika kamu memiliki sebuah tindakan, dimana kamu mampu memancarkan pancaran energi aura positif, maka kamu juga akan mampu menghilangkan aura negatif yang ada didalam diri mu. Selain itu, ketika pancaran aura positif dalam dirimu sedang meningkat atau terbuka, maka kamu juga mampu mendeteksi aura negatif dari diri orang lain.

Memang bukanlah cara yang mudah untuk memperkuat aura positif yang ada didalam dirimu, tapi tidak berarti hal itu sulit untuk kamu dapatkan. Banyak cara yang bisa kamu lakukan dalam upaya memperkuat aura positif dari dalam diri mu, dengan catatan, kamu harus melakukan hal ini dengan sungguh-sungguh.

Berikut ini Beberapa Cara Memperkuat Aura Positif dan Membuang Aura Negatif:

  1. Jalani pola hidup sehat
  2. Mudah tersenyum kepada siapa saja
  3. Jangan berprasangka buruk
  4. Hilangkan segala macam bentuk penyakit hati( dendam, benci, iri,dll)
  5. Usahakan untuk tidak mudah stres dan depresi
  6. Jadilah diri sendiri
  7. Hindari segala macam bentuk pengaruh buruk
  8. Jangan mengkonsumsi makanan yang merusak kesehatan
  9. Gaya bicara sopan, perlahan dan jelas
  10. Tidak mudah emosi
  11. Berpenampilan menarik, sopan, dan rapi
  12. Menambah hal positif (wawasa, pengetahuan, dan ilmu)

Dengan melakukan hal diatas, maka kamu akan mampu membuka dan memperkuat aura kamu dengan baik. Namun, ketika aura kamu sudah terbuka, jangan pernah melakukan tindakan yang buruk atau negatif karena hal itu dapat melemahkan pancaran aura, selain itu juga agar aura kamu tetap terjaga dan semakin kuat. Selain melakukan cara atau tindakan diatas, kamu juga bisa melakukannya dengan cara yang modern, yaitu dengan terapi gelombang otak Aura Booster untuk membantu kamu membuka dan memperkuat pancaran aura dari dalam diri mu.

Terapi Aura Booster membuka dan memperkuat aura

Terapi aura booster ini sebenarnya sudah dikembangkan sejak lama dan telah terbukti mampu untuk membuka dan memperkuat aura manusia secara optimal, bahkan sudah diuji secara ilmiah, bahwa semakin rendah gelombang otak (Brainwave) seseorang, maka akan semakin kuat pula pancaran aura yang dimilikinya, dan terapi gelombang otak aura booster ini akan sangat membantu kamu dalam mewujudkan impian tersebut.

Dengan melakukan terapi ini setiap hari secara rutin dalam jangka waktu minimal satu minggu, kamu akan mampu membuka dan memperkuat aura kamu, rasakan sensasi perubahan yang kamu alami. Namun, kamu juga tentunya harus melakukan usaha atau tindakan yang nyata dalam membuka dan memperkuat aura kamu seperti contohnya melakukan kegiatan atau cara diatas. Tanda dari terbuka dan menguatnya aura yang berada dimiliki saat menggunakan terapi aura booster ini adalah, kamu akan memiliki emosi yang stabil, kamu akan memiliki keikhlasan saat berbuat, kamu akan mudah mengontrol amarah, dan yang terpenting adalah kamu punya tingkat kepribadian yang lebih baik dan banyak yang lainnya.

Kamu dapat menggabungkan 2 cara diatas untuk membuka aura positif dan upaya memperkuat aura mu, hal itu bisa terjadi jika di lakukan dengan sungguh-sungguh dan tepat. Namun yang perlu di tekankan lagi adalah, jangan pernah melakukan tindakan buruk atau negatif saat kamu mencoba untuk membuka dan memperkuat aura mu, karena itu bisa saja menghilangkan atau menutupi aura mu.
Baca selengkapnya »
Asal Mula Batu Akik & Manfaat Dilihat Dari Jenisnya

Asal Mula Batu Akik & Manfaat Dilihat Dari Jenisnya

jasa pelet

Beberapa waktu lalu fenomenal batu akik sempat menjadi poros musim yang cukup terkenal dari berbagai macam kalangan masyarakat. Keunikan warna-warna dan karakteristiknya menjadikan batu akik sebagai batu cincin yang banyak diburu, baik orang tua maupun anak muda.

Asal Muasal Batu Akik


Batu akik adalah salah satu jenis batu alam yang terbentuk dari proses geologi yang mengandung beberapa unsur komponen kimiawi. Batuan ini terbentuk akibat adanya zat-zat mineral yang mengkristal dalam kurun waktu yang cukup lama bahkan hingga mencapai ratusan tahun. Hal inilah yang membuat nilai jual batu akik menjadi sangat tinggi. Batu ini banyak dipercaya memiliki berberapa macam manfaat atau khasiat sesuai dengan jenis dan warnanya.

Sebagian orang percaya bahwa batu akik mampu menjadi sumber energi bagi pemakainya. Namun, manfaat batu akik yang satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan. Berikut ini beberapa khasiat dari batu akik tersebut :

1. Sebagai sumber energi dan kekuatan

Sebagian orang percaya dengan memakai batu akik mampu menyeimbangkan energi yin dan yang. Selain itu batu akik dipercaya sebagai sumber keberanian, perlindungan, penyembuhan, serta dapat memberikan efek yang menenangkan bagi pemakainya. Sejak zaman dahulu batu akik telah digunakan untuk memberikan kekuatan juga keberanian bagi para prajurit dan mampu membuat mereka menang dalam sebuah pertempuran.

2. Dapat meningkatkan kreativitas

Sebagian kalangan masyarakat mempercayai bahwa selain sebagai perhiasan, batu akik juga merupakan batu keberuntungan. Dimana ia dapat memberikan energi, menstabilkan imajinasi serta inspirasi yang nantinya dapat menunjang berbagai macam aktivitas harian bagi pemakainya.

3. Sebagai perisai tubuh

Bagi sebagian kalangan, khasiat batu akik dipercayai mampu memberikan proteksi atau menjadi perisai bagi tubuh dari berbagai marabahaya yang mungkin bisa mengancam jiwa pemakainya. Misalnya saja dari kecelakaan. Sehingga tak jarang yang beranggapan bahwa batu akik merupakan batu jimat keberuntungan.

4. Dapat memberikan kekuatan emosional

Di lihat dari cara emosional, batu akik dipercayai mampu memberikan keberanian, kekuatan emosional, kepercayaan diri, mempromosikan stabilitas batin, memberikan efek ketenangan, kematangan, keamanan, dan dapat menghilangkan ketakutan. Sehingga batu akik sangat dipercaya mampu menghalau timbulnya stress serta menurunkan tingkat kecemasan bagi pemakainya.

5. Membantu menciptakan suatu hubungan yang harmonis

Karena kemampuannya dapat menstabilkan emosional, manfaat batu akik dipercaya mampu meningkatkan kualitas hubungan pemakainya dengan orang-orang lain di sekitarnya.

6. Menghilangkan energi negatif dalam tubuh

Sebagian masyarakat meyakini dengan memakai batu akik, ia mampu membersihkan atau menstabilkan aura bagi pemakainya, yaitu dengan menghilangkan energi negatif yang mungkin sedang bersarang di dalam tubuhnya.

7. Sebagai batu perhiasan yang indah

Selain beberapa khasiatdari penggunaan yang ditimbulkan seperti yang sudah di jelaskan di atas, tak dapat di pungkiri bahwa batu akik merupakan salah satu jenis batu perhiasan yang sangat indah. Warna-warni yang terpancar dari batuan tersebut tentu saja membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa terpana dan terkesan glamour juga elegan.

8. Dapat menangkal berbagai macam penyakit

Pemakaian batu akik banyak dipercaya mampu memperkuat daya tahan tubuh dan merupakan suatu koneksi tubuh dengan alam. Selain itu manfaat batu akik juga digunakan dalam kesehatan yaitu mampu meningkatkan energi. Berbagai jenis batu akik juga telah digunakan dalam penyembuhan beberapa jenis penyakit, misalnya saja membantu masalah pada gigi dan gusi, mengobati masalah perut (seperti masalah sistem pencernaan, serta mengurangi gastristis), menjaga ketahanan fisik, mengobati insomnia.
Hal ini karena batu akik dapat berfungsi sebagai sarana detoksifikasi tubuh, serta berbagai terapi penyembuhan lainnya.

9. Menambah kepercayaan diri

Penggunaan batu akik juga dipercaya mampu meningkatkan rasa percaya diri seseorang, yaitu dengan mengurangi tingkat stress, dan juga menghilangkan aura negatif dari dalam tubuh si pemakai.

Macam & Jenis Batu Akik


Ada ribuan bahkan jutaan jenis batu akik yang memiliki warna serta karakter yang berbeda. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis batu akik yang sangat populer saat itu, diantaranya adalah :

Batu merah delima (ruby), yaitu sejenis batu akik yang menggambarkan tentang kekuasaan, kemegahan, serta perasaan cinta. Batu ini juga dikenal sebagai “king of germstone”.

Batu kecubung (amethys), adalah sejenis batu akik yang memiliki warna ungu. Batu ini telah dikenal sejak zaman Mesir kuno.

Batu zamrud (emerald), yaitu batu akik yang memiliki warna khas, yaitu hijau. Batu ini konon hanya digunakan oleh golongan bangsawan, raja-raja, maupun para penguasa.

Batu serai, merupakan batu akik yang terbentuk dari jenis tanaman serai hutan yang berbunga. Batu serai ini memiliki beberapa macam warna seperti merah, kuning, jernih, biru, hijau,dan unggu.

Batu lafadz, yaitu batu akik yang memiliki gambar atau tulisan dalam bentuk tulisan arab. Namun keberadaan batu ini sangat jarang sekali bisa ditemui.

Batu jarum mas, yaitu batu akik yang berasal dari batu rutilated quartz yang memiliki beberapa macam warna seperti kuning, merah jambu, biru, hitam, atau putih. Namun pada umumnya batu akik jenis ini memiliki warna-warna jernih yang didalamnya terdapat warna kuning dengan bentuk yang menyerupai jarum.

Batu panca nur, adalah jenis batu akik yang memiliki lebih dari satu warna dalam setiap butirnya. Manfaat batu akik ini dipercayai mampu memancarkan kewibawaan pemakainya, menambah kepercayaan diri, menangkal marabahaya, serta beberapa khasiat lainnya.

Batu safir (nilam), yaitu batu akik yang memiliki struktur mineral tinggi, batu itu berbentuk kristal tunggal aluminium. Di Indonesia, batu ini sangat mudah dijumpai di pulau Kalimantan. Jenis batu safir yang paling terkenal adalah blue safir. Batu akik ini konon dipercaya dapat menjernihkan fikiran, meningkatkan kekuatan fisik, membawa kedamaian, kebahagiaan, serta dapat meningkatkan keyakinan dan tujuan hidup pemakainya.

Batu pirus (turquis), adalah batu akik yang memiliki warna hijau atau biru dengan jaluran urat di dalamnya. Batu ini memiliki campuran tembaga, aluminium, dan besi. Semakin biru warnanya, hal itu dapat menandakan bahwa kandungan tembaga dalam batu semakin tinggi. Namun jika warnanya semakin hijau, maka hal tersebut menunjukkan bahwa kandungan besi dalam batu tersebut sangat tinggi.
Baca selengkapnya »
Tentang Kitab Somala

Tentang Kitab Somala

jasa pelet

Kitab Somala merupakan sebuah buku naskah kuno yang berisikan macam-macam ilmu dan ajian sakti yang terdapat pada cerita dan kisah Mak Lampir dalam sinetron Legenda Gunung Merapi. Kitab Somala sendiri ditulis dan dikarang oleh Ki Ganjar Somala, namun kitab itu justru menjadi hal yang di rebutkan oleh pendekar pada zaman Mak Lampir dengan berdasarkan sejarah zaman Sultan Agung, penguasa Kerajaan Mataram.

Kitab Somala sendiri ditemukan kembali oleh tiga pendekar dari Mataram, salah satu di antaranya adalah Pangeran Purbaya atas utusan para kyai sepuh penasehat Kasultanan Mataram. Ketiga pendekar tersebut di utuskan untuk mencari buku yang berisikan rangkuman dari ilmu-ilmu dan ajian sakti ke dalam sebuah gua angker yang konon dijaga oleh ribuan makhluk halus dari bangsa gaib, jin atau lelembut. Setelah mereka berhasil mengalahkan bangsa gaib penunggu goa angker tersebut, ketiga pendekar segera bergegas menemui Ki Ganjar Somala yang dikabarkan tengah bertapa di dalam gua tersebut.

Namun, dugaan mereka ternyata salah. Ki Ganjar sudah meninggal dunia dalam keadaan memegang kitab tersebut. Dan tak butuh waktu lama, kitab itu diambil dan akan segera dipelajari untuk mengalahkan tokoh pendekar bernama Bayu Seta yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), karena berupaya memberontak dan memusuhi pemerintahan Kesultanan Mataram.

Sayangnya, Kitab Somala itu hilang saat terjadi pertempuran dengan Mak Lampir, Grandong dan kawan-kawannya. Dan pada akhirnya buku yang berisikan puluhan ajian sakti mandraguna itu di temukan oleh Parwati dan anaknya, Arya Soma. Saat itu, Arya Soma dengan diam-diam mempelajari seluruh isi Kitab Somala tersebut di karenakan ia memiliki hasrat untuk menjadi pendekar paling sakti di dunia. Terbukti, dia berhasil menguasai sebagian ilmu di dalam buku tersebut dan menjadi ksatria pilih tanding nan digdaya.

Dan salah satu ilmu yang pernah ia keluarkan adalah Ajian Pelebur Saketi di mana sangat jarang sekali pendekar yang mampu mngatasi dan menguasainya, termasuk pula salah satu kiai pendukung pemerintahan Mataram sekalipun. Hingga suatu ketika Mak Lampir mencuri kitab tersebut agar bisa menjadi Ratu Ilmu Hitam paling disegani dan ditakui semua orang, dan bahkan termasuk dengan para kiai khos di lingkungan Kerajaan Mataram.

Di dalam kisah berikutnya, Kitab Somala terus menjadi hal yang di rebutkan para pendekar. Karena, buku itulah yang disebut-sebut bisa menaklukan para musuh pemerintahan Mataram.

Mengupas jejak Kitab Somala di Indonesia.

Tidak ada satu literasi pun yang menyatakan cerita Mak Lampir adalah fakta sejarah. Sebagian besar kisah itu merupakan fiktif belaka. Termasuk Kitab Somala yang legendaris itu, sampai sekarang pun belum diketahui dimana keberadaannya, apakah benar-benar ada di Indonesia atau hanya muncul di dalam cerita fiksi.

Jika benar adanya, maka sangat mungkin bisa diduga jika keberadaan kitab berisi ilmu-ilmu dan ajian sakti mandraguna itu terletak di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta. Pasalnya, latar dan setting sejarah kisah Mak Lampir ini berada di daerah kaki Gunung Merapi, berdekatan dengan Keraton Sultan Agung, cucu panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya.

Namun, saya sendiri berpendapat, sesakti apapun ilmu atau ajian-ajian dalam Kitab Somala yang bisa mereka pelajari akan terkalahkan dengan seseorang yang punya hati dan jiwa bersih, tawakal, serta berserah diri kepada Allah. Sifat tawakal, berserah diri kepada-Nya dengan sepenuh hati adalah ilmu tertinggi dan itu bukan hanya di dunia, tetapi di alam semesta.

Boleh-boleh saja mewacanakan Kitab Somala dalam konteks khasanah pengetahuan sejarah di Indonesia, meskipun kebanyakan menyakini sebagai sebuah fiksi. Namun, esensi akhir dari artikel ini adalah tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan dan Ijin dari Allah.
Baca selengkapnya »
Dampak & Akibat Penyalahgunaan Ilmu Pelet Yang Tidak Tepat

Dampak & Akibat Penyalahgunaan Ilmu Pelet Yang Tidak Tepat

jasa pelet

Pendahuluan
Mempraktekkan Ilmu pelet yang berawal sebatas ingin tahu, iseng, atau tertarik karena memang ada dasar sebuah keinginan yang cukup mendalam. Misalkan saat kamu memiliki permasalahan yang tidak dapat kamu selesaikan, ataupun berniat mendapatkan yang kamu inginkan. Terlepas dari keinginan kamu, sebenarnya itu bukanlah sesuatu yang salah. Meskipun tidak bisa juga dibenarkan. Kendati demikian ada semacam dorongan yang seolah membutakan kamu terhadap dampak dan akibat hingga luput bahwa ada sebenarnya beberapa ilmu yang tidak dapat kamu pelajari sendiri.

Ada berbagai macam referensi yang bisa kamu temukan dari beberapa macam amalan yang dapat dipelajari. Dari berbagai sumber di internet, atau mungkin dari majalah misteri, koran, atau di berbagai media referensi lainnya. Ketika kita memang berniat mencari dari kata kunci yang di inginkan, kita bisa menemukan berbagai macam amalan yang entah itu benar atau tidaknya. Ya meskipun tidak semuanya palsu, seandainya ada yang memang benar tentu perlu semacam ijazah atau semacam periwayatan. Minimal kamu memiliki dasar ilmu itu sendiri. Tapi dibalik sebuah amalan yang kamu temukan, sebenarnya bisa memiliki dampak dan akibat yang tidak sepele. Apalagi yang memang tanpa dasar dan sekedar coba-coba. Bisakah membayangkan caranya menebang kayu menggunakan pisau dapur? Bisa dikatakan sia sia saja.

Mengenai dampak yang saya maksudkan. Tidak serta merta berbentuk menakuti. Setidaknya kamu menyadari ada beberapa ilmu yang tidak perlu kamu kuasai/pelajari apalagi dengan niat yang (mungkin) kurang baik. Dan beberapa dampak penyalahgunaan amalan ilmu pelet diantaranya:

  • Memiliki sebuah ketergantungan atas dasar sebuah keinginan yang memang awalnya kurang baik
  • Terlalu berharap bahwa kamu akan menguasai ilmu tersebut dengan mudah. Dan hal seperti itu mendekati musyrik
  • Terbukanya aura pembatas nafsu (nif'ayah) yang membuat seseorang menjadi orang yang tak bisa membedakan hawa nafsu yang dirasakannya.
  • Lepasnya kontrol kendali dari amarah serta akal sehat (ini bisa terjadi jika amalan menolak alam bawah sadar kamu)
  • Hilangnya rasa kepercayaan diri, bahwa segala sesuatu baik takdir maupun perasaan sudah ada yang mengatur.
  • Seolah menjadi pribadi yang melewati batas ilmu, layaknya serba tahu. Dalam sisi psikisnya orang akan merasa terlalu terobsesi dalam hal metafisika (yang awalnya sama sekali tidak memiliki dasar pengetahuannya)

Dibalik semua dampak yang telah saya jelaskan sebelumnya, ada beberapa akibat yang berkelanjutan dari dampaknya. Akibat diantaranya, seperti:

  • Target yang tertuju justru merasakan sebuah perasaan yang tak biasa. Yang parahnya mungkin bisa menyadari bahwa dia telah di guna-guna. Tentu itu akan berakibat hubungan kalian yang semakin menjauh, atau bisa jadi rasa tidak terima yang berkelanjutan.
  • Ketegangan bathin yang menyerang kesadaranmu secara perlahan, yang parahnya akan berdampak ke arah tidak normal
  • Pintu aura tak bisa dibuka meskipun telah di ruqyah sekalipun. Itu terjadi karena ajian / amalan yang di terapkan tidak memiliki ijazah yang sesuai. Misalkan sebuah ajian turun temurun (semar mesem yang tak bisa dipelajari orang luar)
  • Menjadi musyrik, seolah perasaan itu bisa dapat berubah sesuka kita. Artinya kamu menerapkan sebuah ilmu pelet atau amalan yang niatnya tidak baik. Tentu bisa berakibat karma yang menyakitkan.

Sebenarnya masih banyak lagi dampak dan akibat lainnya. Tidak bermaksud menakuti, atau yang membuat orang untuk enggan mempelajari hal 'metafisika' yang berkaitan dengan ilmu pelet. Banyaknya orang yang sama sekali tidak mengetahui dasar utama asal mempelajari ilmu tanpa mengetahui dasarnya. Dan hal ironis lainnya ialah, niat yang sama sekali tidak baik. Misalkan hanya sekedar ingin membuat dia mengejar tanpa alasan, membuat orang menjadi tergila gila, dan sebagainya. Dalam 'memaksa' merubah perasaan seseorang saja sebenarnya sudah tidak baik, apalagi dengan niat yang 'lebih' tidak baik lagi.

Konklusi dibalik itu semua, jika memang kamu benar benar ingin mendalami ilmu pelet. Pastikan bahwa kamu mempelajarinya dengan cara yang benar. Dari pelafadzan amalan yang tepat, syarat atau metodenya, serta pantangan dan lain semacamnya. Kesampingkan niat buruk yang terlintas dalam pikiranmu, sedikit apapun itu. Simaklah beberapa materi dari referensi amalan itu sendiri. Sesuaikan dengan kebutuhanmu. Kenyataannya, ilmu memang diturunkan serta di amalkan lalu membagikan kepada orang lain agar mengetahui. Tapi dibalik itu semua, ada beberapa pengetahuan yang sekiranya tidak perlu kamu ketahui. Disitulah agar kita bisa memfilterkan apa yang menjadi sebuah kebutuhan, atau yang menjadi sebuah pelajari. Disisi lain, dasari niat tanpa melupakan bahwa Tuhanlah Yang Maha Memberikan Segalanya. Termasuk ilmumu.
Baca selengkapnya »

Jasa Pelet