5 Cara Menata Hati Yang Benar Dari Patah Hati

5 Cara Menata Hati Yang Benar Dari Patah Hati


Setiap orang pasti dulu merasakan yang namanya patah hati. Sangat menyakitkan memang, hati mulai hancur berkeping-keping. Bahkan gara-gara patah hati banyak yang hingga lupa daratan dan lupa keluarganya. Terutama untuk mereka yang telah menjalin jalinan asmara yang lumayan lama.

Banyak langkah yang dikerjakan untuk melupakan patah hati. Ada yang menangis seharian, mengurung diri di kamar, mogok makan, apalagi yang paling ekstrem adalah lari ke didalam pemakaian obat-obat terlarang dan ingin mengakhiri hidupnya.

Yang kudu diingat baik-baik, patah hati gara-gara dikecewakan pasangan bukanlah akhir berasal dari segalanya. Bahkan kemungkinan adalah titik awal untuk menjadi privat yang lebih baik berasal dari sebelumnya. Jangan hingga kamu patah semangat, bukalah mata hati dan jiwa kamu gara-gara ada orang yang lebih baik menanti kamu di luar sana.

Berikut ini ada {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} langkah yang tepat untuk kamu cobalah untuk bangkit berasal dari patah hati.
1. Tetap Optimis

Disakiti oleh satu orang, bukan berarti akhir berasal dari segalanya. Tetaplah optimis bahwa tetap ada orang yang menanti kamu di luar sana yang lebih baik dan dapat membahagiakan anda. Yakinlah bakal ada seseorang yang dapat terima kamu apa adanya dan tidak menyakiti layaknya mantan kamu sebelumnya. Masih banyak pilihan gara-gara dunia ini tidaklah selebar daun kelor.

2. Mengekspresikan Diri

Saat patah hati tengah melanda, ekspresikanlah supaya kamu mulai lega. Keluarkan semua perasaan Anda, tak kudu dipendam. Bila ingin menagis menagislah. teriaklah jika kesal. Jika memendam perasaan, berarti Anda tidak berikan kesempatan bagi diri sendiri untuk menata hati dan move on. Memberi saat untuk ‘berduka’ terhadap diri kami adalah tidak benar satu langkah untuk bangkit berasal dari patah hati. Tapi kudu ada batasan. Jangan hingga berlarut-larut.

3. Lupakanlah Diet Sementara Waktu

Ada {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} orang yang bangkit berasal dari patah hati bersama makan. Cobalah mengonsumsi coklat. Coklat kaya manfaat. Kandungan alkaloid-alkaloid layaknya teobromin, fenetilamina, dan anandamida terhadap coklat bakal menambah hormon serotonin didalam otak yang dapat mengubah mood seseorang. Hal inilah yang mendasari mengapa mengonsumsi coklat pun dapat mengundang rasa nyaman.

4. Tetap Tegar dan Tampil Menarik

Ingatlah untuk selamanya tampil menarik. Jangan gara-gara patah hati kamu tidak memelihara tubuh. Manjakanlah diri bersama facial atau mengubah potongan rambut supaya terlihat lebih fresh. Saat bangun pagi di depan cermin sambil tersenyum ucapkanlah “Saya tak perlu orang layaknya dia”.

5. Menjauhkan Kenangan

Jauhkanlah tiap tiap barang yang bakal mengingatkan kamu dengannya. Boneka, bantal, foto, surat cinta, baju, atau apa pun pemberiannya. Termasuk juga menyingkirkan berasal dari teman-teman mantan anda. Karena teman-temannya juga bakal mengingatkan kamu padanya. Bukan menganjurkan untuk memutus tali silaturahmi, namun menjauhkan teman-teman mantan hanya untuk saat saat hingga kamu bangkit berasal dari patah hati.

6. Pergi Dengan Teman-teman

Pergi bersama teman-teman adalah tidak benar satu langkah yang tepat untuk cepat untuk bangkit berasal dari patah hati. Teman-teman kamu tidak bakal curiga untuk mengakibatkan kamu gembira. Ajaklah mereka hang out, makan-makan di restoran, karaoke, belanja, atau adakan sesi curhat dan ungkapkan semua rasa patah hati. Bersama mereka, Anda bakal lihat betapa saat cepat sekali berlalu dan patah hati pun pelan-pelan terlupakan.

7. Jangan Berusaha Menghubunginya Lagi

Kalau ingin patah hati yang kamu rasakan cepat hilang, janganlah cobalah untuk menghubunginya lagi. Anda kudu memutus semua bentuk komunikasi bersama mantan kekasih setidaknya untuk saat waktu. Memang sulit jika menentukan komunikasi secara tiba-tiba apalagi bersama orang yang kamu cintai. Tapi bersama itu Anda bakal merasakan perbedaan yang besar.

8. Buatlah Daftar Kejelekan Sang Mantan

Ingatlah semua kejelekan mantan anda. Apakah senang membentak, berbohong, dan tidak tepat waktu. Semua kejelekan itu bakal mengakibatkan kamu memahami untuk tidak terus bersamanya.
Baca selengkapnya »
5 Hal Yang Bisa Membuatmu Menjadi Lebih Baik Dari Orang Yang Sudah Menyakitimu

5 Hal Yang Bisa Membuatmu Menjadi Lebih Baik Dari Orang Yang Sudah Menyakitimu


Ada saat dimana kamu perlu menabur, dan ada saat pula kamu perlu menuai. Konteks kehidupan yang sebenarnya berasal dari itu. Kamu merasa hidup ini seperti tidak adil, rasanya ingin marah dan yang membuat lebih parah karena kamu merasa tersakiti. Tahanlah amarah kamu dulu, saya akan menjelaskan sedikit tips dari beberapa hal yang bisa kamu jadikan sebagai modal untuk ketenangan hati. Dengan mengetahui hal yang mungkin sebenarnya sederhana, bisa menjadikan kamu pribadi yang seolah kamu bisa selangkah lebih baik dari orang yang menyakitimu.

Sadarlah bahwa Tuhan Tidak Pernah Tidur

Bagaimanapun yang orang lain lakukan padamu atau apapun yang sudah kamu lakukan kepada orang lain tentu tak pernah luput karena kenyataannya Tuhan selalu mengetahui langkah kita serta apa yang kita rasakan. Tidak perlu simpan dendam dan amarah, layaknya sebuah karma. Bahwa segala sesuatu hal yang terjadi serta apapun yang dilakukan pastilah ada balasannya. Tuhan tidak pernah tidur, sadarlah bahwa cara terbaik dalam menenangkan diri ialah selalu ingat dengan Tuhan.

Dengan kamu memperbaiki diri kamu tentu hal seperti itulah yang tidak pernah terpikirkan oleh orang yang telah menyakitimu (baik di sengaja maupun tidak di sengaja).

Tetaplah berbuat baik, buktikan bahwa kamu lebih baik dari mereka

Kalau menurutmu dia salah? Apa yang membuatmu bisa menunjukkan bahwa kamu benar? Tentu pembuktian disini atas dasar keinginan kamu sendiri. Dengan menjadi diri sendiri , serta tunjukkan sisi positif kamu. Terkadang ada sesuatu semacam bakat yang menjadi hobi akan membuatmu membiasakan melakukan sesuatu secara menyenangkan.

Dan sisi lainnya, dengan kamu melakukan yang terbaik maka kamu seolah selangkah menjadi orang yang lebih baik di banding siapapun. Terutama dengan orang yang sudah menyakitimu.

Perbanyak waktu dengan orang - orang yang (juga) memiliki pikiran positif

Ketahuilah membangun karakter yang lebih baik berasal dari lingkungan sekitar. Salah satunya dengan berteman kepada orang - orang yang sepahaman denganmu. Habiskan waktu bersama teman - temanmu yang berpikiran positif dari situ kamu bisa membangun pola pikir yang menjadi lebih baik.

Orang yang sudah menyakitimu tentu tidak akan pernah berpikir demikian, sebab dia terlalu terlena dengan kebahagiaannya yang menuntun dia ke kebahagiaan yang semu.

Apa yang mereka tabur, itu yang ia tuai

Kembali ke point hukum karma, balaslah sesuatu hal dengan selalu melakukan hal yang baik serta mulia. Syukur - syukur bisa bermanfaat bagi orang lain. Hal itu tentu di buktikan dengan motivasi kamu yang tinggi, act yang seimbang serta pikiran yang selalu mengarah ke hal yang positif.

Pada akhirnya kamu tidak sadar, bahwa kamu bisa berubah menjadi lebih baik dengan diri sendiri, bukan orang lain

Maksudnya, lihatlah orang yang menyakitimu. Kamu berubah karena ingin membuktikan kalau kamu menjadi lebih baik? Tidak. Pada akhirnya kamu tidak menyadari bahwa kamu berubah dengan sendiriya menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Mengarah ke hal yang positif selalu menjadi layaknya pedoman hidup untuk melakukan hal yang terbaik. Dan semua itu mengarah sejalan alur tanpa bentuk paksaan hingga kamu lupa bahwa dulu dia pernah menyakitimu.

Konklusinya, menunjukkan diri menjadi lebih baik tidak perlu dengan rasa dendam. Hal yang justru bisa terbalas dan terasa menyakitkan apabila dia tahu bahwa dia menyakiti orang yang salah? Kamu tidak perlu melakukan sesuatu yang buruk, sumpah serapah yang terlalu berlebihan. Akuilah bahwa dia menyakitimu, ya itu benar. Tapi bukan menjadi alasan mengapa kamu perlu diam diri dan tidak melakukan apa - apa.

Potensi dari dirimu menunjukkan karakter yang kuat jika kamu juga percaya pada dirimu. Kenali diri dengan cermat, maka kamu tak mengakui orang tersebut. Sedangkan orang tersebut, mengakuimu bahwa dia telah salah menyakitimu.
Baca selengkapnya »
Memaafkan Di Saat Kamu Tidak Bisa Memaafkan

Memaafkan Di Saat Kamu Tidak Bisa Memaafkan


Memaafkan, merupakan hal yang mudah di ucapkan namun susah di lakukan. Di suatu titik dalam hidupmu, terkadang kamu menemukan kenyataan bahwa kepercayaanmu telah dikhianati. Misalnya pasangan yang kamu sayangi ternyata selingkuh dengan sahabatmu sendiri. Atau negara yang kamu percayai ternyata membiarkan kebebasan ber-Tuhan diinjak-injak ormas radikal. Mungkin bibir kamu mudah untuk mengucap, “Gapapa, sudah di maafkan kok,” namun dalam hatimu ternyata masih menyimpan dendam kesumat.

Padahal, memberi maaf dengan tulus akan mendatangkan kedamaian di dalam hati. Mari belajar memaafkan dari lubuk hati yang paling dalam.

Belajar dari anak kecil

Dalam memaafkan, kamu juga perlu belajar dari anak kecil. Usai bertengkar, mereka cepat berbaikan lagi, main bareng lagi. Bukan bermaksud untuk menyederhanakan hal yang kompleks, namun kesalahan yang diperbuat sudah menjadi masa lalu, dan tidak bisa ditarik lagi. Lagipula memaafkan bukan berarti melupakan.

Memaafkan bukan untuk mereka, tapi untuk diri sendiri

Ya, menyimpan kemarahan dalam hati berarti menyimpan bibit penyakit. Maafkanlah bukan demi mereka, tapi demi kedamaian hatimu sendiri. Dengan memaafkan, kamu akan terbebas dari beban yang ada di hatimu.

Sadari bahwa manusia memang tempatnya khilaf

Hanya yang kuat yang bisa memaafkan. Kita semua memang tempatnya berbuat salah, baik disadari atau tidak. Perbuatan yang dilandasi niat niat baik saja kadang bisa berbalik menjadi suatu kesalahan. Selama mereka memang berniat memperbaiki diri, tidak ada salahnya dong untuk maafkan?

Jangan terpaku pada masa lalu

Dengan merelakan semua yang telah terjadi, urusanmu dengan kemarahan atau kesedihan terhadap orang yang berbuat salah padamu juga akan selesai. Lebih baik, kamu tetap fokus membangun kenangan baru yang indah, hidup dengan baik di saat ini, untuk menghapus kenangan masa lalu yang buruk.

Ingat pentingnya dimaafkan bagimu

Kalau kamu belum bisa memaafkan seseorang, kamu bisa mencoba membayangkan kamu berada di posisi orang yang berbuat kesalahan. bagaimana? Tidak enak kan? Belajarlah memaafkan agar kamu juga dimaafkan dari kesalahan-kesalahan yang mungkin kamu perbuat.

Memaafkan hanya butuh sedikit energi

Menyimpan amarah dan dendam di hati ternyata jauh lebih menguras energi dibandingkan mencintai dan memaafkan, seperti halnya konflik lebih menguras tenaga dibandingkan kedamaian.

Kamu tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang mereka perbuat

Semua kesalahan yang mereka perbuat menjadi tanggung jawab mereka. Dan mereka akan terus memendam rasa bersalah bahkan setelah mereka dimaafkan.

Tuangkan amarahmu pada sepucuk surat

Tulislah sepucuk surat yang mampu menuangkan semua amarahmu dengan jujur untuk orang yang telah menyakiti kamu, dan katakan betapa kecewa dan sedihnya kamu karena mereka. Lalu, kamu bisa menyobeknya dan bakar surat itu.

Seiring asap yang membumbung, bayangkan kalau kamu sebenarnya tidak teramat marah. Ngambang saja. Dan lepaskan kekecewaan dan amarahmu kepada mereka perlahan, seperti asap yang pelan-pelan menghilang.

Tidak perlu dipaksakan

Jika kamu belum merasa siap untuk memaafkan, tidak apa-apa. Maaf akan datang dengan sendirinya ketika kamu siap memberikannya. Tapi pahamilah, bahwa kemarahan dan kekecewaanmu pasti akan memudar seiring waktu, jadi kenapa menahan lama-lama hal yang sudah pasti akan hilang?

Apa yang terjadi padamu bisa diambil hikmahnya

Alih-alih berfokus dengan orang yang menyakiti kamu, kenapa kamu tidak fokus pada hikmah yang bisa kamu ambil dari kejadian yang kamu alami? Tuhan bukan tanpa alasan memberi cobaan bagi umatnya. Yakinilah, kamu pasti bisa lebih mudah memaafkan mereka.

Orang-orang di sekelilingmu, bahkan manusia itu sendiri, memang tidak bisa luput dari yang namanya melakukan kesalahan, baik kesalahan minor maupun fatal. Tugas sebagai manusia adalah belajar dari kesalahan, dan bersedia memaafkan orang-orang yang ingin belajar dari kesalahannya. Mari, saling memaafkan!
Baca selengkapnya »
Pikirlah Kembali Sebelum Balikan Dengan Mantanmu

Pikirlah Kembali Sebelum Balikan Dengan Mantanmu


Setelah putus cinta, biasanya hal-hal yang berkaitan dengan mantan tidak akan bisa dengan mudah hilang dari ingatan. Pergi ke tempat makan biasa, ingat lagi. Dengar lagu yang sering kalian dengarkan bersama, ingat dia lagi. Hal yang wajar memang, dia kan yang selama ini menemani hari-harimu bukan! Keinginan untuk kembali bersama bisa jadi hal yang tidak bisa disangkal. Itu juga menjadi alasan kenapa tidak sedikit pasangan yang memilih untuk kembali setelah sebelumnya putus. Apakah kamu salah satunya? Sebelum memutuskan untuk kembali menjalani hubungan yang sempat pisah, ada baiknya kamu membaca beberapa hal ini terlebih dahulu. Daripada balik kemudian putus lagi dan jadi semakin nyesel, ‘kan?

Ada alasannya kenapa kalian putus

Kalian jelas berpisah bukan karena sedang iseng dan ingin mencari sebuah kejutan dalam hubungan yang sedang dijalani. Tentu ada alasan kuat kenapa kalian sampai memutuskan untuk berpisah. Mau kecil atau besar, penting atau dirasa sepele. Alasan tersebut tetap akan jadi masalah yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Sebelum mengambil keputusan untuk kembali ke mantanmu, coba pikirkan kembali secara baik-baik. Apakah masalah itu sangat rentan buat kalian berdua, atau masih bisa diselesaikan? Kalau memang hal yang membuat kalian berpisah itu adalah hal yang prinsip serta cukup signifikan, ya buat apa buang-buang waktu untuk kembali menjalaninya kembali?

Benar ingin kembali, atau sekedar kesepian?

Rasa sepi jelas menghampirimu setelah kalian pisah. Biasanya kemana-mana ada yang menemani, dan sekarang harus sendiri dalam setiap aktivitas. Bohong sekali jika kamu mengaku tidak kesepian dan tidak ingin kembali ke masa-masa indah dulu. Tapi apa kesepian bisa jadi alasan yang cukup kuat untuk balikan?

Hubungan yang baik membutuhkan pribadi yang sudah lebih dulu selesai dengan diri mereka sendiri. Sebuah ikatan cinta akan lebih statis saat dua orang yang ada di dalamnya tidak lagi diganggu oleh rasa insecure terhadap keadaan serta kondis kehidupan mereka. Daripada langsung balik ke mantan demi menghilangkan rasa kesepian, lebih baik kamu berusaha menghadapi semuanya sendiri dulu. Kuatkan dan beranikan diri untuk menghadapi semuanya tanpa pasangan. Setelah kamu cukup kuat untuk menghadapinya, yakin lah nanti akan ada orang yang sama kuatnya yang datang dan menjadi pasanganmu.

Kamu mungkin berharap dengan balikan, maka keajaiban akan datang

Jauh di lubuk hatimu, kamu sadar kalau sebenarnya kalian kurang cocok satu sama lain. Banyak sekali hal yang selama ini kamu pendam dan terus berusaha kalian toleransikan. Entah kebiasaan, cara hidup, sudut pandang dalam menghadapi masalah, semuanya bisa dibilang berbeda.

Memang cintalah yang selama ini mempersatukan kalian. Tapi, jika dilanjutkan sebenarnya hubungan itu juga tidak akan jalan lebih baik lagi. Dengan mengambil langkah untuk kembali kamu berharap semua ketidakcocokan itu bisa terselesaikan dalam semalam. Balikan seakan menjadi obat mujarab yang bisa menyelesaikan semua masalah. Hanya saja, kalau itu yang kamu harapkan maka pikirkan lagi keputusanmu untuk kembali menjalin hubungan. Balikan tidak akan membawa keajaiban apapun, kecuali masing-masing memang mau berubah satu sama lain.

Masih sayang, atau malas memulai sama orang lain?

Hal yang sering kali menarik kita untuk kembali pada hubungan yang telah lalu ialah rasa nyaman yang ada di dalamnya. Ini sangat wajar terjadi, sebab kamu dan mantan pasanganmu sudah saling mengenal satu sama lain sekian lama. Kalian sudah tidak perlu lagi untuk saling menyesuaikan kebiasaan. Apakah kamu kembali hanya karena menginginkan rasa nyaman itu?

Kalau kata orang bijak, Keluarlah dari zona nyaman demi mencapai kesuksesan. kronologi yang sama pun berlaku dalam hubungan cinta. Terlalu nyaman dengan seseorang tidak selamanya jadi hal yang baik. Justru, bisa jadi ini tidak akan membuatmu berkembang. Jika memang niatmu balikan karena enggan PDKT dan memulai lagi dengan yang lain, maka pertimbangkan hal ini Yakin tidak mau mengambil resiko dan bakal hidup seperti ini saja sampai tua nanti?

Pandangan keluarga dan teman-temanmu terhadap hubungan kalian

Masa setelah putus bisa jadi saat yang tepat untuk secara objektif mendengarkan pendapat keluarga dan sahabat-sahabatmu tentang hubungan yang telah kamu jalani. Karena kamu sedang dalam zona netral, masih ingat mantan tapi juga agak sakit hati karena sudah pisah. Kamu juga bisa lebih mudah mendengarkan orang-orang yang selama ini ada di dekatmu. Coba lah buka telingamu dan terima pendapat mereka.

Sadar atau tidak, terkadang orang-orang terdekat punya intuisi yang tepat soal masa depan hubungan cintamu. Pendapat mereka sering tidak disampaikan karena mereka menghargai privasimu. Padahal, karena mereka sudah mengenalmu lebih lama dari mantan pasanganmu, mereka bisa lebih memahamimu luar-dalamnya. Jika mereka menganggap berakhirnya hubungan kalian adalah hal yang baik, tidak ada salahnya hal itu jadi bahan pertimbangan. Kalau sedang dibutakan perasaan kita memang jadi kurang dipahami, maka tidak ada salahnya kalau mendengar saran dan masukan orang lain. Kalau didukung sama lingkungan, balikan. Kalau tidak didukung, ya lebih baik jangan.

Janji untuk berubah, bisakah direalisasikan?

Sebelum memutuskan untuk kembali, pasti kamu dan dia sudah membuat perjanjian kalau kalian akan memperbaiki diri agar kejadian putus tidak terulang kembali. Ini hal yang positif sekali dan akan berdampak baik bagi perkembangan hubungan. Dengan syarat bahwa ini benar-benar bisa di wujudkan. Bukan sekedar janji-janji manis saja.

Kamu harus sadar bahwa ada beberapa sifat yang akan sangat sulit diubah dari seseorang. Tidak peduli seberapa besar cinta pasanganmu ke kamu dan betapa kuat dia berjanji untuk memperbaiki diri, 2 hal itu tidak akan cukup. Dia tumbuh dengan kebiasaan itu, dia terlahir oleh lingkungannya untuk menjadi seperti itu. Kalau ada sifat yang sangat mendasar dari pasangan yang tidak bisa kamu terima, bukan tidak mungkin masalah yang sama akan kembali terulang setelah kalian balikan nanti.

Kamu hanya tidak kuat lihat dia sama orang lain

Satu-satunya alasanmu ingin balikan adalah karena kamu tidak kuat patah hati melihat dia bersama orang lain. Kamu terlalu sayang dengannya, dan daripada itu terjadi lebih baik kamu kamu mengutarakannya untuk kembali saja. Sebagai orang yang pernah menjadi bagian penting hidupmu, wajar sekali jika kamu merasa sakit saat dia sudah bisa memulai sama orang lain. Sementara kamu masih berusaha menata hati.

Tidak perlu sesakit itu pula! Semua orang punya waktu dan caranya sendiri untuk bangkit dari gagalnya sebuah hubungan. Bisa jadi dia memang membutuhkan orang lain untuk melupakanmu, sementara kamu hanya perlu waktu sendiri demi bisa pulih sepenuhnya. Dan bukan berarti dia yang sudah memulai membuka hati lebih dulu akan lebih bahagia. Semua sudah ada jalannya sendiri, yakini saja.

Kalau mantan pasanganmu pernah selingkuh atau melakukan kekerasan padamu

Pikirkan ulang kembali keputusanmu untuk balikan jika mantan pasanganmu pernah tidak setia atau menyakitimu. Pasangan yang pernah selingkuh di belakangmu, memiliki kecenderungan untuk kembali mengulanginya.

Begitu juga jika dia pernah menyakitimu, baik secara lisan, mental maupun fisik. Kekerasan layaknya spiral yang akan terus berulang. Menerimanya kembali tidak akan serta membuatnya tidak lagi menyakitimu. Dia tidak hanya butuh cinta, tapi juga terapi untuk menyembuhkan kebiasaan abusifnya.

Kamu mau balikan cuma dilandasi rasa kasihan

Kamu pernah begitu menyayangi orang ini. Rasanya tidak tega jika melihat dia berjuang untuk mendapatkan kembali cintamu sampai melakukan hal yang sebenarnya tidak perlu di lakukan. Tapi jika ditanya apa yang telah mendorongmu kembali menerimanya, maka perasaan kasihan lebih besar dibanding rasa sayangmu. Kamu sayang dia, tapi kamu lebih tidak tega melihat perjuangannya.

Hubungan cinta yang dibangun hanya berdasar rasa kasihan tidak akan menjadi sebuah hubungan yang sehat. Kamu tidak lagi bisa mencurahkan perasaan sayang yang tulus, dan perlakuan romantismu untuk dia bukan semata-mata digerakkan oleh cinta. Seseorang sebenarnya tidak memiliki hak dikasihani hanya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Kalau kamu benar-benar sayang dia, justru kamu akan memilih untuk melupakannya.

Terkadang, kamu justru mendapatkan lebih saat kamu rela melepaskan

Pada akhirnya, masih ada orang lain yang sebenarnya bisa kalian berdua temui diluar sana. Bisa jadi kesempatan emas itu tidak akan datang jika kalian memilih memaksakan untuk terus bersama. Ketakutan kalian akan kesepian dan kesendirian membuat pintu-pintu kemungkinan itu tertutup.

Meskipun berat menerimanya, ada beberapa hubungan yang memang harus di akhiri saja demi kebaikan kalian berdua. Ibarat rel kereta, jalanmu dan dia memang tidak akan bertemu di satu titik. Kamu dan dia hanya dirancang untuk "pernah" bersama. Kalian bukanlah stasiun pemberhentian terakhir bagi masing-masing. Bukankah dengan melepaskan sepenuhnya, terkadang saat kalian justru mendapatkan yang selama ini kalian butuhkan?
Baca selengkapnya »
Biarkan Dia Pergi (Memahami Alasan Mengapa Dia Ingin Meninggalkanmu)

Biarkan Dia Pergi (Memahami Alasan Mengapa Dia Ingin Meninggalkanmu)


Ketika kita merasa bahwa seseorang yang sangat kita cintai ingin pergi meninggalkan kita rasa nya pasti sangat sedih. Terkadang kita mungkin benar-benar tidak bisa mengendalikan diri kita dengan tenang, hingga pola pikir sama sekali tidak bisa kita pikirkan dengan cara yang lebih membuat diri kamu menjadi lebih baik. Keterkaitan perasaan hati dengan kepribadianmu memang berhubungan sehingga kamu juga merasa kalau kamu memang tidak bisa menerima apa yang sudah maupun akan terjadi. Ya, karena kamu memang tidak ingin dia pergi tentunya. Orang yang paling kamu sayang. Hubungan yang mungkin sudah kamu jalani dengan komitmen yang selalu di pegang. Ketika dia ingin pergi, ini bukan permasalahan sekedar ikhlas. Tentu kan?

Dampak kehilangan seseorang yang kita sayang bukan hanya membuat kita sedih, tapi juga sangat menyakitkan. Tidak berlebihan, hal apapun di dunia ini akan sangat menyakitkan ketika kita kehilangan sesuatu yang berharga, termasuk pasangan kita. Istilahnya seperti kamu sudah menanam mangga, tapi tak ingin kehilangan getahnya. Jika kamu saat ini sedang di posisi ini maka ada baiknya kamu meneruskan bacaan artikel ini, maupun jika belum / tidak memiliki permasalahan ini setidaknya kamu bisa mawas diri akan kemungkinan dia akan pergi. Namun, ini semua bukan berawal dari cara dia yang ingin meninggalkanmu. Tapi dari permasalahan apa yang membuat dia memutuskan untuk pergi. Ada beberapa konteks dalam hubungan yang perlu kamu pahami dan alasan dibalik mengapa dia ingin meninggalkanmu:

Apakah kamu kurang perhatian?
Apakah kamu tidak pernah memberikan dia kabar?
Apakah kamu merasa kalau diri kamu itu pribadi yang membosankan?
Apa mungkin kamu pernah membuat dia kecewa?
Apakah kamu pernah ingin berpaling dari dia?
Kesalahan terbesar apa yang paling menjadi alasan mengapa dia meninggalkanmu?

Setiap apa yang akan kamu lakukan tentu untuk memikirkan kembali itu sangat di perlukan hingga kamu bisa mengetahui apa yang kamu lakukan itu benar atau tidak. Begitupun layaknya introspeksi diri. Dalam memikirkan kembali dari diri kita tentang apa yang sudah kita lakukan bisa berpengaruh atas prinsip kita sendiri dengan cara introspeksi. Serta berusaha memperbaiki diri dengan menjadi pribadi yang di sukai oleh pasangan kita. Di balik itu semua mungkin bisa kamu lakukan apabila kamu juga berpikir apakah hubungan kalian bisa di pertahankan atau tidaknya. Tapi kalau misalkan tidak bagaimana?

Rasa cinta tidak dapat terukur dari keikhlasan apabila orang yang di sayang lebih memilih untuk meninggalkanmu dan kamu tidak rela dia pergi. Itu hanya semata karena memang dia adalah orang yang sangat berharga untukmu dan rasa ikhlas kehilangan dia pasti bukanlah hal yang akan terpikirkan, apalagi saat kamu merasa hubungan kamu dengan dia masih bisa di usahakan. Tentu dalam benakmu keikhlasan jelas tak pernah terpikirkan olehmu. Ketika semakin kamu berusaha untuk menarik kesimpulan dengan cara merelakan dia, semakin pula kamu menyadari bahwa dia sebenarnya adalah orang yang tak bisa tergantikan.

Tapi waktu berkata lain, keadaan tak memihak, serta berakhir dengan apa yang memang tak bisa kita terima. Dia benar-benar ingin meninggalkanmu dan tak bisa menemukan cara untuk mmpertahankan hubungan kembali seperti dulu. Mungkin ada beberapa alasan yang membuat dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Nyaman dengan orang lain, sudah tidak ada rasa, merasa bahwa memang hubungan mulai tidak cocok, merasa kalau kamu sudah berubah. Ada alasan yang mungkin tidak sesederhana "Maaf sepertinya hubungan kita sudah tidak bisa di lanjut" dan apa yang dia katakan sudah mewakili dari apa yang dia inginkan dalam mengakhiri hubungan. Secara tidak langsung, untuk mempertahankan hubungan dengan memaksakan diri jelaslah bukan cara yang baik karena hubungan bukan sebatas pacaran saja. Maka sebenarnya dia sudah melakukan hal yang benar, tapi menurutmu dia yang salah.

Ingat kembali dengan kesalahan yang sudah kamu perbuat (diluar dari introspeksi). Terkadang kita tak sadar apa yang mungkin kamu perbuat atas kesalahan kamu yang mungkin menjadi alasan awal mengapa dia meninggalkan mu. Ada baiknya juga kamu tidak merasa bahwa kamu yang benar. Dalam hal memperjuangkan seseorang memang tidak salah, bahkan benar.Hanya saja ada tahap dimana kamu perlu menyadari kalau tidak semua yang 'ada' itu bisa di perjuangkan. Di balik dari rasa gelisahmu yang tak bisa berpaling dengan mencari yang lebih baik darinya, ketenangan sangat di perlukan minimal mengurangi ketidak terimaan dengan keadaan yang menimpamu saat ini. Inkonsisten prinsip memang tidak bisa kita salah satu pihak saja, maka dari itu jika dia menyimpang dari komitmen dan kamu tidak melakukan kesalahan apapun maka kamu lah yang benar. Apa dia salah? Saya rasa bukan itu konklusinya.

Kenyataan memang tak bisa selamanya segala sesuatu yang terjadi itu sesuai dengan keinginanmu, termasuk dari cara kamu menerimanya. Ada hal yang perlu kamu pelajari lebih terutama soal pendamping hidup. Bahwa jodoh bukan terukur dari apa yang kamu perjuangkan tapi hasilnya sia-sia, tapi dari ketidaksengajaan kamu yang justru menemukan orang yang benar cocok jadi pendampingmu. Hanya saja:

Mungkin kamu masih merasa dialah yang terbaik?
Kamu benar-benar tak bisa hidupnya?
Ada hal yang paling tidak bisa kamu terima, terutama dari janji yang sudah pernah dia katakan?
Merasa bahwa segalanya dalam hubungan itu tidak ada yang namanya kata pisah?
Apapun alasannya, pokoknya dia tidak boleh pergi dari sisimu. Seperti itu?
Jawabannya hanya satu, terimalah. kamu memang harus menerima apapun keputusannya, ada beberapa yang mengatakan jika dia cinta, dia takkan pergi. Maka harusnya kamu tahu kalau dia memang sudah tidak mencintaimu lagi. Bersedihlah sesaat, kembali ke pernyataan saya sebelumnya. Kenyataan itu tak bisa selalu sesuai dengan keinginan kamu.

Ikhlaskan, ikhlaskan dia. Jika memang itu salahmu mungkin kamu memang harus mengikhlaskan dia. Baik, anggap saja ada tahap dimana kamu berusaha meyakinkan pasanganmu bahwa kamu pasti akan berubah menjadi apa yang dia inginkan. Menjadi apa yang dia mau. Tapi (mungkin) terlambat, dia tak bisa lagi bersamamu. Karena hubungan jelas tak bisa di paksakan. Selama dia mungkin masih berusaha untuk mempertahankanmu dengan menerima kesalahanmu, itu hanya membuatnya dia tersiksa dan seolah kamu itu orang yang egois. Berubah dengan berjuang itu berbeda. Berubah itu sesuatu yang masih bisa di terima dengan berharap agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik sedangkan berjuang adalah proses untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dengan berharap bahwa keputusannya akan berubah. Maka dari itu, jika dia memang tidak bisa menerima kamu kembali, kamu memang harus melepaskannya.

Beda lagi ceritanya jika dia lah yang memang menginginkan putus (berakhirnya hubungan). Indikasinya bisa jadi karena merasa tidak puas denganmu makanya dia pergi. Atau ternyata dia kembali dengan seseorang yang dulu pernah dia sayangi dan masih memendam rasanya selama ini. Maupun hal alasan lainnya misalkan dia memang tidak suka kamu karena kamu kasar, tidak cocok, dan hilang rasa. Maka dalam hal ini yang perlu kamu sadari bahwa (mungkin) ini bukan lah kesalahan kamu yang menyebabkan dia pergi. Itu sesuai dengan keinginan dia. Sebenarnya kamu tidak perlu memiliki alasan untuk memperjuangkannya, akan tetapi disaat yang sama jelas bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa kamu memang masih sangat mencintainya. Haruskah kamu berjuang? Tidak. Semua itu hanya bergantung pada kata hatimu, dan pastikan bahwa semua itu sesuai dengan apa yang memang masih kamu butuhkan serta kamu mengetahui persisnya apakah hubunganmu masih bisa di teruskan (perjuangkan) atau tidaknya.

Biarkan dia pergi jika itu maunya. Lupakan segala sesuatu yang mungkin masih berkaitan dengan harapan indah yang sudah kamu bayang dan impikan kelak. Meskipun tidak ada awan yang benar benar putih, tapi pemandangan awan hitam terkadang memang indah. Maksud saya, kamu tidak perlu benar-benar memperjuangkannya lebih lagi. Ketika kamu masih berpikir bahwa dia harus bersamamu, maka kamu sebenarnya sudah lebih dari sekedar egois. Ketika kamu merasa tersakiti, maka sakit dia (mungkin) 2 kali nya kamu. Beda lagi ceritanya jika orang yang kamu sayang meninggalkanmu demi orang lain yang (dia pikir) lebih baik darimu. Ataupun memang ada sesuatu yang seharusnya dia lakukan dalam hal tanggung jawab (tanda kutip). Maka kamu bukan lagi perlu, tapi harus.

Takkan ada kesempurnaan cinta yang sesungguhnya dengan hanya berpaham pada teori 'cinta sejati' dan 'sejatinya cinta'. Kepemilikkan hati hanya berharga apabila saling memiliki dan merasakan perasaan yang sama. Ketika bertepuk sebelah tangan tak membuahkan komitmen yang pasti, maka carilah tangan yang lain. Maksud saya, di dunia ini sebenarnya tidak hanya terpaku pada dia saja yang menjadi pendamping hidupmu kelak. Memperjuangkan itu ada batasnya, menyerah memang tidak memberikan hasil apapun tapi belajar memberikanmu arti bahwa pengalaman selain menjadi guru yang baik juga kamu bisa mendapatkan materi hidup yang tidak pernah akan kamu dapatkan ketika kamu tidak pernah merasakan kehilangan. Hal yang wajar jika tidak ada insan di dunia ini yang dapat menggapai langit, tapi bintang selalu dapat kau lihat. Puluhan, ratusan, bukan. jutaan bahkan miliaran bintang di dunia ini. Siapa yang paling bersinar terang, itulah yang terindah. Maka janganlah bersedih terus karena dia meninggalkanmu. Memperbaiki hati dengan melakukan hal yang positif serta tidak menutup hati dengan mempersilahkan orang lain agar singgah di hatimu. Kelak suatu saat ada kepemilikkan hati yang jauh lebih layak dari dia, orang yang sudah meninggalkanmu.

Catatan:
Mungkin ada bentuk pertanyaan keci,l Jadi saya seharusnya tidak perlu memperjuangkan hubungan saya dengan cara alternatif/jasa pelet? Dalam artikel ini pembahasan tentang berhenti memperjuangkan itu diluar dari ikhtiar / usaha yang berhubungan dengan jasa pelet. Jika kamu merasa hubunganmu masih bisa di perjuangkan dengan solusi alternatif, maka ini dalam upaya untuk membuatnya dia berubah dan kamu pun juga tentu berubah. Dengan kata lain, konteks nya berbeda.
Baca selengkapnya »
Definisi Penantian Dalam Bertemu Jodohmu

Definisi Penantian Dalam Bertemu Jodohmu


Saat sudah menanjak usia dewasa, hampir setiap manusia aktif mencari seseorang yang memang digariskan untuk dirinya. Tetapi, proses pencarian itu tidak selalu berjalan dengan lancar dan tanpa beban. Banyak dari kita yang harus menunggu lama sebelum bertemu dia yang menjadi takdir kamu. Selama proses pencarian itu, tidak jarang kita menyerah, bersikap sinis dan memilih memikirkan hal-hal lain yang lebih penting dalam hidup.

Tetapi sebenarnya, tidak ada alasan untuk percaya bahwa penantianmu sia-sia. Cinta, pada akhirnya, merupakan perjalanan; dan perjalananmu mungkin saja melibatkan lebih banyak belokan dan putaran daripada orang lain. Yang harus kamu lakukan yaitu terus percaya bahwa pada saatnya, kamu akan dibawa ke titik akhir.

Disaat sudah lelah atau bosan menunggu, putarlah di kepalamu hal-hal ini. Karena dalam hal cinta, tidak ada yang pantas dibilang percuma.

Menunggu Seseorang Memang Melelahkan. Tetapi Disaat Kalian Telah Dipertemukan, Penantian Lamamu Akan Terasa Masuk Akal.

Menunggu datangnya seseorang memang kadang terasa melelahkan. Ambisi akan terantuk pada tidak tentunya masa depan. Tetapi ketika sudah bertemu dengan dia yang tergariskan, kamu akan mengerti bahwa perjalanan panjang yang kamu alami merupakan hukum alam. Seperti apa-apa yang terjadi selama ini dalam hidupmu merupakan pahatan jalan yang pada akhirnya berujung kepadanya. Semua terasa benar. Bahkan luka pahit dari kegagalan hubungan kamu dulu bisa terasa manis dengan kesuksesan dirimu menemukan titik akhirmu.

Walaupun alam semesta tampaknya sudah mengatur langkah kalian untuk bertemu, bukan berarti kamu terlepas dari tanggungjawab untuk menjaga jalanmu sendiri. Dibutuhkan usaha untuk terus bisa menyelaraskan langkah bersama.

Mungkin Kini Kamu Tidak Tahu Siapa Dia. Tetapi di Masa Depan, Hanya Dirimu yang Akan Memahami Keindahannya.

Seberapa jauh pun dia denganmu saat ini, menemukannya akan menjadi hal paling berharga dalam hidupmu. Pertemuan tersebut membuka matamu akan keindahan ciptaan Tuhan yang terwujud dalam dirinya. Kamu mungkin akan kebingungan bagaimana orang lain justru tidak menyadari keindahan yang tampaknya akan kembali membutakan matamu tersebut. Tapi pada saat yang sama, kamu justru bersyukur karena tidak harus membagi keindahan tersebut dengan orang lain.

Bagimu, dia merupakan ciptaan terindah di dunia ini. Karenanya mendapatkan kesempatan untuk mengagumi dan mencintainya, menjadikan dirimu merasa sebagai orang paling beruntung. Keberuntungan tersebut hanya akan terasa seperti surga di muka bumi jika dia juga ternyata mengadakan penelitian yang sama denganmu. Dengan begitu keindahan kisah cintamu merupakan rahasia dunia yang hanya bisa dinikmati oleh kalian berdua.

Sekolah dan Pekerjaan Mungkin Menjadi Pusatmu Saat Ini. Tetapi Nanti, Akan Ada Saatnya Kamu Lupa Hampir Segalanya Karena Begitu Bahagia Dengan Dia

Kamu masih muda. Urusan cinta tidak seharusnya menjadi satu-satunya hal penting dalam hidupmu. Kamu masih memiliki keluarga, teman-teman yang menyenangkan, tanggung jawab pendidikan, atau bahkan pekerjaan. Berbagai hal ini patut mendapat fokus yang maksimal dari dirimu.

Namun nanti, akan ada saatnya dimana kamu begitu bahagia bersama dia — sehingga hal-hal lain yang tak berhubungan dengan dirinya akan terasa tidak menarik dan percuma. Ini bukan perasaan berlebihan, hanya tahapan yang wajar dalam sebuah hubungan. Kamu ingin menghabiskan sepanjang harimu bersamanya, mendengar tawanya, dihangatkan pelukannya. Tidak peduli seberapa letih dirimu saat ini, akan ada saatnya dimana kamu merasa begitu bahagia.

Kamu Mungkin Sering Membayangkan Cinta yang Romantis dan Penuh Usaha Gila. Kamu Akan Sadar, Cinta Justru Bertahan Karena Hal-Hal Sederhana.

Perasaan kompleks yang kamu bagi dengan orang yang ditakdirkan untukmu tampaknya tidak akan cukup untuk selalu dijelaskan dengan kata-kata. Mungkin kamu juga tidak akan bisa menjelaskan pada dirimu sendiri mengapa harus dia bukan orang lain. Begitu pula dia. Perasaan yang berbalas menjadi kamus dan pedoman bahasa yang paling sering kalian gunakan.

Ketika semuanya berlandaskan perasaan, kata yang tampaknya sederhana dan biasa saja di telinga orang lain akan memiliki arti berbeda bagi kalian berdua. Bahkan saat kamu mengingatkannya untuk bangun pagi, sapaan sederhananya di ujung telpon jelas-jelas berarti ‘terimakasih telah melengkapi kekuranganku’

Dia Pantas Kamu Tunggu-Tunggu. Takkan Ada yang Bisa Menggantikannya Saat Kalian Telah Bertemu.

Jangan menyerah hanya karena kamu telah menunggu dia begitu lama. Sebab ketika kalian telah bertemu, kamu sadar bahwa takkan ada yang bisa menggantikan dirinya.

Mungkin hubungan kalian akan kurang intens, dan kamu akan berupaya mencari penggantinya. Bisa saja, kamu bertemu orang yang lebih pintar, cantik, kaya, atau baik hati daripada dia. Tapi kamu tidak akan menemukan ‘dia yang sepenuhnya’ di dalam diri-diri orang tersebut — karena dia memiliki kecerdasan, kecantikan, dan keelokan hati dengan cara uniknya sendiri.

Kini Kamu Memang Terbiasa Sendiri. Setelah Bertemu Dengannya Nanti, Kamu Tidak Akan Rela Kembali ke Hidupmu yang Sekarang Ini.

Mungkin kini kamu terbiasa sendiri. Tapi saat akhirnya kamu dipertemukan dengannya, kamu tidak akan pernah rela untuk kembali ke kehidupanmu yang lama. Karena dengan dia yang tertakdirkan, hidupmu akan berubah menjadi lebih berwarna. Kalian akan tumbuh bersama: mengajarkan satu sama lain dengan pengalaman hidup yang selama ini kalian pelajari masing-masing. Kalian akan tertawa bersama: menunjukkan ke satu sama lain bahwa selalu ada cara menjadi bahagia.
Baca selengkapnya »
Alasan Mengapa Jangan Menikah Hanya Karena Cinta

Alasan Mengapa Jangan Menikah Hanya Karena Cinta


Sebagian besar dari manusia menginginkan sebuah pernikahan yang langgeng dan bahagia. Lalu, apakah pertimbangan dan alasanmu untuk menikahi seseorang?

Apakah karena dia kaya?
Apakah karena dia cantik?
Apakah karena dia mempesona?
Apakah karena cinta?
Apakah kamu benar – benar tahu apa itu cinta?
Apakah benar untuk menikah hanya berlandaskan pada perasaan saling mencintai?

Sebaiknya kamu jangan lakukan hal itu. Pernikahan yang tahan lama tidak bisa hanya berlandaskan oleh perasaan cinta saja. Inilah beberapa alasannya kenapa:

Cinta itu sebuah perasaan semu yang bisa sewaktu-waktu berubah
Jangan hanya mengandalkan perasaan cinta untuk membangun sebuah bahtera rumah tangga. Kamu tidak akan menikah hanya dalam waktu 1 tahun, 3 tahun atau 10 tahun saja, kamu akan menikah untuk seumur hidupmu. Dengan pertimbangan bahwa rasa cinta bisa berubah, kamu harus benar-benar memiliki alasan lain untuk menikah.

Menikah ibarat sebuah kontrak seumur hidup untuk bekerja sama dalam hal-hal yang langsung dapat di lakukan. Kamu harus tahu seberapa mahir calon pasanganmu itu dalam mengatur keuangan, membagi kehidupan personal dan pekerjaan, menjaga kesehatan, dan bahkan merawat anak. Ini semua nanti akan berpotensi menjadi sumber masalah. Dan di saat masalah itu menimpamu, bisa saja kamu menjadi terlalu frustrasi dan lupa diri bahwa kamu pernah benar-benar cinta mati padanya.
Sampai di mana batas kesabaran untuk cintamu yang tulus? Apa kamu yakin cintamu akan selalu seperti itu?

Jangan menikah karena pesona fisik dan harta
Cobalah untuk jujur dari dasar hatimu.
Apakah alasanmu untuk menikahi dia?
Apakah karena dia cantik? Ganteng? Kaya? Punya rumah mewah?
Jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan utama kamu menikahi seseorang.
Tidak dapat di pungkiri beberapa keindahan fisik memang sangat mengesankan, dan kemapanan harta memang pantas untuk dipertimbangkan, tetapi ingatlah segala sesuatu bisa berubah. Waktu bergerak dan roda kehidupan berputar, apa yang kamu lihat sekarang belum tentu akan kamu lihat kedepan. Tubuhnya yang mulus dan cantik akan layu dan keriput termakan usia, begitu pula hartanya yang bergelimang bisa saja hilang begitu saja tanpa kamu sadari. Tidak ada keindahan yang lebih menawan dari keindahan hati.

Bahkan, sikapnya juga bisa berubah
Manusia berubah. Dari waktu yang berjalan seorang manusia akan dihadapkan pada berbagai masalah kehidupan. Coba saja ingatlah dirimu 3 tahun yang lalu, apa yang kamu pikirkan tentang beberapa dimasa itu dan bagaimana pemikiranmu mengenai hal yang sama di saat ini? Yang akan kamu nikahi nanti bukanlah sebuah benda yang tidak akan berubah dari bergulirnya masa. Cara pandang serta pemikiran pasanganmu tentang kehidupan akan berubah, begitu juga dirimu.

Begitu banyak ketidakpastian akan masa depan, lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Paling tidak, pastikan terlebih dahulu bahwa pernikahanmu diputuskan di atas salah satu alasan ini:

Komitmen bersama dengan sebuah tujuan yang pasti letakkan hubungan diatas komitmen dan tujuan yang pasti.
Hal ini sangat penting untuk menjaga sebuah pernikahan. Karena pernikahan yang dilangsungkan diatas kata cinta semata hanyalah sebuah pernikahan yang rapuh. Komitmen menjaga kesatuan pernikahan supaya memiliki ikatan yang kuat bahwa dua orang manusia akan disatukan kedalam jalinan keluarga yang saling mendukung, memotivasi dan menguatkan satu sama lain, di dalam sehat maupun sakit.

Dan satu lagi, kamu menikah dengan suatu tujuan yang jelas, ketika pernikahan terasa hambar dan melelahkan, ingat lagi, apa tujuan awal kalian menjadi satu. Pastikan tujuan itu cukup berharga dan pantas diperjuangkan bersama.

Nilai dan prinsip hidup yang di pegang bersama
Kembalikan pada kenyataan bahwa ‘manusia bisa berubah’- baik fisik maupun sikapnya. Lalu, rahasia apa yang membuat sebuah pernikahan tetap langgeng di tengah semua kemungkinan akan perubahan pribadi seseorang?

Ya! Prinsip. Sebuah prinsip hidup dan nilai yang berada di luar diri kalian, yang dengan sepenuh hati akan kalian setujui dan berpegang teguh terhadapnya (cintailah dia untuk alasan ini). Kesepakatan mengenai prinsip dan nilai ini memiliki konsekuensi yang cukup kuat, yaitu ketika salah satu dari kalian melakukan sebuah kesalahan maka kalian akan dengan penuh kerendahan hati merelakan kepergian pasangan.

Kematangan mental akan makna sebuah ketulusan dalam pernikahan
Pernikahan itu berarti seleuruhnya memberi jiwa dan raga kepada pasangan kamu, begitu juga sebaliknya. Pernikahan berarti secara sadar akan menekan egoisme diri demi kebahagiaan pasangan. Lebih mementingkan kepentingan dia jauh diatas kepentingan diri sendiri, yang mana itupun berarti juga kamu berjanji pada dirimu sendiri untuk selalu memberikan yang terbaik yang bisa kamu lakukan untuk dia yang kamu cintai.

Jangan berharap pasanganmu lebih dulu yang akan memberikan semua seutuhnya untukmu, tetapi lakukanlah hal tersebut tanpa mengharapkannya kembali. Ketika kamu menemukan pasangan yang tepat kalian akan menyadari karena kalian bersama akan saling tumbuh dan berkembang bersama membangun keluarga kecil yang bah
Baca selengkapnya »
Melihat Sisi Baik Dalam Sifat Buruk Pasangan Kita

Melihat Sisi Baik Dalam Sifat Buruk Pasangan Kita


Dalam hubungan tidak ada yang mengabaikan bahwa rasa kebahagiaan terukur dari cara dia menjadi orang yang memang kau inginkan. Terlebih lagi terkadang kita tak dapat mengukur betapa bahagianya kita di temani orang yang di cinta selepas penat kita melakukan aktivitas, ketika lelah kemudian bercerita tentang bagaimana kegiatanmu hari ini. Seolah tiba tiba rasa lelah itu hilang dengan sendirinya. Hal ini di karenakan kita melupakan bagaimana lelahnya kegiatan hari ini dan mengalihkan rasa lelah kita dengan bercerita ke orang yang kita cintai. Semua itu mengalir dari ujung kepala hingga ujung kaki dan kau seperti orang yang belum melakukan aktivitas. Hanya saja semua itu terjadi karena memang kita benar benar menyayangi dia di awal. Sebelum kau mengetahui sifat buruknya.

Lantas, perlahan kau mulai merasakan sebuah kejenuhan yang tak bisa kau gantikan dan caramu memberi kabar dengan orang di cinta jadi terasa hambar. Seiring waktu memang itu bisa saja terjadi karena seringnya kita melakukan hal tersebut, di selingi dengan selisih paham yang tak tahu siapa yang harus mengalah duluan. Perlahan pun kau mengetahui beberapa hal yang tidak kau sukai dari pasanganmu yang tak bisa kau toleransi kan. Menelan bulat bulat tanpa berpikir bagaimana mengubahnya, disinilah terkadang letak keharmonisan itu bergantung dari bagaimana sikap kita bisa menerima kelebihan serta kekurangan masing masing. Rasanya seperti dia yang salah, kau merasa benar, dan dia tak ingin kau salahkan hingga tak bisa menemukan siapa yang benar. Hingga kau lupa, sebenarnya dia merasakan hal yang sama ketika dia juga tidak menyukai beberapa hal darimu tapi dia tetap menerimamu dengan sabar.

Menelaah rasa rindu hingga menjadi rumit ketika kau tak bisa membedakan apa itu benci dan sayang. Siklus dimana kau selalu memulai pertengkaran, tapi berharap dia yang meminta maaf. Serasa memiliki kepuasan sendiri dan semua itu akan terus berlangsung hingga sampai ada yang menghentikan itu semua. Dia yang pergi, atau kau yang berubah. Tak terasa memang ketika kita melihat sifat buruk dari pasangan kita, tapi kita tak bisa berkaca padahal cermin disampingmu. Hingga kau berpaling dari sesuatu yang masih tak bisa kau terima, dan dia akan tetap seperti itu. Beda lagi ceritanya ketika kau sudah menyuruhnya berubah lalu membimbing, tapi dia tetap seperti itu. Bukan hal yang baik memang dalam sebuah hubungan, mengalah demi bertahan itu ibarat perjuangan yang tak kasat mata, tapi terlihat ketika kita mengeluh, dan buta ketika kita berhenti. Lalu bagaimana cara kita menyikapi pasangan kita yang demikian?

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar dia dapat berubah dengan sendirinya, yaitu dengan melihat sisi baik. Hah, apa hubungannya?. Jelas itu berhubungan karena merubah seseorang itu tak bisa sebatas kau menceritakan hal yang tak kau suka lalu menyuruhnya dengan dalih membuatnya lebih baik. Mengapa tak kita coba seperti ini, misalkan:

Rasa cemburu dia yang berlebihan, ketika kau terganggu dengan cara dia. Tapi kau menilai itu salah.
Memang benar rasa cemburu berlebihan sangatlah membuat kita risih, selalu di curigai tanpa alasan yang jelas. Quality time dengan dia yang mengharuskan kamu selalu memberi kabar. Dan seperti suudzon/berburuk sangka menuduh kamu yang tidak tidak. Tak ada yang salah memang, tapi jika kau ingin mengubahnya agar tidak cemburuan bukan hanya sekedar mengatakan, marah, diam saja, seolah menjauh. Yakinkan dia bahwa kita memang tidak akan pernah bisa meninggalkan dia, tunjukkan bahwa dia satu satunya orang yang kau cinta. Tidak berlebihan kok. Sisi baiknya, dia seperti merasa bahwa dia tak bisa hidup tanpamu

Over Protective dengan mengatur pola hidup kita seperti serasa bahwa hidup mu terkekang oleh aturannya.
Kenyataannya, siapa sih orang yang mau dengan suka rela mau di atur dari kebiasaan yang kita lakukan hingga menjadi apa yang dia inginkan. Dimana saat kita merasa hidup bukan satu satunya tentang dia, dan kau mulai lelah dengan cara nya dia mengaturmu. Kau tidak bisa menyuruhnya agar jangan over protective. Tapi sadarkan dia agar jangan terlalu berlebihan dalam memberikan saran atau bahkan cara mengatur. Sadarkan dia bahwa segala yang kau lakukan bukan hanya tentang dia, dan sadarkan bahwa apa yang kau lakukan selama ini demi dia. Sisi baiknya, dia ingin menyempurnakan hidupmu dengan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya di mata dia.

Cara penampilan dia yang mungkin terasa berlebihan, terlalu cantik/keren hingga merasa risih dan tidak nyaman dengan dia (di matamu)
Ketika kita merasa bahwa penampilan dia membuatmu kurang nyaman. Bisa jadi kau khawatir dia dilirik, atau kau berburuk sangka mengira yang tidak tidak. Disamping itu, kau merasa bahwa seolah tingkah laku dia berubah. Kau tidak bisa hanya mengatakan dan mengatur penampilan dia sesukamu. Tapi tanyakan terlebih dahulu mengenai penampilannya, katakan sejujurnya bahwa kau merasa tidak nyaman, dan katakan apa yang kau inginkan. Tidak harus saat itu berubah. Setidaknya, butuhnya penyesuaian agar dia bisa berubah seiring dengan caramu memujinya dan mengatakan sejujurnya. Sisi baiknya, dia hanya ingin merasa sempurna di mata orang yang dicinta

Konklusinya, bisakah kita melihat lebih jauh lagi apa yang dilakukannya. Sesuatu yang kau tak sukai. Mengubah seseorang itu bukan hanya dengan sikap diam (berharap dia sadar dengan sendirinya), atau judge dengan berlebihan. Memaksa kehendak itu susah untuk diterima, disisi lain bahkan yang mengatakan nya justru orang yang dicintanya. Jangan pernah berpikir sepihak seolah dia yang mengejarmu dan yang mencintaimu lebih darimu lalu kau bisa menilai dia yang membutuhkanmu, sedangkan kau sebenarnya memang sangat mencintainya. Menyesalnya di kemudian hari, ketika dia tak bisa mempertahankan hubungan dari sifat kekanakanmu dalam menyikapi sebuah hubungan. Lalu bagaimana jika dia tidak berubah?. Batu padat keras akan terkikis hanya dengan tetesan air, perlahan menetes hingga dapat membuat batu itu terkikis. Bisa dikatakan seperti itu cara mengubah nya. Pasti ada saat dimana dia akan berubah, tapi bukan dengan menunggu berubah dengan sendirinya. Terlepas dari itu, mengapa kita tak berpikir sejenak dan melihat ulang dari sifat yang tidak kau sukai dari sudut pandang sisi baiknya? Terkadang kau melupakan satu hal yang penting. Ketika kau merasa bahwa diluar sana masih ada yang lebih baik darinya, hingga kau melupakan bahwa diluar sana banyak yang lebih baik darimu. Tapi dia tetap memilihmu. Pertahankan hubunganmu jika kau merasa dia selama dalam hidupmu, maka memang (benar) dialah selamanyamu.
Baca selengkapnya »
Lupakan Kata Mengeluh Dalam Hidup

Lupakan Kata Mengeluh Dalam Hidup




Setiap orang memang memiliki batas dalam kemampuan menghadapi permasalahan. Terkadang kita selalu luput dalam rasa penyesalan yang berlarut sering kali membuat kita jauh, bukannya berjuang justru berhenti.Setiap orang memang memiliki batas dalam kemampuan menghadapi permasalahan. Terkadang kita selalu luput dalam rasa penyesalan yang berlarut sering kali membuat kita jauh, bukannya berjuang justru berhenti.

Pada dasarnya apapun yang sudah dilakukan tentang berjuang berpikir bahwa apa yang sudah kalian lakukan itu semuanya. Padahal, itu belum seberapa. Kenapa? Karena banyak sekali cara yang (harusnya) bisa dilakukan. Hanya saja kalian berhenti, dan putus asa. Saya lebih menyebutnya dengan istilah "Mengeluh"

Apapun yang disimpulkan dengan kata "sudah berjuang" sangat menjadi tolak ukur dari apa yang sudah dilakukan. Mendeskripsikan isi hati dan membandingkannya dengan yang sudah dilakukan tak sinkron. Bagaimana tidak, padahal dalam hati mungkin saja sadar apa yang sudah dilakukan tidaklah seberapa. Berjuang itu ibaratkan air terjun yang selalu mengalir deras, tak ada habisnya. Tapi juga bukan berarti akan selalu mengalir. Dan hal itu wajar. Air deras mengalir ke masing - masing sisi bisa ke sungai, ke danau, dari hilir ke hulu. Jika dihitung kuotasi jelas itu tak ada batasnya. Selama mata air itu masih tersedia.

Memantapkan diri menjadi teladan yang baik mengambil sikap tanggung jawab minimal kepada dirimu sendiri. Tangguhkan hati dan selalu bersyukur, lihat ke bawah jelas ada yang lebih susah permasalahannya. Lelahmu itu tak seberapa bagi orang yang selalu berjuang. Apa pointnya?

Jangan bersedih karena dia meninggalkanmu. Apa tidak malu jika dia tau kau menyesalnya telat. Yang salah itu bukan perjuanganmu, tapi caranya memperjuangkan. Jangan bersedih karena dia ingkar komitmen, mungkin saja bukan dia yang sepenuhnya salah. Bisa jadi kau tak sepenuhnya benar. Jika kau ingin terus mendapatkan dia. Lihatlah jika kau sudah berjuang dan tetaplah tidak bisa, pahami caranya memperjuangkan. Jangan bersedih karena orang tua dia tak merestuimu. Hakikat orang tua selalu menginginkan pasangan yang baik untuk anaknhya. Jika kau sudah merasa baik, atau jika kau pernah 'kurang baik' dan menjadi lebih baik tapi mereka tetap tidak menyukaimu. Carilah caranya untuk memperjuangkan Kenali perbedaan "berhenti" dan "mengeluh". Tidak ada yang beda dalam konteksnya, pengertiannyalah yang berbeda. Jika kau berhenti masih bisa bergerak. Tapi jika kau mengeluh, itu artinya kau bukan hanya sekedar berhenti. Tegakkan hati dalam meyakinkan diri sendiri dan selalu yakin dirimu sendiri. Buang rasa ego, bahas masa lalu, siapa yang salah, jika pantas untuk diperjuangkan maka perjuangkan.

Lupakan kata mengeluh, jangan mengeluh. Apa itu mengeluh? Selalu berpikirlah tidak mengenal kata mengeluh. Apapun permasalahannya jangan selalu lupakan ada Tuhan yang Maha Membolak balikan perasaan. Memberimu permasalahan itu bukan untukmu mengeluh. Jika kau memang merasa berat mintalah KepadaNya dipermudah permasalahannya. Dan kesimpulannya, apapun permasalahan pasti ada solusinya. Sekali lagi jangan mengeluh. Jika pada akhirnya kau memutuskan untuk istirahat, berhenti sejenak. Dan berjalanlah. Nanti juga sampai pada tujuan.
Baca selengkapnya »
Berhentilah Berpikir Untuk Mencari Yang Lebih Baik Darinya

Berhentilah Berpikir Untuk Mencari Yang Lebih Baik Darinya


Menjalin hubungan lama tentu bukanlah hal yang mudah untuk di pertahankan. Terlebih ketika akhirnya kamu tahu sifat dia sesungguhnya yang mungkin tidak kamu sukai. Celah akan semakin terbuka lebar ketika kamu merasa jenuh dengan pasanganmu. Dalam hal ini, rasanya seolah kamu lupa bagaimana indahnya kamu mencintai dia di awal pertama kali kamu mencintainya. Perlahan tapi pasti, kamu bisa menyimpulkan diri kamu sendiri bahwa kamu sudah hilang rasa dengannya.

Hingga semakin lamanya rasa jenuh menghinggap di dalam perasaanmu tiba tiba kamu menjadi orang yang paling benar dalam hal menilai bahwa kamu merasa tidak cocok dengannya. Entah apa yang kamu pikirkan, tiba tiba ketika dia mengontak kamu bukannya senang malah kesal. Mulai kamu mengabaikan pesannya dan membiarkannya dengan cukup lama untuk membalasnya. Atau bahkan mulai enggan untuk membalasnya, tapi kamu (masih) tidak menyadari bahwa perasaan dia ke kamu sama sekali tidak berubah.

Kejenuhan kamu akhirnya mulai memuncak pada saat kamu tiba tiba melihat seseorang yang rasanya lebih baik dari kamu. Lupalah kamu dengan dia dan kamu merasa tertarik dengan orang lain. Terlihat lebih baik, lebih pintar, lebih ideal. Kamu menilai dia lebih baik dalam segi apapun dari pasanganmu. Pendekatan pun kamu lakukan ketika dia pun juga merespon caramu mendekatinya. Hingga kamu luput atas segalanya dan mendapatkan cinta yang sementara, padahal ada orang yang benar benar masih menunggumu untuk membalas pesannya. Dia pasanganmu.

Pendekatan intens dengan orang baru semakin meningkat, dan kamu selalu ingin mencari celah dengan permasalahan yang sebenarnya sepele tapi di besar besarkan. Dalam pertengkaran selalu saja di iringi dengan statement pisahs dan akhirnya kamu dengan egois melepaskan dia. Tahukah kamu, sakitnya bagaimana? Apalagi ketika hubungan sudah berjalan lama tapi di akhiri dengan cara yang tidak baik baik. Saat kamu merasa dirimu sendiri, semakin intens kamu ingin mendapatkan orang baru tersebut. Kamu lebih memilih orang baru yang belum tahu cintanya bagaimana di banding orang yang selalu menjadikanmu orang yang paling berharga di hidupnya.

Akhirnya kamu memutuskan untuk mendapatkan dia dan berharap orang tersebut bisa menjadi pasanganmu. Seolah merasa kamu memilih orang yang lebih tepat, keinginan kamu untuk mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya semakin meningkat. Dan akhirnya kamu mengatakan cintanya, mungkin akan bahagia jika dia menerimamu. Bagaimana kalau tidak? Ternyata dia sama sekali tidak mencintaimu. Sakit hati, jelas sekali. Oke di lain cerita seandainya dia menerimamu. Kamu mungkin bisa bahagia dengannya di awal, dan ternyata dia orangnya tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Lebih egois, lebih kasar, lebih acuh, lebih cuek, yang itu tidak ada dari pasanganmu yang biasanya selalu mengalah ketika kamu marah tanpa alasan. Dan semakin parahnya lagi ternyata dia justru selingkuh dengan orang lain yang lebih baik darimu. Kemudian kamu teringat juga bahwa kamu mendapatkan dia dengan cara yang sama.

Dan penyesalan pun datang ketika kamu menyesal telah meninggalkan pasangan kamu demi orang baru yang ternyata tidak ada apa apanya di banding pasanganmu dulu. Rasanya ingin sekali kembali dengan orang yang selalu sabar menghadapi sifat ketidakdewasaan kamu. Tapi mungkin sudah terlambat, ternyata dia sudah menemukan orang yang menjadi penggantimu karena dia sadar bahwa kamu bukanlah orang yang terbaik. Dan di ganti dengan orang yang pastinya lebih baik darimu, sedangkan kamu? Hanya bisa stalking dia dan merasa sangat menyesali apa yang sudah kamu lakukan.

Intinya, jika kamu berada di titik kejenuhan dalam hubunganmu janganlah pernah sedikit terbesit pikiran untuk mendapatkan orang (di rasa) lebih baik darinya. Ketika kamu menjalin hubungan (mungkin 2 tahun, 3 tahun, atau berapapun) seharusnya kamu merasa bahwa dialah yang terbaik. Ketika kamu merasa tidak cocok, pahami lah bahwa kamu sebenarnya juga tidak sempurna. Yang perlu kamu lakukan jaga sebuah kesenangan dalam proses hubungan kamu dengan dia. Dan berpikirlah untuk membahagiakan dia. Disaat kamu merasa bahwa kamu tidak pernah membahagiakannya, waktumu akan habis untuk berpikir tentangnya dan tidak memiliki waktu untuk mencari orang yang lebih baik darinya. Tetaplah menjadi orang yang selalu dia banggakan, maka kamu akan merasa sebuah kebahagiaan yang tak bisa kau dapat dengan orang lain. Dan akhirnya kamu tak bisa hidup tanpanya.
Baca selengkapnya »
Jadilah Orang Yang Paling Terindah Dalam Hidupnya

Jadilah Orang Yang Paling Terindah Dalam Hidupnya




Menjalani hubungan terasa indah apabila kita juga sama sama saling mencintai, ketika kita juga dapat merasakan bahwa orang yang kita cinta selalu menjadi alasan mengapa kita bisa bahagia sampai saat ini. Terlepas dari banyak nya permasalahan yang mungkin ada dalam kehidupan asmaramu lantas tak membuat hubungan kamu merenggang. Sama sama saling mentoleransikan kesalahan masing masing menjadi kunci utama awet nya sebuah hubungan.

Sebagai orang yang di cintanya jelas ada rasa kebanggaan tersendiri ketika kita bisa menjadi orang yang terpenting dalam hidupnya. Utamanya dalam hubungan memang karena datangnya orang yang spesial menuntunnya untuk menjadi pribadi yang selalu ia inginkan. Tanpa sadar, dalam cara ini kita juga dapat melengkapi masing-masing kekurangan satu dengan yang lainnya. Mengapa demikian? Karena ketika kita menyadari juga apa kekurangan yang kita miliki, senantiasa selalu ditutupi dengan kelebihan yang kita miliki. Dan ketika menyadari kekurangan pasangan kita, senantiasa kita pun selalu melihat 'hanya' kelebihannya saja.

Kau akan hidup dengannya tanpa permasalahan yang serius, itulah hasil yang didapat ketika kita dapat mempertahankan sebuah hubungan dengan baik. Jelas tanpa adanya permasalahan yang serius membuat kita juga dapat merasakan betapa indahnya hubunganmu berjalan hingga tanpa kau sadari bahwa kamu telah menjadi orang yang terindah dalam hidupnya. Konklusinya, usahakan diri menjadi orang yang selalu dia banggakan, terlepas dari apa masa lalu yang masing masing telah dijalani tak perlu dibahas berlebihan. Lengkapi diri dari apa yang kita lihat dari kekurangannya, introspeksi juga bahwa kita bukan makhluk yang sempurna. Dan ketika semua berjalan, kamu juga menyadari bahwa dia adalah orang yang terindah dalam hidupmu.
Baca selengkapnya »

Jasa Pelet