7 Alasan Untuk Menghindari Mudahnya Kata Putus Saat Marah

7 Alasan Untuk Menghindari Mudahnya Kata Putus Saat Marah


Bagaikan batu kerikil di sepanjang perjalanan, pertengkaran di dalam sebuah hubungan itu memang tak dapat dihindarkan. Dengan pertengakaran ini lah kamu dan dia juga bisa saling mengenal satu sama lain. Namun ketika emosi sudah saling memuncak, maka pertengkaran kalian tak akan mampu menemukan kata damai. Bahkan kalian justru berakhir dengan marahan dan tak jarang dengan aksi saling diam.

Momen seperti ini pun terkadang kamu gunakan sebagai aksi merajuk yang sebenarnya bisa di katakan kelewatan. Kamu merajuk dan bermain-main dengan kata putus untuk kepuasan hati sebagai seorang pasangan. Iya, kamu selalu puas dengan bermain kata putus karena pasanganmu akan selalu kembali lagi kepadamu. Lalu bagaimana jika semesta mengubah jalan pikirannya? Mungkin kamu dan dia tidak ada harapan lagi untuk bersama. Oleh sebab itu, bermain-main dengan kata putus itu sama sekali tidak ada faedahnya. Buat kamu yang masih mempertanyakan mengapa, kamu bisa baca dulu hal-hal di bawah ini. Siapa tahu kamu jadi tersadar dan tidak mudah berkata minta putus lagi.

1. Kalau ingin menguji keseriusan pasanganmu, bukan begini caranya. Masih ada cara lain yang lebih elegan selain mengumbar pisah saat marahan


Terlalu mudah mengancam untuk minta pisah sering kali diibaratkan sebagai sebuah pengujian. Kamu menggunakan alasan menguji keseriusan pasanganmu agar kamu bisa melontarkan kata putus saat marahan. Padahal, sebenarnya masih ada berbagai macam cara yang lebih elegan untuk menguji keseriusan pasanganmu. Salah satunya dengan melihat hal-hal yang pernah dia lakukan untukmu. Kalau selama ini dia tulus saat bersamamu dan tidak pernah bertingkah yang merugikanmu, sangat jelas sudah kan keseriusannya? Tidak perlu menggunakan alasan minta pisah segala demi tahu seberapa serius dia denganmu.

2. Mengobral kata pisah merupakan bukti nyata bahwa kamu belum dewasa. Kalau sedikit-sedikit minta pisah, bagaimana bisa punya masa depan berdua?


Menjalani hubungan dengan dewasa biasanya lebih memiliki kesempatan untuk bersama seterusnya. Karena hubungan yang dewasa ini jelas jauh dari drama. Tapi jika kamu sangat mudah minta putus ini mencerminkan hubungan yang tak dewasa. Kamu lebih mementingkan ego dan gengsi daripada pasanganmu sendiri. Buktinya kamu tak segan-segan meminta pisah hanya karena masalah yang belum atau tidak terselesaikan. Kalau sedikit-sedikit minta putus seperti ini, kesempatan untuk bersama sampai tua nanti akan semakin kecil terbuka.

3. Main-main dengan kata pisah itu nggak ada manfaatnya. Kamu justru dianggap pribadi yang sering menekan pasangan


Segala sesuatu yang dilakukan memang seharusnya mempunyai manfaat. Agar kamu tak sia-sia mengeluarkan tenaga dan waktu serta tak ada orang lain yang merasa dirugikan. Sekarang coba kamu pikirkan dan renungkan lagi. Permintan dikit-dikit pisah ini apakah ada manfaatnya bagi dirimu dan pacar? Kalaupun ada manfaatnya pasti kecil sekali dan lebih banyak merugikannya. Sudah sedikit sekalj manfaat, kamu juga akan mendapat predikat pribadi yang kurang menyenangkan, yaitu suka menekan pasangan.

4. Dikit-dikit minta pisah saat marahan jelas bukan prestasi. Justru itu sesuatu yang tidak layak kamu banggakan, tapi perlu dikurangi


Kalau alasanmu dikit-dikit minta pisah hanya untuk memiliki sesuatu yang dibanggakan, mungkin kamu sangat perlu kurangi dari sekarang. Karena hal yang kamu lakukan itu jelas bukan prestasi. Kamu justru mencederai hubungan kalian dari dalam. Sebab kata pisah seharusnya dihindari, bukan diulang-ulang bahkan di gunakan sebagai bentuk ancaman seperti ini. Kalaupun kamu mau punya prestasi dalam hubungan, buang jauh-jauh kata pisah agar nantinya bisa sama-sama bersanding di pelaminan. Itu baru sebuah hal yang patut dibanggakan.

5. Bisa jadi cintamu dengan pasangan akan dipertanyakan. Sebab kalau kamu benar-benar cinta, kata pisah tak akan keluar begitu saja


Ketika tutur kata sangat mudah untuk meminta pisah, hal itu juga bisa diindikasikan rasa cintamu yang mulai surut. Yaa, masalahnya sekarang bukan lagi ada di diri pasangan. Tapi padamu yang diam-diam sudah tidak lagi cinta hanya saja kamu tak ingin mengakuinya. Mungkin kamu tak mau sendiri karena belum siap melepas status pacaran. Atau bisa jadi kamu sebenarnya tidak mau merasa bersalah dan ingin di akhiri lebih dulu. Padahal di tiap pertengkaran, kamu selalu bawa-bawa kata pisah sedangkan pasanganmu justru yang mencoba menenangkan.

6. Kamu tidak akan pernah tahu isi kepala pasanganmu. Kalau dia benar-benar sudah lelah, bisa jadi kata pisah darimu segera dia iyakan


Alasan lain jangan main-main dengan kata pisah adalah kamu tidak pernah tahu apa sebenarnya isi kepala pasanganmu. Biarpun dari luar dia terlihat tak mau kehilanganmu, tapi siapa tahu jauh di lubuk hati, dia sudah lelah sekali. Lelah dengan drama yang kamu ciptakan dan tak habis-habis ini. Parahnya, kalau kamu tidak juga sadar sementara pasanganmu sudah di penghujung sabar, bisa jadi dia akan rela melepaskanmu. Niat awal yang hanya main-main berbuah retaknya hubungan kalian. Seram bukan?

7. Kamu juga bisa jadi pihak yang paling menyesal. Karena sudah seenak hati bilang pisah demi menuruti gengsi diri


Kalau pasanganmu mengikuti permainan mending pisah saja ini, kamu bisa jadi pihak yang paling menyesal. Sebab kata pisah yang keluar dari mulutmu itu sebenarnya hanya gertakan saja. Tapi malah dianggap serius dengan pasanganmu. Apa yang dulu dibangun bersama, hancur seketika. Sirna sudah segala mimpi yang dulu sempat dibayangkan berdua.
Baca selengkapnya »
Ajian Jawa Kuno Brajamusti

Ajian Jawa Kuno Brajamusti


Banyak ajian yang berkembang di masyarakat mengatas namakan brajamusti, itu tidaklah salah dikarenakan kebudayaan di indonesia sangatlah beragam. Setiap tempat tentu punyai ajian yang berbeda-beda , namun fungsinya mirip juga. Ajian ini dinamakan ajian brajamusti.

Ajian brajamusti adalah suatu ajian kanuragan yang biasa digunakan orang-orang masa dulu untuk melumpuhkan lawan saat berperang. Ajian brajamusti dikatakan sebagai salah satu ajian tingkat tinggi dikarenakan tingkat keganasan dan kedahsyatannya yang mengerikan.

Dengan ajian brajamusti ini, kita menjadi bisa punyai sebuah pukulan yang kekuatannya terlampau luar biasa. Pukulan kita yang kebanyakan cuma bisa mempenyokan batang pisang kita bisa merubahnya menjadi pukulan yang bisa menghancurkan beton tebal lebih-lebih besi sekalipun.

Aji brajamusti yang satu ini disamping bermanfaat untuk mendapatkan bobot pukulan terhitung untuk kekebalan badan. Bobot pukulan bisa mematikan, sedang badan kebal atas ancaman serangan berasal dari beraneka hujaman dan tikaman senjata tajam.
Untuk punyai aji tersebut, cobalah laksanakan amalan spiritual sebagaimana wejangan di bawah ini :

Langkah 1 - Lakukanlah puasa sunat penting tujuh hari berturut-turut.

Langkah 2 - Selama berpuasa, setiap usai mendirikan shalat fardhu lima waktu, bacalah sebanyak kemungkinan mantra di bawah ini.

SUN WATEK AJI-AJIKU BRAJA MUSTI TERAP- TERAP AWE-AWE. KURU-KURU. GRIYA GUNTING DRIJIKU. WATU ITEM ING TANGANKU. SUN TAK ANTEM. LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASUULULLAAH.

Langkah 3 - Waktu hendak digunakan, bacalah sekali lagi, kemudian hembuskan kedua telapak tangan.

Dengan cara demikian, insya Allah kemampuan gaib yang fantastis dapat mengalir merasuk ke di dalam tubuh dan lengan anda.

Batu Combong Brajamusti – Pegangan Wajib para Pejabat

Catatan
Dalam kehidupan modern layaknya saat ini ini, ajian semacam ini udah tidak cukup relevan. Karena menjadi kuat tidak dapat menjamin kamu menjadi sukses di dunia ini, dan juga kamu wajib punyai tekat kuat dan keimanan yang terlampau tinggi untuk mempelajari ilmu ini. Oleh dikarenakan itu, jarang sekali orang yang rela ada masalah payah untuk menguasai ilmu ini. Amalan ini dapat bekerja kalau di dalam suasana terdesak dan amalan ini tidak dapat bekerja kalau digunakan untuk berbuat dzalim terhadap sesama. Namun jikalau Anda merasa ilmu ini layak dicoba, boleh-boleh saja.
Baca selengkapnya »
Keutamaan Malam Nifsu Syaban Dan Amalannya

Keutamaan Malam Nifsu Syaban Dan Amalannya


Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata, “Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, gara-gara ayat Innallooha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)

Tuanku Kanjeng Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)

Sayidina Ali bin Abi Tholib Karromalloohu Wajhah menyempatkan waktunya untuk ibadah pada 4 malam di dalam setahun, yakni: malam pertama bulan Rojab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban. (Manhajus Sawiy dan Tadzkiirun Nas)

Al-Imam As-Subkiy.rhm berkata, bahwa malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun, malam Jum’at menghapus dosa seminggu, dan Lailatul Qodr menghapus dosa seumur hidup.

Diriwayatkan kapadaku bahwa Sahabat Nabi Usamah bin Zaid.ra berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, aku belum dulu memandang engkau berpuasa di bulan lain lebih banyak dari puasamu di bulan Sya’ban.”

Kata Nabi, “Bulan itu kerap dilupakan orang, gara-gara diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku idamkan agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku tengah berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – Sunah Abu Dawud).

Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya bakal lebih menyadari lagi di dalam hadis-hadis berikut:

Hadis Pertama
Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan pada akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, tengah menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis Kedua
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni seluruhnya jika orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Hadis Ketiga
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, gara-gara sebenarnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikianlah selanjutnya sampai terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).

Demikianlah keutamaan dan berlebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita pakai malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah.
Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!

Amalan di Malam Nishfu Sya’ban
Mengenai doa dimalam nisfu sya’ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 selanjutnya :

Sabda Rasulullah saw : “Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka seluruhnya jika musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755)

Berkata Aisyah ra : disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw tengah di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)

Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yakni malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Dengan fatwa ini maka kita memperbanyak doa di malam itu, menyadari pula bahwa doa tak mampu dilarang kapanpun dan dimanapun, seumpama mereka melarang doa maka hendaknya mereka menunjukkan dalilnya?,
bila mereka berharap riwayat cara berdoa, maka alangkah bodohnya mereka tak menyadari caranya doa, gara-gara caranya adalah berharap kepada Allah,

Pelarangan bakal hal ini merupakan kelakuan mungkar dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “sungguh sebesar besarnya dosa muslimin dg muslim lainnya adalah pertanyaan yg sebabkan hal yg halal dijalankan menjadi haram, gara-gara gara-gara pertanyaannya” (Shahih Muslim)

Disunnahkan malam itu untuk memperbanyak ibadah dan doa, sebagaimana di Tarim para Guru Guru mulia kita mengajarkan murid muridnya untuk tidak tidur dimalam itu, memperbanyak Alqur’an doa, dll.

Sumber Habib Munzir Al Musawwa

Sanggahan Habib Munzir Al Musawwa tentang Bid’ah-nya nishfu sya’ban

Sebenarnya peringatan seperti apa yang dijalankan pada perayaan tersebut??Puasa, sholat malam, membaca surah yasin 3x beserta doa nisfu sya’ban setelah sholat magrib atau ada yang lainnya.
yg paling pokok adalah berdoa, karerna sebenarnya ada pendapat para Mufassirin bahwa malam nisfu sya’ban adalah malam ditentukannya banyak takdir kita, walau pendapat yg lebih kuat adalah pd malam lailatul qadar, namun bukan bermakna pendapat yg pertama ini batil, gara-gara diakui oleh para muhadditsin, mampu saja aku cantumkan seluruh fatwa mereka bakal malam nisfu sya’ban beserta bhs arabnya, namun aku kira tak perlulah kita memperpanjang kasus ini pada orang yg dangkal pemahaman syariahnya, para ulama kita merekomendasikan membaca surat Yaasiin 3X, itu pula haram seseorang mengingkarinya, kenapa dilarang?, apa dalilnya seseorang membaca surat Alqur’an?,

Melarangnya adalah haram secara mutlak, sebagaimana Imam Masjid Quba yg senantiasa melampirkan surat AL Ikhlas seumpama ia menjadi Imam, senantiasa ia membaca Al Ikhlas di tiap tiap rakaatnya setelah surat ALfatihah, ia membaca alfatihah, lalu al ikhlas, baru surat lainnya, demikianlah tiap tiap rakaat ia lakukan, dan demikianlah pada tiap tiap shalatnya, bukankah ini kebiasaan yg tak diajarkan oleh Rasul saw?, bukankah ini menaikkan nambahi bacaan di dalam shalat?

Maka makmumnya berdatangan pada Rasul saw seraya mengadukannya, maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya mengapa ia berbuat demikian, dan orang itu menjawab Inniy Uhibbuhaa (aku mencintainya), yakni ia mencintai surat Al Ikhlas, sampai senantiasa menggandengkan Al Ikhlas dg Alfatihah di dalam tiap tiap rakaat di dalam shalatnya.

Apa jawaban Rasul saw?, apakah rasul saw berkata : “kenapa engkau bikin syariah dan ajaran baru?, kenapa sebabkan ibadah baru?, apakah ibadah shalat yg kuajarkan belum sempurna?

Beliau tak menjelaskan demikian, malah seraya berkata : Hubbuka iyyahaa adkhalakal Jannah (cintamu pada surat Al Ikhlas itulah yg bakal membuatmu masuk sorga). hadits ini dua kali diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari.

Dan shahih Bukhari adalah kitab hadits yg terkuat dari seluruh kitab hadits lainnya untuk dijadikan dalil, maka jelaslah Rasul saw tak melarang berwujud inspirasi inspirasi baru yg mampir dari iman, selama tidak pengaruhi syariah yg telah ada, bahkan hal itu merupakan kebaikan, dan doa nisfu syaban adalah mulia, apa yg diminta?, panjang usia di dalam taat pada Allah, diampuni dosa dosa, diwafatkan di dalam husnul khatimah, salahkah doa seperti ini?, akankah perkumpulan seperti ini dibubarkan dan ditentang?

Mengenai malam pertama bulan rajab Imam Syafii berfatwa bahwa itu adalah mustajab doa pula, sebagaimana malam jumat dan malam nisfu sya’ban, dan Imam syafii bukanlah berfatwa dari udara nafsunya, tentang risalah yg anda nukil itu maka jawaban saya, jawaban aku diatas telah menjawab seluruh ungkapan itu,

1. Kami tidak mengajarkan shalat nisfu sya’ban.

2. Sepanjang ucapan nukilan diatas, adakah hadits yg melarang doa di malam nisfu sya’ban?
tunjukkan pada aku satu hadits shahih atau dhoif yg melarang doa di malam nisfu sya’ban?
nisfu sya’ban tak ada perayaan, siapa pula yg merayakannya?, cuma wahabi saja yg menuduh sbb hati busuknya,

Kalau untuk partai mereka sih, ngga pake bid’ah dan musyrik, walau pakai pesta kampanye dan memajang foto fotonya di masjid dan dimana mana, itu sih ngga apa2, terhitung hari lagi tahun partainya, bikin pesta besar2an dg dangdutan segala, itu sih ngga apa2, namun nisfu sya’ban bid'ah.

Mengenai fatwa Imam syafii pastinya debu di kaki Imam Syafii lebih mulia dari seribu bin baz, gara-gara Imam syafii telah menjadi Imam sebelum saat Imam Bukhari lahir, dan ia adalah guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, namun Imam Ahmad bin Hanbal itu hafal 1 juta hadits dg sanad dan matannya, dan Imam Ahmad bin Hanbal berkata : 20 tahun aku berdoa tiap tiap malam untuk Imam Syafii, dan Imam Syafii adalah Imam besar yg ratusan para Imam ikuti madzhabnya,

Mengenai Imam Ghazali beliau adalah Hujjatul Islam, telah hafal lebih dari 300 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya,

Beda dg para wahabi yg diakui sebagai imam padahal mereka tak satupun sampai ke derajat Al Hafidh (hafal 100 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya), namun fatwanya menghukumi hadits2 seakan mereka itu para nabi, dan ulama lain adalah bodoh.

Naudzubillah, kita berlindung pada Allah semoga Allah tak mengelompokkan kita kelak di akhirat, naudzubillah dari sekelompok dg orang yg mengharamkan doa kepada Allah.
Baca selengkapnya »
Sejarah Pemikiran Islam Al-Farabi (Filsafat & Teorinya)

Sejarah Pemikiran Islam Al-Farabi (Filsafat & Teorinya)


Filsafat Yunani banyak memberikan ide kepada umat Islam untuk mempelajari dan menggali lebih jauh berkenaan asumsi dan juga pengetahuan pengetahuannya. Terlebih lagi, terhadap perkembangannya, Islam memiliki banyak persoalan-persoalan yang butuh asumsi untuk sanggup menyelesaikannya. Hal ini pasti butuh peran akal yang optimal supaya muncullah filsafat Islam. Filsafat Islam sendiri banyak melahirkan para filsuf muslim, salah satunya adalah Al-Farabi.

Ia banyak menguasai berbagai disiplin pengetahuan pengetahuan dan menguasai lebih {dari satu} bahasa. Ia pilih hidup sederhana, dan dikenal sebagai khusus yang zuhud dan juga senang berbagi bersama dengan sesama. Al-Farabi banyak melahirkan karya-karya, lebih-lebih untuk sanggup memperluas pemikirannya dilaksanakan penerjemahan terhadap kitab-kitabnya ke di dalam bhs Latin, Inggris, Almania, bhs Arab, dan Perancis.

Biografi Al-Farabi


Al-Farabi merupakan julukan bagi Abu Nasr Ibnu Muhammad ibnu Tarkhan ibnu Auzalagh. Al-Farabi dilahirkan di sebuah desa bernama Wasij yang merupakan distrik berasal dari kota Farab. Saat ini kota Farab dikenal bersama dengan nama kota Atrar/Transoxiana th. 257 H/870 M. Al-Farabi oleh orang-orang latin abad sedang dijuluki bersama dengan Abu Nashr (Abunaser), sedang julukan Al-Farabi diambil alih berasal dari nama kota Farab, area ia dilahirkan. Ayahnya adalah seorang jenderal berkebangsaan Persia dan ibunya berkebangsaan Turki.

Al-Farabi


Sejak dini, Al-Farabi dikenal sebagai anak yang senang studi dan juga rajin dan juga ia memiliki kekuatan untuk menguasai berbagai bahasa, antara lain bhs Iran, Turkestan, dan Kurdistan. Bahkan menurut Munawir Sjadzali, Al-Farabi sanggup bicara di dalam tujuh puluh macam bahasa; namun yang ia kuasai bersama dengan aktif, cuma empat bahasa: Arab, Persia, Turki, dan Kurdi.

Di usia muda, Al-Farabi hijrah ke Baghdad yang terhadap waktu itu merupakan pusat pengetahuan pengetahuan. Di Baghdad ia studi kepada Abu Bakar Al-Saraj untuk mempelajari kaidah bhs Arab, dan kepada Abu Bisyr Mattius ibnu Yunus (seorang kristen) untuk studi logika dan filsafat Selanjutnya ia hijrah ke Harran yang merupakan pusat kebudayaan Yunani di Asia Kecil dan studi kepada Yuhanna ibnu Jailan. Kemudian, ia kembali ke Baghdad untuk memperdalam filsafat.

Al-Farabi mendapat predikat Guru Kedua, gara-gara ialah orang pertama yang memasukkan pengetahuan logika ke di dalam kebudayaan Arab. Selanjutnya ia ganti ke Damaskus, di sana ia berkenalan bersama dengan Saif Ad-Daulah Al-Hamdani, Sultan Dinasti Hamdan di Alleppo. Akhirnya Al-Farabi diberi kedudukan menjadi ulama istana. Ia hidup simple dan mengguinakan gajinya untuk beramal dan dibagikan kepada fakir miskin di Alleppo dan Damaskus. Al-Farabi wafat terhadap usia 80 th. di Aleppo th. 950 M.

Karya-karya Al-Farabi


Al-Farabi merupakan filsuf Islam terbesar, ia memiliki keahlian di berbagai bidang, di antaranya adalah pengetahuan bahasa, matematika, kimia, astronomi, kemiliteran, musik, pengetahuan alam, ketuhanan, fiqh, dan manthiq. Tetapi, sayangnya tidak banyak karya berasal dari Al-Farabi yang diketahui, gara-gara karyanya berupa risalah yang merupakan karangan pendek dan tidak banyak yang berupa buku besar yang pembahasannya mendalam, biasanya karyanya udah hilang. Adapun judul berasal dari karya-karyanya sebagai berikut:

  1. Al-Jam’u baina Ra’yay Al-Hakimain Aflathun wa Aristhu;
  2. Tahqiq Ghardh Aristhu fi Kitab ma Ba’da Ath-Thabi’ah;
  3. Syarah Risalah Zainun Al-Kabir Al-Yunani;
  4. At-Ta’liqat;
  5. Risalah fima Yajibu Ma’rifat Qabla Ta’allumi al-Falsafah;
  6. Kitab Tahshil As-Sa’adah;
  7. Risalah fi Itsbat Al-Mufaraqah;
  8. ‘Uyun Al-Masa‘il;
  9. Ara’ Ahl Al-Madinah Al-Fadhilah;
  10. Ihsa Al-Ulum wa At-Ta’rif bi Aghradita;
  11. Maqalat fi Ma’ani Al-Aql;
  12. Fushul Al-Hukm;
  13. Risalat Al-Aql;
  14. As-Siyasah Al-Madaniyah;
  15. Al-Masa’il Al-Falsafiyah wa Al-Ajwibah Anha.

Ciri khas berasal dari karya-karya Al-Farabi adalah berikan ulasan dan juga penjelasan terhadap karya berasal dari Aristoteles, Iskandar Al Fraudismy dan Plotinus. Karya nyata berasal dari Al-Farabi sebagai berikut:

  1. Al jami’u Baina Ra’yai Al Hakimain Afalatoni Al Hahiy wa Aristho-thails (pertemuan/penggabungan pendapat antara Plato dan Aristoteles);
  2. Tahsilu as Sa’adah (mencari kebahagiaan);
  3. As Suyasatu Al Madinah (politik pemerintah);
  4. Fususu Al Taram (hakikat kebenaran);
  5. Arro’u Ahli Al Madinati Al Fadilah (pemikiran-pemikiran utama pemerintah);
  6. As Syisyah (ilmu politik);
  7. Ihsho’u Al Ulum (kumpulan berbagai ilmu), dll.

Pemikiran Al-Farabi


Hasil Pemikiran Al-Farabi
Filsafat Al-Farabi memiliki corak dan tujuan yang tidak serupa berasal dari filsafat lainnya gara-gara ia mengambil alih ajaran-ajaran para filosof terdahulu, membangun kembali di dalam bentuk yang cocok bersama dengan lingkup kebudayaan, dan menyusunnya bersama dengan sistematis dan selaras. Namun, lebih dari satu filsafat Al-Farabi ini dianggap salah supaya tidak diterima oleh pengetahuan pengetahuan modern. Akan tetapi, Al-Farabi selamanya memiliki guna yang penting dan pengaruh yang besar di bidang asumsi masa-masa sesudahnya. Berikut ini adalah lebih {dari satu} asumsi filsafat Al-Farabi:

Filsafat


Al-Farabi mengartikan filsafat sebagai Al Ilmu bilmaujudaat bima Hiya Al Maujudaat yang artinya adalah suatu pengetahuan yang menyelidiki hakikat memang berasal dari segala yang ada ini. Ia berhasil tempatkan dasar-dasar filsafat ke di dalam Islam. ia juga menyatakan bahwa tidak ada pertentangan antara filsafat Plato dan Aristoteles. Al-Farabi mempunyai basic berfilsafat bersama dengan memperdalam pengetahuan bersama dengan segala yang maujud hingga mempunyai pengenalan Allah sebagai penciptanya.

Falsafat Emanasi/Pancaran


Al-Farabi mencoba menyatakan bagaimana yang banyak sanggup timbul berasal dari Yang Satu bersama dengan filsafat emanasi ini. Tuhan berupa Maha-Satu, tidak berubah, jauh berasal dari materi, jauh berasal dari makna banyak, Maha-Sempurna dan tidak perlu terhadap apapun. Menurut al-Farabi, alam ini berjalan gara-gara emanasi Tuhan. Ia berpendapat bahwa berasal dari Yang Esa-lah memancar yang lain, berkat kebaikan dan pengetahuan sendiri-Nya. Tuhan sebagai akal, berfikir berkenaan diri-Nya, dan berasal dari asumsi ini, menjadi timbul bentuk yang lain. Tuhan merupakan bentuk pertama, dan bersama dengan asumsi itu timbul bentuk kedua yang juga mempunyai substansi. Ia disebut akal pertama yang tidak berupa materi. Wujud kedua ini berpikir berkenaan bentuk yang pertama dan berasal dari asumsi ini timbullah bentuk ketiga. Wujud ketiga membayangkan dirinya sendiri disebut akal kedua.

Wujud kedua atau akal pertama itu juga berpikir berkenaan dirinya dan berasal dari situ timbullah Langit Pertama.

Wujud III/akal kedua membayangkan Tuhan supaya timbul Wujud ke IV, dan membayangkan dirinya sendiri supaya timbul Bintang-bintang.

Wujud IV/akal Ketiga membayangkan Tuhan supaya timbul Wujud V, dan membayangkan diri sendiri supaya timbul Saturnus.

Wujud V/Akal Keempat membayangkan Tuhan supaya timbul Wjud VI, dan membayangkan dirinya supaya timbul Jupiter.

Wujud VI/Akal Kelima—— Tuhan=Wujud VII/Akal Keenam.

——- dirinya= Mars.

Wujud VII/Akal Keenam—— Tuhan= Wujud VIII/Akal Ketujuh.

——- dirinya= Matahari.

Wujud VIII/Akal Ketujuh—— Tuhan= Wujud IX/Akal Kedelapan.

——- dirinya= Venus.

Wujud IX/Akal Kedelapan——Tuhan= Wujud X/Akal Kesembilan.

——- dirinya= Merkurius.

Wujud X/Akal Kesembilan—— Tuhan= Wujud XI/ Akal Kesepuluh.

——– dirinya= Bulan.

Pada asumsi Wujud XI/Akal Kesepuluh, berhentilah munculnya akal-akal. Tetapi berasal dari Akal Kesepuluh muncullah bumi dan juga roh-roh dan materi pertama yang menjadi basic berasal dari keempat unsur yaitu api, udara, air, dan tanah.

Wujud-wujud dan akal-akal ini merupakan susunan yang hierarkis. Wujud pertama di dalam hierarki yaitu yang paling tinggi, kemudian ruh-ruh lingkungan dan lingkungan itu sendiri. Susunan paling akhir yaitu bumi dan dunia materi yang berada terhadap urutan keempat. Menurut orang Yunani Kuno bahwa segala yang bercorak langit adalah suci dan segala yang bercorak bumi tidak suci. Ajaran Islam menerangkan bahwa langit merupakan sumber wahyu dan tujuan akhir mi’raj. Di sini Al-Farabi menyesuaikan antara ajaran agama dan filsafat. Dalam perihal ini al-Farabi mengambil alih teori astronomi berasal dari Yunani, yaitu Ptolomeus yang berpendapat bahwa kosmos terdiri berasal dari Sembilan lingkungan yang kesemuanya bergerak memutari bumi.

Falsafat Kenabian


Akal yang sepuluh itu sanggup disamakan bersama dengan para malaikat di dalam ajaran Islam. Para filosof sanggup mengetahui hakekat-hakekat gara-gara sanggup berkomunikasi bersama dengan akal Kesepuluh. Nabi atau Rasul pun sanggup menerima wahyu gara-gara mempunyai kesanggupan untuk berkomunikasi bersama dengan Akal Kesepuluh. Akan namun kedudukan Nabi atau Rasul lebih tinggi berasal dari para filosof.

Para filosof sanggup berkomunikasi bersama dengan Akal Kesepuluh gara-gara usahanya sendiri yaitu bersama dengan latihan dan kontemplasi, sedang Nabi atau Rasul adalah orang pilihan, supaya mereka sanggup berkomunikasi bersama dengan Akal Kesepuluh bukan atas bisnis sendiri namun atas perlindungan berasal dari Tuhan. Para filosof mengadakan komunikasi bersama dengan Akal Kesepuluh lewat akal, yaitu akal mustafad, sedang Nabi atau Rasul bukan bersama dengan akal, namun bersama dengan energi pengetahuan yang disebut imajinasi. Tingkat imajinasi yang diberikan kepada Nabi atau Rasul terlampau kuat supaya sanggup terjalin bersama dengan Akal Kesepuluh tanpa latihan yang kudu dijalani para filosof. Falsafat ini dimajukan Al-Farabi untuk menentang aliran yang tidak percaya kepada Nabi/Rasul (wahyu) seperti yang dibawa oleh al-Razi dan lain-lain di zaman itu. Teori berkenaan kenabian ini sanggup dianggap sebagai bisnis al-Farabi di dalam merujukkan agama bersama dengan filsafat.

Teori Politik


Falsafat Kenabian terjalin erat bersama dengan teori politik Al-Farabi. Ia udah menulis lebih {dari satu} risalah berkenaan politik, yang paling terkenal adalah Ara’ Ahl al-Madinah al-Fadilah (Kota Model). Di di dalam risalah selanjutnya ia melukiskan Kota sebagai suatu total berasal dari bagian-bagian yang terpadu, mirip bersama dengan organisme tubuh; jika ada anggota yang sakit, maka yang lain dapat bereaksi dan menjaganya.

Dalam kota, masing-masing anggota kudu diberikan pekerjaan yang sepadan bersama dengan kesanggupannya. Pekerjaan yang terutama di dalam penduduk adalah pekerjaan sebagai kepala masyarakat, supaya seorang kepala penduduk kudu bertubuh sehat dan kuat, pintar, cinta terhadap pengetahuan pengetahuan dan keadilan gara-gara kepala lah yang menjadi sumber keharmonisan masyarakat. Sebaik-baik kepala adalah Nabi/Rasul, gara-gara seorang Nabi/Rasul pasti mengadakan peraturan-peraturan yang baik dan berfaedah bagi penduduk supaya penduduk menjadi makmur dan baik. Tugas kepala Negara tidak cuma menyesuaikan Negara, namun juga edukatif manusia mempunyai akhlak yang baik.

Selain al-Madinah al-Fadilah juga ada al-Madinah al-Jahilah, yaitu penduduk yang anggota-anggotanya mempunyai tujuan cuma melacak kesenangan jasmani. Kemudian ada al-Madinah al-Fasiqah yaitu penduduk yang anggota-anggotanya mempunyai pengetahuan yang mirip bersama dengan anggota al-Madinah al-Fadilah dapat namun perbuatan mereka mirip bersama dengan anggota al-Madinah al-Jahilah.

Jiwa yang kekal adalah jiwa fadilah (mungkin tinggal di madinah al-Fadilah) yaitu jiwa-jiwa yang berbuat baik, jiwa-jiwa yang sanggup melepas diri berasal dari ikatan jamsmani, oleh gara-gara itu tidak hancur bersama dengan hancurnya badan. Adapun jiwa Jahilah adalah jiwa yang tidak mencapai kesempurnaan, (mungkin yang hidup di madinah al-Jahilah), jiwa yang belum sanggup meepaskan diri berasal dari ikatan materi dan dapat hancur bersama dengan hancurnya badan. Jiwa Fasiqah adalah jiwa yang mengetahui terhadap kesenangan namun menolaknya (mungkin yang hidup di dalam Madinah al-Fasiqah), tidak dapat hancur dan dapat kekal, dapat namun kekal di dalam kesengsaraan. Adapun surga dan Negara menurut Al-Farabi adalah soal spiritual.
Baca selengkapnya »
Amalan Arba Mustakmir (Amalan Rebo Wekasan)

Amalan Arba Mustakmir (Amalan Rebo Wekasan)


Amalan rebo wekasan atau arba mustakmir, hari rabu paling akhir di bulan safar udah menjadi rutinitas di agama Islam, lebih-lebih di Jawa, yang sampai kini tetap dilestarikan. Amalan rebo wekasan atau arba mustakmir di dalam penamaan dan langkah pelaksanaan rutinitas ini, beda-beda di setiap termpat.

Ada berasal dari satu} makna di dalam penamaan Rabu di Shafar itu, antara lain Rebo Wekasan, Rabu Pungkasan, Rabu Kasan, Arba Mustakmir.

Di hari itu, ada yang bersidang dan berlangsung di tempat-tempat pemakaman umum, ada yang menggelar doa dan dzikir bersama, dan amalan-amalan lain.

Dijelaskan di dalam kitab karya Syeikh Abdul Hamid bin Ali bin Abdul Qodir Quds al-Makki (1277-1335), diterangkan al-Allamah as-Syaikh Addiyarbi di dalam Mujarrobat-nya, yang ba’dlul arifin dari ahlul kasyf menceritakan, terhadap setiap Rabu akhir Shafar , bakal dicetak ke bumi 300.000 malapetaka dan 20.000 macam bencana. Barang siapa jalankan salat 4 rakaat, di setiap rakaat sesudah fatihah membaca surat al-Kautsar tujuh belas kali, al-Ikhlas lima kali, dan Mu’awwidzatain satu kali. Setelah salam membaca do’a tertentu. (Kanzun Najah Wassurur, 95)

Di kitab yang mirip mencerminkan, berasal dari satu} orang terhadap hari itu mengambarkan untuk membaca Surat Yasin. Ketika sampai ayat “Salamun qoulan min robbin rahim” diulang sebanyak 313 kali. Setelah selesai membaca Yasin, membaca doa tertentu. (Kanzun Najah, 98)

Fakta di penduduk menunjukkan, ada dua amalan (salat dan pembacaan Surat Yasin), yang kerap dilakukan terhadap Rabu akhir Shafar.

Pertama, salat Rabu Wekasan. Pijakan ritual atau amaliyah Rabu Wekasan adalah berdasar kasyf atau ilham, termasuk di dalam kitab Kanzun Najah. Al-imam Tajuddin Assubuki di dalam Jamul Jawami ‘mengemukakan, ilham adalah saran dari Allah yang diberikan ke di dalam hati seseorang. Ilham diberikan husus oleh Allah untuk berasal dari satu} orang pilihanNya. Ilham menyoroti hujjah, sebab tidak ada suaka ma’shum bagi orang yang menerimanya. Ilham termasuk tidak dapat bersih (steril) dari bisikan setan.

Hal yang berbeda dengan pendapat berasal dari satu} besar shufi, yang menyatakan, bahwa ilham dapat digunakan sebagai hujjah bagi dia sendiri. Jadi orang yang ma’il seperti Nabi, maka ilham barangkali sebagai orang-orang dan orang lain, kecuali sebenarnya ada masalah dengan orang lain AS.

Penjelasan itu menunjukkan, salat Rabu Wekasan bukan sunnah Nabi, sebab basic dari amaliyahnya adalah berdasarkan ilham, sementara ilham itu tidak dapat dijadikan hujjah.

Lalu, bagaimana hukum jalankan salat sebagaimana yang dilakukan masyarakat? Al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami di dalam Tuhfatul Muhtaj, menjelaskan, tidak terpisah dan tidak sah salat-salat ini dengan tekad yang baik oleh kalangan shufiyyah, tanpa terdapatnya dalil di di dalam assunnah. Jika Anda jalankan salat secara sempurna (dll), maka ia bakal jalankan sesuatu dengan perintah yang berarti atau istikhoroh, maka itu tidak berbahaya.

Alhasil, selama salat dan amaliyah lainnya tidak sebagai sunnah atau masyru ‘dari Nabi, dan di dalam salat diniati secara utuh, maka tidak ada yang kudu dipermasalahkan.

Kedua, bacaan surat di dalam salat. Identitas yang dilakukan penduduk dan tercantum di dalam kitab Mujarrobat, yaitu setiap rakaat sesudah bacaan fatihah membaca surat al-Kautsar tujuh kali, al-Ikhlas lima kali, dan Mu’awwidzatain satu kali. Itu digunakan di dalam syariat, biarpun Nabi tidak pernah membaca bacaan-bacaan itu di dalam salat.

Imam Bukhori meriwayatkan sebuah hadis, ada seorang Sahabat yang setiap rakaat membaca surat al-Ikhlas dan disampaikan kepada Rasulullah, ternyata Baginda Nabi tidak melarang. Dari hadis ini al-Hafidz Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari mengatakan, hadis ini adalah dalil yang diperintahkan atau membaca berasal dari satu} al-Quran berdasarkan kemauannya dan memperbanyak membacanya.

Ketiga, bacaan Surat Yasin dan pengulangan kira-kira ayat. Surat Yasin adalah anggota dari al-Quran, yang meragukannya tentang pahala dan saran membacanya. Bahkan ada termasuk yang intelektual, Surat Yasin miliki keutamaan sendiri.

Jadi, hukumnya boleh di malam Rabu Wekasan seseorang membaca Surat Yasin dan beroleh pahala secara umum. Dengan catatan, tanpa percaya bahwa ini adalah kesunnahan terpisah terhadap malam Rabu Wekasan.

Selanjutnya, bagaimana tentang pengulangan ayat “salamun qoulan min robbin rahim” sebanyak 313 kali?

Terkait hal itu, Sayyid Abdurrahman di dalam Ghoyatu Talhish mengemukakan, apa yang dilakukan berasal dari satu} orang sholih dengan ulangilah berasal dari satu} surat Quran di dalam hizb, miliki dalil di dalam hadis.

Hal itu seperti termaktub di dalam hadis, “Barang siapa membaca al-Ikhlas 200 kali …” dan hadis “… bacalah al-Ikhlas dan Muawwidztain kompilasi Shubuh sebanyak tiga kali …”. Tidak ada makna pengulangan Ayat atau surat, bahkan itu termasuk amalam baik yang diberi pahala. Wallahu a’lam.
Baca selengkapnya »
8 Cara Membuka Aura Dalam Kaidah Islam

8 Cara Membuka Aura Dalam Kaidah Islam


Didalam islam sebenarnya udah mengenal yang namanya aura, bakal tetapi dengan bahasa yang berbeda. Dalam islam menjelaskan adanya "cahaya batin" hal ini menurut para pakar aura berkorelasi terhadap "Aura" didalam tubuh manusia.

Untuk membuka aura secara islam selanjutnya ini harus ditunaikan dengan ikhlas, niat yang baik dan yang paling utama adalah istiqomah didalam menjalankannya. Aura yang menyelubungi tubuh bakal terpancar dengan kuat, apalagi anda bakal menjadi khusus yang lebih baik berasal dari pada mulanya InsyaAllah.

Cara Membuka Aura Secara Islam
1. Melakukan Wudhu

Wudhu sanggup membuka aura muka layaknya yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari dan Muslim "Sesungguhnya terhadap hari kiamat umatku dipanggil didalam kondisi muka yang putih berseri sebab bekas wudhu. Barang siapa di pada kalian yang sanggup untuk jadi besar cahayanya, hendaklah ia melakukannya (dengan banyak berwudhu) ".

2. Berdoa

Apabila dambakan membuka aura Anda, rajinlah untuk beroda kepada Allah swt. Karena dengan memperbanyak doa berarti jiwa kami menjadi lebih kuat dan tenang, yang bakal berdampak langsung kepada aura kita.

3. Bershalawat

Perbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad saw, dengan memperbanyak shalawat nabi maka jiwa kami bakal merasakan kemampuan yang luar biasa besar. Kekuatan inilah yang sanggup memicu bangkitnya aura didalam tubuh.

4. Makan Makanan Halal

Bila dambakan mempunyai pancaran aura positif maka jangan sekali-kali makan/minum yang haram. Karena karakter makanan halal/haram bakal memengaruhi karakter manusia kita. Sehingga sanggup berdampak langsung terhadap aura.

5. Berpantang Melakukan Dosa

Perbuatan dosa yang kami jalankan bakal memicu daya negatif menjadi besar didalam tubuh. Hal ini bakal menahan daya aura positif untuk bangkit. Jadi jangan jalankan dosa apalagi dosa besar.

6. Berhati Ikhlas

Miliki hati ikhlas maka Anda bakal terhindar berasal dari karakter tamak. Sifat negatif yang rakus layaknya hewan. Selain itu hati yang ikhlas bakal menghidupkan aura kharisma / kewibawaan didalam diri Anda.

7. Bershadaqah

Jadilah dermawan, maka bakal memicu aura Anda terang benderang. Karena shadaqah merupakan kelakuan yang mulia. Selain itu shadaqah termasuk punyai kelebihan layaknya menyingkirkan berasal dari bahaya dan lebih disukai banyak orang.

8. Kurangi Makan dan Tidur

Apabila dambakan mempunyai aura yang cerah umumnya tersedia yang mensyaratkan untuk berpuasa dan tirakat. Hal ini sebab dengan orang yang jalankan tirakat dan puasa merupakan orang yang berkeinginan dan bersungguh-sunggu didalam niatnya.
Baca selengkapnya »
Penguasa Ghaib Tanah Jawa - Serat Sabdo Palon

Penguasa Ghaib Tanah Jawa - Serat Sabdo Palon


Nusantara kami merupakan tempat yang unik, tempat yang penuh misteri, legenda dan cerita -cerita berasal dari peradaban lama, cerita -cerita yang tetap menerus menambahkan nafas bagi kehidupan masyarakat kita, menjadi sebuah tuntunan di dalam kehidupan.

Kearifan Lokal dan penghormatan terhadap alam merupakan perihal yang senantiasa dijadikan petuah hidup, namun pertumbuhan zaman senantiasa menghilangkan perihal - perihal layaknya ini dan mengakibatkan kami lupa betapa pentingnya kearifan lokal ini, berikut merupakan sebuah cerita mengenai nusantara yang senantiasa diliputi oleh legenda dan cerita.

SABDO PALON dan MBAH PETRUK

Ketika pertama Islam masuk ke Tanah Jawa. Tidaklah semulus yang orang sangka. Sebab Tanah Jawa telah tersedia manusia. Juga tersedia bangsa jin yang menganut keyakinan kuno. Ada yang menduga mereka adalah penganut Hindu dan Budha. Yakni agama yang terhadap waktu itu berkembang. Namun banyak yang menduga mereka adalah penganut keyakinan Jawa kuno. Mereka ini dipimpin Sabdo Palon.

Karena tahu mereka yang berbeda. Maka disaat Islam masuk disambut dengan peperangan. Bukan perang sembarang perang. Namun perang magic. Perang ilmu-ilmu gaib. Sehingga tidak sedikit ulama Islam yang dikirim berasal dari Mesir tewas di dalam peperangan magic itu. Dalam wadah kasar mereka tewas karena tersapu gelombang pasang, semacam tsunami dan sebagainya. Perang itu berlanjut dengan banyaknya jatuh korban di ke dua pihak.

Maka diutuslah Syekh Subakir(baca juga mengenai walisongo), ulama asal Persia (Iran) yang dikenal pakar ilmu ghoib dan mampu memandang bangsa jin. Dengan kehadiran Syekh Subakir benteng pertahanan Sabdo Palon yang super ketat mampu ditembus. Dan banyak bangsa jin atau manusia pengikut Sabdo Palon yang binasa. Melihat kondisi yang tidak untung itu, Sabdo Palon mengadakan gencatan senjata. Dia mengajak Syekh Subakir berunding dan menghentikan perang. Syekh Subakir terima ajakan berikut dengan tangan terbuka. Karena dia juga memandang jalan perundingan jauh lebih baik daripada melanjutkan pertempuran yang tidak tersedia gunanya.

Kemudian terjadilah kesepakatan pada Syekh Subakir dengan Sabdo Palon. Isi kesepakatan itu pada lain, Islam boleh berkembang atau disebarkan di Tanah Jawa namun tidak boleh dilaksanakan dengan pemaksaan. Islam wajib menghargai dan menghargai budaya, kebiasaan istiadat setempat. Islam tidak boleh memaksa orang yang berlainan keyakinan untuk memeluk agama baru tersebut. Dan kalau orang Islam yang memimpin atau menjadi pemimpin wajib mengayomi seluruh orang, seluruh agama, dan seluruh kepercayaan. Menjunjung tinggi kearifan lokal. Dan sejak itu Sabdo Palon dengan pengikutnya, juga Mbah Petruk moksa. Mereka hilang berasal dari pandangan lazim dan tidak enteng diamati oleh manusia biasa. Hanya mereka yang mempunyai berlebihan dan tahu ilmu ghoib yang mampu melihatnya.

Sebelum menghilang Sabdo Palon sempat berpesan kepada Syekh Subakir. Bahwa suatu disaat dia (Sabdo Palon) atau pengikutnya (Mbah Petruk) akan ulang menunjukan jati dirinya, kalau pemimpin negeri ini tidak amanah. Tidak mencintai rakyat. Hanya berbuat untuk kesenangan dirinya dan kelompoknya saja. Sementara melewatkan rakyat di dalam kesengsaraan dan penderitaan. Kemunculan Sabdo Palon dan para pengikutnya, Mbah Petruk untuk menagih janji. Sekaligus mengingatkan supaya para pemimpin negeri langsung sadar, ingat rakyat, dan ingat bangsa.

Kalau tidak. Selain akan banyak ulang bencana yang akan melanda negeri ini. Mereka, para pemimpin terhadap gilirannnya juga akan terima bencana. Bahkan bencana yang akan menimpa mereka lebih dasyat, lebih mengerikan, dan menakutkan. Silakah Anda boleh percaya kepada cerita babad Tanah Jawa ini atau tidak. Terserah saja.

Inilah Serat Sabdo Palon Penguasa Ghaib Tanah Jawa

1. Pada sira ngelingana Carita ing nguni-nguni Kang kocap ing serat Babad Babad nagari Mojopahit Nalika duking nguni Sang-a Brawijaya Prabu Pan samya pepanggihan Kaliyan Njeng Sunan Kali Sabda Palon Naya Genggong rencangira.

Ingatlah kalian semua, Akan cerita jaman lalu, Yang tercantum di dalam Babad ( Sejarah ) Babad Negara Majapahit, Ketika itu, Sang Prabhu Brawijaya, Tengah bertemu, Dengan Kangjeng Sunan Kalijaga, Ditemani oleh Sabdo Palon dan Naya Genggong.

2. Sang-a Prabu Brawijaya Sabdanira arum manis Nuntun dhateng punakawan Sabda Palon paran karsi Jenengsun sapuniki Wus ngrasuk agama Rasul Heh ta kakang manira Meluwa agama suci Luwih becik iki agama kang mulya.

Sang Prabhu Brawijaya, Bersabda dengan lemah lembut, Mengharapkan kepada ke dua punakawan( pengiring dekat )-nya, Tapi Sabdo Palon senantiasa menolak, Diriku ini sekarang, Sudah memeluk Agama Rasul (Islam), Wahai kalian kakang berdua, Ikutlah memeluk agama suci, Lebih baik karena ini agama yang mulia.

3. Sabda palon matur sugal Yen kawula boten arsi Ngrasuka agama Islam Wit kula puniki yekti Ratuning Dang Hyang Jawi Momong marang anak putu Sagung kang para Nata Kang jumeneng ing tanah Jawi Wus pinasthi sayekti kula pisahan.

Sabdo Palon menghaturkan kalimat agak keras, Hamba tidak mau, Memeluk agama Islam, Sebab hamba ini sesungguhnya, Raja Dahnyang ( Penguasa Gaib ) tanah Jawa, Memelihara kelestarian anak cucu ( penghuni tanah Jawa ), (Serta) seluruh Para Raja, Yang memerintah di tanah Jawa, Sudah menjadi suratan karma (wahai Sang Prabhu), kami wajib berpisah.

4. Klawan Paduka sang Nata Wangsul maring sunya ruri Mung kula matur petungna Ing benjang sakpungkur mami Yen wus prapta kang wanci Jangkep gangsal atus taun Wit ing dinten punika Kula gantos agami Gama Budhi kula sebar ing tanah Jawa.

Dengan Paduka Wahai Sang Raja, Kembali ke Sunyaruri (Alam kosong namun ber-'isi'; Alam yang tidak tersedia namun ada), Hanya saja aku menghaturkan sebuah pesan supaya Paduka menghitung, Kelak sepeninggal hamba, Apabila telah mampir waktunya, Genap lima ratus tahun, Mulai hari ini, Akan aku ganti agama (di Jawa), Agama Buddhi akan aku sebarkan ditanah Jawa.

5. Sinten tan purun nganggeya Yekti kula rusak sami Sun sajakken putu kula Berkasakan rupi-rupi Dereng lega kang ati Yen durung lebur atempur Kula damel pratandha Pratandha tembayan mami Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar.

Siapa saja yang tidak berkenan memakai, Akan aku hancurkan, Akan aku berikan kepada cucu aku sebagai tumbal, Makhluk halus berwarna-warni, Belum puas hati hamba, Apabila belum hancur lebur, Saya akan mengakibatkan pertanda, Pertanda sebagai janji betul-betul saya, Gunung Merapi bila telah meletus mengeluarkan lahar.

6. Ngidul ngilen purugira Nggada banger ingkang warih Nggih punika wedal kula Wus nyebar agama budi Merapi janji mamai Anggereng jagad satuhu Karsanireng Jawata Sadaya gilir gumanti Boten kenging kalamunta kaowahan.

Kearah selatan barat mengalirnya, Berbau busuk air laharnya, Itulah waktunya, Sudah mulai menyebarkan agama Budhi, Merapi janji saya, Menggelegar seluruh jagad, Kehendak Tuhan, (Karena) semua nya (pasti akan) berganti, Tidak mungkin untuk dirubah lagi.

Note [Suchamda] : Agama Budhi bukan artinya semata agama Buddha, namun adalah AGAMA KESADARAN / ELING / HAKIKAT yang mampu meredam kemurkaan alam..

7. Sanget-sangeting sangsara Kang tuwuh ing tanah Jawi Sinengkalan tahunira Lawon Sapta Ngesthi Aji Upami nyabarang kali Prapteng tengah-tengahipun Kaline banjir bandhang Jeronne ngelebna jalmi Kathah sirna manungsa prapteng pralaya.

Sangat terlalu sengsara, Yang hidup ditanah Jawa, Perlambang tahun kedatangannya, LAWON SAPTA NGESTI AJI ( LAWON ; 8, SAPTA ; 7, NGESTHI ; 9, AJI ; 1 = 1978), Seandainya menyeberangi sebuah sungai, Ketika masih berada ditengah-tengah, Banjir bandhang akan mampir tiba-tiba, Tingginya air mampu menenggelamkan manusia, Banyak manusia sirna karena mati.

8. Bebaya ingkang tumeka Warata sa Tanah Jawi Ginawe kang paring gesang Tan kenging dipun singgahi Wit ing donya puniki Wonten ing sakwasanipun Sedaya pra Jawata Kinarya amertandhani Jagad iki yekti ana kang akarya.

Bahaya yang datang, Merata diseluruh tanah Jawa, Diciptakan oleh Yang Memberikan Hidup, Tidak mampu untuk ditolak, Sebab didunia ini, Dibawah kekuasaan, Tuhan dan Para Dewa, Sebagai bukti, Jagad ini tersedia yang menciptakan.

9. Warna-warna kang bebaya Angrusaken Tanah Jawi Sagung tiyang nambut karya Pamedal boten nyekapi Priyayi keh beranti Sudagar tuna sadarum Wong glidhik ora mingsra Wong tani ora nyukupi Pametune akeh sirna aneng wana.

Bermacam-macam mara bahaya, Merusak tanah Jawa, Semua yang bekerja, Hasilnya tidak mencukupi, Pejabat banyak yang lupa daratan, Pedagang mengalami kerugian, Yang berkelakuan jahat makin lama banyak, Yang bertani tidak mengahasilkan apa-apa, Hasilnya banyak terbuang sia-sia dihutan.

10. Bumi ilang berkatira Ama kathah kang ndhatengi Kayu katahah ingkang ilang Cinolong dening sujanmi Pan risaknya nglangkungi Karana rebut rinebut Risak tataning janma Yen dalu grimis keh maling Yen rina-wa kathah tetiyang ambengal.

Bumi hilang berkahnya, Banyak hama mendatangi, Pepohonan banyakyang hilang, Dicuri manusia, Kerusakannya terlalu parah, Sebab saling berebut, Rusak tatanan moral, Apabila malam hujan banyak pencuri, pabila siang banyak perampok.

11. Heru hara sakeh janma Rebutan ngupaya anggering praja Tan tahan perihing ati Katungka praptaneki Pageblug ingkang linangkung Lelara ngambra-ambara Warading saktanah Jawi Enjing sakit sorenya sampun pralaya.

Huru hara seluruh manusia, Berebut kekuasan kerajaan, Tidak tahan perdihnya hati, Disusul datangnya, Wabah yang terlalu mengerikan, Penyakit berjangkit kemana-mana, Merata seluruh tanah Jawa, Pagi sakit sorenya mati.

12. Kesandhung wohing pralaya Kaselak banjir ngemasi Udan barat keliru mangsa Angin gung nggegirisi Kayu gung brasta sami Tinempuhing angin agung Kathah rebah amblasah Lepen-lepen samya banjir Lamun tinon pan kados samodra bena.

Belum selesai wabah kematian, Ditambah banjir bandhang makin lama menggenapi, Hujan besar keliru waktu, Angin besar mengerikan, Pohon-poho besar bertumbangan, Disapu angin yang besar, Banyak yang roboh berserakan, Sungai-sungai banyak yang banjir, Apabila diamati bagaikan lautan.

13. Alun minggah ing daratan Karya rusak tepis wiring Kang dumunung kering kanan Kajeng akeh ingkang keli Kang tumuwuh apinggir Samya kentir trusing laut Sela geng sami brasta Kabalebeg katut keli Gumalundhung gumludhug suwaranira.

Ombak naik kedaratan, Membuat rusak pesisir pantai, Yang berada dikiri kanannya, Pohon banyak yang hanyut, Yang tumbuh dipesisir, Hanyut ketengah lautan, Bebatuan besar hancur berantakan, Tersapu ikut hanyut, Bergemuruh nyaring suaranya.

14. Hardi agung-agung samya Huru-hara nggegirisi Gumleger swaranira Lahar wutah kanan kering Ambleber angelebi Nrajang wana lan desagung Manungsanya keh brasta Kebo sapi samya gusis Sirna gempang tan wonten mangga puliha.

Gunung berapi semua, Huru hara mengerikan, Menggelegar suaranya, Lahar tumpah kekanan dan kekirinya, Menenggelamkan, Menerejang hutan dan perkotaan, Manusia banyak yang tewas, Kerbau dan Sapi habis, Sirna hilang tak mampu dipulihkan lagi.

15. Lindhu ping pitu sedina Karya sisahing sujanmi Sitinipun samya nela Brekasakan kang ngelesi Anyeret sagung janmi Manungsa pating galuruh Kathah kang nandhang roga Warna-warna ingkang sakit Awis waras akeh klang prapteng pralaya.

Gempa bumi sehari tujuh kali, Membuat ketakutan manusia, Tanah banyak yang retak-retak, Makhluk halus yang ikut menopang amarah alam, menyeret seluruh manusia, Manusia menjerit-jerit, Banyak yang terkena penyakit, Bermacam-macam sakitnya, Jarang yang mampu sembuh malahan banyak yang menemui kematian.

16. Sabda Palon nulya mukswa Sakedhap boten kaeksi Wangsul ing jaman limunan Langkung ngungun Sri Bupati Njegreg tan mampu angling Ing manah langkung gegetun Kedhuwung lepatira Mupus karsaning Dewadi Kodrat iku sayekti tan kena owah.

Sabdo Palon sesudah itu menghilang, Sekejap mata tidak muncul sudah, Kembali ke alam misteri, Sangat keheranan Sang Prabhu, Terpaku tidak mampu bergerak, Dalam hati mulai menyesal, Merasa telah berbuat salah, Akhirnya cuma mampu berserah kepada Tuhan, Janji yang telah terucapkan itu sebenarnya tak akan mampu dirubah lagi.

(Diterjemahkan oleh : Damar Sashangka).

Sabdo Palon dan Naya Genggong adalah 'PENUNTUN GAIB YANG MEWUJUD'. Beliau berdua senantiasa hadir mengiringi Raja-Raja Jawa jaman Hindhu Buddha. Beliau berdua pergi meninggalkan tanah Jawa semenjak Keruntuhan Majapahit terhadap tahun 1400 Saka, atau 1478 Masehi. Terkenal dengan SURYA SANGKALA (KATA SANDHI PENANDA TAHUN KEJADIAN) yang terlalu tenar di Jawa, yakni SIRNA ILANG KERTHANING BHUMI ( SIRNA : 0, ILANG : 0, KERTHA : 4, BHUMI : 1 = 1400 Saka). Kalimat KERTHAning BHUMI, diambil alih berasal dari nama asli PRABHU BRAWIJAYA PAMUNGKAS (PAMUNGKAS=TERAKHIR), yakni RADEN KERTHABHUMI.

Janji kehadiran Beliau berdua diucapkan di Blambangan, disaat Majapahit hancur terserang oleh pasukan Demak Bintara. Prabhu Brawijaya meloloskan diri ke arah Timur, hendak menyeberang ke Pulau Bali, namun masih bertahan waktu di Blambangan ( Banyuwangi sekarang).

Raden Patah, Pemimpin Demak Bintara, mulai bangga telah menghancurkan Majapahit yang dia anggap sebagai negara kafir. Serta merta, sehabis mendengar kabar sukses dikuasainya Majapahit oleh tentara Islam, Raden Patah mampir berasal dari Demak, mendambakan memandang langsung kondisi Majapahit yang sukses dihancurkan. Setelah itu, dengan bangga beliau meneruskan perjalanannya ke Pesantren Ampeldhenta, hendak mengabarkan kesuksesan itu.

Namun ternyata, Nyi Ageng Ampel, istri almarhum Sunan Ampel, jadi mempersalahkannya. Nyi Ageng Ampel mengingatkan bahwa pernah semasa Sunan Ampel masih hidup, beliau pernah berpesan bahwsanya jangan sekali-kali murid-murid beliau ikut campur kasus politik, atau jadi berani merebut kekuasaan Majapahit. Bahkan Nyi Ageng dengan tegas menambahkan, Raden Patah telah berdosa tiga perihal :


1.Kepada Guru, yakni melanggar wasiat Sunan Ampel.
2.Kepada Ayah, karena Prabhu Brawijaya adalah ayah kandung Raden Patah.
3.Kepada Raja, karena Raja adalah Imam, tidak boleh dilawan tanpa alasan yang benar. Sebab, selama memerintah, Prabhu Brawijaya tidak pernah melarang penyebaran agama Islam, apalagi menghadiahkan tanah Ampeldhenta ( didaerah Surabaya saat ini ), sebagai tanah otonom. Diijinkan untuk dipakai sebagai basis pendidikan agama bagi orang-orang muslim.

Dengan terlalu menyesal, Raden Patah berharap petunjuk, bagaimanakah langkah untuk menghapus kesalahannya. Nyi Ageng menganjurkan supaya kedudukan Prabhu Brawijaya Pamungkas sebagai Raja wajib dikembalikan. Namun yang menjadi masalah, kemanakah Sang Prabhu meloloskan diri? Nyi Ageng memperkirakan, Sang Prabhu tentu menuju ke Pulau Bali.

Raden Patah berniat menyusul sendiri, namun dicegah Nyi Ageng Ampel, karena sehabis perihal penyerangan Majapahit oleh tentara Islam terjadi, maka, tidak akan tersedia satupun orang Islam yang akan dipercayai oleh Sang Prabhu. Tidak Raden Patah, tidak Nyi Ageng Ampel, tidak pula Para Wali yang lain, yang ikut dan juga menopang penyerangan tersebut. Namun, cuma tersedia dua Wali yang mungkin masih beliau percayai, pertama Syeh Siti Jenar dan ke dua Sunan Kalijaga. Karena ke dua Wali ini terang-terangan menentang penyerangan pasukan Islam ke Majapahit.

Karena pertalian Raden Patah tidak begitu baik dengan Syeh Siti Jenar, maka dia berharap pemberian Sunan Kalijaga untuk mencari keberadaan ramanda-nya. Dan kalau ditemukan, dimohon dengan segala hormat untuk ulang ke Trowulan, ibukota Majapahit, untuk dikukuhkan ulang sebagai Raja. Sunan Kalijaga bersedia membantu, ditemani {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} santri beliau langsung laksanakan pencarian ke arah Timur.

Dan ternyata benar, di Blambangan, banyak umbul-umbul pasukan Majapahit dan juga para prajurid Majapahit yang siap tempur berkumpul disana. Dan benar pula, Prabhu Brawijaya masih tersedia disana, belum menyeberang ke Pulau Bali. Agak ada problem Sunan Kalijaga memohon bertemu dengan Sang Prabhu. Namun karena Sang Prabhu tahu betul, Sunan Kalijaga, yang seringkali beliau panggil Sahid itu, menurut pasukan sandhi (intelejen) Majapahit , Sunan Kalijaga dengan pengikutnya,sama sekali tidak ikut di dalam penyerangan ke Majapahit, maka Sunan Kalijaga dipersilahkannya menghadap, meskipun dengan kawalan ketat.

Disinilah dialog SERAT SABDO PALON terjadi. Sang Prabhu Brawijaya, ditemani Sabdo Palon dan Naya Genggong, dihadap oleh Sunan Kalijaga,beserta sesepuh Majapahit yang kebetulan berbarengan Sang Prabhu hendak menuju Pulau Bali, menyusul {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} masyarakat Jawa lainnya yang lebih dahulu melarikan diri kesana. Mendengar pembicaraan Sunan Kalijaga,Sang Prabhu luruh hatinya. Karena sejatinya, Sang Prabhu kini tengah menggalang kapabilitas besar untuk merebut ulang tahta berasal dari tentara Islam. Tidak mampu dibayangkan bila itu terjadi, karena pendukung Sang Prabhu Brawijaya masih banyak tersebar diseluruh Nusantara.

Pertumpahan darah yang lebih besar tentu akan terjadi. Putra-putra Prabhu Brawijaya masih banyak yang berkuasa dan mempunyai kapabilitas tentara yang besar, layaknya Adipati Handayaningrat IV di Pegging, Lembu Peteng di Madura, Bondhan Kejawen di Tarub dan masih banyak lagi.

Sunan Kalijaga meminta, supaya pertikaian dihentikan, dan sudilah kiranya Sang Prabhu ulang memegang tampuk pemerintahan. Prabhu Brawijaya menolak, karena kalau itu terjadi, maka beliau akan mulai terhina oleh putra selirnya sediri, Raden Patah, yang lahir berasal dari putri China Eng-Kian dan dibesarkan di Palembang di dalam asuhan Adipati Arya Damar atau Swan Liong. Bagaimana tidak, seorang ayah wajib terima tahta berasal dari anaknya sendiri, memalukan. Ketika perundingan menemui jalan buntu, maka Sunan Kalijaga mengusulkan supaya beliau dengan kebesaran jiwa, berkenan memeluk Islam. Dengan demikian, seluruh pendukung beliau tentu akan meninggalkan beliau satu persatu, dan pertumpahan darah yang lebih besar ulang akan terhindar.

Mendengar akan perihal itu, Prabhu Brawijaya tercenung, untuk menjauhi peperangan lebih besar, setidaknya, usulan Sunan Kalijaga sebenarnya masuk akal. Demi perdamaian, Sang Prabhu mengesampingkan ego-nya. Maka PENUH dengan kebesaran hati, beliau perlihatkan MASUK ISLAM. Terkejut seluruh yang hadir, juga Sabdo Palon dan Naya Genggong. Hingga, terlontarlah sebuah janji layaknya tercantum terhadap SERAT SABDO PALON diatas.

Sepeninggal Sabdo Palon dan Naya Genggong, Sang Prabhu-pun bersedia ulang ke Trowulan, namun bukan hendak ulang memduduki tahta, akan namun mendamaikan seluruh kerabat Majapahit supaya merelakan tahta dipegang oleh Raden Patah. Dalam perjalanan pulang inilah, Sunan Kalijaga berharap bukti ketulusan Sang Prabhu di dalam memeluk Islam.

Sunan Kalijaga memohon untuk memotong rambut panjang Sang Prabhu. Dengan sebilah keris, sehabis diijinkan, Sunan Kalijaga memotong rambut beliau. Tapi ternyata, tidak satu helai-pun terpotong. Sekali lagi, Sunan Kalijaga berharap keikhlasan Sang Prabhu memeluk Islam, dan sekali ulang Sunan Kalijaga memotong rambut beliau. Kali ini, terpotong sudah. Namun, Sunan Kalijaga belum puas, menjelang berangkat ulang ke Trowulan, Sunan Kalijaga mengambil alih air comberan yang berbau tidak enak dimasukkan kedalam sebilah bambu. Dihadapan Sang Prabhu, beliau menyatakan, bahwasanya bila air comberan ini sesampainya di Trowulan airnya berubah tidak berbau busuk, nyata sudahlah Sang Prabhu telah lahr bathin masuk Islam.

Berangkatlah rombongan itu ke Trowulan,sesampainya di Trowulan, disambut dengan puas cita oleh masyarakat Trowulan. Air di dalam bilah bambu dicurahkan oleh Sunan Kalijaga, dan ternyata, bau busuknya hilang, apalagi airnya berubah jernih. Untuk mengingat perihal itu, Blambangan diubah namanya menjadi BANYUWANGI sampai sekarang. Tidak berapa lama di Trowulan, Sang Prabhu jatuh sakit. Putra-putranya mampir berkumpul, lewat Sunan Kalijaga, beliau mengamanatkan supaya menghentikan pertumpahan darah Hindhu-Buddha dengan Islam. Biarkanlah Raden Patah bertahta sebagai Raja di Jawa meskipun sebenarnya, keturunan berasal dari Pengging-lah yang lebih berhak.

Menjelang akhir hayat beliau, beliau berpesan supaya diatas pusara makam beliau jangan diberi isyarat bahwasanya beliau adalah Prabhu Brawijaya, Raja Majapahit terakhir, namun tandailah dengan nama Putri Champa Anarawati, permaisuri beliau. Sebab beliau mulai diperhinakan sebagaimana wanita oleh putraya sendiri. Dan penghinaan itu didukung oleh permaisurinya sendiri, Dewi Anarawati, putri Champa yang beragama Islam. Dewi Anarawati inilah bibi Sunan Ampel. Dewi Anarawati-lah yang menganjurkan supaya Sang Prabhu menambahkan Ampeldenta kepada Sunan Ampel untuk didirikan sebuah Pesantren Islam.

Maka jangan heran, bila di Trowulan, tidak diketemukan makam Prabhu Brawijaya, melainkan Putri Champa. Padahal makam Putri Champa yang asli berada di Gresik. Begitu Majapahit terserang pasukan Islam, beliau diungsikan ke Gresik sampai beliau wafat.
Baca selengkapnya »

Jasa Pelet