5 Cara Menata Hati Yang Benar Dari Patah Hati

5 Cara Menata Hati Yang Benar Dari Patah Hati


Setiap orang pasti dulu merasakan yang namanya patah hati. Sangat menyakitkan memang, hati mulai hancur berkeping-keping. Bahkan gara-gara patah hati banyak yang hingga lupa daratan dan lupa keluarganya. Terutama untuk mereka yang telah menjalin jalinan asmara yang lumayan lama.

Banyak langkah yang dikerjakan untuk melupakan patah hati. Ada yang menangis seharian, mengurung diri di kamar, mogok makan, apalagi yang paling ekstrem adalah lari ke didalam pemakaian obat-obat terlarang dan ingin mengakhiri hidupnya.

Yang kudu diingat baik-baik, patah hati gara-gara dikecewakan pasangan bukanlah akhir berasal dari segalanya. Bahkan kemungkinan adalah titik awal untuk menjadi privat yang lebih baik berasal dari sebelumnya. Jangan hingga kamu patah semangat, bukalah mata hati dan jiwa kamu gara-gara ada orang yang lebih baik menanti kamu di luar sana.

Berikut ini ada {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} langkah yang tepat untuk kamu cobalah untuk bangkit berasal dari patah hati.
1. Tetap Optimis

Disakiti oleh satu orang, bukan berarti akhir berasal dari segalanya. Tetaplah optimis bahwa tetap ada orang yang menanti kamu di luar sana yang lebih baik dan dapat membahagiakan anda. Yakinlah bakal ada seseorang yang dapat terima kamu apa adanya dan tidak menyakiti layaknya mantan kamu sebelumnya. Masih banyak pilihan gara-gara dunia ini tidaklah selebar daun kelor.

2. Mengekspresikan Diri

Saat patah hati tengah melanda, ekspresikanlah supaya kamu mulai lega. Keluarkan semua perasaan Anda, tak kudu dipendam. Bila ingin menagis menagislah. teriaklah jika kesal. Jika memendam perasaan, berarti Anda tidak berikan kesempatan bagi diri sendiri untuk menata hati dan move on. Memberi saat untuk ‘berduka’ terhadap diri kami adalah tidak benar satu langkah untuk bangkit berasal dari patah hati. Tapi kudu ada batasan. Jangan hingga berlarut-larut.

3. Lupakanlah Diet Sementara Waktu

Ada {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} orang yang bangkit berasal dari patah hati bersama makan. Cobalah mengonsumsi coklat. Coklat kaya manfaat. Kandungan alkaloid-alkaloid layaknya teobromin, fenetilamina, dan anandamida terhadap coklat bakal menambah hormon serotonin didalam otak yang dapat mengubah mood seseorang. Hal inilah yang mendasari mengapa mengonsumsi coklat pun dapat mengundang rasa nyaman.

4. Tetap Tegar dan Tampil Menarik

Ingatlah untuk selamanya tampil menarik. Jangan gara-gara patah hati kamu tidak memelihara tubuh. Manjakanlah diri bersama facial atau mengubah potongan rambut supaya terlihat lebih fresh. Saat bangun pagi di depan cermin sambil tersenyum ucapkanlah “Saya tak perlu orang layaknya dia”.

5. Menjauhkan Kenangan

Jauhkanlah tiap tiap barang yang bakal mengingatkan kamu dengannya. Boneka, bantal, foto, surat cinta, baju, atau apa pun pemberiannya. Termasuk juga menyingkirkan berasal dari teman-teman mantan anda. Karena teman-temannya juga bakal mengingatkan kamu padanya. Bukan menganjurkan untuk memutus tali silaturahmi, namun menjauhkan teman-teman mantan hanya untuk saat saat hingga kamu bangkit berasal dari patah hati.

6. Pergi Dengan Teman-teman

Pergi bersama teman-teman adalah tidak benar satu langkah yang tepat untuk cepat untuk bangkit berasal dari patah hati. Teman-teman kamu tidak bakal curiga untuk mengakibatkan kamu gembira. Ajaklah mereka hang out, makan-makan di restoran, karaoke, belanja, atau adakan sesi curhat dan ungkapkan semua rasa patah hati. Bersama mereka, Anda bakal lihat betapa saat cepat sekali berlalu dan patah hati pun pelan-pelan terlupakan.

7. Jangan Berusaha Menghubunginya Lagi

Kalau ingin patah hati yang kamu rasakan cepat hilang, janganlah cobalah untuk menghubunginya lagi. Anda kudu memutus semua bentuk komunikasi bersama mantan kekasih setidaknya untuk saat waktu. Memang sulit jika menentukan komunikasi secara tiba-tiba apalagi bersama orang yang kamu cintai. Tapi bersama itu Anda bakal merasakan perbedaan yang besar.

8. Buatlah Daftar Kejelekan Sang Mantan

Ingatlah semua kejelekan mantan anda. Apakah senang membentak, berbohong, dan tidak tepat waktu. Semua kejelekan itu bakal mengakibatkan kamu memahami untuk tidak terus bersamanya.
Baca selengkapnya »
Pengertian Khalwat Serta Bahayanya.

Pengertian Khalwat Serta Bahayanya.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما

“Janganlah keliru seorang berasal dari kalian berkhalwat bersama seorang wanita sebab sebenarnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18, Ibnu Hibban [lihat Shahih Ibnu Hibban 1/436], At-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awshoth 2/184, dan Al-Baihaqi dalam sunannya 7/91. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430)


ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يخلون بامرأة ليس معها ذو محرم منها فإن ثالثهما الشيطان

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat bersama seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, sebab syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad berasal dari hadits Jabir 3/339. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil jilid 6 no. 1813)

لا يخلون رجل بامرأة إلا مع ذي محرم فقام رجل فقال يا رسول الله امرأتي خرجت حاجة واكتتبت في غزوة كذا وكذا قال ارجع فحج مع امرأتك

“Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Janganlah seorang laki-laki berkhalwat bersama seorang wanita kacuali kecuali bersama bersama mahrom sang wanita tersebut.’ Lalu berdirilah seseorang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, istriku terlihat untuk berhaji, dan aku sudah mendaftarkan diriku untuk berjihad pada perang ini dan itu,’ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Kembalilah!, dan berhajilah bersama istrimu.'” (HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim 2/975)

Faedah:

Kalau ada yang berkata, “Namun bagaimana bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} shohabiaat yang berhijrah berasal dari Mekah ke Madinah tanpa mahrom?”

Tidaklah boleh bagi seorang wanita untuk bersafar tanpa mahrom kecuali tatkala hijrah berasal dari Mekah ke Madinah sebab keburukan dan bahaya yang ada di kota Mekah waktu itu yang menyebabkannya lari lebih bahaya dan lebih buruk berasal dari perkara yang ditakutkannya menimpa dirinya (jika ia bersafar tanpa mahrom). Ummu Kaltsum binti ‘Uqbah bin Abi Ma’ith dan para wanita yang lain sudah berhijrah berasal dari Mekah ke Madinah tanpa mahrom. Demikian terhitung kehadiran seorang wanita dalam majelis persidangan di hadapan hakim tanpa mahrom, hal ini adalah darurat sebab dikawatirkan hilangnya hak penuntut. Demikian terhitung tatkala seorang wanita yang belum nikah jalankan perzinahan maka ia disingkan tanpa mahromnya sebab hal ini adalah hukuman hadd baginya. (Syarhul ‘Umdah 2/177-178).

Apa maksud perkataan Nabi “syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua”?

Al-Munawi berkata, “Yaitu syaitan menjadi penengah (orang ketiga) diantara keduanya bersama membisikan mereka (untuk jalankan kemaksiatan) dan menjadikan syahwat mereka berdua bergejolak dan menghalau rasa malu dan sungkan berasal dari keduanya dan juga menghiasi kemaksiatan sampai terlihat indah dihadapan mereka berdua, sampai pada akhirnya syaitanpun mengumpulkan mereka berdua dalam kenistaan (yaitu berzina) atau (minimal) menjatuhkan mereka pada perkara-perkara yang lebih gampang berasal dari zina yaitu perkara-perkara pembukaan berasal dari zina yang hampir-hampir menjatuhkan mereka kepada perzinahan.” (Faidhul Qodir 3/78).

As-Syaukani berkata, “Sebabnya adalah Laki-laki senang kepada wanita sebab demikanlah ia sudah diciptakan punya kecondongan kepada wanita, demikian terhitung sebab karakter yang sudah dimilikinya berbentuk syahwat untuk menikah. Demikian terhitung wanita senang kepada Laki-laki sebab sifat-sifat alami dan naluri yang sudah tertancap dalam dirinya. Oleh sebab itu syaitan menemukan fasilitas untuk mengobarkan syahwat yang satu kepada yang lainnya maka terjadilah kemaksiatan.” (Nailul Autor 9/231).

Imam An-Nawawi berkata, “…Diharamkannya berkhalwat bersama seorang wanita ajnabiah dan dibolehkannya berkholwatnya (seorang wanita) bersama mahamnya, dan dua perkara ini merupakan ijma’ (para ulama).” (Al-Minhaj 14/153).

Apakah yang Dimaksud bersama Mahrom??

Berkata As-Suyuthi, “Para sahabat kita (para pengikut madzhab Syafi’i) mengatakan, Mahrom adalah wanita yang diharamkan untuk dinikahi untuk selama-lamanya baik sebab nasab maupun sebab sebab spesifik yang dibolehkan dan sebab kemahroman wanita tersebut.” Definisi ini terhitung dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 9/413, dan ini merupakan definisi Imam An-Nawawi, (Al-Minhaj 14/153) dimana beliau berkata: المحرم هو كل من حرم عليه نكاحها على التأبيد لسبب مباح لحرمتها

Dari definisi ini maka diketahui bahwa:

  1. (wanita yang diharamkan untuk dinikahi), maka bukanlah mahrom anak-anak paman dan anak-anak bibi (baik paman dan bibi selanjutnya saudara sekandung ayah maupun saudara sekandung ibu).
  2. (untuk selama-lamanya), maka bukanlah mahrom saudara wanita istri dan terhitung bibi (tante) istri (baik tante selanjutnya saudara kandung ibu si istri maupun saudara kandung ayah si istri) sebab keduanya sanggup dinikahi kecuali sang istri dicerai, demikian terhitung bukanlah terhitung mahrom wanita yang sudah ditalak tiga, sebab ia sanggup dinikahi lagi kecuali sudah dinikahi oleh orang lain sesudah itu dicerai. Demikian terhitung bukanlah terhitung mahrom wanita selain ahlul kitab (baik yang beragama majusi, budha, hindu, maupun kepercayaan yang lainnya) sebab ia sanggup dinikahi kecuali masuk dalam agama Islam.
  3. (dikarenakan sebab spesifik yang dibolehkan), maka bukanlah mahrom ibu yang dijima’i oleh ayah bersama jima’ yang syubhat (tidak bersama pernikahan yang sah) dan terhitung anak wanita berasal dari ibu tersebut. Ibu selanjutnya tidak boleh untuk dinikahi tetapi ia bukanlah mahrom sebab jima’ syubhat tidak dikatakan boleh dilakukan.
  4. (dikarenakan kemahroman wanita tersebut), maka bukan terhitung mahrom wanita yang dipisah berasal dari suaminya sebab mula’anah (Mawahibul Jalil 4/116), sebab wanita selanjutnya diharamkan untuk dinikahi lagi oleh suaminya yang sudah melaknatnya selama-lamanya tetapi bukan sebab kemahroman wanita selanjutnya tetapi sebab sikap ketegasan dan penekanan pada sang suami. (Al-Asybah wan Nadzoir 1/261).

Dan kecuali sudah memahami bahwa sang wanita adalah mahromnya maka tidak boleh baginya untuk menikahinya dan boleh baginya untuk memandangnya dan berkhalwat dengannya dan bersafar menemaninya, dan hukum ini perlu termasuk mahrom yang disebabkan sebab nasab atau sebab persusuan atau sebab pernikahan. (Al-Asybah wan Nadzoir 1/262).

Peringatan:

Berkata Imam An-Nawawi, “Yang dimaksud mahrom berasal dari sang wanita ajnabiah yang kecuali ia berada bersama sang wanita maka boleh bagi seorang pria untuk duduk (berkhalwat) bersama wanita ajnabiah tersebut, disyaratkan mesti merupakan seseorang yang sang pria ajnabi sungkan (malu/tidak sedap hati) dengannya. Adapun kecuali mahrom selanjutnya masih kecil andaikan umurnya dua atau tiga th. atau yang semisalnya maka wujudnya seperti tidak terdapatnya tanpa ada khilaf.” (Al-Majmu’ 4/242).

Apakah yang Dimaksud bersama Khalwat?

Anas bin Malik berkata,

جاءت امرأة من الأنصار إلى النبي صلى الله عليه وسلم فخلا بها فقال والله إنكم لأحب الناس إلي

“Datang seorang wanita berasal dari kaum Ansor kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkhalwat dengannya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Demi Allah kalian (kaum Anshor) adalah orang-orang yang paling aku cintai.'” (HR. Al-Bukhari no. 5234, Kitabun Nikah)

Imam Al-Bukhori memberi judul hadits ini bersama perkataannya,باب ما يجوز أن يخلو الرجل بالمرأة عند الناس “Bab: Dibolehkannya seorang laki-laki berkhalwat bersama seorang wanita kecuali di hadapan khalayak.”

Ibnu Hajar berkata, “Imam Al-Bukhori menyimpulkan hukum (dalam judul selanjutnya bersama perkataannya) “di hadapan khalayak” berasal dari perkataan Anas bin Malik berasal dari riwayat yang lain (*) “Maka Nabi pun berkhalwat dengannya di {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} jalan atau {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} السكك (sukak).” Dan السكك, adalah jalan digunakan untuk berlangsung yang biasanya senantiasa di lewati manusia.”

(*) Diantaranya diriwayatkan oleh Imam Muslim (4/1812):

عن أنس أن امرأة كان في عقلها شيء فقالت يا رسول الله إن لي إليك حاجة فقال يا أم فلان انظري أي السكك شئت حتى أقضي لك حاجتك فخلا معها في بعض الطرق حتى فرغت من حاجتها

“Dari Anas bin Malik bahwasanya seorang wanita yang peikirannya agak terganggu berbicara kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, ‘Wahai Rasulullah, aku punya ada mesti denganmu,’ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbicara kepadanya, ‘Wahai Ummu fulan, lihatlah kepada jalan mana saja yang engkau sudi sampai aku penuhi keperluanmu.’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkhalwat bersama wanita selanjutnya di sebuah jalan sampai wanita selanjutnya selesai berasal dari keperluannya.”

Ibnu Hajar berkata, “Yaitu ia tidak berkhalwat bersama wanita selanjutnya sampai keduanya tertutup berasal dari pandangan khalayak (tersembunyi dan tidak kelihatan-pen), tetapi maksudnya dibolehkan khalwat kecuali (mereka berdua tampak oleh khalayak) tetapi suara mereka berdua tidak terdengar oleh khalayak sebab ia berbicara dengannya perlahan-lahan, contohnya sebab suatu perkara yang wanita selanjutnya malu kecuali ia menyebutkan perkara selanjutnya di hadapan khalayak.”

Ibnu Hajar menyebutkan bahwasanya ada khalwat yang diharamkan dan ada khalwat yang diperbolehkan:

  1. Khalwat yang diperbolehkan adalah sebagaimana yang dilaksanakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama wanita tersebut, yaitu memojok bersama suara yang tidak di dengar oleh khalayak tetapi tidak tertutup berasal dari pandangan mereka. Hal ini terhitung sebagaimana penjelasan Al-Muhallab, “Anas tidak memaksudkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhalwat bersama wanita selanjutnya sampai tidak tampak oleh orang-orang kira-kira Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala itu, tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhalwat bersama wanita selanjutnya sampai orang-orang di sekitarnya tidak mendengar keluhan sang wanita dan percakapan yang berlangsung antara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan wanita tersebut. Oleh sebab itu Anas mendengar akhir berasal dari percakapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan wanita selanjutnya lantas iapun menukilnya (meriwayatkannya) dan ia tidak meriwayatkan percakapan yang berlangsung antara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan wanita itu sebab ia tidak mendengarnya.” (Fathul Bari 9/413. Adapun perkataan Imam Nawawi bahwa “kemungkinan wanita selanjutnya adalah mahrom Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti Ummu Sulaim dan saudara wanitanya.” (Al-Minhaj 16/68), maka kuranglah tepat sebab sebagaimana dalam riwayat Imam Muslim bahwa wanita selanjutnya pikirannya agak terganggu, dan ini bukanlah merupakan karakter Ummu Sulaim).
  2. Khalwat yang diharamkan adalah khalwat (bersendiriannya) antara Laki-laki dan wanita agar tertutup berasal dari pandangan manusia. Berkata Al-Qodhi dalam Al-Ahkam As-Sulthoniah berkenaan karakter penegak amar ma’ruf nahi mungkar, “Jika ia menyaksikan seorang pria yang berdiri bersama seorang wanita di jalan yang di lewati (orang-orang) dan tidak terlihat berasal dari keduanya gejala yang menyangsikan maka janganlah ia menghardik mereka berdua dan janganlah ia mengingkari. Namun kecuali mereka berdua berdiri di jalan yang sepi maka sepinya area menyangsikan maka ia boleh mengingkari pria selanjutnya dan hendaknya ia jangan langsung memberi hukuman pada keduanya risau ternyata sang pria adalah mahrom sang wanita. Hendaknya ia berbicara kepada sang pria -jika ternyata ia adalah mahrom sang wanita- jagalah wanita ini berasal dari tempat-tempat yang mencurigakan. -Dan kecuali ternyata wanita selanjutnya adalah wanita ajnabiah– hendaknya ia berbicara kepada sang pria, ‘Aku ingatkan kepadamu berasal dari bahaya berkhalwat bersama wanita ajnabiah yang sanggup menjerumuskan.’

Syaikh Sholeh Alu Syaikh berkata:

والخلوة المحرمة هي ما كانت مع إغلاق لدار أو حجرة أو سيارة ونحو ذلك أو مع استتار عن الأعين، فهذه خلوة محرمة وكذا ضبطها الفقهاء

“Dan khalwat yang diharamkan adalah kecuali disertai bersama menutup (mengunci) tempat tinggal atau kamar atau mobil atau yang semisalnya atau tertutup berasal dari pandangan manusia (khalayak). Inilah khalwat yang terlarang, dan demikian para pakar fikh mendefinisikannya.”

Jadi khalwat yang diharamkan ada dua wujud sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Sholeh Alu Syaikh. Dan bukanlah merupkan kelaziman bahwa ruangan yang tertutup melazimkan terhitung tertutupnya berasal dari pandangan khalayak.

Jika ada yang mengatakan, “Berdasarkan definisi khalwat yang diharamkan di atas maka berdua-duaannya seorang wanita dan pria di emperan jalan-jalan raya bukanlah khalwat yang diharamkan sebab semua orang menyaksikan mereka??”

Memang benar hal itu bukanlah merupakan khalwat yang diharamkan, tetapi ingat diantara hikmah diharamkan khalwat adalah sebab khalwat merupakan keliru satu fasilitas yang mengantarakan kepada perbuatan zina, sebagaimana mengumbar pandangan merupakan awal cara yang pada akhirnya mengantarkan pada perbuatan zina. Oleh sebab itu wujud khalwat yang dilaksanakan oleh biasanya pemuda meskipun kecuali ditinjau berasal dari hakikat khalwat itu sendiri bukanlah khalwat yang diharamkan, tetapi kecuali ditinjau berasal dari fitnah yang timbul akibat khalwat selanjutnya maka hukumnya adalah haram. Para pemuda-pemudi yang berdua-duaan selanjutnya sudah jatuh dalam hal-hal yang haram lainnya seperti saling menyaksikan antara satu bersama yang lainnya, sang wanita mendayu-dayukan suaranya bersama menggoda, belum lagi baju sang wanita yang tidak sesuai bersama syari’at, dan lain sebagaianya yang jauh lebih parah. Khalwat yang asalnya dibolehkan ini tetapi kecuali tercampur bersama hal-hal yang haram ini maka hukumnya menjadi haram. Khalwat yang tidak aman berasal dari munculnya fitnah maka hukumnya haram.

Ibnu Hajar berkata, “Hadits ini (yaitu hadits Anas di atas) menunjukan akan bolehnya berbincang-bincang bersama seorang wanita ajnabiah (bukan mahrom) bersama percakapan rahasia (diam-diam), dan hal ini bukanlah celaan pada kehormatan agama pelakunya kecuali ia aman berasal dari fitnah. Namun perkaranya sebagaimana perkataan Aisyah وأيكم يملك إربه كما كان النبي يملك إربه “Dan siapakah berasal dari kalian yang sanggup menahan gejolak nafsunya sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sanggup menahan syahwatnya.” (Fathul Bari 9/414).

Sa’id bin Al-Musayyib berkata,

لقد بلغت ثمانين سنة وأنا أخوف ما أخاف على النساء

“Aku sudah meraih usia delapan puluh th. dan yang paling aku takutkan adalah para wanita.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Musonnaf-nya 7/17, ia berkata, “Telah mengemukakan kepada kita Aswad bin ‘Amir, (ia berkata), ‘Telah mengemukakan kepada kita Hammad bin Salamah, berasal dari Ali bin Zaid berasal dari Sa’id bin Al-Musayyib…’”).

Dalam riwayat yang lain berasal dari Ali bin Zaid bin Jad’an bahwasanya Sa’id berkata, “Tidaklah syaitan berputus asa berasal dari (menggoda) sesuatu kecuali ia mencari jalan terlihat bersama mempergunakan para wanita (sebagai senjatanya untuk menggoda)”, Ali bin Zaid bin Jad’an berkata, “Kemudian Sa’id berbicara (padahal waktu itu ia sudah berumur 84 th. dan matanya yang satu tidak sanggup digunakan untuk menyaksikan lagi, dan mata yang satunya lagi rabun): ‘Tidak ada sesuatu yang lebih aku takutkan daripada para wanita.’” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 4/373 no. 5452 bersama sanadnya sampai Ali bin Al-Madini berasal dari Sufyan berasal dari Ali bin Zaid bin Jad’an).

Rasulullah bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya pada kaum pria daripada finah para wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5096 [Kitabun Nikah] dan Mulim no. 97,98 [Kitab Adz-Dzikir])

Abdurrouf Al-Munawi mengomentari hadits ini, “Hal ini sebab seorang wanita tidaklah menyuruh suaminya kecuali kepada perkara-perkara yang buruk, dan tidak memotivasinya kecuali untuk jalankan keburukan, dan bahaya wanita yang paling minimal adalah ia menjadikan suaminya cinta kepada dunia sampai pada akhirnya binasa dalam dunianya, dan kerusakan apa yang lebih kritis berasal dari hal ini, belum lagi wanita adalah sebab munculnya mabuk asmara dan fitnah-fitnah yang lainnya yang susah untuk dihitung.”

Ibnu Abbas berkata,

لم يكفر من كفر ممن مضى إلا من قبل النساء وكفر من بقي من قبل النساء

“Tidaklah kafir orang-orang terdahulu kecuali sebab para wanita dan demikian terhitung bersama orang-orang yang di era mendatang.”

Para raja mengirimkan hadiah-hadiah kepada para pakar fikih maka mereka pun terima hadiah tersebut, adapun Fudhail ia menolak hadiah tersebut. Istrinya pun berbicara kepadanya, “Engkau menolak sepuluh ribu (dinar atau dirham) padahal kita tidak punya makanan untuk dimakan pada hari ini?”, Fudhail pun menimpali, “Permisalan antara aku dan engkau (wahai istriku) sebagaimana suatu kaum yang punya seekor sapi yang mereka membajak bersama memakai sapi tersebut, tatkala sapi selanjutnya sudah tua maka mereka pun menyembelihnya. Demikianlah aku, engkau mendambakan menyembelihku sesudah aku meraih usia senja, lebih baik engkau mati dalam situasi lapar sebelum saat engkau menyembelih Fudhail.” (Al-Faidul Qodir 5/436).

Dari Imron bin Abdillah, Sa’id bin Al-Musayyib berkata,

ما خفت على نفسي شيئا مخافة النساء

“Tidaklah aku kuatir pada sesuatu menimpa diriku sebagaimana ketakutanku kepada (fitnah) para wanita.”

Para sahabat beliau berkata,

يا أبا محمد إن مثلك لا يريد النساء ولا تريده النساء قال هو ما أقول لكم

“Wahai Abu Muhammad, orang yang sepertimu tidak meminta para wanita dan para wanita pun tidak menghendakinya!”

Sa’id berkata, “Kenyataannya sebagaimana yang sudah aku katakan kepada kalian.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dalam At-Tobaqoot Al-Kubro (5/136) ia berkata, “Telah mengabarkan kepada kita ‘Amr bin ‘Ashim, ia berkata, “Telah mengabarkan kepada kita Salam bin Miskin, ia berkata, “Telah mengemukakan kepada kita ‘Imron bin ‘Abdillah,” ‘Ato’ berkata,

لو ائتمنت على بيت مال لكنت أمينا ولا آمن نفسي على أمة شوهاء

“Jika aku diberi kepercayaan untuk melindungi baitul mal (tempat penyimpanan harta kaum muslimin) maka aku akan menjalankan amanah tersebut, tetapi aku tidak sanggup menanggung diriku berasal dari seorang budak wanita yang cantik.”

Imam Ad-Dzahabi mengomentari perkataan ‘Ato ini,

صدق رحمه الله ففي الحديث ألا لايخلون رجل بامرأة فإن ثالثهما الشيطان

“Sungguh benar perkataan ‘Ato’ -semoga Allah merahmati beliau- sebagaimana sudah disebutkan dalam hadits, ‘Janganlah seorang laki-laki berkhalwat bersama seorang wanita sebab syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.’” (Siyar A’lam An-Nubala 5/87-88).

Maka sungguh benarlah perkataan Ahmad bin ‘Ashim Al-Anthoki (beliau meninggal th. 239 H),

من كان بالله أعرف كان منه أخوف

“Barangsiapa yang lebih mengenal Allah maka ia akan lebih kuatir kepada Allah.” (Al-Bidayah wan Nihayah 10/318, Bugyatut Tolab fi Tarikh Al-Halab 2/750).

Lihatlah para salaf seperti Sa’id bin Al-Musayyib yang tidaklah pernah dikumandangkan adzan sepanjang empat puluh th. kecuali Sa’id sudah berada di mesjid (Tahdzibut Tahdzib 4/87), demikian terhitung ‘Ato yang Ibnu Juraij berbicara tentangnya,

كان المسجد فراش عطاء عشرين سنة وكان من أحسن الناس صلاة

“Mesjid adalah area tidur ‘Ato’ sepanjang dua puluh tahun, dan beliau adalah orang yang paling baik sholatnya.” (Siyar A’lam An-Nubala 5/84, Tahdzibul Kamal 20/80, Tarikh Ibnu ‘Asakir 40/392, Hilyatul Auliya’ 3/310).

Dengan ibadah mereka yang luar biasa selanjutnya maka mereka lebih mengenal Rob mereka shingga mereka lebih kuatir kepada Allah, kuatir kecuali diri mereka terjerumus dalam kemaksiatan. Tidak sebagaimana halnya {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} kaum muslimin yang mulai yakin diri untuk terselamatkan berasal dari fitnah, apalagi fitnah yang sangat berbahaya yaitu fitnah wanita???

Dan diharamkan berkhalwatnya seseorang bersama lawan jenisnya yang bukan merupakan mahromnya, dan hal ini umum termasuk semua bentuk, dan sama saja apakah disertai nafsu syahwat ataupun tidak, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berkhalwat secara perlu baik disertai syahwat maupun tidak.

Dikatakan kepada Abul Qosim An-Nasr Abadzi, “Sebagian orang duduk (bergaul) bersama para wanita dan mereka berkata, “Saya sanggup terjaga untuk tidak menyaksikan mereka.” Ia pun berkata, “Selama jasad masih utuh maka perintah dan larangan terhitung senantiasa berlaku dan penghalalan dan pengharaman terhitung senantiasa ditujukan bersama keduanya (yaitu perintah dan larangan) dan tidaklah memberanikan diri kepada syubhat-syubhat kecuali orang yang menjerumuskan dirinya untuk jatuh dalam hal-hal yang haram.” (Syaradzatuz Dzahab 3/58, Tobaqoot As-Sufiah 1/364).

Peringatan:

  1. Diharamkan berkhalwatnya seorang wanita bersama hewan yang sanggup tertarik dan bernafsu kepada seorang wanita seperti monyet, sebab dikawatirkan terjadinya fitnah (hal yang tidak diinginkan) sebagaimana disebutkan oleh Ibnu ‘Aqil dan Ibnul Jauzi, dan juga Syaikh Taqiyuddin. (Kasyful Qina’ 5/16).
  2. Orang yang banci bersama seorang wanita hukumnya ia seperti seorang pria (maka berlaku hukum-hukum khalwat), dan demikian terhitung kecuali bersama banyak wanita. Dan kecuali bersama seorang pria maka ia hukumnya seperti seorang wanita, demikian terhitung kecuali ia bersama banyak lelaki, dalam rangka untuk berhati-hati. (Al-Majmu’ 4/241).
  3. Berkhalwat bersama seorang amrod (anak muda yang belum tumbuh rambut wajahnya) yang berparas tampan hukumnya sebagaimana khalwat bersama seorang wanita, meskipun khalwat selanjutnya untuk kemaslahatan studi mengajar atau pendidikan. Imam Ahmad berbicara kepada seseorang yang berlangsung bersama seorang anak yang tampan yang merupakan keponakan orang tersebut; “Menurutku hendaknya engkau tidak berlangsung bersamanya di jalan.” Ibnul Jauzi berkatam “Para salaf berbicara berkenaan amrod: “وهو أشد فتنة من العذارى” “Fitnahnya lebih besar daripada fitnah wanita perawan.” (Kasyful Qona’ 5/16). Berkata Ibnu Katsir, “Banyak salaf yang menyebutkan bahwa mereka melarang seorang pria menajamkan pandanganya (menatapi bersama serius) kepada amrod.” (Tafsir Ibnu Katsir, tafsir surat 24 ayat 30). Berkata Syaikh Taqiyyuddin (Ibnu Taimiyah), “Barangsiapa yang ulangi pendangannya kepada amrod dan konsisten memandangnya sesudah itu ia berbicara ‘Aku tidak memandangnya bersama syahwat,’ maka ia sudah berdusta.” (Matholib Ulin Nuha 5/19). Berkata Imam An-Nawawi, “Imam As-Syafi’i perlihatkan akan haramnya menyaksikan (wajah) amrod, dan kecuali menyaksikan saja haram maka berkhalwat bersama amrad lebih haram lagi sebab hal itu lebih buruk dan lebih dekat kepada mafsadah dan hal yang dikawatirkan (jika berkhalwat bersama seorang wanita) terhitung ada (jika berkhalwat bersama amrod.” (Al-Majmu’ 4/241).

Hukum Memandang Amrod (Mukhtasor Al-Fatawa Al-Mishriyah 1/29-30)

Berkata Ibnu Taimiyah, “Memandang amrod bersama syahwat hukumnya haram dan ini merupakan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin, demikian terhitung menyaksikan kepada para wanita yang merupakan mahrom (namun bersama syahwat) dan berjabat tangan bersama mereka dan juga berledzat-ledzat bersama mereka. Barangsiapa yang menyebutkan bahwa hal ini adalah ibadah maka ia sudah kafir, dan dia seperti orang yang menjadikan dukungan kepada orang yang mendambakan berbuat nista sebagai ibadah, apalagi menyaksikan kepada pepohonan, kuda, dan hewan-hewan kecuali bersama perasaan berpikiran indah dan baik dunia, kekuasaan dan kepemimpinan, seta harta benda, maka pandangan seperti ini tercela sebagaimana firman Allah:

ولا تمدن عينيك إلى ما متعنا به أزواجا منهم زهرة الحياة الدنيا لنفتنهم فيه ورزق ربك خير وأبقى

“Dan janganlah kamu tujukan ke dua matamu kepada apa yang sudah Kami memberikan kepada golongan-golongan berasal dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabbmu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. 20:131)

Adapun kecuali pandangan selanjutnya bersama perasaan tanpa merendahkan agama, tetapi bersama pandangan selanjutnya timbul rileks jiwa seperti menyaksikan bunga-bunga maka ini terhitung kebatilan yang dimanfaatkan untuk kebenaran.

Terkadang seseorang menyaksikan kepada orang lain sebab keimanan dan ketakwaan yang dimiliki oleh orang yang dipandang selanjutnya maka pandangan yang seperti ini patokannya adalah hati dan amal orang yang dipandang selanjutnya bukan sebab rupa orang itu.

Terkadang seseorang menyaksikan orang selanjutnya sebab keindahan rupa orang selanjutnya agar mengingatkan dia akan Dzat yang menciptakan rupa selanjutnya (yaitu Allah) maka pendangan seperti ini baik.

Terkadang seseorang menyaksikan orang lain hanya sebab keindahan rupanya. Maka masing-masing style menyaksikan di atas kapan saja disertai bersama nafsu maka hukumnya haram tanpa diragukan lagi, sama saja apakah syahwat yang mengakibatkan syahwat untuk berjima’ ataupun tidak. Dan tidak sama antara perasaan seseorang tatkala menyaksikan bunga-bunga bersama perasaannya tatkala menyaksikan wanita dan amrod, sebab perbedaan ini maka dibedakan terhitung dalam hukum syar’inya, maka jadilah menyaksikan kepada amrod ada tiga macam:

  1. Jika pandangan selanjutnya disertai bersama syahwat maka hukumnya adalah haram.
  2. Yang dibolehkan sebab tidak disertai bersama syahwat seperti seseorang yang wara’ yang menyaksikan kepada putranya yang tampan dan putrinya yang cantik. Pandangan yang seperti ini tidak disertai bersama syahwat kecuali dilaksanakan oleh orang yang paling fajir. Kapan saja pandangan ini disertai bersama syahwat maka hukumnya adalah haram. Oleh sebab itu barangsiapa yang hatinya tidak cenderung kepada amrod sebagaimana para sahabat, sebagaimana sebuah umat yang tidak pernah mengenal kemaksiatan yang nista ini. Seorang berasal dari mereka tidak membedakan antara pandangannya kepada muka amrod bersama pandangannya kepada putranya, putra tetangganya, anak kecil ajnabi. Sama sekali tidak terbetik dihatinya syahwat, sebab ia tidak miliki kebiasaan bersama hal itu, hatinya bersih. Budak-budak wanita di zaman para sahabat terlihat berlangsung di jalan-jalan dalam situasi terbuka wajah-wajah mereka dan mereka melayani (membantu) para Laki-laki dan hati-hati mereka dalam situasi bersih. Kalau di negeri ini dan waktu ini ada orang yang mendambakan melepas budak-budak wanitanya berasal dari Turki berlangsung di jalan-jalan maka akan timbul kerusakan. Demikian pula bersama amrod-amrod yang tampan, tidak dibenarkan untuk terlihat di tempat-tempat dan di waktu-waktu yang dikhawatirkan mereka akan terkena fitnah kecuali sebatas keperluan. Maka tidaklah mungkin pemuda amrod yang tampan berlangsung santai atau duduk di area pemandian umun diantara Laki-laki asing…
  3. Hanyalah timbul perbedaan pendapat diantara para ulama pada style yang ketiga yaitu menyaksikan kepada para amrod tanpa disertai syahwat, tetapi ada kekawatiran akan munculnya gejolak syahwat, maka ada dua pendapat pada madzhab Imam Ahmad. Dan yang paling benar berasal dari dua pendapat selanjutnya adalah pendapat yang terhitung merupakan pengakuan Imam As-Syafi’i dan yang lainnya yaitu tidak boleh. Pendapat yang ke dua boleh, sebab yang merupakan asal adalah tidak munculnya gejolak syahwat. Pendapat pertamalah yang lebih benar.

Barangsiapa yang berlama-lama menyaksikan amrod lantas menyebutkan bahwa ia tidak memandangnya bersama syahwat maka ia sudah berdusta, sebab kecuali sebenarnya tidak ada sesuatu (yaitu syahwat) yang mendorongnya untuk konsisten menyaksikan pastinya ia tidak akan memandang. Sesungguhnya ia tidak ulangi pandangannya kepada amrod kecuali sebab ada keledzatan yang terdapat dalam hatinya.”

Hukum berkhalwatnya seorang pria bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} wanita tanpa mahrom

Para ulama berselisih pendapat berkenaan hukum berkhalwatnya seorang pria bersama wanita ajnabiah kecuali kuantitas wanita selanjutnya lebih berasal dari satu, demikian terhitung sebaliknya (berkhalwatnya seorang wanita bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} Laki-laki ajnabi).

Berkata Imam An-Nawawi, “Tidak ada perbedaan berkenaan diharamkannya berkhalwat antara tatkala sholat maupun di luar sholat.” (Al-Majmu’ 4/242).

Imam An-Nawawi berkata, “Berkata para sahabat kita (yang bermadzhab Syafi’i), kecuali seorang pria mengimami seorang wanita yang merupakan mahromnya dan berkhalwat dengannya maka tidaklah mengapa dan sama sekali tidak makruh sebab boleh baginya untuk berkhalwat dengannya di luar shalat. Dan kecuali ia mengimami seorang wanita ajnabiah dan berkhalwat dengannya maka hukumnya adalah haram… dan kecuali ia mengimami banyak wanita yang ajnabiah bersama situasi berkhalwat bersama mereka maka ada dua pendapat. Jumhur ulama berpendapat akan bolehnya hal itu… sebab para wanita yang berkumpul biasanya tidak terlalu mungkin seorang laki-laki untuk berbuat sesuatu hal yang buruk pada keliru seorang berasal dari mereka dihadapan mereka. Imamul Haromain dan penulis buku Al-‘Uddah menukil bahwasanya Imam As-Syafii perlihatkan bahwa diharamkannya seorang pria mengimami {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} wanita kecuali diantara wanita selanjutnya ada mahrom pria selanjutnya atau istrinya. Dan Imam As-Syafii memastikan akan haramnya berkhalwatnya seorang pria bersama para wanita kecuali kecuali ada mahrom pria selanjutnya bersama mereka.” (Al-Majmu’ 4/241).

Renungkanlah betapa tegasnya Imam As-Syafii dalam pengharaman kholwat antara wanita dan pria, sampai-sampai beliau mengharamkan seorang laki-laki mengimami para wanita (dalam situasi berkhalwat bersama mereka) kecuali kecuali ada diantara wanita selanjutnya mahrom sang imam atau istri sang imam. Padahal ini dalam situasi beribadah yang sangat agung (yaitu sholat) yang pastinya orang yang sedang sholat jauh berasal dari pikiran-pikiran yang kotor, selain itu sang imam pun berada di depan dan para wanita berada dibelakangnya agar ia tidak menyaksikan mereka, tetapi demikian Imam Syafi’i senantiasa mengharamkan hal ini.

Berkata As-Sarkashi, “…Kemakruhan (atau keharoman) hal ini (menurut Imam As-Syafi’i-pen) tidak akan hilang sampai ada diantara para wanita selanjutnya mahrom mereka, sebagaimana dalam hadits Anas bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sholat mengimami mereka di tempat tinggal mereka, Anas pun berkata, “Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan aku dan seorang anak yatim di belakangnya (pada shaf pertama) dan menjadikan ibuku dan Ummu Sulaim di belakang kami.” (HR. Al-Bukhari 1/149, Muslim 1/457)(*). Karena bersama terdapatnya mahrom hilanglah ketakutan akan munculnya fitnah, dan hal sama saja apakah mahrom selanjutnya adalah mahrom bagi semua wanita selanjutnya atau hanya merupakan mahrom bagi {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} mereka dan diperbolehkan sholat dalam semua situasi tersebut, sebab kebencian (terhadap khalwat tersebut) berada kecuali di luar sholat.” (Al-Mabshuth karya As-Sarkashi 1/166).

(*) Lengkap haditsnya (-ed):

عن أنس بن مالك أن جدته مليكة دعت رسول الله صلى الله عليه وسلم لطعام صنعته له فأكل منه ثم قال قوموا فلأصل لكم قال أنس فقمت إلى حصير لنا قد اسود من طول ما لبس فنضحته بماء فقام رسول الله صلى الله عليه وسلم وصففت أنا واليتيم وراءه والعجوز من ورائنا فصلى لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم ركعتين ثم انصرف

“Dari Anas bin Malik ia berbicara bahwasanya neneknya (yang bernama) Mulaikah mengakibatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memakan makanan yang sudah dibuatnya untuk Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Maka Nabi pun memakannya sesudah itu ia shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Marilah sholat aku akan mengimami kalian.’ Anas berkata, ‘Maka akupun mengambil alih sebuah tikar punya kita yang sudah menghitam sebab sudah lama dipakai lantas akupun memercikkan air pada tidak tersebut.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri (untuk sholat) dan aku bersama seorang anak yatim berdiri satu shaf di belakang beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang yang tua (yaitu nenek beliau) di belakang kami. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sholat dua rakaat sesudah itu beliau berpaling (selesai berasal dari sholat).”

Peringatan:

Berkata Imam An-Nawawi, “Dan sama hukumnya berkenaan diharamkannya berkhalwat antara orang yang buta bersama orang yang sanggup melihat.” (Al-Majmu’ 4/242).

  1. Beliau terhitung berkata, “Ketahuilah bahwasanya mahrom yang bersama keberadaannya bersama sang wanita membolehkan untuk duduk (berkhalwat) bersama sang wanita adalah sama saja baik mahrom selanjutnya adalah mahrom sang pria maupun mahrom sang wanita, atau yang semakna bersama mahrom seperti suami sang wanita atau istri sang pria, wallahu a’lam.” (Al-Majmu’ 4/242).
  2. Diharamkannya berkhalwatnya seorang wanita bersama seorang pria meskipun bersama alasan dalam rangka pengobatan kecuali bersama wanita selanjutnya mahrom, atau suaminya, atau wanita tsiqoh (yang sanggup dipercaya). Karena kenyataan yang banyak berlangsung sebenarnya benar kadangkala hanya terdapat dokter Laki-laki yang sanggup mengatasi penyakit seorang wanita bersama penanganan yang baik dan terjamin meskipun sebab darurat maka sang dokter mesti menyaksikan aurat wanita tersebut. Namun yang mesti diperhatikan tidak semua pengobatan keadaannya darurat yang mengharuskan tidak boleh sang wanita ditemani oleh mahromnya. Apalagi merupakan kenyataan yang menyedihkan banyak berasal dari para wanita yang kecuali mereka bersua bersama dokter pria maka seakan-akan dokter selanjutnya adalah mahromnya.

Hukum Berkhalwatnya Seorang Wanita bersama Beberapa Lelaki (lebih berasal dari satu orang)

عبد الله بن عمرو بن العاص حدثه أن نفرا من بني هاشم دخلوا على أسماء بنت عميس فدخل أبو بكر الصديق وهي تحته يومئذ فرآهم فكره ذلك فذكر ذلك لرسول الله صلى الله عليه وسلم وقال لم أر إلا خيرا فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله قد برأها من ذلك ثم قام رسول الله صلى الله عليه وسلم على المنبر فقال لا يدخلن رجل بعد يومي هذا على مُغِيْبَةٍ إلا ومعه رجل أو اثنان

“Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash bahwasanya {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} orang berasal dari bani Hasyim masuk (menemui) Asma’ binti ‘Umais, lantas Abu Bakar masuk -dan tatkala itu Asma’ sudah menjadi istri Abu Bakar As-Siddiq- lantas Abu Bakar menyaksikan mereka dan ia membenci hal itu, lantas iapun mengemukakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ia berkata, ‘Aku tidak menyaksikan sesuatu kecuali kebaikan.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Sesungguhnya Allah sudah perlihatkan kesuciannya berasal dari perkara selanjutnya (perkara yang jelek),’ sesudah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di atas mimbar dan berkata, ‘Setelah hari ini tidaklah boleh seorang laki-laki menemui mughibah (yaitu seorang wanita yang suaminya sedang tidak berada di rumah) kecuali bersamanya seorang laki-laki (yang lain) atau dua orang.’” (HR. Muslim 4/1711, Shahih Ibnu Hibban 12/398).

Yang dimaksud bersama mughibah adalah wanita yang suaminya sedang tidak berada di rumah, baik sebab sedang bersafar terlihat kota maupun terlihat berasal dari tempat tinggal tetapi masih dalam kota, dalilnya adalah hadits ini. Dikatakan bahwa Abu Bakar sedang tidak berada di rumah, bukan sedang terlihat kota. (Al-Minhaj 4/155).

Berkata Imam An-Nawawi, “Dzohir berasal dari hadits ini menunjukan akan bolehnya berkhalwatnya dua atau tiga orang Laki-laki bersama seorang wanita ajnabiah, dan yang masyhur menurut para sahabat kita (yaitu penganut madzhab syafi’iah) akan haramnya hal ini. Oleh sebab itu hadits ini (bolehnya berkhalwat) dibawakan kepada kepada sekelompok orang yang kemungkinannya jauh untuk munculnya kesepakatan diantara mereka untuk jalankan perbuatan nista sebab kesholehan mereka, atau muru’ah mereka dan yang lainnya.” (Al-Minhaj 4/155).

Adapun para ulama yang menyebutkan akan bolehnya berkhalwatnya seorang wanita bersama {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} Laki-laki mereka menyaratkan bahwa para Laki-laki selanjutnya merupakan orang-orang yang terpercaya dan tidak bersepakat untuk jalankan hal yang nista pada wanita tersebut.

Berkata Imam An-Nawawi, “Adapun berkholwatnya dua orang Laki-laki atau lebih bersama seorang wanita maka yang masyhur adalah haramnya hal ini sebab sanggup menjadi mereka para Laki-laki selanjutnya bersepakat untuk jalankan hal yang keji (zina) pada wanita itu. Dan dikatakan bahwa kecuali mereka adalah terhitung orang-orang yang jauh berasal dari perbuatan seperti itu maka tidak mengapa.” (Al-Majmu’ 4/241).

Peringatan:

Diantara perkara yang diakui remeh oleh masyarakat tetapi sangat berbahaya adalah berkhalwatnya kerabat suami (yang bukan mahrom istri) bersama istrinya.

عن عقبة بن عامر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إياكم والدخول على النساء فقال رجل من الأنصار يا رسول الله أفرأيت الحمو قال الحمو الموت

“Dari ‘Uqbah bin ‘Amir bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Waspadailah diri kalian berasal dari masuk (menemui) para wanita!’, lantas berkatalah seseorang berasal dari kaum Anshor, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu bersama Al-Hamwu?’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Al-Hamwu adalah maut (kematian).’” (HR. Al-Bukhari no. 5232)

Berkata Ibnu Hajar, “Larangan masuk (terhadap kerabat suami) untuk menemui para wanita menunjukan bahwa larangan untuk berkhalwat lebih utama untuk dilarang (min bab aula).” (Fathul Bari 9/411).

Imam Nawawi berkata, “Para ulama bhs sudah setuju bahwa الأحماء Al-Ahmaa’ adalah karib kerabat suami seperti ayah, saudara laki-laki, keponakan laki-laki, sepupu, dan yang semisalnya, dan الأختان Al-Akhtan adalah karib kerabat berasal dari istri, dan الأصهار Al-Ashhar termasuk keduanya (Al-Ahmam dan Al-Akhtaan)…dan yang dimaksud bersama Al-Ahmam disini adalah kerabat karib suami selain ayahnya dan anak-anaknya(*), sebab mereka adalah mahrom bagi sang istri dan boleh bagi mereka untuk berkhalwat dengannya dan mereka tidak disifati bersama maut, tetapi yang ditujukan di sini adalah saudara laki-laki sang suami, paman, sepupu, dan yang semisalnya yang bukan merupakan mahrom bagi sang wanita dan formalitas masyarakat mereka menggampangkan hal ini (kurang peduli) dan melepas seseorang berkhalwat bersama istiri saudaranya. Inilah maut, dan kerabat seperti ini lebih utama untuk dilarang daripada laki-laki asing (yang tidak ada pertalian kerabat).” (Al-Minhaj 14/154).

(*) Adapun Al-Maziri, maka beliau perlihatkan bahwa arti Al-Hamwu adalah ayah suami, dan pendapat inipun diikuti oleh Ibnul Atsir dalam An-Nihayah, tetapi dzahirnya Ibnul Atsir terhitung tidak halangi arti Al-Hamwu pada ayah sang suami tetapi ia sebenarnya Al-Hamwu itu adalah umum termasuk semua kerabat suami tanpa mengecualikan ayah dan anak-anak suami. Beliau berkata, Al-Hamwu, “Kerabat-kerabat suami.” (An-Nihayah 1/440) Berkata Imam An-Nawawi, “Ini adalah pendapat yang rusak dan tertolak.” (Al-Minhaj 14/154). Ibnu Hajar menyebutkan bahwa penafsiran dan penjelasan para imam menunjukan bahwa pendapat ini bukanlah pendapat yang rusak. (Fathul Bari 9/412).

Al-Maziri berarti bahwa disebutkannya ayah suami untuk dilarang masuk menemui mughibah sebagai peringatan bahwa pelarangan pada selain ayah suami terlebih lagi. (Al-Fath 9412).

Ibnul Atsir berkata, “Jika menurut sang suami bahwa bapaknya adalah maut (jika masuk ke dalam rumahnya dan ia dalam situasi tidak di rumah) -padahal ia adalah mahrom istrinya- bagaimana kecuali yang masuk adalah orang asing??!, maksudnya yaitu ‘Lebih baik ia (sang istri) mati saja dan janganlah ia (sang istri) melakukannya (membiarkan ada yang masuk rumahnya tanpa kehadiran sang suami)’…, ia berkata, ‘Maknanya adalah berkhalwatnya Al-Hamwu bersama sang istri lebih berbahya daripada berkhalwat bersama orang asing, sebab kadangkala kecuali Al-Hamwu selanjutnya berbuat baik pada sang istri atau memintanya untuk jalankan perkara-perkara yang menurut suami adalah hal yang berat seperti mencari sesuatu yang di luar kebolehan sang suami maka jadilah rusaklah pertalian antara suam istri sebab hal itu. Dan sebab seorang suami tidak senang kecuali Al-Hamwu memahami urusan dalam keluarganya kecuali ia masuk dalam rumahnya.” (An-Nihayah 1/440).

Ibnu Hajar mengomentari perkataan Ibnul Atsir ini, “Seakan-akan perkataannya Al-Hamwu maut yaitu mesti berlangsung dan tidak mungkin menahan sang istri berasal dari masuknya Al-Hamwu, sebagaimana kematian itu tidak sanggup dihindari. Dan pendapat yang terakhir ini dipilih oleh Syaikh Taqiyyuddin (Ibnu Taimiyah) dalam Syarhul ‘Umdah.” (Al-Fath 9/413).

Makna Perkataan Al-Hamwu adalah Maut (kematian)

Imam An-Nawawi berkata, “Maknanya bahwa ketakutan pada Al-Hamwu lebih daripada pada yang lainnya, dan kerusakan lebih mungkin berlangsung dan fitnah lebih besar sebab memungkinkannya untuk sampai kepada sang wanita bersama tanpa diingkari. Berbeda bersama seseorang yang asing (yang tidak punya pertalian kerabat bersama suami).”

Ibnul ‘Arabi berkata, “Ini adalah ungkapan yang dikatakan oleh orang-orang Arab, sebagaimana dikatakan “Singa adalah maut (kematian)”, yaitu bersua dengannya seperti kematian”. Berkata Al-Qodhi, “Maknanya bahwa berkhalwat bersama Al-Ahma’ menjerumuskan kepada fitnah dan kebinasaan dalam agama, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pun menjadikan perkara ini seperti kebinasaan, maka ungkapan seperti ini untuk penegasan bersama keras.” (Perkataan ke dua ulama ini dinukil oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj 14/154).

Al-Qurthubi berkata, “…(masuknya Al-Hamwu) menjerumuskan sang wanita pada kematiannya bersama diceraikan oleh suaminya tatkala cemburu atau ia dirajam kecuali berzina bersama al-hamwu tersebut.” (Umdatul Qori 20/214).

Imam An-Nawawi berkata, “Dan dikecualikan berasal dari pengharaman (semua wujud berkhalwat) ini adalah kondisi-kondisi yang darurat seperti kecuali seorang pria mendapati seorang wanita ajnabiah yang tersesat di sedang daratan dan yang semisalnya, maka boleh baginya untuk menemani wanita selanjutnya apalagi hal itu mesti atasnya kecuali sang pria mengkuatirkan keamanan dan situasi sang wanita kecuali ia membiarkannya sendirian. Dan hal ini tidak ada perbedaan pendapat diantara para ulama. Dalil yang menunjukan akan hal ini adalah kisah Al-Ifk.” (Majmu’ 4/242).
Baca selengkapnya »
Berbohong Kepada Suami Yang Diperbolehkan

Berbohong Kepada Suami Yang Diperbolehkan


Berkata dusta atau bohong termasuk di pada perkara yang dilarang oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah anda dengan orang-orang yang benar (jujur).” (QS. At-Taubah 9: 119)

Dapat dipahami berasal dari ayat di atas yaitu larangan untuk menjadi atau dengan dengan orang-orang yang berbicara dusta atau bohong.

Akan tetapi, terdapat {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} pengecualian berasal dari hukum di atas, yaitu diperbolehkannya berbicara bohong di dalam {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} keadaan. Salah satunya adalah perkataan suami kepada istri atau sebaliknya. Masalah inilah yang akan kami bahas di dalam tulisan ini.

Dalil Diperbolehkannya Perkataan Bohong kepada Suami atau Istri

Diriwayatkan berasal dari Ummu Kultsum binti ‘Uqbah radhiyallahu Ta’ala ‘anha, beliau berkata,

مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَخِّصُ فِي شَيْءٍ مِنَ الْكَذِبِ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ، كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ

“Tidaklah aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menambahkan keringanan sedikit pun tentang dengan perkataan dusta terkecuali di dalam tiga perkara. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

لَا أَعُدُّهُ كَاذِبًا، الرَّجُلُ يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ، يَقُولُ: الْقَوْلَ وَلَا يُرِيدُ بِهِ إِلَّا الْإِصْلَاحَ، وَالرَّجُلُ يَقُولُ: فِي الْحَرْبِ، وَالرَّجُلُ يُحَدِّثُ امْرَأَتَهُ، وَالْمَرْأَةُ تُحَدِّثُ زَوْجَهَا

“Tidaklah termasuk bohong:
(1) Jika seseorang (berbohong) untuk mendamaikan di pada manusia, dia mengatakan suatu perkataan yang tidaklah dia maksudkan terkecuali cuma untuk mengadakan perdamaian (perbaikan)
(2) Seseorang yang berbicara (bohong) dikala di dalam peperangan, dan
(3) Seorang suami yang berbicara kepada istri dan istri yang berbicara kepada suami.” (HR. Abu Dawud no. 4921, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Demikian termasuk di dalam kasus ini terdapat hadis khusus yang diriwayatkan berasal dari ‘Atha bin Yasar, beliau berkata,

جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : يا رسول الله : هل علي جناح أن أكذب على أهلي ؟ قال : لا ، فلا يحب الله الكذب قال : يا رسول الله استصلحها و أستطيب نفسها ! قال : لا جناح عليك “

“Ada seseorang yang mampir menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku berdosa terkecuali aku berdusta kepada istriku?’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Tidak boleh, gara-gara Allah Ta’ala tidak menyukai dusta.’

Orang berikut bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, (dusta yang aku ucapkan itu karena) aku ingin berdamai dengan istriku dan aku ingin senangkan hatinya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tidak tersedia dosa atasmu.’ (HR. Al-Humaidi di dalam Musnad-nya no. 329. Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 498)

Maksud Dusta kepada Suami atau Istri yang Diperbolehkan

Dari hadis yang diriwayatkan oleh Al-Humaidi di atas, kami sanggup jelas dusta layaknya apakah yang diperbolehkan kepada istri atau sebaliknya. Dusta yang diperbolehkan adalah dikala seorang suami ingin menggembirakan istri yang sedang “ngambek” dan menghibur hatinya. Artinya, tidak semua dusta diperbolehkan.

Oleh gara-gara itu, dikala Rasulullah ditanya, “Wahai Rasulullah, apakah aku berdosa terkecuali aku berdusta kepada istriku?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak boleh, gara-gara Allah Ta’ala tidak menyukai dusta.”

Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas memperlihatkan bahwa dusta kepada istri atau kepada suami hukum asalnya senantiasa haram, namun terdapat pengecualian sebagaimana di dalam kasus yang disebutkan, yaitu dusta untuk mendamaikan hati istri dan menggembirakan (menghibur) hatinya.

Misalnya, seorang suami berbicara kepada istrinya, “Sayang, Engkau adalah wanita tercantik di dunia, terkecuali sayang ngambek tidak menjadi cantik.” Padahal faktanya, istrinya bukanlah wanita tercantik di dunia ini. Jadi, boleh seorang suami memuji istri dengan pujian yang dusta di dalam rangka menyingkirkan rasa ngambek sang istri.

Hal ini sebagaimana penjelasan An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullahu Ta’ala dikala mengatakan hadis ini,

وأما كذبه لزوجته وكذبها له فالمراد به في إظهار الود والوعد بما لا يلزم ونحو ذلك فأما المخادعة في منع ما عليه أو عليها أو أخذ ماليس له أو لها فهو حرام بإجماع المسلمين والله اعلم

“Adapun dusta dan bohong kepada sang istri, yang dimaksud adalah (dusta) untuk menampakkan besarnya rasa cinta atau janji yang tidak mengikat, atau semacam itu. Adapun berbohong (menipu) di dalam rangka menahan (tidak menunaikan) apa yang menjadi kewajiban suami atau istri, atau menyita suatu hal yang bukan menjadi hak suami atau istri, maka ini haram berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.” (Syarh Shahih Muslim, 16: 135)

Contoh dusta yang haram adalah suami memotong proporsi nafkah yang berhak diterima istri dan suami beralasan dengan kebohongan. Misalnya dia mengaku sedang kesulitan ekonomi atau sedang kesusahan. Maka dusta semacam ini haram, gara-gara ini bohong untuk tidak menunaikan kewajiban suami (yang menjadi hak istri). Atau misalnya, suami mengatakan kepada istri bahwa dia pergi ke luar kota di dalam rangka perjalanan dinas. Padahal, dia ke luar kota bukan gara-gara tugas dinas, namun sebatas senang-senang atau wisata.

Berdasarkan penjelasan An-Nawawi di atas, termasuk bohong yang diperbolehkan adalah janji yang tidak mengikat. Misalnya, seorang istri ngambek ingin dibelikan suatu hal dan suami tidak mampu, selanjutnya sang suami berkata, “Kapan-kapan saja ya belinya.”

Perkataan “kapan-kapan” itu dinilai janji yang tidak mengikat, agar tidak harus ditunaikan. Janji yang tidak mengikat semacam itu boleh diucapkan untuk menghibur atau menggembirakan hati sang istri.

Adapun janji yang mengikat, harus dipenuhi. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta’ala berkata,

و ليس من الكذب المباح أن يعدها بشيء لا يريد أن يفي به لها ، أو يخبرها

بأنه اشترى لها الحاجة الفلانية بسعر كذا ، يعني أكثر من الواقع ترضية لها ،

لأن ذلك قد ينكشف لها فيكون سببا لكي تسيء ظنها بزوجها ، و ذلك من الفساد لا الإصلاح

“Tidaklah termasuk dusta yang mubah adalah seorang suami menjanjikan suatu hal dan dia tidak ingin (tidak berniat) untuk memenuhinya. Atau seorang suami mengabarkan kepada istri bahwa dia membelikan untuknya barang khusus dengan harga sekian, yaitu lebih mahal berasal dari harga sebenarnya, agar istrinya rida. Karena hal semacam ini akan terbongkar di jaman mendatang agar akan menjadi gara-gara buruk sangka istri kepada suami. Dan hal ini termasuk kerusakan, bukan perbaikan.” (Silsilah Ash-Shahihah, 1: 818)
Baca selengkapnya »
5 Hal Ini Membuat Pasanganmu Cinta Mati Denganmu

5 Hal Ini Membuat Pasanganmu Cinta Mati Denganmu


Jika kamu sedang tertarik dengan seseorang dan berharap membawa dia ke tahap yang lebih serius, tak perlu risau. Disini, saya akan berbagi bagaimana metode membuat dia segera jatuh cinta padamu. Bahkan membuatnya cinta mati terhadapmu! (jangan khawatir, ini bukan pakai pelet kok).

Inilah 5 hal paling penting yang perlu kamu lakukan untuk membuat dia jatuh cinta hanya kepadamu:

1. Temukan kecocokanmu

Sejak awal, kamu harus menemukan kecocokan dengan orang yang sedang kamu sukai. Kecocokan akan membawa hubungan kalian menjadi lebih langgeng. Ini dia poin-poin penting untuk melihat potensi kecocokanmu dengan dia.

Tujuan hidup yang saling mendukung

Tanyakan kembali pada dirimu sendiri, apakah tujuan hidupmu? Hubungan sejauh apa yang ingin kamu jalin dengannya? Nah, kini coba lihat hal-hal tersebut di dalam dirinya. Apakah dia cukup siap untuk membangun hubungan yang serius? Apakah dia juga mempunyai tujuan hidup yang sama? Pertanyaan tersebut akan membantumu apakah ia pantas dengan mu atau tidak.

Kenal seputar dirinya jauh lebih dalam lagi.

Bukan cuma sekedar tanggal lahir, profesi, atau hobinya. Ketahuilah mengenai poin dan norma dalam hidup yang ia pegang. Cobalah bertanya seputar info yang cukup serius dan lihat pendapatnya. Apakah kau sependapat dengan poin-poin dan prinsip yang ia pegang?

Coba lakukan hal yang ia sukai.

Dengan menjalankan hal – hal tersebut maka kamu akan merasa lebih dekat dengannya. Jika ia suka olahraga, sedangkan kamu kurang menyukainya. Namun tak ada salahnya juga untuk mencoba hal – hal baru yang ia sukai.

Buat ia merasa seperti ‘pahlawan’-mu.

Mintalah dia membantumu menjalankan sesuatu, mintalah dia untuk memberi rekomendasi dalam persoalan pribadimu. Biarkan dia merasa istimewa.

Bangunlah kepercayaan diantara kalian.

Jika kau yakin dia merupakan orang yang baik, jadi tak ada salahnya kamu membagikan sebagian rahasiamu ke dia, lalu lihat reaksinya. Apakah dia dapat menyimpan rahasiamu dengan bagus? dan bila suatu saat dia mulai mempercayakan suatu rahasianya padamu,simpanlah dengan bagus. Jangan sampai kamu menghancurkan kepercayaan yang telah kamu bangun bersamanya.

Kenali dirinya jauh lebih dalam lagi

Bukan cuma sekedar tanggal lahir, profesi, atau hobinya. Ketahuilah seputar skor dan norma dalam hidup yang ia pegang. Cobalah bertanya seputar info yang cukup serius dan lihat pendapatnya. Apakah kau sependapat dengan skor-skor dan prinsip yang ia pegang?

2. Sekarang, saatnya untuk merebut hatinya

Jika kau sudah menemukan berjenis-jenis kecocokan dan merasa sedikit lebih yakin. Kini, tak ada salahnya jika kamu menuju ketahapan berikutnya. Tingkatan untuk merebut hatinya. Apa saja yang perlu kau lakuin?

Berikan dukungan dikala dia menghadapi situasi sulit.

Ini merupakan hal yang paling penting yang harus kamu lakukan. Akuilah kebanyakan dari kita menginginkan adanya pasangan hidup supaya kita dapat mendapatkan dukungan dan motivasi kan? Nah, hal itu juga berarti bila kamu dapat menjadi orang yang supportive dan peduli sehingga akan lebih besar juga kemungkinanmu untuk menjadi kekasihnya.

Biarkan dia menjadi dirinya sendiri.

Jika kamu benar- benar mencintainya, maka kamu juga harus dapat menghargainya untuk mengizinkan dia menjadi dirinya sendiri. Lagi pula, jika memang itu merupakan hal yang baik, mengapa tidak?

Tunjukkan seberapa besar kepedulianmu.

Ada banyak sekali metode untuk menonjolkan bahwa kamu peduli. Cobalah lakukan hal – hal kecil yang dapat membantunya, yang dapat mebuat harinya menjadi lebih gampang dan menyenangkan. Lakukan sesuatu bersamanya.

Buatlah kencan yang berkesan.

Jangan kebanyakan basa- basi, bicara lah untuk menyampaikan maksudmu mengajak ia keluar berkencan denganmu. Tanyakan dengan sopan dan manis niatanmu untuk mengajaknya jalan keluar. Jika ia menjawab iya, maka kamu harus memastikan bahwa dia akan mempunyai peristiwa kencan yang berkesan denganmu. Siapkan semuanya dengan bagus, tampilah dengan rapi, sopan , dan menarik. Meskipun kalian cuma akan berpergian berdua sebentar, buatlah peristiwa tersebut sungguh berkesan sehingga akan susah baginya untuk tidak mempedulikanmu.

3. Apakah kau sudah mencintai dia dengan cara yang ideal?

Kamu harus belajar untuk mencintai dengan baik. Lalu, gimana ya caranya? Kurang lebih inilah yang harus kau lakukan :

Hargailah dia.

Jangan menghakimi selera atau pilihan-pilihan hidupnya. Berikan dia kesempatan untuk beranggapan dan menjalankan apa yang menjadi aspirasinya.


Jadilah seperti seorang teman

Seorang pasangan yang mempunyai hubungan yang langgeng merupakan pasangan yang kapabel menjadi teman yang baik bagi satu sama lain. Berlakulah seperti seorang sahabat terbaiknya, seperti jangan egois, utamakan kepentingannya di atas kepentingan pribadimu dan lain sebagainya. Menjadi teman yang baik berarti juga kamu menginginkan dia menjadi bahagia secara tulus.

Milikilah waktu untuk sendiri.

Ingat bahwa kamu merupakan dua orang yang berbeda. Tidak ada satupun orang yang yang berharap terjebak dalam sebuah hubungan yang terlalu intens. Berikanlah juga dia kesempatan untuk merasakan waktunya sendiri.
Bukan berarti dia tak mencintaimu atau kamu tak mencintainya. Ini murni mengingatkan diri bahwa kita merupakan manusia yang masih punya kebebasan.

4. Jika sudah mendapatkannya, rawatlah cintamu

Iya, hal ini perlu kamu lakukan bila kamu menginginkan sebuah hubungan tahan lama dengannya. Coba kamu lakukan hal-hal ini untuk merawat cintamu dengan dia:

Jangan meremehkan dia.

Memang seseorang dapat saja jatuh cinta padamu begitu saja. Namun apakah cintanya akan bertahan lama dikala kamu menyepelekan hal-hal yang sudah dia lakukan untukmu? Hargai dan berikan kepedulianmu yang lebih padanya. Jangan segan untuk berkata terima kasih, dan maaf dengan dirinya, lakukanlah adab saling menghargai yang baik.

Tunjukkan bahwa kau peduli tentang dia.

Jika kamu sudah menjalin hubungan dengannya, bukan berarti tak ada lagi hal yang perlu kamu lakukan. Lanjutkan kencanmu yang romantis, berikan bouquet bunga yang menawan, rencanakan candle light dinner yang romantis, ajak dia ketempat yang dia inginkan selama ini, mencoba memasak makanan kesukaannya, katakan bahwa kamu mencintainya setiap hari. Banyak sekali hal- hal manis yang dapat kamu lakukan, lakukan ini sebagai tanda bhawa kamu peduli dengan hubungan yang kalian jalani bersama.

Lakukan sesuatu di luar rutinitas kalian.

Apakah kamu selalu menjalankan hal yang sama dari waktu ke waktu ? Jangan sampai kamu terjebak dalam rutinitas, dan hasilnya kalian berdua bosan dan tanpa ada alasan yang jelas kalian berdua bertengkar karena sama- sama merasa suntuk. Cobalah cari seuatu yang menantang, yang akan menyegarkan pikiran, dan lakukan hal itu secara bersama- sama.

Buatlah sebuah komitmen.

Serius? Memang harus ya? Iya, ini penting sekali untuk memastikan bahwa hubunganmu sudah menginjak ke suatu tahap yang jauh lebih serius. Jika kamu belum siap untuk menikah, paling tidak kalian dapat bertunangan terlebih dulu. Atau jika hal ini masih juga terlalu dini untuk kalian, maka paling tidak kamu harus berani bertemu dengan orang tuanya. Ini bukanlah pilihan, tetapi memang harus kamu lakuin untuk menunjukkan bahwa kamu memang benar- benar serius menjalin hubungan dengan dia.

5. jangan lupa juga, jadilah orang yang menyenangkan dan gampang dicintai

Rasa cinta dapat saja hadir karena kamu melihat dia sebagai orang yang menarik, dan komitmen muncul disaat kamu yakin dialah seorang yang pantas untuk mengisi masa depanmu. Namun akankah dia konsisten bersamamu selamanya?

Kita tak akan pernah tahu. Hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah konsisten menjadi orang yang menyenangkan dan gampang dicintai.

Jadilah versi terbaik dari dirimu

Jika kamu berharap dia terus mencintaimu, jadilah dirimu yang terbaik, dari waktu ke waktu. Terpenting kamu selalu berupaya menjadi terbaik dari dirimu, tak peduli siapa kau kini, ia akan mencintaimu selalu dengan sendirinya.

Rawat tubuhmu

Senantiasa kebersihan dan kesehatanmu. Dengan ini, kau juga akan menunjukkan bahwa kamu kapabel merawat kebersihan dan kesehatan keluarga kalian nanti. Tampilah sebaik mungkin untuk membuatnya jatuh hati kepadamu.

Kejar mimpimu

Dengan mempunyai pasangan bukan berarti kamu tak dapat mengejar impianmu. Kamu harus konsisten menjalankan apa yang kamu lakukan, coba ingat – ingat apa impianmu yang dulu, lakukanlah. Berkaryalah dan hiduplah dengan penuh makna. Buatlah pasanganmu berbangga sebab memilikimu.

Bersikap baiklah kepada segala orang

Perlakukan orang lain sebagimana kamu ingin diperlakukan. bukankah orang yang baik selalu sukses menarik perhatian kita? oke, jika seperti itu maka mulailah lakukanlah itu.

Jadilah diri sendiri

Hal ini mungkin terdengar klasik. Namun rekomendasi ini berulang kali diberi sebab menjadi diri sendiri merupakan hal terbaik yang dapat kamu lakukan. Jangan berpura – pura menjadi orang lain hanya untuk dicintai oleh banyak orang. Pilihlah untuk menjadi diri sendiri, mungkin kamu tak akan dicintai oleh banyak orang , tetapi ia yang datang kepadamu merupakan orang yang benar- benar mencintai dirimu yang sebenarnya.
Jika kamu benar- benar berharap menemukan pasangan hidup yang baik maka tak ada salahnya kamu menjalankan hal-hal diatas. itu tidak berlebihan, karena ketulusan cintamu pasti akan kembali padamu juga, entah dari siapa saja itu.

Sama seperti ungkapan milik The Beatles, “and in the end the love you take is equal to the love you make”.
Baca selengkapnya »
5 Hal Yang Bisa Membuatmu Menjadi Lebih Baik Dari Orang Yang Sudah Menyakitimu

5 Hal Yang Bisa Membuatmu Menjadi Lebih Baik Dari Orang Yang Sudah Menyakitimu


Ada saat dimana kamu perlu menabur, dan ada saat pula kamu perlu menuai. Konteks kehidupan yang sebenarnya berasal dari itu. Kamu merasa hidup ini seperti tidak adil, rasanya ingin marah dan yang membuat lebih parah karena kamu merasa tersakiti. Tahanlah amarah kamu dulu, saya akan menjelaskan sedikit tips dari beberapa hal yang bisa kamu jadikan sebagai modal untuk ketenangan hati. Dengan mengetahui hal yang mungkin sebenarnya sederhana, bisa menjadikan kamu pribadi yang seolah kamu bisa selangkah lebih baik dari orang yang menyakitimu.

Sadarlah bahwa Tuhan Tidak Pernah Tidur

Bagaimanapun yang orang lain lakukan padamu atau apapun yang sudah kamu lakukan kepada orang lain tentu tak pernah luput karena kenyataannya Tuhan selalu mengetahui langkah kita serta apa yang kita rasakan. Tidak perlu simpan dendam dan amarah, layaknya sebuah karma. Bahwa segala sesuatu hal yang terjadi serta apapun yang dilakukan pastilah ada balasannya. Tuhan tidak pernah tidur, sadarlah bahwa cara terbaik dalam menenangkan diri ialah selalu ingat dengan Tuhan.

Dengan kamu memperbaiki diri kamu tentu hal seperti itulah yang tidak pernah terpikirkan oleh orang yang telah menyakitimu (baik di sengaja maupun tidak di sengaja).

Tetaplah berbuat baik, buktikan bahwa kamu lebih baik dari mereka

Kalau menurutmu dia salah? Apa yang membuatmu bisa menunjukkan bahwa kamu benar? Tentu pembuktian disini atas dasar keinginan kamu sendiri. Dengan menjadi diri sendiri , serta tunjukkan sisi positif kamu. Terkadang ada sesuatu semacam bakat yang menjadi hobi akan membuatmu membiasakan melakukan sesuatu secara menyenangkan.

Dan sisi lainnya, dengan kamu melakukan yang terbaik maka kamu seolah selangkah menjadi orang yang lebih baik di banding siapapun. Terutama dengan orang yang sudah menyakitimu.

Perbanyak waktu dengan orang - orang yang (juga) memiliki pikiran positif

Ketahuilah membangun karakter yang lebih baik berasal dari lingkungan sekitar. Salah satunya dengan berteman kepada orang - orang yang sepahaman denganmu. Habiskan waktu bersama teman - temanmu yang berpikiran positif dari situ kamu bisa membangun pola pikir yang menjadi lebih baik.

Orang yang sudah menyakitimu tentu tidak akan pernah berpikir demikian, sebab dia terlalu terlena dengan kebahagiaannya yang menuntun dia ke kebahagiaan yang semu.

Apa yang mereka tabur, itu yang ia tuai

Kembali ke point hukum karma, balaslah sesuatu hal dengan selalu melakukan hal yang baik serta mulia. Syukur - syukur bisa bermanfaat bagi orang lain. Hal itu tentu di buktikan dengan motivasi kamu yang tinggi, act yang seimbang serta pikiran yang selalu mengarah ke hal yang positif.

Pada akhirnya kamu tidak sadar, bahwa kamu bisa berubah menjadi lebih baik dengan diri sendiri, bukan orang lain

Maksudnya, lihatlah orang yang menyakitimu. Kamu berubah karena ingin membuktikan kalau kamu menjadi lebih baik? Tidak. Pada akhirnya kamu tidak menyadari bahwa kamu berubah dengan sendiriya menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Mengarah ke hal yang positif selalu menjadi layaknya pedoman hidup untuk melakukan hal yang terbaik. Dan semua itu mengarah sejalan alur tanpa bentuk paksaan hingga kamu lupa bahwa dulu dia pernah menyakitimu.

Konklusinya, menunjukkan diri menjadi lebih baik tidak perlu dengan rasa dendam. Hal yang justru bisa terbalas dan terasa menyakitkan apabila dia tahu bahwa dia menyakiti orang yang salah? Kamu tidak perlu melakukan sesuatu yang buruk, sumpah serapah yang terlalu berlebihan. Akuilah bahwa dia menyakitimu, ya itu benar. Tapi bukan menjadi alasan mengapa kamu perlu diam diri dan tidak melakukan apa - apa.

Potensi dari dirimu menunjukkan karakter yang kuat jika kamu juga percaya pada dirimu. Kenali diri dengan cermat, maka kamu tak mengakui orang tersebut. Sedangkan orang tersebut, mengakuimu bahwa dia telah salah menyakitimu.
Baca selengkapnya »
Opini#1 (Katanya) Dukun Pelet Mahar Setelah Berhasil? Buktinya?

Opini#1 (Katanya) Dukun Pelet Mahar Setelah Berhasil? Buktinya?

paranormal mahar seikhlasnya, jasa paranormal mahar setelah berhasil, dukun pelet tanpa mahar, dukun pelet mahar belakangan, mencari paranormal tanpa pamrih, no hp paranormal gratis, paranormal tanpa bayaran, konsultasi pelet gratis, dukun pelet mahar setelah berhasil, website paranormal terpercaya, konsultasi paranormal online gratis, konsultasi paranormal jarak jauh, konsultasi spiritual gratis, bantuan paranormal gratis, dukun pelet kalau sudah berhasil


dukun pelet mahar setelah berhasil

Pendahuluan
Thread ini saya buat hanya untuk menggiring opini orang lain / kebanyakan orang, khusus nya bagi mereka yang saat ini sedang 'butuh bantuan' untuk menyelesaikan permasalahannya. Saya tidak bermaksud membandingkan artikel milik orang lain dengan cara meyakinkan artikel milik saya. Di dalam thread ini saya tidak bermaksud menyinggung / menjatuhkan pihak manapun. Dilain sisi, saya memang mencantumkan screenshot atau foto sebagai dasar pembahasan bahwa saya (mungkin) sependapat ataupun tidak sependapat. Dengan pertimbangannya saya sama sekali tidak menyertakan sumber darimana saya bahas agar tidak merasa di jatuhkan. Lebih tepatnya mengkritisi.

Memang tak menutup kemungkinan bahwa dalam permasalahan untuk penyelesaian permasalahan yang tak bisa di selesaikan sendiri, tidak sedikit yang menggunakan solusi alternatif agar permasalahannya bisa terselesaikan. Khususnya jasa pelet. Dari banyak nya macam permasalahan yang ia miliki seperti misalnya mendapatkan orang yang sangat di cintai, mengembalikkan pasangan yang masih di sayang, menjaga komitmen hubungan sampai ke jenjang pernikahan, masalah rumah tangga, ataupun permasalahan asmara lainnya. Dan tidak sedikit juga orang-orang yang menjadikan jasa pelet sebagai bentuk langkah penyelesaian terakhir agar permasalahannya terselesaikan.

Dengan dasar alasan inilah banyak beberapa orang pintar layaknya dukun, paranormal, ustadz, orang yang sekedar ingin mengamalkan ilmu (termasuk saya), dan orang pintar lainnya yang mempromosikan dirinya dengan dalih bisa bantu permasalahan-permasalahan tertentu. Baik di Buku Majalah Misteri, di Iklan koran, di Internet seperti forum, komentar, website (dari yang amatir sampai yang mahir dalam optimasi pencarian mesin penelusuran). Terkhususnya dari internet ini, banyak beberapa orang berlomba-lomba mendapatkan ranking 1 di pencarian mesin penelusuran agar dapat menggaet orang-orang yang butuh pertolongan agar mengunjungi artikelnya. Dengan memaksimalkan sebuah kata kunci banyaknya orang mencari beberapa yang ahli maupun pakar optimasi meningkatkan trafik pencariannya agar artikelnya bisa berada di posisi yang baik.

penelusuran jasa pelet

Dari potongan screenshot tersebut jelas bahwa banyak sekali kata kunci dari beberapa artikel yang mengarah tentang jasa pelet. Dan hal yang cukup menarik nya biasanya penelusuran yang tertarik berkaitan dengan banyaknya orang lain yang juga mencari kata kunci tersebut. Artinya kata kunci yang berkaitan pun bukan hanya tentang jasa pelet saja. Dan ini beberapa contoh lainnya dari beberapa keyword yang biasanya di cari:

penelusuran jasa pelet ampuh
penelusuran jasa pelet murah
penelusuran jasa pelet jarak jauh

Ini adalah beberapa kata kunci yang masih berkaitan dengan jasa pelet. Dan hal yang cukup menarik seperti yang saya jelaskan bahwa penelusuran yang terkait itu berkaitan dengan banyak nya orang yang mencari kata kunci (keyword) di pencarian google . Artinya banyak orang yang mencari kata kata tersebut. Perhatikan kata kunci "mahar setelah berhasil" , "mahar belakangan" , "mahar belakangan", dan semacamnya. Betapa banyaknya orang yang mencari kata kunci yang berkenaan tentang permasalahan nomimal yang di berikan (mahar) di akhir. Saya memang awalnya terkejut, hingga akhirnya saya memaklumi bagi mereka yang memang keberatan dengan nominal di awal tapi pengennya permasalahan selesai. Kemudian saya memutuskan untuk membuatkan thread tentang jasa pelet mahar setelah berhasil dan untuk lebih jelasnya mengenai artikel tersebut silahkan kunjungi di deskripsi Artikel yang masih berkaitan di atas.

Perhatikan lebih teliti, saya ambil contoh dari 4 kata kunci barusan:

kata kunci jasa pelet
kata kunci jasa pelet ampuh


kata kunci jasa pelet murah

kata kunci jasa pelet jarak jauh

Note:
  • Kata seikhlasnya saya cantumkan sebagai macamnya
  • Beberapa kata kunci juga sebenarnya ada
  • Tidak menutup kemungkinan kata kunci lainnya lebih banyak

Dari beberapa screenshot tadi saja sudah bisa di lihat bahkan ada sampai 9 kata kunci yang berkaitan tentang mahar setelah berhasil dari 1 hasil penelusuran yang terkait. Animo orang yang membutuhkan bantuan tapi inginnya bayar di akhir ternyata banyak sekali. Mungkin disisi lain sebagai upaya mawas diri, dilain sisi juga paling cuma sekedar iseng (karena saya beranggapan bahwa permasalahan cinta hitungannya bukan sekedar materi, jadi saya menilainya ngga niat).

Dan saya mencoba untuk mencari pencarian di google mengenai kata kunci (keyword) jasa pelet mahar setelah berhasil.


Bahkan sampai 16.300 hasil, itu angka yang tidak sedikit bagi orang yang memikirkan  jasa pelet sebagai alternatif permasalahannya. Bisa kah kamu hitung 16 ribu artikel untuk 1 kata kunci mahar setelah berhasil. Banyak sekali orang yang menuliskan artikel dan yang cukup terkejutnya sampai 16 ribu artikel (mungkin tidak sebanyak itu juga karena beberapa lainnya ada yang berupa cache, website directory, backlink, web 2.0 pendongkrak SERP, dan pendukung lainnya).

Sebelum itu saya akan mengambil garis kesimpulan dari pendapat saya mengenai alasan mengapa banyak orang yang ingin sekali mencari jasa pelet mahar setelah berhasil:

1.) Menghindari Penipuan Jasa Pelet


Saya memang akui semakin banyaknya artikel yang beredar (khusus dari internet) maka semakin besar juga kemungkinan tertipu. Sebagai langkah inisiatif kita sebenarnya membutuhkan namanya selektif dalam menentukan siapakah yang terpercaya. Apakah yang posisinya di ranking 1 pencarian google? Apakah yang harus bersifat menakuti? Jelas kita sangat susah dalam menentukan bagaimana caranya membedakan yang mana paranormal/dukun asli atau palsunya.

Mungkin saya tidak membandingkan secara perspektif dalam acuan bahwa saya adalah asli, ini sebagai bentuk opini saya. Tapi ada benarnya juga sambil kita juga berpikir lebih jernih dan memahami apa yang saya katakan semoga jadi bahan pertimbangan.

Inilah perbedaan paranormal / dukun asli dengan paranormal / dukun palsu:


a.) Paranormal / asli pasti mau mahar setelah berhasil. Tapi benarkah demikian?

Mungkin tidak ada salahnya juga kita menyimpulkan bahwa seseorang yang memiliki ilmu pasti lah mau di bayar akhir. Toh kalau tidak di bayar tinggal di lepas aja. Dalam segi ini sebenarnya saya sangat tidak suka dengan orang yang memiliki pola pikir seperti ini, seakan perasaan orang bisa dia ubah sesuka hati. Apa yang saya katakan tadi mungkin memang tidak salah, tapi ada beberapa orang yang menjadikan alasan ini sebagai alasan kenapa tidak memperbolehkan mahar setelah berhasil. 

Meskipun demikian sebenarnya Jasa Pelet yang dapat di percaya itu tidak mesti yang memperbolehkan mahar setelah berhasil. Tidak sedikit beberapa orang yang menerapkan nominal mahar harus di awal itu terpercaya. Bahkan tidak sedikit juga yang memperbolehkan mahar di akhir itu penipu. Kita ambil contoh, memperbolehkan mahar di akhir tapi harus DP terlebih dahulu, dan parahnya nominal DP yang di minta setara dengan nominal maharnya. Oleh karena itu, mahar setelah berhasil tidak menjadi patokan bahwa paranormal atau dukun itu jujur ( terpercaya ).

b.) Perhatikan track'in record, pengalaman pribadi serta testimonialnya.

Poin ini saya kira sangat penting dalam menentukan apakah paranormal atau dukun itu terpercaya atau tidak. Pertama yang harus kita lihat adalah beberapa pengalaman dari klien yang telah meminta bantuan dengannya. Bisa kamu lihat di laman testimonialnya, bukti konsumen, ataupun laman lainnya yang berkenaan tentang bukti yang pernah meminta bantuan dengannya. Sebenarnya hal ini tidak bisa menjadi patokan utama apakah paranormal/dukun itu asli atau tidak. Sebagai antisipasi, kita sebenarnya bisa berpikir jernih dengan melihat testimonialnya saja kamu bisa menilai orang tersebut di rekomendasikan atau tidak. 

c.) Domain situs yang digunakan dalam mempromosikan.

Saya benci mengakuinya, tapi kenyataan yang sebenarnya adalah banyak sekali penipuan akibat konsultasi yang salah  dari alamat situs berdomain gratis-an ( blogspot, wordpress, dan semacamnya ). Meskipun penggunaan domain berbayar .com tidak menjamin bahwa situs tersebut terpercaya, tapi kamu bisa meminimalisir kemungkinan untuk tertipu. 

d.) Hindari situs yang bersifat dengan dalih bisa bantu hal hal yang tidak masuk akal.

Meskipun sebenarnya ketika kita menganalogikan menyelesaikan permasalahan cinta lewat alternatif itu salah satu hal yang berlawanan dengan logika, tapi mungkin ada beberapa hal yang perlu kamu hindari juga. Misalkan disamping bisa membantu permasalahan cinta, dia juga menawarkan jasa santet (membunuh orang via online) hanya dengan nama foto target maka target akan MATI, ataupun jasa penglaris (semacam pesugihan via online), dan yang paling tidak masuk akal jasa susuk, via online pula.  Ya meskipun ke-3 hal itu diluar dari kemampuan saya, tapi sepengetahuan saya ke-3 hal tersebut sama sekali tidak bisa kita logika-kan pake logika. Misalkan jasa santet, mungkin memang ada tapi kamu juga perlu tahu dalam periwayatan santet pula ada semacam ikrar. Begitupun dengan pesugihan yang ada semacam janji atau ikrar dari si peminta, apalagi susuk. Intinya, jika ada situs / website yang mengatakan dengan dalih bisa bantu tapi juga bisa membantu permasalahan pelet saya akan jamin bahwa mereka itu 100% penipuan.
Sebenarnya ada cara yang simple/sederhana untuk mengetahui apakah jasa pelet itu beneran atau palsu. Kamu bisa mencari di google dengan kata kunci Penipuan Jasa Pelet maka kamu bisa mengetahui setidaknya daftar situs yang bisa kamu hindari. Hanya saja yang lebih mirisnya lagi ketika pihak yang bersangkutan memberitahukan info mengenai paranormal / dukun palsu, dia justru merekomendasikan situs website yang dia beritahu dan ternyata situs / paranormal / dukun itu penipuan. Itu sudah banyak terjadi dan saya menemukan 1 referensi dari komentar yang mengaku telah tertipu oleh blog yang memberitahukan info daftar dukun penipu tapi dia merekomendasikan Penipu juga.



2.) Keberatan nominal yang di berikan di awal (mau nya mahar di akhir)

Memang atas dasar alasan apalagi selain keberatan dengan nominal di akhir? Jelas karena itu alasan yang sangat mendasari. Terlebih mungkin karena dia pernah tertipu, atau mungkin dia hanya sebatas mempermasalahkan nominal yang akan berikan. Saya tidak mengambil pusing orang yang seperti ini. Meskipun saya memang memperbolehkan beberapa permasalahan yang memang di perbolehkan di akhir, tapi ini hanya sebagai bentuk pengertian dari saya bagi mereka yang memang mau nya seperti itu. Sebagai gantinya dia lah yang melakukan sepenuhnya amalan tersebut (tapi saya tetap membantu dalam mengarahkan dan mengijazahnya).
Beberapa amalan yang mungkin kamu bisa sekedar baca atau perlu kamu ketahui silahkan baca di bawah ini:
Ini beberapa amalan yang perlu di amalkan sesuai dengan permasalahan yang di miliki dan saya menuliskan amalannya di masing masing permasalahan yang 'di perbolehkan' mahar di akhir

Amalan Jizafat / jihafahAmalan La Ukhibbuki/ Ukhibbuka QidrohAmalan Yamlatun HadilahAmalan Al - Athaya:

merah = Amalan yang bersifat Jizhafin (konteks hubungan)
jingga = Amalan Intowa (mendapatkan)
kuning = Amalan Nadhin (mempertahankan)
coklat = Amalan Imasna (beberapa pengecualian lainnya yang masih berhubungan)

Amalan Jizafat / Jizafah< Amalan 1 لي زايييد موفيداتين لي قوري نول هاياه، ليل نصب فال مالايكاتي نازهيفاتيكا لي وتاميما ماهابباتان(...) نآزريهالا اوززاها وال يلايييه فيل ماهابباتاين LI ZAYYID MUFIDATIN, LI QORI NUL HAYAH, LIL NASHAB FAL MALAIKATI, NAZHIFATIKA LI UTAMIMA MAHABBATAN (nama orang yang di cinta), NAZREHA LA UZZAHA WAL ILAIYI WAL ALIYYI FIL MAHABBATEN Amalan 2 ضي فاشييدن لا قيوة؛ تؤرز إزهابا؛ل خورز تعوارز ابيدانا زافاتيكا ليل ولوم فهنرق(...) آخيتهي ؛قويو ٱللا هادرته فل مهبباتين DI FASYAHIDIN LA QORI TA'WARIJ IZHABA EL KHOWARIZ, TA'WARIJ ABIDANA ZAFAHATIKA LIL ULUM, FAHNARIQ (nama orang yang di cinta) UKHYATIHI. EL QOWIYYU ILLA HADROTIHI FIL MAHABBATEN Amalan 3 فهياده كتبه ول قرياه جزفه ناببح يمني ول خصصن(...) ضع سجدكو فرضه يا سلمو وا اليت نزر نا مهببتاين FAHYADIHI KITABUHU WAL QORIAH, JIZAFIHI NABIBUKHA YUMNI WAL KHUSUSON (nama orang yang di cinta) DOA SUJUDKU FARIDHOH YA SALAMU WA ILYATI NAZIRIN NA MAHABBATAN FILLAH Amalan La Ukhibbuki / Ukhibbuka Qidroh

Amalan 1

كفه نزرلسام مكرام ذفهول نو اكرمه لي ادولقن اسمها(...) هفضين ف ال مهببتاين

KAFFAH NAZRULISAM MUKAROM DZAFIHAWALI NU AKROMAH, LI ADWALIKUN ISMUHA (nama orang yang di cinta) HAFIDHIN FIIL MAHABBATEN

Amalan 2

زوهتنا لا تهزن رفقون بركه وا كرمه نفلهتينا ذوجتنا اسمه(...) ما ال اعمل فهي نيتن ها نزبها افنهوم مهببتاين

JAUHAZIHA LA TAHZAN ROFFIQUN BAROKAH, WAKARROMAH NAFLAHATINA DZAUJATINA ISMUHU (nama orang yang di cinta) MAAL A'MAL FI HIN NIYATAN, HA NAZBUHA IFNIHUM MAHABBATEN

Amalan Yamalatun Hadilah

Amalan 1

اجزتوه نفا تزوجها  نقتون سا اعمالكا نز اخبا فضلهون نفدلهاه(...) زكيتلاه كرمنا ازلكا فل مهبتبتايب

IJAZATUH NIFA TAZWIJAHA NIQOTUN SA AQMALUKA NAZ AKHABBA FADLOLIHUN NAFDILAHAH (nama orang yang di cinta) ZAKIYATILLAH KARAMNA AZALUKA FIL MAHABBATAIN

Amalan 2

اجزتوه نفا تزوجها نقتن مردن ل تفالهو بل نيت ما ازهبا ل اقرو ندقن ال وزهلا مراتهي (...) سلمفنا من فيل مهبباتن

IJAZATUH NIFA TAZWIJAHA NIQOTIN MURIDAN LA TAF'ALU BIL NIYATI MA AZHABA LA UQROWI NADIQUN ILLA WAZHALA, MI RO'ATIHI (nama orang yang di cinta) SALMAFINA MIN FIIL MAHABBATEN

Amalan 3

نهيتن وانكهها اندا كلي امرهي قالا هملها اهرهي ن ال موتي (...) ينسا اللاه فا الا وا رهمتن قدري قدريهي نفدزل نا مهببتاين

NIHAYATUN WANIKAHAHA INDA KULLI AMRIHI, QOLA HAMLAHA DO ATI AKHRIHI NAAL MAUTI (nama orang yang di cinta), INSYA ALLAH FA'ALA WA ROHMATAN QODRI QODRIHI NAFDZALI NA MAHABBATEN

Amalan Al-Athaya

Amalan 1

الا هدرتن فا ال انا هزبكا ل اسملنا قستنلا سم اها زكياه تين (...) لدزن لفدزتن لسنو كهر ما ان اسما ان دا كل فل مهببتاين

ILLA HADROTIN FAAL ANNA HIZBUKA EL ASMALUNA, QISTINLA SAM AHA DZAKIYAH TEN (nama orang yang di cinta) LAFADZAN LIFADZATAN LISANU KHOIR, MAAN ASMA ANDA KULI FIL MAHABBATEN

Amalan 2

نتهاي دهون ل قوهي ندرين يكهونا اكهوت كلمو نفي افكسني هسنا(...) هجبتن فا ال مهبباتاين

NATHAYA DIHWAN LI QOWIHI NADARIN IKHWANA AKHWAT KALAMU NAFI IFLISANI HUSNA, (nama orang yang di cinta) HIJABATAN FIIL MAHABBATAIN

Amalan 3

هدهيمه يتهي الولها سنتكا لا املكو(...) افدن انسل انسلنا مزهبا افلهو مهببتاين

HUDHAIMAH ITHYA ALWALIHA SANATIKA LA AMLIKU (nama orang yang di cinta) IFDAN ANSAL ANSALNA MAZHABA IFLIHU MAHABBATAIN

Amalan 4

نزهبا تجودها لا اكهر ودنهي كتني فل اكهب(...) هم زوجها و انلهيتي اردهو فل مهببتاين

NAZHABA TAJWIDAHA LA AKHIRI WADNIHI KUTUNI FIL UKHIBBU (nama orang yang di cinta) HUUM DZAWIJAHA WAANI'LAHAYATI ARDUHU FIL MAHABBATAIN.

Amalan 5

نتهيا دهون ل قوهي ندرن يكهونا اكهوت نا تقدري(...)، ن ام بي هسبني فا يسم هسنا مكيتهي فال مهببتاين

NATHAYA DIHWAN LI QOWIHI NADARIN IKHWANA AKHWAT NA TAQDIRI (nama orang yang di cinta), NAAM BI HUSBANI FA ISMI HUSNA MAKAYATIHI FIIL MAHABBATEN

Cara mengamalkan:
  • Sebelum mengamalkan tentu konsultasikan dulu ke saya mengenai permasalahannya, dan saya akan memberitahukan amalan yang lebih spesifik mengarah ke penyelesaian permasalahanmu
  • Jangan mengamalkan sebelum saya memberikan konfirmasi / arahan bahwa saya sudah membuka ijazah / riwayat. Ada ketentuan ikrar di luar dari komitmen pemberian nominal yang di haruskan, jadi jangan asal main mulai saja (kalau tetap dilakukan saya lepas tangan / tidak peduli)
  • Amalkan sesuai waktu yang saya arahkan, contoh misalkan: amalkan pada saat rindu, amalkan pada saat kamu mengingatnya, amalkan jika memungkinkan bertemu. Dan lain sebagainya
  • Pastikan bahwa kamu benar benar menghafal dengan fasih (di luar kepala) tanpa melewatkan satu pun makna amalan (lafadz dan sebagainya)

Hal yang perlu kamu tahu sebelum mengamalkan:
  1. Diluar dari kemungkinan berhasil yang saya katakan ketika kamu konsultasi, itu akan berbeda presentasinya karena beda periwayatannya. Jadi saya hanya menjamin apabila kamu memang mengamalkannya dengan cara benar maka Insya Allah sesuai dengan apa yang di harapkan
  2. Cara mengamalkan bersifat mutlak, jika memang ada yang terlewat atau salah (kurang) itu sudah di pastikan gagal
  3. Berkenaan tentang lama reaksi kenanya masih sama seperti yang saya katakan, jika cara mengamalkan sudah benar
  4. Jangan pernah menyamakan apa yang kamu lakukan dengan cara saya mengamalkan. Saya hanya berusaha memahami pemikiran orang atas ketidak percayaan dari reaksi sudah saya janjikan hingga dia memutuskan untuk melakukannya sendiri
  5. Amalan di atas tidak bisa di lakukan (bereaksi) dengan permasalahan lain. Jika permasalahanmu berbeda dari yang bersangkutan (mengembalikkan seseorang yang dulu pernah di cinta / mantan, dalam konteks merusak hubungan dan mengembalikkan, mendapatkan seseorang yang memiliki pasangan, permasalahan rumah tangga, permasalahan hubungan karena ada nya pihak ketiga)
Selain itu, saya akan menjelaskan mengenai reaksi amalan gagal (tidak ada reaksi) akan terjadi apabila:
  • Tidak pernah meminta ijazah sebelum konsultasi (asal mulai)
  • Amalan tidak di hafal sungguh sungguh
  • Perbedaan permasalahan yang terjadi (variatif)
  • Tidak karena atas dasar niat (sejak awal memang tidak ada kesungguhan)
  • Lupa penerapan amalan dari waktu yang di butuhkan, atau keadaan dari si target (orang yang di cintai)
  • Kehendak yang memang sudah di atur oleh Tuhan, atau beberapa hal lainnya


3.) Tidak ada niatan serius dari awal

Ya ini alasan tepat untuk saya. Mungkin memang terkesan bahwa saya memaksakan diri saya untuk memperbolehkan, tapi kenyataannya memang seperti itu. Padahal saya sudah menjelaskan tentang kemungkinan pasti berhasilnya (bahwa jika ada kemungkinan gagal pasti saya akan mengatakan di awal kalau saya tidak akan bantu), mengenai lama waktu kenanya yang pasti, atau pun hal yang memperbolehkan pengembalian mahar bahkan saya sudah menuliskan threadnya mengenai ketentuan refund. Ada testimonial jelas dari beberapa / sepersekian persen orang yang sudah minta bantuan dan berhasil, yang hitungannya lebih dari ratusan. Terus letak ragunya dimana lagi jika orang tersebut memang tidak serius?
Baik diluar dari pembahasan alasan orang menginginkan mahar setelah berhasil, memang dalam ungkapan perumpamaan mengatakan "Pasar akan mengikuti keinginan konsumen". Seolah membuktikan ungkapan itu benar, banyak sekali artikel yang membahas tentang mahar di akhir. Kalau misalkan mahar boleh di akhir, kalau gagal ngga perlu bayar dong? yaa mungkin ada benarnya juga. Tapi coba ketahui lebih dalam mengenai beberapa situs yang memperbolehkan mahar di akhir. Dari 20 situs yang masing masing dari page 1 dan page 2.

Halaman 1 (posisi 1 - 5)

Halaman 1 (posisi 6 - 10)

Halaman 2 (posisi 1 - 5)

Halaman 2 (posisi 6 - 10)
Meskipun katanya mahar setelah berhasil, tahukah kamu sebenarnya itu tidak benar-benar mahar di akhir. Padahal katanya mahar diperbolehkan di akhir, tapi kok tidak sesuai dengan judulnya. Beberapa contoh yang saya ambil, diantaranya:


Katanya mahar di akhir, kenyataannya mesti di bayar di muka. Adapun mahar sistem DP tapi nominal nya bahkan sama atau bahkan lebih dari nominal mahar di awal yang katanya 550rb. Dan lucunya adalah ada jenis kekuatan pelet 'bertahan', kategorinya (terkhusus lawan jenis dan sejenis), dan bonus plus plusnya pula. Tapi konon, usut punya usut thread ini sudah terbukti penipuannya. So, jangan
konsultasi di thread itu.

Saya tidak mengerti maksud orang ini apa dengan memperkenalkan dirinya dengan dalih membersihkan nama paranormal, kemudian tergerak dan terjun di online. Tapi mengenai beberapa alasan yang di jelaskan sebenarnya memang tidak salah. Bahkan saya menyukai statementnya yang mengatakan "Kalau emang dia paranormal beneran kenapa tidak berani ambil keputusan mahar di akhir? Kalau misalkan takut karena si pemohon curang tinggal di lepas aja"' Masuk akal? Yaa buat saya juga masuk akal sih soal itu. Dengan prinsipnya membantu ekspetasi saya berharap bahwa apa yang dia katakan bisa di analogikan sebagai bentuk upaya ikhlas bantu orang. Dengan nominal mahar yang dia jadikan sebatas rezeki. Awalnya saya melihat ini hal yang positif. Tapi setelah itu..


Ada beberapa komentar yang menjelaskan di komentar bahwa dia kapok karena ada kliennya yang kabur dan tidak mau memberikan maharnya. Setelah itu dia jadi kapok . Drama sekali bukan? Sayang sekali awalnya saya berpikir dia bakal konsisten, kenyataanya sama saja.

Yang membuat saya tertarik adalah:
  1. Dalam sisi ilmu psikologi kata "ada" itu sebenarnya berhubungan dengan perorangan / satu, bukan ruang lingkup kebanyakan. Seandainya memang dia mengubah kebijakan dalam proses mahar seharusnya alasannya karena banyak bukan ada.
  2. Yang mengomentari seolah olah dia tahu persisnya, kalau yang bersangkutan tidak ingin membantu orang lain karena kapok ada yang tidak bayar mahar. Dengan mengkondisikan posisi sia sendiri bahwa banyak yang butuh bantuan. Mengapa dia bisa tahu detail mengenai permasalahan orang yang bersangkutan? Boleh tidak saya berpikir bahwa yang komentar ialah orang yang bersangkutan (akun clone dengan pemilik yang sama dengan si pemilik blog)
  3. Dia sendiri yang mengatakan kalau misalkan ada klien yang tidak bayar mahar, tinggal di lepas aja. Ya seharusnya tidak perlu mempermasalahkan mahar, tinggal di lepas saja kok malah jadi Baper ngambek tidak mau mahar di akhir karena ada yang tidak bayar. Masuk akal kan?
  4. Di komentar di bawahnya, ada yang mengatakan di saat berjanji mau bayar mahar, si aki malah tidak mau bantu. Jadi sedih rasanya. Coba saja kamu chat, langsung secepat kilat balasnya. Ketika sudah di chat dan kamu berhenti di tengah jalan, orang yang bersangkutan bakal 'ngemis-ngemis' minta kepastian kapan dimulai. Bahkan dikasih diskon pula. Apa yang dia maksud dengan tidak mau bantu?

Sebenarnya saya tidak bermaksud untuk menyinggung dan saya kira itu tidak menyinggung, karena dia juga menjelaskan mengenai pendapat untuk berpikir jernih. Setiap orang pinter memiliki cara untuk meyakinkan dirinya sendiri agar si pemohon bisa minta bantuan kepada orang yang memang tepat. Di lain sisi saya mungkin menghargai upaya tersebut. Walaupun tidak bisa memastikan benar tidaknya. Saya tidak menyukai statement dia di nomor 2 dan 3 pada threadnya. Pelet itu butuh tumbal dan tidak ada sejarah pelet yang langsung instant (si pemohon tidak melakukan apa apa). Seolah dia benar benar mengerti segalanya dan mengajak orang untuk berpikir yang sama dengan cara asumsi dia dengan dalih waspada. Dengan harapan orang lain bisa minta bantuan kesitu padahal apa yang dia katakan TIDAK ADA BENARNYA SAMA SEKALI.



Dari ketiga contoh screenshot yang saya upload, mereka hanya menggunakan jasa pelet mahar di bayar setelah berhasil / jasa pelet mahar setelah berhasil hanya untuk mengambil kata kuncinya saja. Dan dalam proses pengamalannya pun tentu tidak di perbolehkan mahar setelah berhasil. Mengapa mereka menulis judul artikel, heading artikel mahar setelah berhasil yang tidak sesuai dengan isinya? Karena orang seperti mereka sadar bahwa pencarian kata kunci jasa pelet mahar setelah berhasil itu tidak sedikit. Memanfaatkan peluang tersebut, beberapa orang yang pintar dalam meningkatkan kata kunci pencarian mesin telusur ini menargetkan pasien atau klien yang memang membutuhkan pelet mahar di akhir untuk mampir atau melihat isi artikelnya. Dan pada akhirnya dalam konsultasi, karena tertarik ya mau tidak mau mesti memberikan mahar dengan harapan masalah terselesaikan. Lalu apanya yang mahar setelah berhasil?

Saya akan menjelaskan satu hal yang saya harap kamu mengerti bahwa sebenarnya  jasa pelet mahar setelah berhasil itu tidak pernah ada. Okey kita ambil kesimpulan sederhana. Kamu tidak percaya? Coba silahkan konsultasikan ke beberapa orang yang menuliskan artikel mahar di akhir. Kalau dapat? Berarti orang tersebut hebat, dalam arti benar benar berkenan untuk membantu dan lebih mengesamping perasaan target di banding si pemohon karena sebenarnya ketika seseorang memutuskan untuk mengakhiri hubungan, atau pun tidak ingin menjalin hubungan dengan orang tersebut (pemohon) ya pada saat itu dia sudah menentukan pilihan hidupnya. Dan untuk mengubah sebuah keputusan yang (mungkin) tepat itu kita tidak bisa menghitung semua kebahagiaan itu dengan materi loh. Tapi apapun itu, yang  namanya jasa pelet mahar di akhir itu tidak pernah ada yang mau. Seandainya ada yang mau, paling di wajibkan DP terlebih dahulu (yang nominalnya bahkan hampir sama dengan nominal mahar itu sendiri).

Dan mungkin hanya sayalah yang memperbolehkan mahar di akhir, mungkin saya bisa klaim seperti itu. Seandainya orang lain ada, berarti niat saya dengan orang tersebut sama. Hanya saja kejadian dalam permasalahan mahar di akhir sering sekali di jadikan sebuah alasan ketidakseriusan dalam penyelesaian permasalahan, dan pada akhirnya mereka hanya menginginkan instant, setelah kelar baru bayar. Saya memang memperbolehkan mahar di akhir dengan syarat dalam proses sepenuhnya klien yang melaksanakan (mengerjakan amalan) seperti yang sudah saya jelaskan di artikel saya sebelumnya maupun kata kata di atas. Setidaknya dia bisa bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan tapi masih keberatan sebatas nominal yang akan di berikan.

Hanya saja, masih ada saja orang yang benar benar menginginkan mahar di akhir, tapi orang tersebut tidak ingin melakukan apa apa alias terima beres baru bayar. Logika nya ngga di pake..


Ini contoh WhatsApp dari salah satu orang yang pengennya mahar di akhir tapi dia tidak ingin melakukan apa-apa. Pada saat saya sudah membuka ijazahnya, justru dia berharap yang mengamalkan saya tapi dia sok terima beres. Setelah tahu dia yang di haruskan mengerjakan dia malah kabur tanpa permisi. Dalam hal ini saja sebenarnya sudah terlihat bahwa keseriusan dia dalam mendapatkan orang yang di cinta hanya keberatan dari nominal yang akan di berikan. Setelah ini mungkin ada beberapa asumsi "Kalau misalkan tidak niat membantu mahar setelah berhasil lebih baik tidak usah aja jika mesti lakukan sendiri", tapi bagaimana kalau begini "Jika memang tidak ada keniatan untuk menyelesaikan permasalahan cinta yang akan kamu bawa seumur hidup kamu tapi masih memikirkan uang yang di berikan, lebih baik tidak usah berpikir untuk menggunakan jasa pelet". Terlepas dari itu saya menghargai setiap ikhtiar / usaha orang demi mempertahankan hubungan / mendapatkan orang yang di cinta dengan sungguh-sungguh.

Konklusi Opini#1:

Ketika kamu memang benar benar menginginkan orang yang kamu idamkan, mungkin karena dia perempuan yang cantik, idamanmu. Ataupun karena dia adalah lelaki yang ganteng, pujaanmu. Kamu selalu memikirkan dia di setiapmu dan tak sadar bahwa setiap waktu luang mu selalu kamu sempatkan untuk memikirkannya. Ketika rasa cinta itu memuncak, hingga kamu benar-benar merasa bahwa dia adalah orang yang akan menemanimu selama hidupmu dan bahagia selamanya.

Ketika dalam hubunganmu berjalan dengan lancar, berawal dari cinta yang sama-sama memiliki komitmen. Selalu bisa bahagia dan ingin bahagia selamanya. Dan suatu saat ternyata orang tersebut malah meninggalkanmu. Entah itu karena memang salahmu, atau itu karena keputusan. Apapun itu yang kamu tahu dan kamu inginkan hanyalah dia kembali. Dan berharap kamu bisa menjalin hubungan dengan dia terus sampai akhirnya kamu menikah kelak.

Ketika kamu berumah tangga, kamu adalah keluarga kecil yang ideal. Sama-sama saling melengkapi satu sama lain awalnya, hingga suatu saat ternyata pasanganmu mulai menunjukkan sikap perubahan yang berbeda. Menjadi kasar, atau pergi dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Kamu akan sangat bersedih hingga kamu berharap bahwa kelak hubungan rumah tangga kalian bisa selamanya sampai kamu dengan pasanganmu di surga kelak.

Pernahkah terpikir, setiap harapan yang akan kamu miliki ini sangatlah ingin kamu alami. Memiliki seseorang yang bisa selalu menemanimu dan mendukungmu dalam doa maupun support dalam nafas. Ketika kamu bisa membagi kesuksesan dan membagikan pengalaman kesuksesanmu dengan orang yang kamu sayang, kamu idamkan, menjadi idaman untuk pendamping hidupmu. Ketika kamu memiliki permasalahan tersebut dan kamu menginginkan apa yang kamu inginkan, masa iya semua itu hanya terhitung dari materi yang akan kamu berikan . Pemberian nominal mahar memang selayaknya di awal, itu commit. Tapi sadarkah bahwa itu akan berdampak dengan apa yang akan kamu miliki di seumur hidupmu, dan uang ratusan ribu yang kamu berikan sama sekali tidak ada artinya. Jika mungkin kamu hanya takut dengan hilangnya nominal, kamu juga akan kehilangan dia. Berpikirlah jernih (yang tidak harus cerdas) bahwa materi/uang/harta apapun itu masih bisa di cari. Apalagi nominalnya yang sebenarnya kecil. Keikhlasan itu bukan terhitung dari berapa banyak yang kamu berikan, tapi seberapa berartikah apa yang akan kamu dapat. Konsultasikan permasalahanmu agar permasalahanmu terselesaikan, pahami prosesnya maka dia akan menjadi milikmu selamanya sebagai pendamping hidup matimu.
Baca selengkapnya »

Jasa Pelet